photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Thursday, July 31, 2014

Kaya Itu Banyak Memberi

Kaya itu bukan berapa banyak uang yang kita miliki, melainkan berapa banyak yang kita berikan. 


Saya setuju banget dengan pernyataan diatas. Pengalaman pribadi, setiap saya infaq di kotak masjid, memberikan uang ke siapa saja (walaupun menurut saya jumlahnya masih sedikit).. tapi saya merasa KAYA. Dan harapan saya, bisa memberikan lebih dari yang saya berikan.

Tak salah jika saya selalu berdoa untuk diberikan keluasan rejeki, kepada Allah sang pemilik hidup yang Maha Kaya dan mengayakan ummat yang Dia kehendaki, supaya bisa lebih leluasa memberikan harta yang saya miliki.

Harapan dan doa saya selalu, supaya saya bisa memberikan nafkah yang sangat baik untuk orang tua, karena selama ini saya masih jauh dari banyak kalau tidak bisa dibilang sedikit :(

Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu keluarga yang membutuhkan.

Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu downline-downline saya untuk mencapai impian mereka, seperti impian yang saya yang dengan izin Allah SWT akan terkabul :)

Harapan dan doa saya, supaya bisa mewujudkan impian anak-anak saya. Membantu pendidikan hingga jenjang yang mereka inginkan.

Harapan dan doa saya, smoga saya dipantaskan menjadi kaya harta, kaya hati dan kaya jiwa.

Aamiin Allahuma Aamiin

Wednesday, July 30, 2014

Lebaran 1435H

Tidak ada sungkem dalam tradisi keluarga ku. Cukup salaman / salim dan cium pipi kiri dan kanan. Ntah lah.. dari aku kecil pun begitu. Berlanjut hingga sekarang.

Lebaran tahun ini sama seperti tahun lalu, memulai hari dengan shalat 'Id di masjid Al Ittihad Legenda Wisata.. ups.. tapi tahun ini lagi halangan, jadi ga ikutan shalat. Sejak menikah aku hanya merasakan dua kali shalat 'Id di Bekasi. Setelah suami jadi anak yatim piatu, aku mau lebaran pertama harus di rumah orang tua ku. Karena biasanya, selama masih ada mertua.. shalat 'Id di rumah mertua, setelah shalat baru ke Bekasi. Tapi sudah 2 tahun ini, tidak bisa shalat 'Id di Bekasi. Alasannya ... karena ga ada mobil. Hehehe... Sejak si putih di jual, kami jadi ngikutin jadwal Uni Anis terlebih dulu. Dan tidak banyak tempat, hanya satu.. ke Pamulang, rumah mba Prita Kemal Ghani. Setelah dari Pamulang, anter uni dan Ira balik ke Cibubur, dan kami pun lanjut ke Bekasi.

Hanya disayangkan, jalanan di hari pertama lebaran itu luar biasa macetnya.. sehingga kami tidak punya kesempatan untuk pergi ke pulo Gadung, tempat keluarga alm. Bude. Karena biasanya lebaran pertama itu keluarga Bapak ngumpul di sana.

Alhamdulillah nya lebaran tahun ini masih diberi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah orang tua masih ada, berkumpul dengan kakak - adik, keponakan, sepupu ... bersyukur.

Alhamdulillah juga lebaran tahun ini aku kembali bisa kasih uang (salam tempel) untuk keponakan-keponakan ... dengan izin Allah, bisa merasakan Ramadhan dan Lebaran tahun depan dengan kondisi lebih baik dari tahun ini. Dan yang tidak kalah penting.. aku bisa berpuasa penuh. Hikss... puasa tahun ini banyak banget bolong nya.. yang berarti.. banyak hutang (puasa) :(

Alhamdulillah bisa kasih uang ke Bapak dan Ibu, walaupun jumlahnya tidak seberapa. Bismillah, smoga diberikan rejeki yang luas oleh Allah yang Maha Kaya.. lebaran tahun depan bisa kasih Ibu dan Bapak serta saudara / keponakan lebih banyak lagi. Aamiiin YRA

Terima kasih ya Allah atas hari ini, kemaren dan esok hari. Berkahilah kami semua, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur. Aamiin YRA

Selamat hari raya Idul Fithri 1435H
Taqaballahu minna wa minkum

Wassalam,
Meli

Monday, July 21, 2014

Kue Lebaran Buatan Nara

Sejak sebelum puasa, Nara sudah ribut minta mau bikin kue lebaran. Ayahnya bilang, "OK nanti bikin nastar sama tata Anis dan tata Ira ya" :D Hehehehe
Karena ayah tau, Ibu Meli ini kurang suka bikin kue.

Jadilah Nara menunggu dan terus menagih, "Kapan beli bahan kue nya? kapan bikin kue nya?" Akhirnya Rabu, 16 Juli kami ke toko bahan kue di Kota Wisata. Tujuan awal mau ke Cikini sambil ngabuburit. Tapi kok yaa... jauh dan mengingat perjalanan pulang akan kena macet, jadi males deh.

She's so exciting! Bantu ambilin terigu, mentega dan bahan-bahan lainnya. Dia merasa "project bikin kue gue nih." Bahkan dia ga sabar pengen nginep di Picasso, padahal rencana bikin kue adalah Minggu setelah sahur.

Hari yang dinantikan tiba, Sabtu memang ada acara buka puasa bareng sepupuan. Saya, suami dan Nasta tidak nginep tapi datang lagi saat sahur.

