Hari ini saya menangis terus ......................
Tangisan pertama saat bezoek adik Ibu yang biasa saya panggil Mama di RSPP. Mama sudah lama sakit, hampir 10 tahun terakhir. Kondisinya terus menurun. Mulai dari Parkinson yang semakin parah, Mama sering kehilangan keseimbangan. Sering jatuh jika tidak ditopang / dipegangin.
Awal minggu Ibu sudah memberitahu Mama sakit, dan memang saya niatkan untuk melihat Mama dirumahnya Minggu besok, setelah shalat Idul Adha. Tapi semalam saya dapat pesan di Blackberry dari adik Ibu yang ketiga, yang biasa saya panggil Te I. Isinya singkat, "Mama di opname"
Karena baca dalam kondisi setengah sadar, belum saya balas. Pagi dini hari baru saya balas, dan ternyata Mama sudah masuk RSPP sejak pukul 4 sore. "Kok tumben Ibu ga nelpon?" Dan ternyata te I pun belum kasih tau Ibu, dan baru mau dikasih tau pagi ini. Iya juga sih, kalau dikasih tau malam hari, kebayang deh... Ibu pasti ga akan bisa tidur. :(
Masuk ke kamar 760, dan melihat kondisi Mama yang sudah sangat kurus membuat saya tak sanggup menahan tangis. Tersengguk-sengguk saya memeluk Mama, tanpa bicara apapun. Terakhir saya ketemu Mama 1 atau 2 bulan lalu, pandangan Mama sudah lebih sering kosong. Sedih. Karena harapan saya ada yang selalu mendampingi Mama dan membacakan ayat-ayat suci. Tapi setahu saya, suster yang jaga Mama beda keyakinan. Jadi tentu tidak bisa membantu.
Sekitar 1 jam saya disana, saya bantu dengan membaca Al Faatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas berkali-kali. Juga mendengarkan surat Yaasin yang dikumandangkan dari Blackberry.
Ya Allah, ampuni dosa-dosa Mama - Bachrida binti Bachtaruddin. Angkat penyakit yang dideritanya, berikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Berikan yang terbaik dari Mu. Hanya kepada Engkau saya memohon, maka kabulkanlah. Aamiin allahu aamiin.
Sore hari saya pun menangis..... lagi..............
Kali ini dikarenakan saya menghadiri konser musik yang diadakan oleh London School Center of Autism Awareness dengan tajuk "Music for Ervitha"
Ervitha adalah seorang anak berkebutuhan khusus berusia sekitar 20 tahun yang tahun 2013 kena kanker payudara. Dan beberapa bulan lalu terpaksa harus melakukan operasi pengangkatan payudara.
Tujuan konser musik ini adalh untuk menggalang dana, membantu pengobatan Ervitha. Yang bikin saya menangis, pengisi acara hampir semua anak-anak berkebutuhan khusus. Yang terlihat secara fisik maupun yang tidak.
Dan mereka membuat saya semakin kagum atas penciptaan Allah subhanahu wa ta'ala. Serta bersyukur diberi nikmat memiliki dua putri cantik, sehat dan cerdas. Alhamdulillah. Nah itu yang bikin saya jadi nangis, karena anak-anak saya begitu sempurna dibandingkan mereka yang tampil dipanggung. Sempurna dari segi fisik, perilaku (sesuai usia) dan mental. Tapi karena pendeknya sumbu emosi saya maupun ayahnya, seringkali perilaku mereka yang tidak sesuai dengan kehendak kami membuat kami mudah memarahi. Astaghfirullah.
Padahal kalau saya membayangkan para Ibu dan Ayah yang anak-anaknya memiliki kebutuhan khusus, Subhanallah.... Allah memang memberi masalah, rejeki, cobaan, nikmat kepada setiap orang sesuai kemampuannya. Smoga orang tua mereka diberi rejeki yang berlimpah, kesehatan, dan kesabaran dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus ini. Aamiin allahuma aamiin.
Tangisan terakhir dimalam hari....
Saat mendengar kumandang takbir dari YouTube.
