Sunday, March 09, 2014

Anak (anak) UTS, Emak Stress?

Sebenarnya, sebenarnya yaaa... aku tuh mencoba untuk membiasakan diri tidak stress saat anak-anak mau ulangan. Tapi iyaaa... pada prakteknya, frekuensi teriakan untuk meminta Nasta Nara belajar, jadi lebih sering. 

Sama? 
Toss ah! Hehehe

Gimana ga bikin ayah ibu nya jadi tarzan di rumah, kalau saat diminta belajar mereka asik aja kasih alasan. Kalau pun abis buka buku, ga sampe 10 menit. Abis itu? Sibuk dengan urusan lain lagi. 

Yaa.. urusan ini emang never ending story, selama mereka masih sekolah, dan aku masih jadi ibu nya hehehehe... 

Belajar juga dari pengalaman ku, kalau belajar nya di paksa pun, ga akan masuk ke otak. Dan sebagai Ibu aku bantu doa aja deh. Sekalian memotivasi mereka dengan mengatakan, "Nak, kalau ga pake belajar, mungkin nilai kakak / ade hanya 7 atau 8. Tapi kalau pake belajar, insyaa Allah bisa 10 loh." 

Beres? 
Tetep sih ada teriakan juga 

Ah percaya ma anak aja deh. 

Bismillah 
 

Wednesday, February 26, 2014

Membentuk Karakter Rajin

Bagaimana tetap rajin atau tidak malas dalam memperjuangkan impian?

  • Sebenarnya jawabannya sederhana : LAKUKAN saja, jangan terlalu banyak memikirkan cara menjadi #rajin tapi tidak melakukan apapun.
  • Jangan terpaku pada cara menghilangkan kemalasan, tapi fokuskan energi untuk mengambil tindakan dan mulai kerjakan saja.
  • Namun untuk melengkapi jawaban tersebut, saya akan berbagi beberapa tips yang semoga bermanfaat untuk kita semua.
  • Hal paling mendasar yang bisa membuat kita menjadi #rajin adalah tentukan TUJUAN. Untuk tujuan apa kita mengerjakan semua itu?
  • Karena tanpa tujuan yang jelas, kita tidak tahu kemana kita melangkah. Dengan tidak tahu kemana melangkah, bisa menjadi lelah.
  • Cara lain untuk meningkatkan karakter #rajin adalah mengenali apa saja yang menghambat kita menjadi pribadi yang #rajin.
  • Misal  : sering berpikir bahwa besok masih bisa dikerjakan dan jadinya menunda. Akhirnya sikap miskin mental yang terbentuk.
  • Sebaliknya, berpikirlah bahwa hari ini adalah kesempatan terbaik, besok masih ada tanggungjawab lain dan saya ingin jadi produktif.
  • Ingat, #rajin terbentuk dari konsitensi yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan dan karakter. Bukan sekedar dipikirkan caranya.
  • Contoh lain: beralasan lupa. Jika kita melewatkan pekerjaan kecil karena sering lupa, buatlah reminder di HP anda.
  • Intinya, lakukan berbagai trik untuk menjadikan diri kita #rajin dan tidak mencari-cari alasan untuk menutupi kemalasan.
  • Ingat kembali, Success is My Right! Bukan sekedar slogan, tapi tekad kuat untuk meraih sukses. Dan #rajin adalah syarat wajib.
  • Tidak ada kesuksesan jika kita malas! Ubah cara pikir kita, tentukan tujuan, dan ulangi hingga #rajin menjadi karakter kita
  • Seseorang yang bekerja dengan mendedikasikan keahilannya dengan #rajin, disiplin dan kesungguhan hati, hasilnya pasti MAKSIMAL!

Kultwit #rajin @AndrieWongso

Monday, January 27, 2014

Bersyukur

Sudah menjelang akhir bulan dan ga punya resolusi di tahun 2014?

Bagaimana kalau saya bersyukur saja?
Alhamdulillah tahun 2013 sudah dilewati dan jumlah keluarga inti masih lengkap. Suami dan anak-anak sehat. Bapak dan Ibu sehat. Kakak-kakak dan adik sehat, begitu juga dengan pasangan mereka masing-masing. Keponakan sehat semua dan tahun lalu nambah 1 keponakan cowo lagi.

Belum lagi dari sepupu-sepupu tercinta, tambah 2 orang keponakan di tahun 2013. Alhamdulillah.

Alhamdulillah saya masih bertahan menjalankan bisnis MLM Oriflame, belum naik level memang, tapi Alhamdulillah tidak turun level (penghiburan diri).
Alhamdulillah masih diberi kepercayaan punya downline-downline baru.

Besar harapan, tentu saja naik level di tahun 2014. Yang pasti nya tidak bisa menggunakan cara kerja yang sama dengan tahun 2013. Harus lebih baik dari tahun lalu. Bukan sekedar tulisan atau ucapan ya Mel, lakukan!!!

Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah

“Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)” (QS. Ibrahim [14]: 7)


Friday, December 13, 2013

Peran Ibu Dalam Membentuk Karakter Anak

Wa qadhaa rabbuka alla ta'buduu illaa iyyahu wa bil waalidaini ihsaanan immaa yablughanna 'indakal kibara ahaduhumaa au kilaahumaa fa laa taqul lahumaa uffiw wa laa tanharhumaa wa qul lahumaa qaulan kariimaa

Arti : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya "ah", dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.

[Al Israa' ayat 23]

Hampir semua orang tua mengharapkan anak yang sholeh/sholeha, tapi apakah anak sholeh/sholeha itu bisa langsung didapatkan? Peran orang tua untuk membina anak-anaknya sangat penting.

Anak adalah investasi, itu yang biasa di sebut kan? Investasi seperti apa? Namanya investasi tentu ada modal yang harus dikeluarkan. Modalnya apa?

Ada sebuah kisah seorang pemuda ahli ibadah bernama Al Qomah. Suatu hari Al Qomah jatuh sakit dan sedang sakratul maut, anehnya bagi seorang ahli ibadah, Al Qomah tidak mampu mengucapkan kalimat "La-ilaa-ha-illallah". Sehingga istrinya meminta bantuan Rasulullah SAW. Diketahui Al Qomah masih memiliki Ibu, lalu Rasulullah SAW memanggil Ibu dari Al Qomah. Dan menanyakan apakah ada masalah antara sang Ibu dengan Al Qomah. Maka sang Ibu pun menjelaskan bahwa memang Ia murka dengan Al Qomah dikarenakan sudah 3 kali Al Qomah menyakiti hatinya dengan mementingkan istrinya terlebih dulu.

Lalu Rasulullah SAW meminta sang Ibu untuk memaafkan, jika tidak Rasulullah akan membakar badan Al Qomah di depan sang Ibu. Namanya seorang Ibu, tentu tidak rela anaknya disakiti, maka Ia pun memaafkan Al Qomah. Dan akhirnya Al Qomah bisa melafalkan kalimat La-ilaa-ha-illallah. 

Ridha Allah adalah ridha orang tua, maka sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua. Saling mendoakan.

Lalu bagaimana peran Ibu dalam membentuk karakter anak? Perlu diingat untuk membentuk karakter seorang muslim/muslimah perlu hal-hal dibawah ini :

1. Identitas diri (laki-laki dan perempuan)
2. Islam
3. Iman
4. Taat
5. Jujur
6. Sabar
7. Khusyu
8. Dermawan
9. Puasa
10. Menjaga kemaluan (dari berbuat zinah)
11. Dzikir

Sudah dijelaskan dalam Al Qur'an, bahwa identitas diri sebagai laki-laki atau perempuan terdapat dalam surat Al Hujuraat ayat 13, surat An Nisaa ayat 1 dan surat An Nuur ayat 30-31.

Pentingnya untuk mendidik anak sesuai kodrat mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Karena dengan mengetahui identitas mereka, akan paham bahwa tugas seorang laki muslim dan perempuan muslimah itu berbeda. Dengan mengetahui tugas-tugas sesuai jenis kelamin ini, maka diharapkan karakter anak akan baik, insyaa Allah.

Selanjutnya untuk nomor 2 - 11 akan mudah dilakukan, insyaa Allah.

Peran Ibu dalam membentuk karakter anak di mulai dari rumah. Smoga dengan memahami hal-hal diatas, Ibu akan mengetahui bagaimana membuat rumah adalah surga bagi anak-anak dan suami nya.

Bayti Jannati, rumahku surgaku

Wallahualam bishawab




Thursday, November 21, 2013

Berkunjung Ke Telaga Arwana Cibubur

Lebih dari lima tahun saya tinggal di Legenda Wisata, dan baru pertama kali berkunjung ke Telaga Arwana Cibubur. Lokasinya yang sedikit "terbelakang" dari jalan utama Alternative Trans Yogi, masuk melalui jalan setelah pom bensin Pertamina, sebelum perumahan Mahogany. Hanya bisa satu mobil. Itu pikiran awal saya, ternyata jalan sempit itu hanya sekitar 100meter saja, karena sisanya ... jalanan lebar.

Penasaran dengan Saung Mang Engking. Waktu tinggal di Depok pun belum pernah berkunjung ke Saung Mang Engking yang di UI itu. Tempatnya luas, tempat makannya ada yang berupa saung di pinggiran danau, ada juga yang restaurant. Ada area bermain dan juga kolam renang.




Makanan? Seperti yang bisa dilihat di gambar atas, banyak pilihan makanan. Dan saat itu kami memilih ikan gurame bakar, udang bakar madu, cumi goreng tepung, yang ikan penuh cabe bawang itu saya lupa namanya, karedoknya enak banget. Enak semua deh makanannya.