Baru mulai kerja setelah jam 8-an, Nara serius bantuin lho. Nasta? boro-boro deh :p

Berkali-kali dia mention akan sekolah memasak supaya bisa jadi chef kelak. In syaa Allah, ayah ibu ada rejeki banyak supaya bisa nyekolahin Nara sekolah culinery terbaik yah. Aamiin





Sunday, July 20, 2014

Menjaga Silaturahim

Bersyukurlah orang-orang yang masih bisa berkumpul, buka puasa dengan saudara-saudaranya. Baik saudara dekat maupun jauh. Menjaga tali silaturahim.
Alhamdulillah

Sejak kepergian mama mertua pada bulan Maret 2014, acara keluarga M. Natsir tidak pernah diadakan dirumah Picasso lagi. Alasan kami sebagai anak adalah, kan masih ada adik-adik mama yang lebih pantas kami datangi. Kalau dulu hari pertama lebaran, malam harinya, pasti diadakan dirumah mama (waktu masih di Depok). Pada dasarnya almarhumah senang menerima tamu. Senang banyak orang dirumah. Iyaa.. saya sebagai menantu lagi kangen mama mertua :)
Walaupun boleh dibilang, tidak terlalu akrab. Apalagi menjelang hari-hari terakhirnya... karena satu dan lain hal :(

Dan ini kali pertama sejak kepergian mama, rumah Picasso ramai lagi. Alhamdulillah. Bersyukur juga, uni Anis dan Ira mau menerima usul tek Abi, adik mama untuk mengadakan buka puasa. Sempat sih saya menawarkan rumah mungil kami, kalau Uni dan Ira ga mau repot. Tapi hehehe... mikir juga... mau taruh dimana semua tamu?

Pada dasarnya keluarga suami, sepupuan ini dekat satu sama lain. Sering ngadain acara. Bahkan dulu waktu saya belum menikah, mereka rutin mengadakan acara kumpul sepupu di awal tahun. Bukan tahun baruan lho. Melainkan tanggal 1 Januari nya.  Tapi kebiasaan seru itu menghilang.

Aahh... sudahlah, saya hanya ingin bilang, saya bersyukur karena rumah Picasso ramai lagi. Mungkin kalau mama bisa liat, mama pasti senang. :)


Friday, July 18, 2014

Menikmati Prosesnya

Sabtu, 12 Juli saya menghadiri acara pertemuan orang tua murid dengan guru dan pengurus sekolah. Sosialiasi, bahasa kerennya. Sebenarnya diutamakan untuk orang tua murid baru, bukan murid lama seperti anak-anak saya, Nasta kelas VI dan Nara kelas III.

Pihak sekolah menjelaskan tentang kurikulum 2013, dimana di SDIT Shafa Marwah baru akan diterapkan diajaran 2014 - 2015 ini. Hanya saja, belum semua kelas mendapatkan materi kurikulum 2013. Kelas III dan VI, masih menggunakan kurikulum 2006. Nah!!! Kelas nya Nasta Nara dong?

Sebelumnya saya pernah juga diundang oleh pihak sekolah, karena saya salah satu korlas (koordinator kelas). Secara garis besar saya paham. Tujuan kurikulum 2013 ini adalah untuk membentuk anak yang berbudi pekerti dan berkarakter. Karena tugas guru bukan hanya menilai dengan angka melainkan wajib memberikan penilaian berupa narasi. "Meringankan beban anak," begitu kata kepala sekolahnya.

Murid diharapkan memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan. Lalu apa manfaatnya? Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan, menggunakan kelompok kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah.

Disini guru dituntut untuk menguasai semua bidang studi. Karena tidak ada lagi guru mata pelajaran. Guru wali kelas adalah guru semua mata pelajaran, kecuali olahraga dan agama. Hhmm... ga jauh beda dengan jaman saya SD sebenarnya :)

Lalu bagaimana dengan murid kelas III dan VI, anak-anak saya?? Well, mereka tetap belajar seperti biasa hehehe... dengan materi buku yang berbeda. Bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan kurikulum di kelas selanjutnya? Well, hal ini saya rasa tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Buat saya (dan suami) yang memang tidak mewajibkan anak-anak saya untuk HARUS ranking 1 dikelasnya, perbedaan kurikulum ini bukan hal besar. Menurut saya lho!!

Harapan saya, Nasta Nara tetap bisa belajar dengan senang. Menikmati proses belajar mereka, memahami apa yang mereka pelajari, in syaa Allah hasilnya akan baik.

Aamiin YRA


10 Tahun Usia Blog Ini

Pertama kali punya blog itu tahun 2004, ketika Nasta anak pertama saya berusia 1 tahun. Blog itu pun lebih banyak bercerita tentang Nasta, ya iya laaaah.. namanya juga blog anak :)

Selang beberapa bulan kemudian, saya pun bikin blog sendiri. Ya blog ini. Ya ampuuuun... blog ini sudah 10 tahun usianya... tapi kok... tapi kok... tulisannya masih sedikit yah? Hiks.. harap maklum ya, karena ada masa saya rajin banget nulis... tapi lebih banyak malas nya. Padahal yang saya tulis di blog ini pun, lebih banyak hal-hal atau pengalaman pribadi. Tulisan yang mungkin hanya saya yang menikmati. Tujuan awalnya benar-benar hanya untuk "diary online".

Jaman sekolah dulu punya diary, buku. Rajin nulis? Ya kalo lagi suka sama cowo atau lagi sebel sama seseorang aja. Kalau ga ada cerita menarik, ya ga cerita eh ga nulis.

Agak menyesal juga sebenarnya.. kenapa saya ga rajin nulis ya? Padahal minimal 2 x seminggu, pasti ada cerita dong. Ada kejadian dalam hidup saya, eh maksudnya bukan yang rutin gitu. Tapi kok.. tapi......... Ah sudahlah.

Padahal yah, 5 tahun saya menjalani bisnis MLM Oriflame, dan diwajibkan punya blog / web pribadi yang tujuannya akan menghasilkan prospek 5 - 10 tahun kedepan. Tapi teori dan praktek lebih sering tidak sejalan :(

Blog ini pun sempat terbengkalai, karena ceritanya saya punya web bisnis. Tujuan awalnya, ya saya akan sharing semua informasi yang berhubungan dengan kegiatan saya selaku pebisnis MLM Oriflame.

Ternyata saya suka kangen menulis. Menulis cerita tentang saya... hahaha.. harap maklum. Bukan apa-apa, supaya saya bisa ingat ada peristiwa apa dalam kehidupan saya. Gitu aja sih.

Nah, kalau kamu baru kali ini baca blog ini, salam kenal yah. Ga ada yang istimewa banget kok. Tapi kalau ada salah satu postingan saya yang bermanfaat atau bikin kamu terhibur, Alhamdulillah.


Berdoa Untuk Indonesiaku

Pemilihan presiden sudah berlalu, "pertempuran" antara relawan pendukung calon presiden masih berlangsung.
Perang di status social media seperti Facebook mengakibatkan ada yang terpaksa unfollow teman bahkan unfriend, yakni tidak mau berteman di Facebook lagi. Hanya gara-gara beda calon presiden.

