Wednesday, September 30, 2015

Rejeki Itu Datangnya Dari Allah, Bukan Dari Mantan Suami

Pengalaman kemaren, menemani teman ke Pengadilan Agama untuk proses perceraiannya. Bukan hal yang mengejutkan sebenarnya, memang sudah waktunya.

Kenal lebih dari 5 tahun, tahu masalah yang dihadapi lebih dari 2 tahun. Dan sudah memberikan sedikit nasihat, atau opini lebih dari setahun lalu. Mulai dari perkataan menghibur, memberikan solusi, hingga rasanya sudah "menggampar" teman saya ini dengan kenyataan yang ada didepan matanya. Tapi yaa.. sebaik apapun nasihat dan pendapat (menurut kami) yang terbaik, kalau yang bersangkutan gak mau move on, ya sudah.

Sampai akhirnya bulan lalu, teman saya mendapatkan surat panggilan karena (AKHIRNYA) suami nya memberikan talak satu, berniat menceraikan secara resmi melalui pengadilan agama. Walaupun menurut saya pribadi, (dan didukung oleh beberapa teman) hal-hal yang sudah dilakukan calon mantan suami teman saya itu, secara tidak langsung sudah "bercerai"

Sekarang gini, 6 tahun lalu calon mantan suami nya dipindahkan ke kota lain, dan teman saya ini menolak ikut. Walaupun sekarang saya baru tau, katanya, "Gimana mau ikut? Dia pindah udah bawa cewe lain. Dan menghilang 4 bulan gak ada kabar berita."
Dan akhirnya mereka menjalani hubungan jarak jauh. Calon mantan suami (saat itu) berkunjung 2 minggu sekali. Happy family deh ceritanya.
Lalu sekitar 2 tahun lalu, teman saya (akhirnya) memutuskan mau menyusul calon mantan suami nya.  Berkumpul bersama. Sekolah anak-anak sudah di urus, siap pindah. Sayangnya niat baik teman saya tidak ditanggapi baik pula. Ntah apa niat calon mantan suami nya itu. Karena yang saya ketahui akhirnya, hari pertama dia datang, tidak dibawa ke rumah melainkan ke hotel. Ternyata di rumah dinas suami nya itu sudah ada wanita lain (lagi). Bersyukur, teman saya (saat itu) diberikan kesabaran yang luar biasa. Tidak berantem sama WIL suami nya itu.
Tapi penderitaannya tidak cukup sampai disitu.

Mendengar ceritanya, antara sedih, gemes dan sebel. Saya memang tidak ada di posisi dia, dan tidak merasakan apa yang dia rasakan. Hanya saja butuh "orang normal" untuk menyadarkan orang yang lagi gak sadar toh?

Komitmen dalam pernikahan itu PENTING. Kalau hal penting ini saja sudah dilanggar, apalagi hal lain?
Berbagai nasihat, opini, sudah diberikan. Yang intinya, saya dan teman-teman lain, "mau nya" dia move on. Ambil sikap. Jangan mau direndahkan. Bukan masalah pasrah atau ikhlas, karena pasrah, ikhlas dalam kasus ini beda tipis dengan BODOH. Maaf

Tapi saya paham, karena teman saya tidak punya penghasilan. Dan memilih rela disakiti, di madu, pisah rumah, asalkan setoran bulanan lancar. Begitu setoran bulanan berkurang atau tidak lancar, baru deh panik lagi.

Aahh.... sayang sekali.

Padahal, saya nih.. beberapa kali bilang ke dia, "Kalau gw denger dari cerita lo nih, udah dehhh.. gw bisa tau, laki lo udah gak demen sama lo." Case closed.

Tapi... diomongin seperti apapun, teman saya memilih tidak mau cerai.

Sampai akhirnya surat panggilan Pengadilan Agama datang. Kaget pastinya, karena tidak menduga, (akhirnya) calon mantan suami melanjutkan proses cerai. It's about time.

I feel sorry for you dear friend, but this is the fact that you should handle. Face it with pride. Don't let him underestimate you.

Kalau boleh saya berpesan lagi, "Rejeki datang nya dari Allah. Bukan dari mantan suami."