Allah Akbar Allah Akbar Allah Akbar
La illaa ha illallah hu Allah Akbar
Selamat Idul Adha 1435H
Smoga 5 tahun dari sekarang, saya dan suami bisa merayakan Idul Adha di tanah suci. Aamiin allahuma aamiin
A mother of two beloved daughters, Nasta and Nara. A lovely wife for my lovely hubby.
Saturday, October 04, 2014
Sunday, August 10, 2014
Harapan Ibu
Dulu setiap melihat anak balita bahkan bayi menggunakan jilbab dalam hati saya berkomentar, "Kasihan banget sih anak sekecil itu sudah dipakein jilbab, kan kepanasan tuh." Bahkan waktu Nara berusia 4 tahun, lagi senang-senangnya pake baju gamis, kemana pun dia pergi dia minta pake baju panjang itu. Saya hanya bilang, "Dek pake baju lain yah, nanti ade kepanasan."
Dan jujur sekarang ini saya menyesal pernah berkata seperti itu.
Memperkenalkan jilbab seharusnya memang dari sedini mungkin. Menutup aurat harus mulai dari kecil. Dibiasakan.
Sebagai seorang perempuan yang baru menggunakan jilbab setelah berumur 34 tahun, pun masih belajar untuk lebih mengerti tentang Islam, saya menyesal telat untuk menutup aurat. Bahkan melewati masa-masa yang indah untuk dikenang, tapi kata istighfar selalu terucap. Astaghfirullah :(
Saya masih belajar. Pun baju yang saya kenakan masih jauh dari syar'i.
In syaa Allah Nasta sudah 11 tahun 1 bulan, belum haid. Ntah 1 bulan lagi, atau 1 tahun lagi waktu nya akan tiba. Harapan saya, kalaupun sekarang masih belum bisa berkerudung setiap pergi², setelah Nasta haid dia akan menutup aurat kemanapun dia pergi. Aaamiin YRA
Pengalaman ibu-ibu lain yang anaknya memutuskan berkerudung, itu karena kemauan mereka (anak-anak) sendiri. Iya, in syaa Allah saya dan suami tidak akan memaksa. Hanya mengarahkan. Karena kalaupun dalam hati mereka belum siap, lalu setelah dewasa malah copot jilbab, itu yang kami hindari.
Tugas Ibu mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh / sholeha, santun, sopan dan hormat terhadap orang yang lebih tua, melindungi dan sayang terhadap yang lebih muda. Smoga saya, sebagai Ibu bisa menjadikan anak-anak saya berakhlak dan berakidah baik, sesuai rahmatan lillahi ta'ala. Aamiin YRA
Kelak, apapun pilihan karir mereka, Al Qur'an lah pegangan mereka. Dan selalu ingat Allah SWT sehingga perjalanan hidup mereka diridhoi Nya. Aaamiin YRA
Dan jujur sekarang ini saya menyesal pernah berkata seperti itu.
Memperkenalkan jilbab seharusnya memang dari sedini mungkin. Menutup aurat harus mulai dari kecil. Dibiasakan.
Sebagai seorang perempuan yang baru menggunakan jilbab setelah berumur 34 tahun, pun masih belajar untuk lebih mengerti tentang Islam, saya menyesal telat untuk menutup aurat. Bahkan melewati masa-masa yang indah untuk dikenang, tapi kata istighfar selalu terucap. Astaghfirullah :(
Saya masih belajar. Pun baju yang saya kenakan masih jauh dari syar'i.
In syaa Allah Nasta sudah 11 tahun 1 bulan, belum haid. Ntah 1 bulan lagi, atau 1 tahun lagi waktu nya akan tiba. Harapan saya, kalaupun sekarang masih belum bisa berkerudung setiap pergi², setelah Nasta haid dia akan menutup aurat kemanapun dia pergi. Aaamiin YRA
Pengalaman ibu-ibu lain yang anaknya memutuskan berkerudung, itu karena kemauan mereka (anak-anak) sendiri. Iya, in syaa Allah saya dan suami tidak akan memaksa. Hanya mengarahkan. Karena kalaupun dalam hati mereka belum siap, lalu setelah dewasa malah copot jilbab, itu yang kami hindari.