Tidak hanya itu, dari awal fitnah dan tuduhan yang ntah benar atau tidak, yang asal tuduh pun marak terjadi menyerang kedua belah pihak. Sedih? Iya. Karena sebenarnya siapapun presiden yang akan terpilih, kita .. iyaaa... kita nih.. tetap akan menjadi warga negara Indonesia.

Kalau presiden pilihan kita yang menang, harus dibantu doa supaya beliau amanah. Tidak mengecewakan rakyat nya. Kalaupun kalah, berharap beliau bisa bersikap jantan. Tidak lantas berkoar-koar dan menimbulkan kerugian pada rakyat Indonesia. Iya.. pada kita ini.

Selesai pemilihan tanggal 9 Juli lalu, kedua belah pihak menyatakan kemenangannya. Hehehe... iyaa.. kedua calon presiden menyatakan diri mereka menang. Berdasarkan hasil Quick Count. Belum hasil KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli nanti.

Seharusnya, iyaaa... seharusnya.. baik calon presiden maupun team pendukungnya, bisa duduk manis dan bersinergi bareng. Karena siapapun yang akan terpilih menjadi presiden Republik Indonesia ke-7 adalah hasil pilihan rakyat. Pilihan kitaaaa...

Dukung dulu.

Alhamdulillah kita nih, rakyat Indonesia sudah merayakan pesta demokrasi. Dimana tidak semua rakyat negara lain merasakan apa yang kita rasakan. Bersyukurlah.

Nah yang tanggal 9 Juli kemaren sudah menggunakan hak pilih maupun yang tidak menggunakan hak suara nya, jangan bikin masalah yaaa... jangan complaint, jangan ngomel dan jangan sinis. Karena namanya mau perubahan hidup lebih baik, ya harus sabar. Presiden kita kelak bukan Superman ... jangan tuntut 100 hari langsung bisa beres semua masalah.

Jadi warga negara yang baik. Yang juga berkontribusi menjaga keutuhan dan keamanan negara. Bikin Indonesia bangga, dengan apapun yang kamu kerjakan. Berprestasilah, disemua bidang!

Bismillah, smoga Republik Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin YRA 


Sunday, March 09, 2014

Anak (anak) UTS, Emak Stress?

Sebenarnya, sebenarnya yaaa... aku tuh mencoba untuk membiasakan diri tidak stress saat anak-anak mau ulangan. Tapi iyaaa... pada prakteknya, frekuensi teriakan untuk meminta Nasta Nara belajar, jadi lebih sering. 

Sama? 
Toss ah! Hehehe

Gimana ga bikin ayah ibu nya jadi tarzan di rumah, kalau saat diminta belajar mereka asik aja kasih alasan. Kalau pun abis buka buku, ga sampe 10 menit. Abis itu? Sibuk dengan urusan lain lagi. 

Yaa.. urusan ini emang never ending story, selama mereka masih sekolah, dan aku masih jadi ibu nya hehehehe... 

Belajar juga dari pengalaman ku, kalau belajar nya di paksa pun, ga akan masuk ke otak. Dan sebagai Ibu aku bantu doa aja deh. Sekalian memotivasi mereka dengan mengatakan, "Nak, kalau ga pake belajar, mungkin nilai kakak / ade hanya 7 atau 8. Tapi kalau pake belajar, insyaa Allah bisa 10 loh." 

Beres? 
Tetep sih ada teriakan juga 

Ah percaya ma anak aja deh. 

Bismillah 
 

Wednesday, February 26, 2014

Membentuk Karakter Rajin

Bagaimana tetap rajin atau tidak malas dalam memperjuangkan impian?

  • Sebenarnya jawabannya sederhana : LAKUKAN saja, jangan terlalu banyak memikirkan cara menjadi #rajin tapi tidak melakukan apapun.
  • Jangan terpaku pada cara menghilangkan kemalasan, tapi fokuskan energi untuk mengambil tindakan dan mulai kerjakan saja.
  • Namun untuk melengkapi jawaban tersebut, saya akan berbagi beberapa tips yang semoga bermanfaat untuk kita semua.
  • Hal paling mendasar yang bisa membuat kita menjadi #rajin adalah tentukan TUJUAN. Untuk tujuan apa kita mengerjakan semua itu?
  • Karena tanpa tujuan yang jelas, kita tidak tahu kemana kita melangkah. Dengan tidak tahu kemana melangkah, bisa menjadi lelah.
  • Cara lain untuk meningkatkan karakter #rajin adalah mengenali apa saja yang menghambat kita menjadi pribadi yang #rajin.
  • Misal  : sering berpikir bahwa besok masih bisa dikerjakan dan jadinya menunda. Akhirnya sikap miskin mental yang terbentuk.
  • Sebaliknya, berpikirlah bahwa hari ini adalah kesempatan terbaik, besok masih ada tanggungjawab lain dan saya ingin jadi produktif.
  • Ingat, #rajin terbentuk dari konsitensi yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan dan karakter. Bukan sekedar dipikirkan caranya.
  • Contoh lain: beralasan lupa. Jika kita melewatkan pekerjaan kecil karena sering lupa, buatlah reminder di HP anda.
  • Intinya, lakukan berbagai trik untuk menjadikan diri kita #rajin dan tidak mencari-cari alasan untuk menutupi kemalasan.
  • Ingat kembali, Success is My Right! Bukan sekedar slogan, tapi tekad kuat untuk meraih sukses. Dan #rajin adalah syarat wajib.
  • Tidak ada kesuksesan jika kita malas! Ubah cara pikir kita, tentukan tujuan, dan ulangi hingga #rajin menjadi karakter kita
  • Seseorang yang bekerja dengan mendedikasikan keahilannya dengan #rajin, disiplin dan kesungguhan hati, hasilnya pasti MAKSIMAL!

Kultwit #rajin @AndrieWongso

Monday, January 27, 2014

Bersyukur

Sudah menjelang akhir bulan dan ga punya resolusi di tahun 2014?