Tuesday, September 29, 2015

Menikah, Bukan Sekedar Cinta

 tulisan Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

  1. Pernikahan itu bukan sekedar mengenai cinta tapi yang utama adalah komitmen
  2. Betapa banyak pernikahan yang rusak karena yang diperbarui hanyalah cinta bukan komitmen
  3. Pernikahan akan makin berkah jika komitmen makin menguat meski cinta menurun bahkan lenyap
  4. Cinta itu wilayah rasa. Sementara komitmen wilayah logika. Rasa boleh berkurang namun logika harus selalu menguat dalam pernikahan
  5. Logika memahami bahwa pernikahan adalah taqdir. Dan menjalaninya dengan syukur dan sabar adalah ibadah. 
  6. Komitmen kita dalam pernikahan diukur sejauh mana komitmen kita dengan Allah. Sebab akad nikah dan syahadah sama-sama dikenal sebagai "ikatan yang kokoh" 
  7. Allah pengikat jiwa antar pasutri. Sehingga rayuan mesra kepada istri pun tak bisa menjaga keutuhan pernikahan jika hubungan kepada Allah tak dipelihara 
  8. Penyelesaian utama pada saat konflik pernikahan adalah penyelesaian komitmen bukan cinta. Sebab cinta tidak bisa dipaksakan. Tapi komitmen bisa dikuatkan. 
  9. Perbaikan komitmen pernikahan yakni menyadari bahwa akad nikah adalah janji kepada Allah untuk memuliakan istri dan anak. Kelak akan ditagih.
  10. Bertahan dalam sebuah pernikahan meski tanpa cinta tapi karena komitmen saat akad menunjukkan integritas lelaki sholih 
  11. Penguatan komitmen pernikahan dimulai dari penguatan syahadah dengan ibadah kepala pemilik hati yakni Allah SWT 
  12. Sebab pernikahan bukan sekedar pelampiasan cinta dan syahwat. Tapi implementasi dari syahadah yakni ibadah
  13. Pernikahan yang tak ada aktivitas ibadah didalamnya, lebih tepat disebut perkawinan. Kambing, kerbau dan sejenisnya juga bisa melakukannya.
  14. Itulah kenapa jika sekedar untuk "kawin" maka pernikahan tidak butuh komitmen tapi obat kuat dan minuman suplemen
  15. Dalam pernikahan yang tidak didasari komitmen namun mengagungkan cinta maka tampilan fisik itu paling utama
  16. Wajar, Rasulullah menjadikan faktor agama sebagai yang utama dalam merencanakan pernikahan. Sebab hanya orang-orang beragama yang siap berkomitmen
  17. Maka saat konflik rumah tangga melanda, tak perlu cari seribu satu cara untuk tumbuhkan cinta. Fokuslah kepada penguatan aqidah sebagai fondasi perbaruan komitmen
  18. Cinta akan terajak dan makin tumbuh tatkala komitmen makin menguat. Sebab cinta adalah mahluk Allah yang hadir atas perintah dari Nya
  19. Jika "terpaksa" berpisah  adalah konsekuensi dari aqidah. Bukan karena cinta yang pupus sudah. Sebab takkan berkumpul dalam sebuah rumah antara ahlul ibadah dan ahlul ma'siyah
  20. Semoga rumah tangga kita senantiasa diikat karena Allah bukan atas paras cantik dan sebab kemewahan dunia 




Friday, August 21, 2015

Apabila Allah Tidak Meng-Hendaki Kita Lagi .........................

RENUNGAN MALAM...

Apabila Allah Tidak Meng-Hendaki Kita Lagi ...
( Na'udzubillah min Dzalik..)

Allah akan SIBUK-kan kita dengan urusan Dunia...
Allah akan SIBUK-kan kita dengan urusan Anak-anak...
Allah akan SIBUK-kan kita dengan urusan menjalankan Perniagaan...
Alangkah Rugi-nya karena kesemuanya itu akan kita Tinggalkan...
Semua hanya Titipan,
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-2 yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah SWT dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi, sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia.

Karena tujuan kita di-Ciptakan adalah untuk menyembah Allah dan ber-Ibadah kepada Allah...
Allah ber-Firman:
"Aku tidak menciptakan JIN dan MANUSIA melainkan agar mereka ber-Ibadah (Menyembah) kepada-Ku." ( Adz Zariyat : 56 )

Kita mungkin Cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi Gaji, Pangkat, Harta, Rumah Besar, Mobil Mewah...

Kenapa kita tidak pernah Cemburu melihat Ilmu orang lain lebih dari kita..
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak Amalan dari kita...
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di Sepertiga Malam, Shalat Tahajud & ber-Munajat.
Kita Cemburu apabila melihat orang lain ganti Mobil baru dengan yang lebih Mewah...

