Friday, November 14, 2014

Saya Meminta, Saya Percaya, Saya Menerima

Bismillah

Pernah ga berdoa, berharap dapat arisan... ngerasa butuh banget.. doa siang malam, ngarep. Tapi hasilnya, tidak dapat arisan?

Tau dong arisan ya.. kumpulan nama ditempatkan dalam satu tempat, lalu di kocok, kertas yang berisikan nama siapa yang keluar, itu yang dapat arisan.

Semakin ngotot pengen dapat, malah ga dapat. :) Dan saya sering kejadian. Hehehe...
Sampe bilang dalam hati, "duh, kalau ga dapat arisan ini gw ga tau deh punya duit darimana lagi?"

Sekarang saya sadar, dan buru-buru Istighfar, ASTAGHFIRULLAH.

Tapi yang namanya berdoa, tujuannya pengen dikabulkan Allah SWT kan?
Nah ini dia... tidak selamanya apa yang kita inginkan akan dikabulkan Allah, semua orang pasti sudah tau itu.

Sama seperti permintaan anak kecil yang sedang batuk, dia minta permen dan es krim. Apakah di kasih walaupun anak tersebut nangis jejeritan? Orang tua tentu akan memikirkan, kalau anak ini dikasih permen dan es krim lagi, tentu batuk nya akan tambah parah. Kalau batuknya tambah parah, si anak akan sesak nafas, susah tidur, dll. Jadi orang tua memilih mendiamkan dan tidak membelikan apa yang diinginkan anak. Apakah orang tua tersebut jahat?

Allah pun demikian. Allah Maha mengetahui apa yang terbaik bagi ummatNya. Yang terbaik menurut manusia, belum tentu baik menurut Allah.


Jadi bagaimana sebaiknya?

Saat menginginkan atau mengharapkan sesuatU, MINTA
Lalu PERCAYA bahwa keinginan dan harapan akan dikabulkan Allah SWT
Selanjutnya TERIMA seolah-olah kita sudah mendapatkan apa yang diharapkan. Syukuri.

Dengan melakukan hal diatas, alam semesta akan mencatat bahwa memang kita layak mendapatkan apa yang kita inginkan.

Jangan menuntut Allah jika apa yang diharapkan tidak dikabulkan, bisa jadi Allah akan memberikan yang LEBIH BAIK dari yang kamu inginkan.

Wassalam

Thursday, November 13, 2014

Rasamu Adalah Doa mu

Selayaknya ummat Muslim, saya sering berdoa dengan menggunakan bahasa Arab. Karena doa memang tertulis dalam bahasa Arab. Ada yang tau artinya, dan memang sebaiknya begitu. Ada juga yang hanya sedikit tahu.

Diajarkan untuk berdoa setelah shalat, lebih afdol, katanya. Logika nya, karena shalat itu kan menenangkan hati, pikiran dan perasaan yah. Walaupun bacaan shalat itu pun sudah doa semua, namanya manusia, pasti mau tambahan doa. Karena ada tambahan kemauan. As simple as that.

Menangis saat berdoa, itu in syaa Allah bagus. Itu yang saya baca dan dengar. Tapi ntah kenapa, kalau berdoa setelah shalat itu .. saya jarang menangis. Kurang khusyu'? Mungkin

Tapi seringkali saya menangis saat saya berdoa dalam bahasa yang saya pahami, harapan dan keinginan yang saya harapkan dan inginkan, di tempat dan waktu yang bukan waktu shalat. Seperti misalkan saat lagi kerja di depan komputer, tengah malam, lihat anak-anak tidur....
Ucapan atau doa yang saya ucapkan dalam hati, begitu menyentuh.. sehingga bisa tuh nangis tersedu-sedu..  sendirian....

Rasamu adalah doa mu
Kalimat itu saya dapatkan seorang vibrator eh.. kok ga enak ya sebutannya.. :D atau motivator, maaf saya kurang paham beliau disebut apa. Kalau liat profil di web nya beliau adalah konsultan kebahagiaan hidup. Aih.. nikmat banget yah...

Siapa sih yang ga pengen bahagia dalam hidup yang hanya sekali ini? Bahagia dunia dan akhirat, itu harapan semua orang. Bahagia seperti apa? Dan harus bagaimana? Itu yang jadi pelajaran bagi semua orang. Bahagia nya ala saya, belum tentu bahagia ala Anda.

