Saturday, October 04, 2014

Tangis Duka, Tangis Haru, Tangis Rindu

Hari ini saya menangis terus ......................

Tangisan pertama saat bezoek adik Ibu yang biasa saya panggil Mama di RSPP.  Mama sudah lama sakit, hampir 10 tahun terakhir. Kondisinya terus menurun. Mulai dari Parkinson yang semakin parah, Mama sering kehilangan keseimbangan. Sering jatuh jika tidak ditopang / dipegangin.

Awal minggu Ibu sudah memberitahu Mama sakit, dan memang saya niatkan untuk melihat Mama dirumahnya Minggu besok, setelah shalat Idul Adha. Tapi semalam saya dapat pesan di Blackberry dari adik Ibu yang ketiga, yang biasa saya panggil Te I. Isinya singkat, "Mama di opname"

Karena baca dalam kondisi setengah sadar, belum saya balas. Pagi dini hari baru saya balas, dan ternyata Mama sudah masuk RSPP sejak pukul 4 sore. "Kok tumben Ibu ga nelpon?" Dan ternyata te I pun belum kasih tau Ibu, dan baru mau dikasih tau pagi ini. Iya juga sih, kalau dikasih tau malam hari, kebayang deh... Ibu pasti ga akan bisa tidur. :(

Masuk ke kamar 760, dan melihat kondisi Mama yang sudah sangat kurus membuat saya tak sanggup menahan tangis. Tersengguk-sengguk saya memeluk Mama, tanpa bicara apapun. Terakhir saya ketemu Mama 1 atau 2 bulan lalu, pandangan Mama sudah lebih sering kosong. Sedih. Karena harapan saya ada yang selalu mendampingi Mama dan membacakan ayat-ayat suci. Tapi setahu saya, suster yang jaga Mama beda keyakinan. Jadi tentu tidak bisa membantu.

Sekitar 1 jam saya disana, saya bantu dengan membaca Al Faatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas berkali-kali. Juga mendengarkan surat Yaasin yang dikumandangkan dari Blackberry.

Ya Allah, ampuni dosa-dosa Mama - Bachrida binti Bachtaruddin. Angkat penyakit yang dideritanya, berikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Berikan yang terbaik dari Mu. Hanya kepada Engkau saya memohon, maka kabulkanlah. Aamiin allahu aamiin.

Sore hari saya pun menangis..... lagi..............

Kali ini dikarenakan saya menghadiri konser musik yang diadakan oleh London School Center of Autism Awareness dengan tajuk "Music for Ervitha"

Ervitha adalah seorang anak berkebutuhan khusus berusia sekitar 20 tahun yang tahun 2013 kena kanker payudara. Dan beberapa bulan lalu terpaksa harus melakukan operasi pengangkatan payudara.

Tujuan konser musik ini adalh untuk menggalang dana, membantu pengobatan Ervitha. Yang bikin saya menangis, pengisi acara hampir semua anak-anak berkebutuhan khusus. Yang terlihat secara fisik maupun yang tidak.

Dan mereka membuat saya semakin kagum atas penciptaan Allah subhanahu wa ta'ala. Serta bersyukur diberi nikmat memiliki dua putri cantik, sehat dan cerdas. Alhamdulillah. Nah itu yang bikin saya jadi nangis, karena anak-anak saya begitu sempurna dibandingkan mereka yang tampil dipanggung. Sempurna dari segi fisik, perilaku (sesuai usia) dan mental. Tapi karena pendeknya sumbu emosi saya maupun ayahnya, seringkali perilaku mereka yang tidak sesuai dengan kehendak kami membuat kami mudah memarahi. Astaghfirullah.

Padahal kalau saya membayangkan para Ibu dan Ayah yang anak-anaknya memiliki kebutuhan khusus, Subhanallah.... Allah memang memberi masalah, rejeki, cobaan, nikmat kepada setiap orang sesuai kemampuannya. Smoga orang tua mereka diberi rejeki yang berlimpah, kesehatan, dan kesabaran dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus ini. Aamiin allahuma aamiin.

Tangisan terakhir dimalam hari....
Saat mendengar kumandang takbir dari YouTube.