Firman-Nya....
"Katakanlah,' dengan Karunia Allah dan Rahmat-Nya, Hendaklah dengan itu mereka ber-gembira. Karunia dan Rahmat-Nya itu ( Al Qur'anul Karim ) adalah lebih baik dari apa yang Mereka Kumpulkan ( Kekayaan, Posisi, Jabatan dll )." ( QS Yunus : 58 )

Tetapi jarang kita Cemburu apabila melihat orang lain yang bisa Khatam Al'Quran serta meng-Kaji Hikmah-nya...
Setiap kali menyambut hari Ulang tahun, kita Sibuk mau Merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita..., maka panggilan Illahi ber-Tambah Dekat..
Kita Patut ber-Muhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Hidup di dunia menentukan Kehidupan yang kekal nanti di Akhirat.
Allah ber-Firman;
"Dan carilah Pahala Negeri Akhirat dengan apa yang di Anugerah-kan Allah kepadamu dan jangan kamu Lupakan Bagian-mu di dunia. Berbuat baiklah kepada seluruh Manusia sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada-mu, dan Janganlah kamu berbuat Kerusakan, Sungguh Allah tidak menyukai Orang2 yang ber-Buat Kerusakan. "
( QS.Al Qashash : 77 ).

Sesungguhnya...!!!
Mati itu. Benar.....

Alam Kubur itu Benar....
Hisab itu Benar....
Mahsyar Allah itu Benar
Surga dan neraka itu Benar...

Penyelesaian kepada masalah hidup adalah melalui IMAN dan AMAL SOLEH, maka Allah akan Muliakan kita dengan Syurga-Nya.... Aamiin...

Friday, July 31, 2015

Taat Pada Allah dan Hormati Orang Tua

LSC atau Love Supporting Circle yang rutin diadakan oleh AMN Home of Awareness untuk para alumni MBP, dan kali ini special karena sekalian Halal bihalal. 

Mba Auk Murat menceritakan satu rahasia sukses hidupnya, yakni dengan menghormati orang tua. Ingin membanggakan orang tua. Mewujudkan impian orang tua. Dan kami semua di ajak merenung .... tentang orang tua. Mengingat banyak impian saya yang ingin membahagiakan Bapak dan Ibu belum terwujud, membuat saya tak henti henti mengucurkan air mata. Betapa banyak waktu yang saya buang percuma, memanjakan kemalasan saya dalam mencari rejeki di Oriflame yang Alhamdulillah sudah ditekuni selama 6 tahun (dan jika Allah meridhoi, sudah memberikan nikmat luar biasa bagi keluarga saya). Melupakan janji-janji kecil saya yang terucap ataupun tidak ke mereka. Seolah-olah mereka akan sabar menunggu hingga saya berhasil... ntah kapan. Lupa bahwa umur manusia ada batas waktu nya. Bisa bapak, ibu atau saya yang terlebih dulu menghadap Allah... dan tidak berhasil mewujudkannya. 

Kemana saja saya? Ngapain aja saya? Lupa dengan tujuan saya? Apa yang terjadi? 
Berkutat di "comfort zone" yang masih jauh dari comfort (nyaman), kenapa? Karena tagihan hutang masih jauh lebih besar dibandingkan saldo bank :( 

7 bulan sejak membuat vision board, bukannya mendekati impian, boleh dibilang saya justru menjauh. Apakah vision board hanya sekedar tempelan? Apakah saya membesarkan rasa takut saya? Takut tidak berhasil, takut gagal, takut ini takut itu? 

Apakah saya tidak percaya dengan diri saya sendiri? Tidak percaya dengan impian-impian saya? 

Kembali saya akan merenung.. apakah impian saya mendekatkan saya dengan Allah? 
 
Tugas manusia di bumi ini adalah TAAT pada Allah SWT. Dan sebagai anak, menghormati orangtua. Dengan izin Allah, hidup akan berkah. Aamiin

 

Sunday, June 28, 2015

Dhuha Itu Hutang Kita ke Allah

Oleh Ustadz Yusuf Mansur.