Bagaimana kalau saya bersyukur saja?
Alhamdulillah tahun 2013 sudah dilewati dan jumlah keluarga inti masih lengkap. Suami dan anak-anak sehat. Bapak dan Ibu sehat. Kakak-kakak dan adik sehat, begitu juga dengan pasangan mereka masing-masing. Keponakan sehat semua dan tahun lalu nambah 1 keponakan cowo lagi.

Belum lagi dari sepupu-sepupu tercinta, tambah 2 orang keponakan di tahun 2013. Alhamdulillah.

Alhamdulillah saya masih bertahan menjalankan bisnis MLM Oriflame, belum naik level memang, tapi Alhamdulillah tidak turun level (penghiburan diri).
Alhamdulillah masih diberi kepercayaan punya downline-downline baru.

Besar harapan, tentu saja naik level di tahun 2014. Yang pasti nya tidak bisa menggunakan cara kerja yang sama dengan tahun 2013. Harus lebih baik dari tahun lalu. Bukan sekedar tulisan atau ucapan ya Mel, lakukan!!!

Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

“Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)” (QS. Ibrahim [14]: 7)


Friday, December 13, 2013

Peran Ibu Dalam Membentuk Karakter Anak

Wa qadhaa rabbuka alla ta'buduu illaa iyyahu wa bil waalidaini ihsaanan immaa yablughanna 'indakal kibara ahaduhumaa au kilaahumaa fa laa taqul lahumaa uffiw wa laa tanharhumaa wa qul lahumaa qaulan kariimaa

Arti : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya "ah", dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.

[Al Israa' ayat 23]

Hampir semua orang tua mengharapkan anak yang sholeh/sholeha, tapi apakah anak sholeh/sholeha itu bisa langsung didapatkan? Peran orang tua untuk membina anak-anaknya sangat penting.

Anak adalah investasi, itu yang biasa di sebut kan? Investasi seperti apa? Namanya investasi tentu ada modal yang harus dikeluarkan. Modalnya apa?

Ada sebuah kisah seorang pemuda ahli ibadah bernama Al Qomah. Suatu hari Al Qomah jatuh sakit dan sedang sakratul maut, anehnya bagi seorang ahli ibadah, Al Qomah tidak mampu mengucapkan kalimat "La-ilaa-ha-illallah". Sehingga istrinya meminta bantuan Rasulullah SAW. Diketahui Al Qomah masih memiliki Ibu, lalu Rasulullah SAW memanggil Ibu dari Al Qomah. Dan menanyakan apakah ada masalah antara sang Ibu dengan Al Qomah. Maka sang Ibu pun menjelaskan bahwa memang Ia murka dengan Al Qomah dikarenakan sudah 3 kali Al Qomah menyakiti hatinya dengan mementingkan istrinya terlebih dulu.

Lalu Rasulullah SAW meminta sang Ibu untuk memaafkan, jika tidak Rasulullah akan membakar badan Al Qomah di depan sang Ibu. Namanya seorang Ibu, tentu tidak rela anaknya disakiti, maka Ia pun memaafkan Al Qomah. Dan akhirnya Al Qomah bisa melafalkan kalimat La-ilaa-ha-illallah. 

Ridha Allah adalah ridha orang tua, maka sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua. Saling mendoakan.

Lalu bagaimana peran Ibu dalam membentuk karakter anak? Perlu diingat untuk membentuk karakter seorang muslim/muslimah perlu hal-hal dibawah ini :

1. Identitas diri (laki-laki dan perempuan)
2. Islam
3. Iman
4. Taat
5. Jujur
6. Sabar
7. Khusyu
8. Dermawan
9. Puasa
10. Menjaga kemaluan (dari berbuat zinah)
11. Dzikir

Sudah dijelaskan dalam Al Qur'an, bahwa identitas diri sebagai laki-laki atau perempuan terdapat dalam surat Al Hujuraat ayat 13, surat An Nisaa ayat 1 dan surat An Nuur ayat 30-31.

Pentingnya untuk mendidik anak sesuai kodrat mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Karena dengan mengetahui identitas mereka, akan paham bahwa tugas seorang laki muslim dan perempuan muslimah itu berbeda. Dengan mengetahui tugas-tugas sesuai jenis kelamin ini, maka diharapkan karakter anak akan baik, insyaa Allah.

Selanjutnya untuk nomor 2 - 11 akan mudah dilakukan, insyaa Allah.

Peran Ibu dalam membentuk karakter anak di mulai dari rumah. Smoga dengan memahami hal-hal diatas, Ibu akan mengetahui bagaimana membuat rumah adalah surga bagi anak-anak dan suami nya.

Bayti Jannati, rumahku surgaku

Wallahualam bishawab




Thursday, November 21, 2013

Berkunjung Ke Telaga Arwana Cibubur

Lebih dari lima tahun saya tinggal di Legenda Wisata, dan baru pertama kali berkunjung ke Telaga Arwana Cibubur. Lokasinya yang sedikit "terbelakang" dari jalan utama Alternative Trans Yogi, masuk melalui jalan setelah pom bensin Pertamina, sebelum perumahan Mahogany. Hanya bisa satu mobil. Itu pikiran awal saya, ternyata jalan sempit itu hanya sekitar 100meter saja, karena sisanya ... jalanan lebar.

Penasaran dengan Saung Mang Engking. Waktu tinggal di Depok pun belum pernah berkunjung ke Saung Mang Engking yang di UI itu. Tempatnya luas, tempat makannya ada yang berupa saung di pinggiran danau, ada juga yang restaurant. Ada area bermain dan juga kolam renang.




Makanan? Seperti yang bisa dilihat di gambar atas, banyak pilihan makanan. Dan saat itu kami memilih ikan gurame bakar, udang bakar madu, cumi goreng tepung, yang ikan penuh cabe bawang itu saya lupa namanya, karedoknya enak banget. Enak semua deh makanannya.

Siapin uang yang banyak aja deh kalau berniat kesana :)
Mulai dari melukis di caping, ATP, Flying Fox, kerajinan keramik, mengambil ikan di kolam, dll.


Saya merekomendasikan pembaca yang mau makan di Saung Mang Engking ini deh (tanpa komisi hehehe), kalau untuk Sabtu - Minggu dan hari libur, sebaiknya reservasi dulu jika mau duduk di saung pinggir danau yah. Dan perlu diketahui, ada batas maksimal penggunaan saung.