Kembali ke RASA.

Sadar atau tidak, perasaan silih berganti. Sudah waktunya kita mengatur perasaan. Bina hubungan antara otak dan hati hehehe... Jika dirasa baik, akan jadi baik. Jika dirasa buruk, itu lah doa mu.

Mau hidup selalu baik kan? Selalu positif, merasa yang positif, in syaa Allah hasilnya akan selalu positif dan baik.

Apa yang kamu rasakan.. itu lah doa mu ke Tuhan mu.



Saturday, October 04, 2014

Tangis Duka, Tangis Haru, Tangis Rindu

Hari ini saya menangis terus ......................

Tangisan pertama saat bezoek adik Ibu yang biasa saya panggil Mama di RSPP.  Mama sudah lama sakit, hampir 10 tahun terakhir. Kondisinya terus menurun. Mulai dari Parkinson yang semakin parah, Mama sering kehilangan keseimbangan. Sering jatuh jika tidak ditopang / dipegangin.

Awal minggu Ibu sudah memberitahu Mama sakit, dan memang saya niatkan untuk melihat Mama dirumahnya Minggu besok, setelah shalat Idul Adha. Tapi semalam saya dapat pesan di Blackberry dari adik Ibu yang ketiga, yang biasa saya panggil Te I. Isinya singkat, "Mama di opname"

Karena baca dalam kondisi setengah sadar, belum saya balas. Pagi dini hari baru saya balas, dan ternyata Mama sudah masuk RSPP sejak pukul 4 sore. "Kok tumben Ibu ga nelpon?" Dan ternyata te I pun belum kasih tau Ibu, dan baru mau dikasih tau pagi ini. Iya juga sih, kalau dikasih tau malam hari, kebayang deh... Ibu pasti ga akan bisa tidur. :(

Masuk ke kamar 760, dan melihat kondisi Mama yang sudah sangat kurus membuat saya tak sanggup menahan tangis. Tersengguk-sengguk saya memeluk Mama, tanpa bicara apapun. Terakhir saya ketemu Mama 1 atau 2 bulan lalu, pandangan Mama sudah lebih sering kosong. Sedih. Karena harapan saya ada yang selalu mendampingi Mama dan membacakan ayat-ayat suci. Tapi setahu saya, suster yang jaga Mama beda keyakinan. Jadi tentu tidak bisa membantu.

Sekitar 1 jam saya disana, saya bantu dengan membaca Al Faatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas berkali-kali. Juga mendengarkan surat Yaasin yang dikumandangkan dari Blackberry.

Ya Allah, ampuni dosa-dosa Mama - Bachrida binti Bachtaruddin. Angkat penyakit yang dideritanya, berikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Berikan yang terbaik dari Mu. Hanya kepada Engkau saya memohon, maka kabulkanlah. Aamiin allahu aamiin.

Sore hari saya pun menangis..... lagi..............

Kali ini dikarenakan saya menghadiri konser musik yang diadakan oleh London School Center of Autism Awareness dengan tajuk "Music for Ervitha"

Ervitha adalah seorang anak berkebutuhan khusus berusia sekitar 20 tahun yang tahun 2013 kena kanker payudara. Dan beberapa bulan lalu terpaksa harus melakukan operasi pengangkatan payudara.

Tujuan konser musik ini adalh untuk menggalang dana, membantu pengobatan Ervitha. Yang bikin saya menangis, pengisi acara hampir semua anak-anak berkebutuhan khusus. Yang terlihat secara fisik maupun yang tidak.

Dan mereka membuat saya semakin kagum atas penciptaan Allah subhanahu wa ta'ala. Serta bersyukur diberi nikmat memiliki dua putri cantik, sehat dan cerdas. Alhamdulillah. Nah itu yang bikin saya jadi nangis, karena anak-anak saya begitu sempurna dibandingkan mereka yang tampil dipanggung. Sempurna dari segi fisik, perilaku (sesuai usia) dan mental. Tapi karena pendeknya sumbu emosi saya maupun ayahnya, seringkali perilaku mereka yang tidak sesuai dengan kehendak kami membuat kami mudah memarahi. Astaghfirullah.

Padahal kalau saya membayangkan para Ibu dan Ayah yang anak-anaknya memiliki kebutuhan khusus, Subhanallah.... Allah memang memberi masalah, rejeki, cobaan, nikmat kepada setiap orang sesuai kemampuannya. Smoga orang tua mereka diberi rejeki yang berlimpah, kesehatan, dan kesabaran dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus ini. Aamiin allahuma aamiin.