πŸš€Ada yang tau ga kalo dhuha itu hutang kita ke Allah? Hutang 2 rokaat sehari. Yang kalo ga dibayar, maka numpuk.
πŸ“ŒLoh loh, kan sunnah?
🚁Betul, dhuha emang sunnah. Tapi sunnah muakkadah. Sunnah yang teramat penting. Yang kalo ditinggal, ya ada juga “resiko”nya.
πŸŽ€Sunnah muakkadah kalo ditinggal dalam waktu yang lama, tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sangat negatif ke kualitas kehidupan & rizki.
πŸ“Œ Gini ya, kenapa saya sebut sebagai hutang…?
🌷 Dalam 1 hari, sejak awal pagi, sampe pagi lagi, kita itu sesungguhnya kudu sedekah tanpa putus. Tiap sendi kita, dituntut sedekahnya. Kudu bayar.
πŸ’ͺYa iya lah. Untuk oksigen tambahan aja, kita kudu bayar. Mahal banget. Kalo anfal.
Nah, apalagi oksigen yang kita hirup, free 24 jam.
πŸ“ŒTernyata ga bener kan free itu. Kudu bayar. Dituntut sedekahnya. Belom lagi mata, dll. Pokoknya kudu bayar.
πŸš€Dan ga bakalan kebayar. Siapa juga yang mampu bayar semua rizki & nikmat Allah? Sistem pernafasan yang komplit, sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, dan semua tubuh kita adalah keajaiban-Nya.
πŸ“ŒIni semua Allah adakan sedekah atasNya. Kitanya aja yang merasa free2 aja. Bebas2 aja. Ga ada tanggung jawab, ga ada beban, ga ada kewajiban. Padahal engga gitu.
🐍 Nyatanya tidak sedikit nikmat yang Allah kurangi, bahkan Allah cabut. Sebab di antaranya kitanya ga atau kurang bersyukur.
πŸ†‘Terus persoalannya, kalau bayar, dari pagi sampe pagi, atas semua rizki yang Allah kasih, harus bayar berapa? Ga ada yg sanggup bayar. Dan Allah maklum itu. Ga bakalan ada yang bisa bayar atas semua rizki & nikmat-Nya.
πŸ‘Karena itu Allah cukupkan bayarannya dg dhuha… Allah cukupkan kewajiban kita bayar kepada Allah, dengan dhuha 2 rokaat di pagi hari.
😒Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan. Ya. Harusnya Maha Ringan. Ga ada bandingannya 2 rokaat dengan kewajiban bayar 1 hari POL rizki & nikmat Allah.

Saturday, June 27, 2015

Aneka Tips Bermanfaat

Untuk para IBU.... 
Dibaca yaaaaaaaaaaaa...
1. Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masi panas.
2. Agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk ato lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng.
3. Saat mencuci kangkung, arnong/selada air atau genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati .. biasanya yg hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air.. (brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya jadi jangan lupa pula gunakan cara ini).
4. Agar tahu awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas insya allah bisa tahan 1minggu.
5. Untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air tandanya telur busuk.
6. Ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak ngembang).
7. Jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai keresek tapi gunakan koran dan majalah bekas, sebab ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk.
8. Untuk menetralisir bau dalam kulkas belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas.
9. Agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajansebelum dituangi minyak.
10. Untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe ato sambel, (kata orang jawa tangan wedhangen) bisa dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3kali, kemudian lap dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar,, fiuuhhh dijamin rasa panas ditangan akan hilang.
11. Agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, cara ini insya allah ampuh menghindarkan mata agar tidak pedih.
12. Agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yg berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang plastiknya.. kutu beras tidak suka aroma kopi jadi insya allah dia tidak akan berani datang ke beras.
13. Jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir, ato panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan.. ambil sesendok baking soda beri sedikit air gosok-gosok ke panci.. diamkan sebentar, lalu bilas.. jika masih ada noda bisa diulang lagi.
14. Agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis .. rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji .. (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu 5menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar matikan api.. baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera.. (kalo daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu).
15. Agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam.
16. Jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berualangkali karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak, jadi potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja.
Selamat mencoba

Inspiring Story : Rumah Kita

RUMAH KITA
(oleh: Cak Nun)
Kita bukan penduduk bumi, 
kita adalah penduduk syurga.
Kita tidak berasal dari bumi, 
tapi kita berasal dari syurga.
Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah,
kembali ke kampung halaman.
Dunia bukan rumah kita, 
maka jangan cari kesenangan dunia.
Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali kerumahnya.
Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah?
Lantas, apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia?
Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan, serta rasa rindu padaNya yang menanti di rumah. 
Begitu beratkah memenuhi harapanNya?
Kita tidak berasal dari bumi, 
kita adalah penduduk syurga.
Rumah kita jauh lebih Indah di sana.
Kenikmatannya tiada terlukiskan, 
dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita.
Ada istri sholeha serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati.
Mereka rindu kehadiran kita, 
setiap saat menatap menanti kedatangan kita.
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail. 
Kapan Keluarga mereka akan pulang.
Ikutilah peta (Al Qur'an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan.
Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya iblis Laknatullah yaitu neraka
Kita bukan penduduk bumi, 
kita penduduk syurga. 
Bumi hanyalah perjalanan.
Kembalilah ke rumah,
(semoga bermanfaat )

Friday, June 26, 2015

Allah menciptakan mahluk Nya dengan kemampuan yang berbeda. Tidak sama. Jika sadar akan hal itu, maka tidak akan ada perbandingan. Ketika manusia mulai usil, membandingkan diri nya dengan orang lain, maka timbullah rasa tidak puas, rasa kecewa, dan yang terparah.. rasa marah kepada Allah.. dan mempertanyakannya, "kenapa saya berbeda dengan dia?"