Buat yang bawa anak, sangat disarankan bawa baju ganti. Siapa tahu tergoda untuk naik perahu atau nemenin anaknya ambil ikan di kolam


Selamat mencoba dan have a great time!


Wednesday, November 20, 2013

Anak Sholeha Dambaan Orang Tua

Lebih bangga mana punya anak yang hafal semua jenis lagu atau hafal Al Qur'an? Tanpa disadari banyak orang tua muslim lebih sering memperdengarkan lagu-lagu daripada bacaan Al Qur'an. Besar kemungkinan karena orang tua sendiri tidak paham, atau tidak bisa membaca Al Qur'an.

Siapa diantara pembaca yang saat hamil sering memperdengarkan lagu klasik Mozart? Tenang :)
Karena saya termasuk salah satu diantaranya. Dengan harapan sang anak lebih cerdas kelak.

Menurut penjelasan seorang ustad, bayi dalam kandungan mendengarkan suara itu bukan dari luar perut, melainkan hanya dari sang Ibu. Jadi apapun yang dibicarakan Ibu saat mengandung, itulah yang di dengar calon bayi. Jadi buat yang sedang hamil, mulai dari sekarang baca Al Qur'an jauuuh lebih bagus dan bermanfaat dibandingkan menempelkan ear phone ke perut :D


Mengharapkan anak yang bagus ahlaknya, tentu membanggakan orang tua. Tapi bagaimana orang tua mendidik anaknya terlebih dulu.
Karena anak meniru orang tua.

Smoga saya dan pembaca dikaruniai Allah SWT anak-anak yang sholeh / sholeha, anak yang mendoakan orang tua, yang menjaga nama orang tua dengan memiliki akhlak yang berkarakter, mandiri, patuh pada orang tua, dan tidak kalah pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT, yang memberi kita semua nikmat sehat, nikmat hidup dan kelak nikmat mati dengan khusnul khotimah.

Sunday, July 28, 2013

Ciri-ciri Orang Bertaqwa

Orang taqwa itu sabar 

Kesabaran dan ketaqwaan bisa diukur. Contohnya perilaku saat berkendaraan. Seberapa banyak membunyikan klakson atau mengumpat selamat menyetir kendaraan? Jika masih sering akibat tidak sabaran, berarti tingkat ketakwaan masih rendah. 

QS Ali-Imran ayat 17 
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Orang sabar juga banyak kebaikannya. Man Shabara Zhafira - orang yang sabar ia beruntung. 

Jadi mari memupuk kesabaran supaya kita menjadi lebih takwa kepada Allah SWT. 

Orang taqwa itu jujur 

Ucapan benar, perbuatan benar, hati nya benar. Semua nya sinkron. Terhadap diri sendiri harus jujur, apalagi terhadap orang lain. Kejujuran bisa diukur. Jika pasangan kita merasakan kejujuran, jika orang tua merasakan kejujuran kita, jika anak merasakan kejujuran kita, jika atasan / teman kerja, partner bisnis merasakan kejujuran kita. Maka Insyaa Allah Allah sudah memberkahi kita menjadi orang yang jujur. 

Jujur terhadap pasangan itu wajib, supaya hidup diberkahi Allah SWT. 

Orang taqwa itu dermawan 

Menyadari bahwa harta yang didapat adalah dari Allah SWT, sudah sewajarnya untuk dikeluarkan kembali di jalan Allah SWT. Banyak cara untuk "membeli" pahala dengan harta yang kita miliki. Antara lain bersedekah. 

Dengan hartanya bisa memberi manfaat ke orang-orang sekitarnya. Karena Allah SWT menyukai orang-orang yang bermanfaat. 

Orang taqwa itu suka shalat Tahajud 

Dikisahkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat malam, padahal Rasulullah SAW adalah manusia yang dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. Aisyah RA menanyakan hal ini, "Ya Rasul, kenapa Engkau masih rajin shalat malam, padahal Allah sudah menjanjikan surga untuk mu? 
Rasulullah SAW menjawab, "Justru karena Allah sudah menjanjikan surga untuk ku, maka aku bersyukur." 

Orang yang bertaqwa menjadikan shalat wajib dan shalat sunah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. 

Bukan berarti shalat saat membutuhkan pertolongan Allah itu salah. Hanya saja jangan berhenti saat Allah sudah memberikan yang kita butuhkan. Lanjut terus. 


Wallahu a'lam bishawab 

Wednesday, July 24, 2013

Menghafal Qur'an Semudah Senyum



Rasulullah SAW bersabda, "Barang siap membaca Al-Qur'an  dan menghapalnya, dan menghalalkan apa yang dihalalkannya serta mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga dan akan menerima syafaatnya untuk sepuluh orang keluarganya yang wajib masuk surga." 
(H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darami)

Masih banyak lagi faidah menjadi seorang hafidz Qur'an. 

Dulu belajar Qur'an hanya waktu sekolah dasar, itu pun tidak sampai khatam. SMP - kuliah, boro-boro baca Qur'an (Astaghfirullah). Shalat 5 waktu pun angin-anginan. Ya belajar dari kesalahan masa lalu, telat, biarin aja, sejak tahun lalu mulai lagi belajar Qur'an. Mulai ada rasa ingin bisa dan harus khatam Qur'an. Mulai ada rasa ingin bisa hafal Qur'an, dan berharap sangat anak-anak ku - Puti Nasheeta dan Puti Nara Marteeza bisa hafidz Qur'an. Insyaa Allah Aamiiin YRA 

Sabtu - Minggu lalu Nasta Nara mengikuti pesantren kilat yang diadakan oleh Masjid Al-Ittihad Legenda Wisata. Salah satu penceramah adalah ustad Boby Herwibowo memberikan topik Menghafal Qur'an Semudah Tersenyum. 

Pertama-tama Ustad Boby bertanya, "Siapa yang sudah hafidz Qur'an?" Hanya sedikit yang angkat tangan, itu pun tidak hafal 30 juz, melainkan hanya beberapa juz saja. Tausiyah diberikan ba'da shalat Dzhuhur, jadi yang habis shalat bisa ikutan mendengarkan. Tidak hanya peserta sanlat. 