Allah Akbar Allah Akbar Allah Akbar
La illaa ha illallah hu Allah Akbar

Selamat Idul Adha 1435H

Smoga 5 tahun dari sekarang, saya dan suami bisa merayakan Idul Adha di tanah suci. Aamiin allahuma aamiin



Sunday, August 10, 2014

Harapan Ibu

Dulu setiap melihat anak balita bahkan bayi menggunakan jilbab dalam hati saya berkomentar, "Kasihan banget sih anak sekecil itu sudah dipakein jilbab, kan kepanasan tuh." Bahkan waktu Nara berusia 4 tahun, lagi senang-senangnya pake baju gamis, kemana pun dia pergi dia minta pake baju panjang itu. Saya hanya bilang, "Dek pake baju lain yah, nanti ade kepanasan."

Dan jujur sekarang ini saya menyesal pernah berkata seperti itu.

Memperkenalkan jilbab seharusnya memang dari sedini mungkin. Menutup aurat harus mulai dari kecil. Dibiasakan.

Sebagai seorang perempuan yang baru menggunakan jilbab setelah berumur 34 tahun, pun masih belajar untuk lebih mengerti tentang Islam, saya menyesal telat untuk menutup aurat. Bahkan melewati masa-masa yang indah untuk dikenang, tapi kata istighfar selalu terucap. Astaghfirullah :(

Saya masih belajar. Pun baju yang saya kenakan masih jauh dari syar'i.

In syaa Allah Nasta sudah 11 tahun 1 bulan, belum haid. Ntah 1 bulan lagi, atau 1 tahun lagi waktu nya akan tiba. Harapan saya, kalaupun sekarang masih belum bisa berkerudung setiap pergi², setelah Nasta haid dia akan menutup aurat kemanapun dia pergi. Aaamiin YRA

Pengalaman ibu-ibu lain yang anaknya memutuskan berkerudung, itu karena kemauan mereka (anak-anak) sendiri. Iya, in syaa Allah saya dan suami tidak akan memaksa. Hanya mengarahkan. Karena kalaupun dalam hati mereka belum siap, lalu setelah dewasa malah copot jilbab, itu yang kami hindari.

Tugas Ibu mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh / sholeha, santun, sopan dan hormat terhadap orang yang lebih tua, melindungi dan sayang terhadap yang lebih muda. Smoga saya, sebagai Ibu bisa menjadikan anak-anak saya berakhlak dan berakidah baik, sesuai rahmatan lillahi ta'ala. Aamiin YRA

Kelak, apapun pilihan karir mereka, Al Qur'an lah pegangan mereka. Dan selalu ingat Allah SWT sehingga perjalanan hidup mereka diridhoi Nya. Aaamiin YRA

Thursday, July 31, 2014

Kaya Itu Banyak Memberi

Kaya itu bukan berapa banyak uang yang kita miliki, melainkan berapa banyak yang kita berikan. 


Saya setuju banget dengan pernyataan diatas. Pengalaman pribadi, setiap saya infaq di kotak masjid, memberikan uang ke siapa saja (walaupun menurut saya jumlahnya masih sedikit).. tapi saya merasa KAYA. Dan harapan saya, bisa memberikan lebih dari yang saya berikan.

Tak salah jika saya selalu berdoa untuk diberikan keluasan rejeki, kepada Allah sang pemilik hidup yang Maha Kaya dan mengayakan ummat yang Dia kehendaki, supaya bisa lebih leluasa memberikan harta yang saya miliki.

Harapan dan doa saya selalu, supaya saya bisa memberikan nafkah yang sangat baik untuk orang tua, karena selama ini saya masih jauh dari banyak kalau tidak bisa dibilang sedikit :(

Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu keluarga yang membutuhkan.

Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu downline-downline saya untuk mencapai impian mereka, seperti impian yang saya yang dengan izin Allah SWT akan terkabul :)

Harapan dan doa saya, supaya bisa mewujudkan impian anak-anak saya. Membantu pendidikan hingga jenjang yang mereka inginkan.

Harapan dan doa saya, smoga saya dipantaskan menjadi kaya harta, kaya hati dan kaya jiwa.

Aamiin Allahuma Aamiin

Wednesday, July 30, 2014

Lebaran 1435H

Tidak ada sungkem dalam tradisi keluarga ku. Cukup salaman / salim dan cium pipi kiri dan kanan. Ntah lah.. dari aku kecil pun begitu. Berlanjut hingga sekarang.