Tugas Ibu mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh / sholeha, santun, sopan dan hormat terhadap orang yang lebih tua, melindungi dan sayang terhadap yang lebih muda. Smoga saya, sebagai Ibu bisa menjadikan anak-anak saya berakhlak dan berakidah baik, sesuai rahmatan lillahi ta'ala. Aamiin YRA
Kelak, apapun pilihan karir mereka, Al Qur'an lah pegangan mereka. Dan selalu ingat Allah SWT sehingga perjalanan hidup mereka diridhoi Nya. Aaamiin YRA
Thursday, July 31, 2014
Kaya Itu Banyak Memberi
Kaya itu bukan berapa banyak uang yang kita miliki, melainkan berapa banyak yang kita berikan.
Saya setuju banget dengan pernyataan diatas. Pengalaman pribadi, setiap saya infaq di kotak masjid, memberikan uang ke siapa saja (walaupun menurut saya jumlahnya masih sedikit).. tapi saya merasa KAYA. Dan harapan saya, bisa memberikan lebih dari yang saya berikan.
Tak salah jika saya selalu berdoa untuk diberikan keluasan rejeki, kepada Allah sang pemilik hidup yang Maha Kaya dan mengayakan ummat yang Dia kehendaki, supaya bisa lebih leluasa memberikan harta yang saya miliki.
Harapan dan doa saya selalu, supaya saya bisa memberikan nafkah yang sangat baik untuk orang tua, karena selama ini saya masih jauh dari banyak kalau tidak bisa dibilang sedikit :(
Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu keluarga yang membutuhkan.
Harapan dan doa saya, supaya saya bisa membantu downline-downline saya untuk mencapai impian mereka, seperti impian yang saya yang dengan izin Allah SWT akan terkabul :)
Harapan dan doa saya, supaya bisa mewujudkan impian anak-anak saya. Membantu pendidikan hingga jenjang yang mereka inginkan.
Harapan dan doa saya, smoga saya dipantaskan menjadi kaya harta, kaya hati dan kaya jiwa.
Aamiin Allahuma Aamiin
Wednesday, July 30, 2014
Lebaran 1435H
Tidak ada sungkem dalam tradisi keluarga ku. Cukup salaman / salim dan cium pipi kiri dan kanan. Ntah lah.. dari aku kecil pun begitu. Berlanjut hingga sekarang.
Lebaran tahun ini sama seperti tahun lalu, memulai hari dengan shalat 'Id di masjid Al Ittihad Legenda Wisata.. ups.. tapi tahun ini lagi halangan, jadi ga ikutan shalat. Sejak menikah aku hanya merasakan dua kali shalat 'Id di Bekasi. Setelah suami jadi anak yatim piatu, aku mau lebaran pertama harus di rumah orang tua ku. Karena biasanya, selama masih ada mertua.. shalat 'Id di rumah mertua, setelah shalat baru ke Bekasi. Tapi sudah 2 tahun ini, tidak bisa shalat 'Id di Bekasi. Alasannya ... karena ga ada mobil. Hehehe... Sejak si putih di jual, kami jadi ngikutin jadwal Uni Anis terlebih dulu. Dan tidak banyak tempat, hanya satu.. ke Pamulang, rumah mba Prita Kemal Ghani. Setelah dari Pamulang, anter uni dan Ira balik ke Cibubur, dan kami pun lanjut ke Bekasi.
Hanya disayangkan, jalanan di hari pertama lebaran itu luar biasa macetnya.. sehingga kami tidak punya kesempatan untuk pergi ke pulo Gadung, tempat keluarga alm. Bude. Karena biasanya lebaran pertama itu keluarga Bapak ngumpul di sana.
Alhamdulillah nya lebaran tahun ini masih diberi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah orang tua masih ada, berkumpul dengan kakak - adik, keponakan, sepupu ... bersyukur.