Tangisan terakhir dimalam hari....
Saat mendengar kumandang takbir dari YouTube.

Allah Akbar Allah Akbar Allah Akbar
La illaa ha illallah hu Allah Akbar

Selamat Idul Adha 1435H

Smoga 5 tahun dari sekarang, saya dan suami bisa merayakan Idul Adha di tanah suci. Aamiin allahuma aamiin



Sunday, August 10, 2014

Harapan Ibu

Dulu setiap melihat anak balita bahkan bayi menggunakan jilbab dalam hati saya berkomentar, "Kasihan banget sih anak sekecil itu sudah dipakein jilbab, kan kepanasan tuh." Bahkan waktu Nara berusia 4 tahun, lagi senang-senangnya pake baju gamis, kemana pun dia pergi dia minta pake baju panjang itu. Saya hanya bilang, "Dek pake baju lain yah, nanti ade kepanasan."

Dan jujur sekarang ini saya menyesal pernah berkata seperti itu.

Memperkenalkan jilbab seharusnya memang dari sedini mungkin. Menutup aurat harus mulai dari kecil. Dibiasakan.

Sebagai seorang perempuan yang baru menggunakan jilbab setelah berumur 34 tahun, pun masih belajar untuk lebih mengerti tentang Islam, saya menyesal telat untuk menutup aurat. Bahkan melewati masa-masa yang indah untuk dikenang, tapi kata istighfar selalu terucap. Astaghfirullah :(

Saya masih belajar. Pun baju yang saya kenakan masih jauh dari syar'i.

In syaa Allah Nasta sudah 11 tahun 1 bulan, belum haid. Ntah 1 bulan lagi, atau 1 tahun lagi waktu nya akan tiba. Harapan saya, kalaupun sekarang masih belum bisa berkerudung setiap pergi², setelah Nasta haid dia akan menutup aurat kemanapun dia pergi. Aaamiin YRA

Pengalaman ibu-ibu lain yang anaknya memutuskan berkerudung, itu karena kemauan mereka (anak-anak) sendiri. Iya, in syaa Allah saya dan suami tidak akan memaksa. Hanya mengarahkan. Karena kalaupun dalam hati mereka belum siap, lalu setelah dewasa malah copot jilbab, itu yang kami hindari.

Tugas Ibu mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh / sholeha, santun, sopan dan hormat terhadap orang yang lebih tua, melindungi dan sayang terhadap yang lebih muda. Smoga saya, sebagai Ibu bisa menjadikan anak-anak saya berakhlak dan berakidah baik, sesuai rahmatan lillahi ta'ala. Aamiin YRA

Kelak, apapun pilihan karir mereka, Al Qur'an lah pegangan mereka. Dan selalu ingat Allah SWT sehingga perjalanan hidup mereka diridhoi Nya. Aaamiin YRA

Thursday, July 31, 2014

Kaya Itu Banyak Memberi

Kaya itu bukan berapa banyak uang yang kita miliki, melainkan berapa banyak yang kita berikan. 


Saya setuju banget dengan pernyataan diatas. Pengalaman pribadi, setiap saya infaq di kotak masjid, memberikan uang ke siapa saja (walaupun menurut saya jumlahnya masih sedikit).. tapi saya merasa KAYA. Dan harapan saya, bisa memberikan lebih dari yang saya berikan.

Tak salah jika saya selalu berdoa untuk diberikan keluasan rejeki, kepada Allah sang pemilik hidup yang Maha Kaya dan mengayakan ummat yang Dia kehendaki, supaya bisa lebih leluasa memberikan harta yang saya miliki.

Harapan dan doa saya selalu, supaya saya bisa memberikan nafkah yang sangat baik untuk orang tua, karena selama ini saya masih jauh dari banyak kalau tidak bisa dibilang sedikit :(

Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu keluarga yang membutuhkan.

Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu downline-downline saya untuk mencapai impian mereka, seperti impian yang saya yang dengan izin Allah SWT akan terkabul :)

Harapan dan doa saya, supaya bisa mewujudkan impian anak-anak saya. Membantu pendidikan hingga jenjang yang mereka inginkan.

Harapan dan doa saya, smoga saya dipantaskan menjadi kaya harta, kaya hati dan kaya jiwa.