Lebaran tahun ini sama seperti tahun lalu, memulai hari dengan shalat 'Id di masjid Al Ittihad Legenda Wisata.. ups.. tapi tahun ini lagi halangan, jadi ga ikutan shalat. Sejak menikah aku hanya merasakan dua kali shalat 'Id di Bekasi. Setelah suami jadi anak yatim piatu, aku mau lebaran pertama harus di rumah orang tua ku. Karena biasanya, selama masih ada mertua.. shalat 'Id di rumah mertua, setelah shalat baru ke Bekasi. Tapi sudah 2 tahun ini, tidak bisa shalat 'Id di Bekasi. Alasannya ... karena ga ada mobil. Hehehe... Sejak si putih di jual, kami jadi ngikutin jadwal Uni Anis terlebih dulu. Dan tidak banyak tempat, hanya satu.. ke Pamulang, rumah mba Prita Kemal Ghani. Setelah dari Pamulang, anter uni dan Ira balik ke Cibubur, dan kami pun lanjut ke Bekasi.

Hanya disayangkan, jalanan di hari pertama lebaran itu luar biasa macetnya.. sehingga kami tidak punya kesempatan untuk pergi ke pulo Gadung, tempat keluarga alm. Bude. Karena biasanya lebaran pertama itu keluarga Bapak ngumpul di sana.

Alhamdulillah nya lebaran tahun ini masih diberi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah orang tua masih ada, berkumpul dengan kakak - adik, keponakan, sepupu ... bersyukur.

Alhamdulillah juga lebaran tahun ini aku kembali bisa kasih uang (salam tempel) untuk keponakan-keponakan ... dengan izin Allah, bisa merasakan Ramadhan dan Lebaran tahun depan dengan kondisi lebih baik dari tahun ini. Dan yang tidak kalah penting.. aku bisa berpuasa penuh. Hikss... puasa tahun ini banyak banget bolong nya.. yang berarti.. banyak hutang (puasa) :(

Alhamdulillah bisa kasih uang ke Bapak dan Ibu, walaupun jumlahnya tidak seberapa. Bismillah, smoga diberikan rejeki yang luas oleh Allah yang Maha Kaya.. lebaran tahun depan bisa kasih Ibu dan Bapak serta saudara / keponakan lebih banyak lagi. Aamiiin YRA

Terima kasih ya Allah atas hari ini, kemaren dan esok hari. Berkahilah kami semua, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur. Aamiin YRA

Selamat hari raya Idul Fithri 1435H
Taqaballahu minna wa minkum

Wassalam,
Meli

Monday, July 21, 2014

Kue Lebaran Buatan Nara

Sejak sebelum puasa, Nara sudah ribut minta mau bikin kue lebaran. Ayahnya bilang, "OK nanti bikin nastar sama tata Anis dan tata Ira ya" :D Hehehehe
Karena ayah tau, Ibu Meli ini kurang suka bikin kue.

Jadilah Nara menunggu dan terus menagih, "Kapan beli bahan kue nya? kapan bikin kue nya?" Akhirnya Rabu, 16 Juli kami ke toko bahan kue di Kota Wisata. Tujuan awal mau ke Cikini sambil ngabuburit. Tapi kok yaa... jauh dan mengingat perjalanan pulang akan kena macet, jadi males deh.

She's so exciting! Bantu ambilin terigu, mentega dan bahan-bahan lainnya. Dia merasa "project bikin kue gue nih." Bahkan dia ga sabar pengen nginep di Picasso, padahal rencana bikin kue adalah Minggu setelah sahur.

Hari yang dinantikan tiba, Sabtu memang ada acara buka puasa bareng sepupuan. Saya, suami dan Nasta tidak nginep tapi datang lagi saat sahur.

Baru mulai kerja setelah jam 8-an, Nara serius bantuin lho. Nasta? boro-boro deh :p

Berkali-kali dia mention akan sekolah memasak supaya bisa jadi chef kelak. In syaa Allah, ayah ibu ada rejeki banyak supaya bisa nyekolahin Nara sekolah culinery terbaik yah. Aamiin





Sunday, July 20, 2014

Menjaga Silaturahim

Bersyukurlah orang-orang yang masih bisa berkumpul, buka puasa dengan saudara-saudaranya. Baik saudara dekat maupun jauh. Menjaga tali silaturahim.
Alhamdulillah