Siapin uang yang banyak aja deh kalau berniat kesana :)
Mulai dari melukis di caping, ATP, Flying Fox, kerajinan keramik, mengambil ikan di kolam, dll.


Saya merekomendasikan pembaca yang mau makan di Saung Mang Engking ini deh (tanpa komisi hehehe), kalau untuk Sabtu - Minggu dan hari libur, sebaiknya reservasi dulu jika mau duduk di saung pinggir danau yah. Dan perlu diketahui, ada batas maksimal penggunaan saung.

Buat yang bawa anak, sangat disarankan bawa baju ganti. Siapa tahu tergoda untuk naik perahu atau nemenin anaknya ambil ikan di kolam


Selamat mencoba dan have a great time!


Wednesday, November 20, 2013

Anak Sholeha Dambaan Orang Tua

Lebih bangga mana punya anak yang hafal semua jenis lagu atau hafal Al Qur'an? Tanpa disadari banyak orang tua muslim lebih sering memperdengarkan lagu-lagu daripada bacaan Al Qur'an. Besar kemungkinan karena orang tua sendiri tidak paham, atau tidak bisa membaca Al Qur'an.

Siapa diantara pembaca yang saat hamil sering memperdengarkan lagu klasik Mozart? Tenang :)
Karena saya termasuk salah satu diantaranya. Dengan harapan sang anak lebih cerdas kelak.

Menurut penjelasan seorang ustad, bayi dalam kandungan mendengarkan suara itu bukan dari luar perut, melainkan hanya dari sang Ibu. Jadi apapun yang dibicarakan Ibu saat mengandung, itulah yang di dengar calon bayi. Jadi buat yang sedang hamil, mulai dari sekarang baca Al Qur'an jauuuh lebih bagus dan bermanfaat dibandingkan menempelkan ear phone ke perut :D


Mengharapkan anak yang bagus ahlaknya, tentu membanggakan orang tua. Tapi bagaimana orang tua mendidik anaknya terlebih dulu.
Karena anak meniru orang tua.

Smoga saya dan pembaca dikaruniai Allah SWT anak-anak yang sholeh / sholeha, anak yang mendoakan orang tua, yang menjaga nama orang tua dengan memiliki akhlak yang berkarakter, mandiri, patuh pada orang tua, dan tidak kalah pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT, yang memberi kita semua nikmat sehat, nikmat hidup dan kelak nikmat mati dengan khusnul khotimah.

Sunday, July 28, 2013

Ciri-ciri Orang Bertaqwa

Orang taqwa itu sabar 

Kesabaran dan ketaqwaan bisa diukur. Contohnya perilaku saat berkendaraan. Seberapa banyak membunyikan klakson atau mengumpat selamat menyetir kendaraan? Jika masih sering akibat tidak sabaran, berarti tingkat ketakwaan masih rendah. 

QS Ali-Imran ayat 17 
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Orang sabar juga banyak kebaikannya. Man Shabara Zhafira - orang yang sabar ia beruntung. 

Jadi mari memupuk kesabaran supaya kita menjadi lebih takwa kepada Allah SWT. 

Orang taqwa itu jujur 

Ucapan benar, perbuatan benar, hati nya benar. Semua nya sinkron. Terhadap diri sendiri harus jujur, apalagi terhadap orang lain. Kejujuran bisa diukur. Jika pasangan kita merasakan kejujuran, jika orang tua merasakan kejujuran kita, jika anak merasakan kejujuran kita, jika atasan / teman kerja, partner bisnis merasakan kejujuran kita. Maka Insyaa Allah Allah sudah memberkahi kita menjadi orang yang jujur. 

Jujur terhadap pasangan itu wajib, supaya hidup diberkahi Allah SWT. 

Orang taqwa itu dermawan 

Menyadari bahwa harta yang didapat adalah dari Allah SWT, sudah sewajarnya untuk dikeluarkan kembali di jalan Allah SWT. Banyak cara untuk "membeli" pahala dengan harta yang kita miliki. Antara lain bersedekah. 

Dengan hartanya bisa memberi manfaat ke orang-orang sekitarnya. Karena Allah SWT menyukai orang-orang yang bermanfaat. 

Orang taqwa itu suka shalat Tahajud 

Dikisahkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat malam, padahal Rasulullah SAW adalah manusia yang dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. Aisyah RA menanyakan hal ini, "Ya Rasul, kenapa Engkau masih rajin shalat malam, padahal Allah sudah menjanjikan surga untuk mu? 
Rasulullah SAW menjawab, "Justru karena Allah sudah menjanjikan surga untuk ku, maka aku bersyukur." 

Orang yang bertaqwa menjadikan shalat wajib dan shalat sunah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. 

Bukan berarti shalat saat membutuhkan pertolongan Allah itu salah. Hanya saja jangan berhenti saat Allah sudah memberikan yang kita butuhkan. Lanjut terus. 


Wallahu a'lam bishawab