Lalu Ustad Boby meminta peserta sanlat untuk menulis 5 buah benda. Selanjutnya memanggil 4 orang anak. Ustad meminta anak pertama untuk membacakan kelima benda yang sudah ditulis. 
1. buku
2. meja 
3. kursi
4. besi 
5. iqra 

Dan Ustad bisa mengucapkan kelima kata bolak balik tanpa perlu menghafal lama. 

Anak kedua membacakan kelima benda lagi. 
6. mobil
7. Al Qur'an 
8. rumah 
9. hotel 
10. motor 

Dan lagi Ustad membaca kesepuluh kata benda tersebut dari urutan satu hingga sepuluh dan dibaca juga dari urutan akhir ke pertama. 

Anak ketiga membacakan kelima benda lagi. 
11. sajadah
12. kotak amal 
13. speaker 
14. kipas angin 
15. motor 

Kembali Ustad membacakan kelimabelas kata benda - bolak balik - tanpa banyak berpikir (untuk menghafal) 

Anak keempat membacakan kelima benda pilihannya. 
16. buku 
17. kursi 
18. Meja 
19. Pensil 
20. Al Qur'an

Dan lagi Ustad Boby berhasil bikin kagum kami semua yang mengikutinya. Ditantang, ada yang bisa ga? Sebagian besar hanya bisa tersenyum. 

Lalu ustad meminta kami untuk menulis kata demi kata di atas sebuah kertas. Lalu diberi waktu 2 menit untuk menghafal dari urutan 1 hingga 20, bolak balik! 

Hasilnya? 15 orang yang berusaha maju tapi semuanya gagal. 
Ada yang hampir berhasil hingga urutan ke 20, tapi ga bisa mengucapkan dari 20 ke 1. 

Apa yang dilakukan pak Ustad? Beliau mengatakan, "letakkan pensil dan kertas Anda semua, lalu dengarkan saya dan bayangkan." 

Saya memegang sebuah BUKU dan menaruhnya di atas MEJA yang dibawahnya ada KURSI, disampingnya ada BESI panjang dan diujung besi itu ada IQRA. 
Saya berjalan menuju MOBIL sambil membawa sebuah AL-QUR'AN yang saya bawa dari RUMAH dan pergi ke HOTEL naik MOTOR. Didalam kamar ada SAJADAH yang diatasnya ada KOTAK AMAL dan SPEAKER, dipojok kamar ada KIPAS ANGIN dan lukisan pria yang sedang duduk di atas MOTOR. Dibawah lukisan ada BUKU yang diletakkan di atas KURSI dimana ujung kursi tersebut ada MEJA bundar dan beberapa PENSIL yang bisa digunakan untuk menjadi alat tunjuk saat membaca AL-QUR'AN. 

Selesai menceritakan hal diatas, Ustad memanggil seorang bapak dan ajaibnya beliau bisa menyebutkan keduapuluh nama benda yang dimaksud! 

Hal ini yang disebut menghafal Qur'an dengan menggunakan otak kanan. 
Lalu Ustad Boby menceritakan bahwa ayat-ayat Al Qur'an diturunkan bukan dalam bentuk tulisan. Tidak juga berurutan sebagaimana isi Alqur'an seperti yang kita ketahui. 

Nabi Muhammad SAW saat mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira hanya diberikan 5 ayat dari surat Al Alaq. Nabi SAW tidak bisa menulis, juga membaca. Kelima ayat tersebut diperdengarkan sebanyak 3x oleh Malaikat Jibril. Pulang dari Gua Hira Nabi SAW dengan ketakutan bercerita ke istrinya Siti Khadijah mengenai pengalamannya itu. 

Tarik garis bawah, MENDENGARKAN DAN MENCERITAKAN. Itulah yang cara yang efektif untuk menghafal Qur'an. 

Menghafal Qur'an dengan cara membaca dan "menghafal" tidak menjamin hafalan akan bertahan lama. Tapi memahami arti dan membayangkan arti ayat demi ayat Insyaa Allah itu cara terbaik untuk menghafal Qur'an. 

Wallahu a'lam bishawab 

Tuesday, July 09, 2013

Berharap Keajaiban

Ketika rencana manusia tidak terwujud sesuai harapan, jangan buru-buru bilang, "Rencana Allah pasti yang terindah". Kenapa? Tanyakan dulu ke dalam hati yang paling dalam, apa penyebabnya?

Sudahkah manusia berusaha sekuat tenaga dan pikirannya?
Sudahkah melakukan apa saja untuk mewujudkannya?
Sudahkah bekerja keras?
Sudahkah konsisten mengerjakannya?

Jika hati sendiri meragukannya, bukan tak mustahil memang kita belum melakukan apapun.

Berharap keajaiban

Padahal tidaklah suatu hal besar terjadi tanpa tindakan besar

Layaknya seorang anak TK menginginkan mobil sport sebagai hadiah ulang tahunnya, manalah mungkin.

Tingkatkan keahlian, tingkatkan usaha, tingkatnya kerja keras nya.. 

Masihkah sekarang "pasrah" dan membiarkan hati merajuk ke Allah. Padahal sudah jelas-jelas Allah mengatakan, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)

Sunday, June 16, 2013

Perjalanan Dalam Mimpi

Belum juga libur, Nara sudah menyampaikan keinginannya. "Aku mau liburan ke Singapur!" Lain Nara lain juga kakaknya, "Aku mau ke Bali" 

Biasanya saya atau ayahnya hanya tersenyum dan mengamini. Lah yah gimana ga senyum, baru juga dari Padang. Belum ada budget lagi buat jalan-jalan kan hehehe... 

Suatu hari dia menangis, lupa karena hal apa, tapi ujung-ujungnya dia ngotot minta pergi ke Singapur, "Sekarang juga berangkat!" hahahah... dikira ke Singapore itu ke Plaza Cibubur kali ya? 

Alhasil untuk menenangkan Nara, saya mencoba metoda "membayangkan" :) 
Bagaimana caranya? Semi hipnotherapi gitu deh. 