Alhamdulillah juga lebaran tahun ini aku kembali bisa kasih uang (salam tempel) untuk keponakan-keponakan ... dengan izin Allah, bisa merasakan Ramadhan dan Lebaran tahun depan dengan kondisi lebih baik dari tahun ini. Dan yang tidak kalah penting.. aku bisa berpuasa penuh. Hikss... puasa tahun ini banyak banget bolong nya.. yang berarti.. banyak hutang (puasa) :(
Alhamdulillah bisa kasih uang ke Bapak dan Ibu, walaupun jumlahnya tidak seberapa. Bismillah, smoga diberikan rejeki yang luas oleh Allah yang Maha Kaya.. lebaran tahun depan bisa kasih Ibu dan Bapak serta saudara / keponakan lebih banyak lagi. Aamiiin YRA
Terima kasih ya Allah atas hari ini, kemaren dan esok hari. Berkahilah kami semua, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur. Aamiin YRA
Selamat hari raya Idul Fithri 1435H
Taqaballahu minna wa minkum
Wassalam,
Meli
Lebaran tahun ini sama seperti tahun lalu, memulai hari dengan shalat 'Id di masjid Al Ittihad Legenda Wisata.. ups.. tapi tahun ini lagi halangan, jadi ga ikutan shalat. Sejak menikah aku hanya merasakan dua kali shalat 'Id di Bekasi. Setelah suami jadi anak yatim piatu, aku mau lebaran pertama harus di rumah orang tua ku. Karena biasanya, selama masih ada mertua.. shalat 'Id di rumah mertua, setelah shalat baru ke Bekasi. Tapi sudah 2 tahun ini, tidak bisa shalat 'Id di Bekasi. Alasannya ... karena ga ada mobil. Hehehe... Sejak si putih di jual, kami jadi ngikutin jadwal Uni Anis terlebih dulu. Dan tidak banyak tempat, hanya satu.. ke Pamulang, rumah mba Prita Kemal Ghani. Setelah dari Pamulang, anter uni dan Ira balik ke Cibubur, dan kami pun lanjut ke Bekasi.
Hanya disayangkan, jalanan di hari pertama lebaran itu luar biasa macetnya.. sehingga kami tidak punya kesempatan untuk pergi ke pulo Gadung, tempat keluarga alm. Bude. Karena biasanya lebaran pertama itu keluarga Bapak ngumpul di sana.
Alhamdulillah nya lebaran tahun ini masih diberi nikmat berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah orang tua masih ada, berkumpul dengan kakak - adik, keponakan, sepupu ... bersyukur.
Alhamdulillah juga lebaran tahun ini aku kembali bisa kasih uang (salam tempel) untuk keponakan-keponakan ... dengan izin Allah, bisa merasakan Ramadhan dan Lebaran tahun depan dengan kondisi lebih baik dari tahun ini. Dan yang tidak kalah penting.. aku bisa berpuasa penuh. Hikss... puasa tahun ini banyak banget bolong nya.. yang berarti.. banyak hutang (puasa) :(
Alhamdulillah bisa kasih uang ke Bapak dan Ibu, walaupun jumlahnya tidak seberapa. Bismillah, smoga diberikan rejeki yang luas oleh Allah yang Maha Kaya.. lebaran tahun depan bisa kasih Ibu dan Bapak serta saudara / keponakan lebih banyak lagi. Aamiiin YRA
Terima kasih ya Allah atas hari ini, kemaren dan esok hari. Berkahilah kami semua, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur. Aamiin YRA
Selamat hari raya Idul Fithri 1435H
Taqaballahu minna wa minkum
Wassalam,
Meli
Monday, July 21, 2014
Kue Lebaran Buatan Nara
Sejak sebelum puasa, Nara sudah ribut minta mau bikin kue lebaran. Ayahnya bilang, "OK nanti bikin nastar sama tata Anis dan tata Ira ya" :D Hehehehe
Karena ayah tau, Ibu Meli ini kurang suka bikin kue.
Jadilah Nara menunggu dan terus menagih, "Kapan beli bahan kue nya? kapan bikin kue nya?" Akhirnya Rabu, 16 Juli kami ke toko bahan kue di Kota Wisata. Tujuan awal mau ke Cikini sambil ngabuburit. Tapi kok yaa... jauh dan mengingat perjalanan pulang akan kena macet, jadi males deh.