Sejak kepergian mama mertua pada bulan Maret 2014, acara keluarga M. Natsir tidak pernah diadakan dirumah Picasso lagi. Alasan kami sebagai anak adalah, kan masih ada adik-adik mama yang lebih pantas kami datangi. Kalau dulu hari pertama lebaran, malam harinya, pasti diadakan dirumah mama (waktu masih di Depok). Pada dasarnya almarhumah senang menerima tamu. Senang banyak orang dirumah. Iyaa.. saya sebagai menantu lagi kangen mama mertua :)
Walaupun boleh dibilang, tidak terlalu akrab. Apalagi menjelang hari-hari terakhirnya... karena satu dan lain hal :(

Dan ini kali pertama sejak kepergian mama, rumah Picasso ramai lagi. Alhamdulillah. Bersyukur juga, uni Anis dan Ira mau menerima usul tek Abi, adik mama untuk mengadakan buka puasa. Sempat sih saya menawarkan rumah mungil kami, kalau Uni dan Ira ga mau repot. Tapi hehehe... mikir juga... mau taruh dimana semua tamu?

Pada dasarnya keluarga suami, sepupuan ini dekat satu sama lain. Sering ngadain acara. Bahkan dulu waktu saya belum menikah, mereka rutin mengadakan acara kumpul sepupu di awal tahun. Bukan tahun baruan lho. Melainkan tanggal 1 Januari nya.  Tapi kebiasaan seru itu menghilang.

Aahh... sudahlah, saya hanya ingin bilang, saya bersyukur karena rumah Picasso ramai lagi. Mungkin kalau mama bisa liat, mama pasti senang. :)


Friday, July 18, 2014

Menikmati Prosesnya

Sabtu, 12 Juli saya menghadiri acara pertemuan orang tua murid dengan guru dan pengurus sekolah. Sosialiasi, bahasa kerennya. Sebenarnya diutamakan untuk orang tua murid baru, bukan murid lama seperti anak-anak saya, Nasta kelas VI dan Nara kelas III.

Pihak sekolah menjelaskan tentang kurikulum 2013, dimana di SDIT Shafa Marwah baru akan diterapkan diajaran 2014 - 2015 ini. Hanya saja, belum semua kelas mendapatkan materi kurikulum 2013. Kelas III dan VI, masih menggunakan kurikulum 2006. Nah!!! Kelas nya Nasta Nara dong?

Sebelumnya saya pernah juga diundang oleh pihak sekolah, karena saya salah satu korlas (koordinator kelas). Secara garis besar saya paham. Tujuan kurikulum 2013 ini adalah untuk membentuk anak yang berbudi pekerti dan berkarakter. Karena tugas guru bukan hanya menilai dengan angka melainkan wajib memberikan penilaian berupa narasi. "Meringankan beban anak," begitu kata kepala sekolahnya.

Murid diharapkan memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan. Lalu apa manfaatnya? Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan, menggunakan kelompok kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah.

Disini guru dituntut untuk menguasai semua bidang studi. Karena tidak ada lagi guru mata pelajaran. Guru wali kelas adalah guru semua mata pelajaran, kecuali olahraga dan agama. Hhmm... ga jauh beda dengan jaman saya SD sebenarnya :)

Lalu bagaimana dengan murid kelas III dan VI, anak-anak saya?? Well, mereka tetap belajar seperti biasa hehehe... dengan materi buku yang berbeda. Bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan kurikulum di kelas selanjutnya? Well, hal ini saya rasa tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Buat saya (dan suami) yang memang tidak mewajibkan anak-anak saya untuk HARUS ranking 1 dikelasnya, perbedaan kurikulum ini bukan hal besar. Menurut saya lho!!

Harapan saya, Nasta Nara tetap bisa belajar dengan senang. Menikmati proses belajar mereka, memahami apa yang mereka pelajari, in syaa Allah hasilnya akan baik.

Aamiin YRA


10 Tahun Usia Blog Ini

Pertama kali punya blog itu tahun 2004, ketika Nasta anak pertama saya berusia 1 tahun. Blog itu pun lebih banyak bercerita tentang Nasta, ya iya laaaah.. namanya juga blog anak :)

Selang beberapa bulan kemudian, saya pun bikin blog sendiri. Ya blog ini. Ya ampuuuun... blog ini sudah 10 tahun usianya... tapi kok... tapi kok... tulisannya masih sedikit yah? Hiks.. harap maklum ya, karena ada masa saya rajin banget nulis... tapi lebih banyak malas nya. Padahal yang saya tulis di blog ini pun, lebih banyak hal-hal atau pengalaman pribadi. Tulisan yang mungkin hanya saya yang menikmati. Tujuan awalnya benar-benar hanya untuk "diary online".