Aamiin Allahuma Aamiin

Wednesday, July 30, 2014

Lebaran 1435H

Tidak ada sungkem dalam tradisi keluarga ku. Cukup salaman / salim dan cium pipi kiri dan kanan. Ntah lah.. dari aku kecil pun begitu. Berlanjut hingga sekarang.

Lebaran tahun ini sama seperti tahun lalu, memulai hari dengan shalat 'Id di masjid Al Ittihad Legenda Wisata.. ups.. tapi tahun ini lagi halangan, jadi ga ikutan shalat. Sejak menikah aku hanya merasakan dua kali shalat 'Id di Bekasi. Setelah suami jadi anak yatim piatu, aku mau lebaran pertama harus di rumah orang tua ku. Karena biasanya, selama masih ada mertua.. shalat 'Id di rumah mertua, setelah shalat baru ke Bekasi. Tapi sudah 2 tahun ini, tidak bisa shalat 'Id di Bekasi. Alasannya ... karena ga ada mobil. Hehehe... Sejak si putih di jual, kami jadi ngikutin jadwal Uni Anis terlebih dulu. Dan tidak banyak tempat, hanya satu.. ke Pamulang, rumah mba Prita Kemal Ghani. Setelah dari Pamulang, anter uni dan Ira balik ke Cibubur, dan kami pun lanjut ke Bekasi.

Hanya disayangkan, jalanan di hari pertama lebaran itu luar biasa macetnya.. sehingga kami tidak punya kesempatan untuk pergi ke pulo Gadung, tempat keluarga alm. Bude. Karena biasanya lebaran pertama itu keluarga Bapak ngumpul di sana.

Alhamdulillah nya lebaran tahun ini masih diberi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah orang tua masih ada, berkumpul dengan kakak - adik, keponakan, sepupu ... bersyukur.

Alhamdulillah juga lebaran tahun ini aku kembali bisa kasih uang (salam tempel) untuk keponakan-keponakan ... dengan izin Allah, bisa merasakan Ramadhan dan Lebaran tahun depan dengan kondisi lebih baik dari tahun ini. Dan yang tidak kalah penting.. aku bisa berpuasa penuh. Hikss... puasa tahun ini banyak banget bolong nya.. yang berarti.. banyak hutang (puasa) :(

Alhamdulillah bisa kasih uang ke Bapak dan Ibu, walaupun jumlahnya tidak seberapa. Bismillah, smoga diberikan rejeki yang luas oleh Allah yang Maha Kaya.. lebaran tahun depan bisa kasih Ibu dan Bapak serta saudara / keponakan lebih banyak lagi. Aamiiin YRA

Terima kasih ya Allah atas hari ini, kemaren dan esok hari. Berkahilah kami semua, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur. Aamiin YRA

Selamat hari raya Idul Fithri 1435H
Taqaballahu minna wa minkum

Wassalam,
Meli

Monday, July 21, 2014

Kue Lebaran Buatan Nara

Sejak sebelum puasa, Nara sudah ribut minta mau bikin kue lebaran. Ayahnya bilang, "OK nanti bikin nastar sama tata Anis dan tata Ira ya" :D Hehehehe
Karena ayah tau, Ibu Meli ini kurang suka bikin kue.

Jadilah Nara menunggu dan terus menagih, "Kapan beli bahan kue nya? kapan bikin kue nya?" Akhirnya Rabu, 16 Juli kami ke toko bahan kue di Kota Wisata. Tujuan awal mau ke Cikini sambil ngabuburit. Tapi kok yaa... jauh dan mengingat perjalanan pulang akan kena macet, jadi males deh.

She's so exciting! Bantu ambilin terigu, mentega dan bahan-bahan lainnya. Dia merasa "project bikin kue gue nih." Bahkan dia ga sabar pengen nginep di Picasso, padahal rencana bikin kue adalah Minggu setelah sahur.

Hari yang dinantikan tiba, Sabtu memang ada acara buka puasa bareng sepupuan. Saya, suami dan Nasta tidak nginep tapi datang lagi saat sahur.

Baru mulai kerja setelah jam 8-an, Nara serius bantuin lho. Nasta? boro-boro deh :p

Berkali-kali dia mention akan sekolah memasak supaya bisa jadi chef kelak. In syaa Allah, ayah ibu ada rejeki banyak supaya bisa nyekolahin Nara sekolah culinery terbaik yah. Aamiin