Me : Ade sekarang tutup mata, kita sekarang ke Singapore. Pertama-tama kita sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta nih. Ade kasih tiket ke petugas, lalu kita check in. Koper yang ade bawa di taruh di ban berjalan untuk ditimbang. Selanjutnya kita mau boarding nih, nunggu di ruangannya. Ga lama dapat panggilan untuk masuk pesawat deh. Ade duduk sama Ibu, kakak duduk sama ayah. Satu jam 40 menit kemudian, kita sampai deh di bandara Changi. Bandara nya luaaaaaaaaaaaas banget, baguuuss. Kita berempat keluar menuju terminal MRT, karena kita nginep di daerah Orchad. Ibu booking 2 kamar, satu untuk ayah ibu, satu kamar lagi untuk adik kakak. 

Kenapa saya melakukan hal itu? Karena saya mau mengajarkan Nara dan juga Nasta memvisualisiasikan keinginannya. 

Wednesday, June 12, 2013

Belajar Terus

Seminggu yang lalu, guru ngaji ku sudah pengumuman, "Minggu depan ulangan ya" Hah? Ngaji ada ulangannya? Iyaaa.. karena kami belajar tahsin, dimana ilmu-ilmu huruf itu harus benar. Misalkan nun mati ketemu huruf mim istilah nya apa dan dibacanya bagaimana :D

Dan bodohnya, aku lupa kalau ada ulangan. Alhasil ga belajar sama sekali :(
Ga ada nilai untuk ulangan ini. Hanya ngerasa bodoh aja. Padahal kalau pun belajar ya belum tentu juga akan dapat nilai 100 hihihi...

Alhamdulillah aku di kasih kesempatan untuk bisa belajar ngaji ini. Karena cara baca setiap huruf hijaiyah itu berbeda. Berbeda dengan cara baca waktu aku kecil dulu. Dan belajar dengan guru langsung itu wajib. Karena ada pengucapan yang harus melihat contoh. Sempet bikin frustasi juga loh. Tapi karena tujuannya jelas, pengen bisa mengaji Qur'an dengan baik dan benar. Insyaa Allah diniatkan juga untuk hafal Qur'an, wuiihhh.. Subhanallah :) Aaamiiin YRA
Aku termasuk yang jarang bolos ngaji, kecuali kalau memang ada urusan yang tidak bisa dikerjakan setelah ngaji.

Beneran deh, waktu di kasih soal nya. Aku hanya bisa bengong garuk-garuk karpet :(
Coba jawab, ternyata salah semua wkwkwkw....

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa kemaren itu, jangan anggap enteng buku pelajaran yang diberikan bu ustadzah. Dipelajari.
#menundukmalu

Wednesday, April 17, 2013

Adeno oh Adeno

Namanya penyakit itu emang bagus-bagus yah? Karena pake nama latin gitu jadi seseram apapun penyakitnya, jadi lucu aja gitu :P 

Sudah baca postingan saya di sini dan dan sini kan? 
Penyebab sakit atau keram perut saya itu salah satunya ya ada benda asing di rahim. Yang istilah kedokterannya dinamakan Adenomyosis. 

Apa itu Adenomyosis? 
Kalau ambil dari blogspot nya Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOK    (maaf ga pake izin dulu ya dok), Adenomyosis adalah penetrasi dan bertumbuhnya jaringan endometrium (jaringan yang melapisi dinding dalam rahim) ke dalam myometrium (lapisan otot rahim), sering disebut pula dengan endometriosis internal. 

Jadi penyakit ini sejenis dengan endometriosis.

Ehem, mau informasi lengkapnya mah baca blogspot nya Dr. Suryo itu aja yaa... ga enak kalau copy paste kebanyakan. Hehehehe...

Sekitar 4 tahun yang lalu saya pernah merasakan nyeri haid yang akhirnya membuat saya harus berkunjung ke dokter kandungan di salah satu rumah sakit daerah Buncit. Setelah cek darah dan usg ditemukanlah si Adenomyosis ini. Pada saat itu dr. Shinta Utami, spog sudah menyarankan untuk angkat rahim. Dengan pertimbangan saya sudah punya anak dua dan tidak ada rencana tambah anak. Usia juga sudah diatas 35 thn. 

Saat itu dengan kunjungan dokter berkali-kali, test ini itu, akhirnya saya dan suami memantapkan diri untuk bilang, "operasi angkat rahim saja" 

Jadi buat teman-teman yang menyarankan second opinion, bukannya saya tidak mencoba. Ini memang penyakit lama yang ntah kenapa atas kuasa Allah SWT muncul lagi. Oh iya, saat dibilang angkat rahim pun saya sempat kok ke RS Permata Cibubur untuk meminta second opinion. Dan saat itu pun dokternya menerangkan hal yang sama. 

Efek samping jika menggunakan suntik hormon, dll,dsb. 

Menjelang akhir tahun kan kegiatan saya di kantor sibuk banget tuh, jadi jadwal operasi tertunda. Dan begitu siap mau operasi, saya sudah tidak pernah merasakan nyeri haid. Hahahaha.... Alhamdulillah. 
Jadi? Ya ngapain operasi? 

Kan dr. Shinta pun bilang, kalau emang kuat nahan sakit ya ga perlu operasi. Nah ini ga sakit sama sekali? Enak dong. :) Alhamdulillah 

OK, balik cerita ke masa kini yah. Pulang dari rumah sakit Selasa, kondisi fisik masih belum terlalu sempurna. Masih sering lelah, ngantukan. Ga bisa duduk lama, jadi kerja depan komputer pun ga bisa lebih dari 2 jam :( 

Sabtu nya saya mens. Dan tiba-tiba rasa nyeri haid yang dulu saya rasakan kembali saya rasakan :(  Untungnya persediaan obat Ketesse aman. Walaupun dr. Dico memberikan obat Patral untuk rasa nyeri ini, tapi karena kandungan morphin obat tersebut tinggi, saya belum mau menggunakan. Pake obat dosis kecil aja dulu deh. 

Dua hari tuh kesakitan, hari Minggu ada acara pengajian undangan mba Prita Kemal Gani dan mas Kemal. Wajib datang.  Sebelnya karena lambung juga bermasalah, suami saya tuh tetap tidak mengizinkan saya makan makanan pedas. Padahal ada sate Padang loh. :p 

Perjalanan pulang perut sudah mulai kesakitan lagi. Sampai Picasso (rumah Uni dan Ira), saya minta istirahat dulu, mau minum teh hangat. Dan sempat keringat dingin lagi. Duh sakit banget sih? Astaghfirullah. 