Jaman sekolah dulu punya diary, buku. Rajin nulis? Ya kalo lagi suka sama cowo atau lagi sebel sama seseorang aja. Kalau ga ada cerita menarik, ya ga cerita eh ga nulis.

Agak menyesal juga sebenarnya.. kenapa saya ga rajin nulis ya? Padahal minimal 2 x seminggu, pasti ada cerita dong. Ada kejadian dalam hidup saya, eh maksudnya bukan yang rutin gitu. Tapi kok.. tapi......... Ah sudahlah.

Padahal yah, 5 tahun saya menjalani bisnis MLM Oriflame, dan diwajibkan punya blog / web pribadi yang tujuannya akan menghasilkan prospek 5 - 10 tahun kedepan. Tapi teori dan praktek lebih sering tidak sejalan :(

Blog ini pun sempat terbengkalai, karena ceritanya saya punya web bisnis. Tujuan awalnya, ya saya akan sharing semua informasi yang berhubungan dengan kegiatan saya selaku pebisnis MLM Oriflame.

Ternyata saya suka kangen menulis. Menulis cerita tentang saya... hahaha.. harap maklum. Bukan apa-apa, supaya saya bisa ingat ada peristiwa apa dalam kehidupan saya. Gitu aja sih.

Nah, kalau kamu baru kali ini baca blog ini, salam kenal yah. Ga ada yang istimewa banget kok. Tapi kalau ada salah satu postingan saya yang bermanfaat atau bikin kamu terhibur, Alhamdulillah.


Berdoa Untuk Indonesiaku

Pemilihan presiden sudah berlalu, "pertempuran" antara relawan pendukung calon presiden masih berlangsung.
Perang di status social media seperti Facebook mengakibatkan ada yang terpaksa unfollow teman bahkan unfriend, yakni tidak mau berteman di Facebook lagi. Hanya gara-gara beda calon presiden.

Tidak hanya itu, dari awal fitnah dan tuduhan yang ntah benar atau tidak, yang asal tuduh pun marak terjadi menyerang kedua belah pihak. Sedih? Iya. Karena sebenarnya siapapun presiden yang akan terpilih, kita .. iyaaa... kita nih.. tetap akan menjadi warga negara Indonesia.

Kalau presiden pilihan kita yang menang, harus dibantu doa supaya beliau amanah. Tidak mengecewakan rakyat nya. Kalaupun kalah, berharap beliau bisa bersikap jantan. Tidak lantas berkoar-koar dan menimbulkan kerugian pada rakyat Indonesia. Iya.. pada kita ini.

Selesai pemilihan tanggal 9 Juli lalu, kedua belah pihak menyatakan kemenangannya. Hehehe... iyaa.. kedua calon presiden menyatakan diri mereka menang. Berdasarkan hasil Quick Count. Belum hasil KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli nanti.

Seharusnya, iyaaa... seharusnya.. baik calon presiden maupun team pendukungnya, bisa duduk manis dan bersinergi bareng. Karena siapapun yang akan terpilih menjadi presiden Republik Indonesia ke-7 adalah hasil pilihan rakyat. Pilihan kitaaaa...

Dukung dulu.

Alhamdulillah kita nih, rakyat Indonesia sudah merayakan pesta demokrasi. Dimana tidak semua rakyat negara lain merasakan apa yang kita rasakan. Bersyukurlah.

Nah yang tanggal 9 Juli kemaren sudah menggunakan hak pilih maupun yang tidak menggunakan hak suara nya, jangan bikin masalah yaaa... jangan complaint, jangan ngomel dan jangan sinis. Karena namanya mau perubahan hidup lebih baik, ya harus sabar. Presiden kita kelak bukan Superman ... jangan tuntut 100 hari langsung bisa beres semua masalah.

Jadi warga negara yang baik. Yang juga berkontribusi menjaga keutuhan dan keamanan negara. Bikin Indonesia bangga, dengan apapun yang kamu kerjakan. Berprestasilah, disemua bidang!

Bismillah, smoga Republik Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin YRA