She's so exciting! Bantu ambilin terigu, mentega dan bahan-bahan lainnya. Dia merasa "project bikin kue gue nih." Bahkan dia ga sabar pengen nginep di Picasso, padahal rencana bikin kue adalah Minggu setelah sahur.
Hari yang dinantikan tiba, Sabtu memang ada acara buka puasa bareng sepupuan. Saya, suami dan Nasta tidak nginep tapi datang lagi saat sahur.
Baru mulai kerja setelah jam 8-an, Nara serius bantuin lho. Nasta? boro-boro deh :p
Berkali-kali dia mention akan sekolah memasak supaya bisa jadi chef kelak. In syaa Allah, ayah ibu ada rejeki banyak supaya bisa nyekolahin Nara sekolah culinery terbaik yah. Aamiin
Karena ayah tau, Ibu Meli ini kurang suka bikin kue.
Jadilah Nara menunggu dan terus menagih, "Kapan beli bahan kue nya? kapan bikin kue nya?" Akhirnya Rabu, 16 Juli kami ke toko bahan kue di Kota Wisata. Tujuan awal mau ke Cikini sambil ngabuburit. Tapi kok yaa... jauh dan mengingat perjalanan pulang akan kena macet, jadi males deh.
She's so exciting! Bantu ambilin terigu, mentega dan bahan-bahan lainnya. Dia merasa "project bikin kue gue nih." Bahkan dia ga sabar pengen nginep di Picasso, padahal rencana bikin kue adalah Minggu setelah sahur.
Hari yang dinantikan tiba, Sabtu memang ada acara buka puasa bareng sepupuan. Saya, suami dan Nasta tidak nginep tapi datang lagi saat sahur.
Baru mulai kerja setelah jam 8-an, Nara serius bantuin lho. Nasta? boro-boro deh :p
Berkali-kali dia mention akan sekolah memasak supaya bisa jadi chef kelak. In syaa Allah, ayah ibu ada rejeki banyak supaya bisa nyekolahin Nara sekolah culinery terbaik yah. Aamiin
Sunday, July 20, 2014
Menjaga Silaturahim
Bersyukurlah orang-orang yang masih bisa berkumpul, buka puasa dengan saudara-saudaranya. Baik saudara dekat maupun jauh. Menjaga tali silaturahim.
Alhamdulillah
Sejak kepergian mama mertua pada bulan Maret 2014, acara keluarga M. Natsir tidak pernah diadakan dirumah Picasso lagi. Alasan kami sebagai anak adalah, kan masih ada adik-adik mama yang lebih pantas kami datangi. Kalau dulu hari pertama lebaran, malam harinya, pasti diadakan dirumah mama (waktu masih di Depok). Pada dasarnya almarhumah senang menerima tamu. Senang banyak orang dirumah. Iyaa.. saya sebagai menantu lagi kangen mama mertua :)
Walaupun boleh dibilang, tidak terlalu akrab. Apalagi menjelang hari-hari terakhirnya... karena satu dan lain hal :(
Dan ini kali pertama sejak kepergian mama, rumah Picasso ramai lagi. Alhamdulillah. Bersyukur juga, uni Anis dan Ira mau menerima usul tek Abi, adik mama untuk mengadakan buka puasa. Sempat sih saya menawarkan rumah mungil kami, kalau Uni dan Ira ga mau repot. Tapi hehehe... mikir juga... mau taruh dimana semua tamu?
Pada dasarnya keluarga suami, sepupuan ini dekat satu sama lain. Sering ngadain acara. Bahkan dulu waktu saya belum menikah, mereka rutin mengadakan acara kumpul sepupu di awal tahun. Bukan tahun baruan lho. Melainkan tanggal 1 Januari nya. Tapi kebiasaan seru itu menghilang.