Minum teh dan langsung pup :D 
Abis itu agak enakan dikit, lanjut minum Ketesse. Biar aman. 

Senin dr. Dico praktek. Sudahlah, ga usah nunggu tanggal 17 (jadwal kunjungan). Saya percepat saja.  Kalau memang bisa operasi, ya disegerakan saja. Pikir saya dan suami tentunya. 

Ternyataaaaa.... operasi pengangkatan rahim tidak semudah operasi caesar saudara-saudara hhihihihi... tetap ada proses pendahuluan. 

Tetap harus suntik hormon dulu untuk memisahkan adenomyosis yang lengket. Harus ada cek darah dan jantung. Hhmm... baiklah. 

Kami liburan ke Padang dulu di awal Mei, smoga keajaiban terjadi :D 

Kalaupun si adeno masih ada, insyaa Allah jadwal operasi akhir bulan Mei. Bantu doa yaaaa






dysmenorrhea

Terpaksa Rawat Inap

Nah sekarang saya akan bercerita saat di rumah sakit. 

Masih bisa jalan tuh ke IGD atau Instansi Gawat Darurat. Dengan kondisi perut yaaa.. masih sakit :D 
Semua bagian di tekan - tekan dan ga main-main rasa sakit nya :( 
Sempat dikira usus buntu, tapi ya semua bagian sakit tuh. Sedangkan setahu saya, usus buntu kan sakit di perut kanan bawah. Test darah & test urine. Hasilnya? Leukosit tinggi sekali, hampir 2x lipat batas normal. Ya emang lagi berpesta pora aja tuh bakteri di perut saya. Walaupun masih belum jelas, apa penyebab keram perut nya. 

Atas saran dokter di IGD yang akan memanggil dokter bedah malam itu juga, saya sudah pasrah untuk di opname. Dokter bedah datang, tekan perut.. ya masih sama. Sakit dimana pun pak dokter tekan :( 
Kesimpulannya, USD Abdomen besok pagi. 

Jadilah Kamis 4 April saya buka kamar (hahaha istilahnya) di RS Permata. Alhamdulillah banget gaji dari Oriflame sudah masuk, jadi bisa bayar DP dulu. Hihihihi... 

Pagi-pagi dokter Syahril (dokter bedahnya) sudah datang, karena masih sakit dan masih ga jelas karena apa, beliau merujuk dokter penyakit dalam. Kesimpulannya? Masih sama! Harus nunggu USG Abdomen, yang ntah kenapa jadwal nya jadi sore hari! Padahal semalam dibilang pagi loh. Sebel kan, menunggu kesakitan tapi ga ada tindakan apapun? 

Lewat jam 4 sore baru saya dibawa ke ruang radiologi untuk usg abdomen. Sakit? Ya masih lah kalau di tekan-tekan. Dokternya pun bingung :D 
Hasil usg nya, kemungkinan hamil di luar kandungan dan menyebabkan radang di rahim (kurang lebih begitu deh, saya juga lupa persisnya). Kelanjutannya? Test urine.

Hasilnya? Negatif. Dan lagi-lagi saya harus menunggu kunjungan dokter keesokan hari nya. 

Baru Sabtu sore saya bertemu dokter kandungan dan dipertemukan dengan dr. Fredrico Patria, spog, masih dengan nyeri perut yang sama. Sekilas USG luar ada "sesuatu" dan saya pun memberitahu dr. Dico (sok akrab dikit lah) bahwa 4 tahun lalu pernah ada Adenomyosis di rahim. 

Lalu dr. Dico melakukan USG transvaginal, kalau 4 thn lalu si adeno ini masih berbentuk lapisan-lapisan semacam kumpulan rambut yang menempel di dinding rahim. Sekarang ini si adeno sudah berbentuk bulatan dan kondisinya lengket :( 

Dan ternyata ada kista nya juga, 2 biji walaupun masih ukuran kecil. 

dr. Dico tidak langsung menyarankan operasi angkat rahim, melainkan menerangkan ada 2 cara pengobatan. 

1. Suntik hormon. Dilakukan paling banyak 3x setahun, dengan jarak 4 bulan setiap masa suntik. Tidak menjamin adeno akan hilang. Mengecil mungkin. Efek samping mempercepat menopouse dan mengakibatkan osteoporosis.  

2. Operasi angkat rahim. Pastinya biaya yang tidak sedikit. 

Insyaa Allah dari 4 thn lalu pun saya dan suami sudah setuju untuk angkat rahim. Kalau memang pengobatan biasa tidak bisa menghilangkan penyakit, ya mending penyakit nya di angkat aja kan? 

Karena penyakit saya sudah specifik dan ditangani dokter kandungan, saya harus pindah kamar. RS Permata punya kamar khusus untuk wanita. 

Sampai Minggu malam belum ada aba-aba pindah kamar. Tapi rasa nyeri di perut sudah hilang, saya bisa makan dengan enak, bolak balik badan, batuk tanpa rasa sakit, tertawa, dll. Ternyata, di dalam infusan saya ditambahkan obat penghilang nyeri. Ooooooo pantesan :D 

Dokter datang malam hari, nanya aja sih tepatnya, "sudah enakan bu?" Yaaa dibilang enakan sih iya, udah ga nyengir meringis kalau gerak, dan udha bisa makan itu kan Alhamdulillah banget :) 

Senin menjelang siang, baru pindah kamar ke gedung baru RS Permata. Ambil jenis kamar yang sama, tapi karena gedung baru, kamar nya lebih keren :) 
Ditambah walaupun ada 4 tidur, saat itu saya sendirian. Wuihh.. berasa di ruang VIP deh. 

Ga lama  dokter Dico datang, yang menurut saya sih dia tuh ga terlalu menyarankan operasi loh. Karena ga terlihat mendesak "ayo bu, operasi bu". Padahal saya mah udah siap aja. Dia memberi obat nyeri dosis tinggi. Dan tetap observasi lagi. 

Selasa pagi, saya merasa sudah enakan. Dan ternyata dokter pun ga ada jadwal berkunjung. Ya mau ngapain? Ya pulang aja kan? 

Jadi kesimpulan penyakit saya apa dong? 
Yaaa... infeksi lambung iya (atau usus kali ya), tapi juga ada adenomyosis dan kista di rahim. 

Terus yang bikin perut keram itu apa?