Ada hal positif dan negatif yang disebabkan dari perbandingan ini. Hal positif nya dengan melihat orang lain lebih baik, lebih bagus, diri ini jadi termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Tapi hal negatif nya adalah, kurangnya bahkan hilangnya rasa percaya diri. Sangat tergantung dengan kematangan diri dan lingkungan.

Jadi bagaimana diri harus bertindak dengan perbandingan yang menjurus ke arah persaingan?
Yang pertama tentukan tujuan. Apa tujuan diri untuk melakukan hal itu? Karena jika diri tau apa yang dituju, tidak akan terpengaruh dengan godaan sekitar.
Lalu bagaimana dengan niat nya? Sebagai orang

Hasil Nilai Ujian Sekolah

Alhamdulillah ya Allah Nasta dinyatakan LULUS sekolah dasar :)
Dengan nilai yang Alhamdulillah, bagus. Melihat cara belajar Nasta yang boleh dibilang santai. Bahkan menjelang ujian, malah berhenti les. Dengan pertimbangan, kesehatan Nasta menjelang ujian jauh lebih penting. Saya dan suami menghindari Nasta jatuh sakit karena kecapean.

Dari dulu.. saya dan suami sepakat, nilai 10 bukan segalanya. Tapi bukan berarti santai, dan tidak perlu usaha. Tujuan kami mengatakan hal itu semata-mata, kami tidak ingin membebani anak-anak. Kami ingin mereka FUN saat belajar. Lalu mencari segala cara untuk dapat nilai tertinggi. Bukan itu. Kami ingin, anak-anak kami tau proses belajar. Mau jalani proses nya. Hasil akhir, itu kan sesuai usaha dan ketentuan Allah.

Plus minus sebenarnya hahaha... kalau dipikir². Dan jujurnya, jadi dilema juga. Kenapa? Bagaimana tidak, di satu sisi, kami sudah men - declare ke Nasta Nara, nilai bukan segalanya. Tapiiii... suka gemesss... kalau melihat mereka tidak belajar. :p

Kalau di ilmu MBP yang saya pelajari di AMN Home, kondisi seperti ini adalah BERHARAP. Ngarep. Sudah tahu setiap anak punya kemampuannya sendiri, tapi ngarep. Mau nya anak nurut sama orang tua, biar dapat nilai bagus. Kalau nilai nya bagus, orang tua senang. Anaknya? Ya senang, tapi tidak se ambisius orang tua nya kali ya.. hehehe...

Beruntung banget saya belajar MBP deh. Karena jadi tahu, kapan saya mulai ngotot karena ego saya, sehingga saya harus mundur. Kapan saya tulus meminta Nasta belajar, tanpa ngarep. Tidak mudah. Karena kenyataannya, kok lebih sering ego saya yang muncul ya?

Bantu doa, bantu mengingatkan.. kurangi ngoceh nya.. percaya sama Nasta. Sudah itu saja. Dan Alhamdulillah hasil ujiannya .. bagus. Sesuai dengan cara belajar dia. Saya senang.

Matematika 9, IPA 8, Bahasa Indonesia 7.60 dan totalnya 24.60
Rata-rata 8! Bagus. Alhamdulillah

Tapi oh tapi... mendengar anak lain nilai nya di atas Nasta, ada sedikit 'ciiiiit' dan mulai berandai-andai... "seandainya Nasta mau belajar lebih serius, dia bisa kok dapat nilai lebih bagus'

Eitss... itu salah.. salah bangett.. maka saya buru-buru tapping rasa ini.

Nasta adalah Nasta, bukan anak orang lain. Nasta anak saya. Istimewa, pintar dengan apa yang dia peroleh dari pencipta Nya. Gak usah dibanding-bandingkan dengan anak lain.

Love healing ke diri sendiri dan ke Nasta. Mensyukuri.

Selamat ya kak, pembelajaran selama 6 tahun di SD, teman-teman yang bikin sedih dan bikin senang.. itu yang akan di ingat. Nilai ijasah SD hanya digunakan saat mau daftar SMP kok. Selanjutnya, tersimpan rapih di koper atau lemari.

Selamat menjalankan tugas baru sebagai murid SMP. Dunia baru. Pengalaman baru.

I love you to the moon and back