Aahh... sudahlah, saya hanya ingin bilang, saya bersyukur karena rumah Picasso ramai lagi. Mungkin kalau mama bisa liat, mama pasti senang. :)
Alhamdulillah
Sejak kepergian mama mertua pada bulan Maret 2014, acara keluarga M. Natsir tidak pernah diadakan dirumah Picasso lagi. Alasan kami sebagai anak adalah, kan masih ada adik-adik mama yang lebih pantas kami datangi. Kalau dulu hari pertama lebaran, malam harinya, pasti diadakan dirumah mama (waktu masih di Depok). Pada dasarnya almarhumah senang menerima tamu. Senang banyak orang dirumah. Iyaa.. saya sebagai menantu lagi kangen mama mertua :)
Walaupun boleh dibilang, tidak terlalu akrab. Apalagi menjelang hari-hari terakhirnya... karena satu dan lain hal :(
Dan ini kali pertama sejak kepergian mama, rumah Picasso ramai lagi. Alhamdulillah. Bersyukur juga, uni Anis dan Ira mau menerima usul tek Abi, adik mama untuk mengadakan buka puasa. Sempat sih saya menawarkan rumah mungil kami, kalau Uni dan Ira ga mau repot. Tapi hehehe... mikir juga... mau taruh dimana semua tamu?
Pada dasarnya keluarga suami, sepupuan ini dekat satu sama lain. Sering ngadain acara. Bahkan dulu waktu saya belum menikah, mereka rutin mengadakan acara kumpul sepupu di awal tahun. Bukan tahun baruan lho. Melainkan tanggal 1 Januari nya. Tapi kebiasaan seru itu menghilang.
Aahh... sudahlah, saya hanya ingin bilang, saya bersyukur karena rumah Picasso ramai lagi. Mungkin kalau mama bisa liat, mama pasti senang. :)
Friday, July 18, 2014
Menikmati Prosesnya
Sabtu, 12 Juli saya menghadiri acara pertemuan orang tua murid dengan guru dan pengurus sekolah. Sosialiasi, bahasa kerennya. Sebenarnya diutamakan untuk orang tua murid baru, bukan murid lama seperti anak-anak saya, Nasta kelas VI dan Nara kelas III.
Pihak sekolah menjelaskan tentang kurikulum 2013, dimana di SDIT Shafa Marwah baru akan diterapkan diajaran 2014 - 2015 ini. Hanya saja, belum semua kelas mendapatkan materi kurikulum 2013. Kelas III dan VI, masih menggunakan kurikulum 2006. Nah!!! Kelas nya Nasta Nara dong?
Sebelumnya saya pernah juga diundang oleh pihak sekolah, karena saya salah satu korlas (koordinator kelas). Secara garis besar saya paham. Tujuan kurikulum 2013 ini adalah untuk membentuk anak yang berbudi pekerti dan berkarakter. Karena tugas guru bukan hanya menilai dengan angka melainkan wajib memberikan penilaian berupa narasi. "Meringankan beban anak," begitu kata kepala sekolahnya.
Murid diharapkan memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan. Lalu apa manfaatnya? Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan, menggunakan kelompok kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah.
Disini guru dituntut untuk menguasai semua bidang studi. Karena tidak ada lagi guru mata pelajaran. Guru wali kelas adalah guru semua mata pelajaran, kecuali olahraga dan agama. Hhmm... ga jauh beda dengan jaman saya SD sebenarnya :)
Lalu bagaimana dengan murid kelas III dan VI, anak-anak saya?? Well, mereka tetap belajar seperti biasa hehehe... dengan materi buku yang berbeda. Bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan kurikulum di kelas selanjutnya? Well, hal ini saya rasa tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Buat saya (dan suami) yang memang tidak mewajibkan anak-anak saya untuk HARUS ranking 1 dikelasnya, perbedaan kurikulum ini bukan hal besar. Menurut saya lho!!
Harapan saya, Nasta Nara tetap bisa belajar dengan senang. Menikmati proses belajar mereka, memahami apa yang mereka pelajari, in syaa Allah hasilnya akan baik.
Aamiin YRA
Pihak sekolah menjelaskan tentang kurikulum 2013, dimana di SDIT Shafa Marwah baru akan diterapkan diajaran 2014 - 2015 ini. Hanya saja, belum semua kelas mendapatkan materi kurikulum 2013. Kelas III dan VI, masih menggunakan kurikulum 2006. Nah!!! Kelas nya Nasta Nara dong?
Sebelumnya saya pernah juga diundang oleh pihak sekolah, karena saya salah satu korlas (koordinator kelas). Secara garis besar saya paham. Tujuan kurikulum 2013 ini adalah untuk membentuk anak yang berbudi pekerti dan berkarakter. Karena tugas guru bukan hanya menilai dengan angka melainkan wajib memberikan penilaian berupa narasi. "Meringankan beban anak," begitu kata kepala sekolahnya.
Murid diharapkan memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan. Lalu apa manfaatnya? Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan, menggunakan kelompok kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar dan strategi pemecahan konflik yang mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah.
Disini guru dituntut untuk menguasai semua bidang studi. Karena tidak ada lagi guru mata pelajaran. Guru wali kelas adalah guru semua mata pelajaran, kecuali olahraga dan agama. Hhmm... ga jauh beda dengan jaman saya SD sebenarnya :)
Lalu bagaimana dengan murid kelas III dan VI, anak-anak saya?? Well, mereka tetap belajar seperti biasa hehehe... dengan materi buku yang berbeda. Bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan kurikulum di kelas selanjutnya? Well, hal ini saya rasa tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Buat saya (dan suami) yang memang tidak mewajibkan anak-anak saya untuk HARUS ranking 1 dikelasnya, perbedaan kurikulum ini bukan hal besar. Menurut saya lho!!
Harapan saya, Nasta Nara tetap bisa belajar dengan senang. Menikmati proses belajar mereka, memahami apa yang mereka pelajari, in syaa Allah hasilnya akan baik.
Aamiin YRA
10 Tahun Usia Blog Ini
Pertama kali punya blog itu tahun 2004, ketika Nasta anak pertama saya berusia 1 tahun. Blog itu pun lebih banyak bercerita tentang Nasta, ya iya laaaah.. namanya juga blog anak :)
Selang beberapa bulan kemudian, saya pun bikin blog sendiri. Ya blog ini. Ya ampuuuun... blog ini sudah 10 tahun usianya... tapi kok... tapi kok... tulisannya masih sedikit yah? Hiks.. harap maklum ya, karena ada masa saya rajin banget nulis... tapi lebih banyak malas nya. Padahal yang saya tulis di blog ini pun, lebih banyak hal-hal atau pengalaman pribadi. Tulisan yang mungkin hanya saya yang menikmati. Tujuan awalnya benar-benar hanya untuk "diary online".
Jaman sekolah dulu punya diary, buku. Rajin nulis? Ya kalo lagi suka sama cowo atau lagi sebel sama seseorang aja. Kalau ga ada cerita menarik, ya ga cerita eh ga nulis.
Agak menyesal juga sebenarnya.. kenapa saya ga rajin nulis ya? Padahal minimal 2 x seminggu, pasti ada cerita dong. Ada kejadian dalam hidup saya, eh maksudnya bukan yang rutin gitu. Tapi kok.. tapi......... Ah sudahlah.
Padahal yah, 5 tahun saya menjalani bisnis MLM Oriflame, dan diwajibkan punya blog / web pribadi yang tujuannya akan menghasilkan prospek 5 - 10 tahun kedepan. Tapi teori dan praktek lebih sering tidak sejalan :(
Blog ini pun sempat terbengkalai, karena ceritanya saya punya web bisnis. Tujuan awalnya, ya saya akan sharing semua informasi yang berhubungan dengan kegiatan saya selaku pebisnis MLM Oriflame.
Ternyata saya suka kangen menulis. Menulis cerita tentang saya... hahaha.. harap maklum. Bukan apa-apa, supaya saya bisa ingat ada peristiwa apa dalam kehidupan saya. Gitu aja sih.
Nah, kalau kamu baru kali ini baca blog ini, salam kenal yah. Ga ada yang istimewa banget kok. Tapi kalau ada salah satu postingan saya yang bermanfaat atau bikin kamu terhibur, Alhamdulillah.
Selang beberapa bulan kemudian, saya pun bikin blog sendiri. Ya blog ini. Ya ampuuuun... blog ini sudah 10 tahun usianya... tapi kok... tapi kok... tulisannya masih sedikit yah? Hiks.. harap maklum ya, karena ada masa saya rajin banget nulis... tapi lebih banyak malas nya. Padahal yang saya tulis di blog ini pun, lebih banyak hal-hal atau pengalaman pribadi. Tulisan yang mungkin hanya saya yang menikmati. Tujuan awalnya benar-benar hanya untuk "diary online".
Jaman sekolah dulu punya diary, buku. Rajin nulis? Ya kalo lagi suka sama cowo atau lagi sebel sama seseorang aja. Kalau ga ada cerita menarik, ya ga cerita eh ga nulis.
Agak menyesal juga sebenarnya.. kenapa saya ga rajin nulis ya? Padahal minimal 2 x seminggu, pasti ada cerita dong. Ada kejadian dalam hidup saya, eh maksudnya bukan yang rutin gitu. Tapi kok.. tapi......... Ah sudahlah.
Padahal yah, 5 tahun saya menjalani bisnis MLM Oriflame, dan diwajibkan punya blog / web pribadi yang tujuannya akan menghasilkan prospek 5 - 10 tahun kedepan. Tapi teori dan praktek lebih sering tidak sejalan :(
Blog ini pun sempat terbengkalai, karena ceritanya saya punya web bisnis. Tujuan awalnya, ya saya akan sharing semua informasi yang berhubungan dengan kegiatan saya selaku pebisnis MLM Oriflame.
Ternyata saya suka kangen menulis. Menulis cerita tentang saya... hahaha.. harap maklum. Bukan apa-apa, supaya saya bisa ingat ada peristiwa apa dalam kehidupan saya. Gitu aja sih.
Nah, kalau kamu baru kali ini baca blog ini, salam kenal yah. Ga ada yang istimewa banget kok. Tapi kalau ada salah satu postingan saya yang bermanfaat atau bikin kamu terhibur, Alhamdulillah.
Berdoa Untuk Indonesiaku
Pemilihan presiden sudah berlalu, "pertempuran" antara relawan pendukung calon presiden masih berlangsung.
Perang di status social media seperti Facebook mengakibatkan ada yang terpaksa unfollow teman bahkan unfriend, yakni tidak mau berteman di Facebook lagi. Hanya gara-gara beda calon presiden.
Tidak hanya itu, dari awal fitnah dan tuduhan yang ntah benar atau tidak, yang asal tuduh pun marak terjadi menyerang kedua belah pihak. Sedih? Iya. Karena sebenarnya siapapun presiden yang akan terpilih, kita .. iyaaa... kita nih.. tetap akan menjadi warga negara Indonesia.
Kalau presiden pilihan kita yang menang, harus dibantu doa supaya beliau amanah. Tidak mengecewakan rakyat nya. Kalaupun kalah, berharap beliau bisa bersikap jantan. Tidak lantas berkoar-koar dan menimbulkan kerugian pada rakyat Indonesia. Iya.. pada kita ini.
Selesai pemilihan tanggal 9 Juli lalu, kedua belah pihak menyatakan kemenangannya. Hehehe... iyaa.. kedua calon presiden menyatakan diri mereka menang. Berdasarkan hasil Quick Count. Belum hasil KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli nanti.
Seharusnya, iyaaa... seharusnya.. baik calon presiden maupun team pendukungnya, bisa duduk manis dan bersinergi bareng. Karena siapapun yang akan terpilih menjadi presiden Republik Indonesia ke-7 adalah hasil pilihan rakyat. Pilihan kitaaaa...
Dukung dulu.
Alhamdulillah kita nih, rakyat Indonesia sudah merayakan pesta demokrasi. Dimana tidak semua rakyat negara lain merasakan apa yang kita rasakan. Bersyukurlah.
Nah yang tanggal 9 Juli kemaren sudah menggunakan hak pilih maupun yang tidak menggunakan hak suara nya, jangan bikin masalah yaaa... jangan complaint, jangan ngomel dan jangan sinis. Karena namanya mau perubahan hidup lebih baik, ya harus sabar. Presiden kita kelak bukan Superman ... jangan tuntut 100 hari langsung bisa beres semua masalah.
Jadi warga negara yang baik. Yang juga berkontribusi menjaga keutuhan dan keamanan negara. Bikin Indonesia bangga, dengan apapun yang kamu kerjakan. Berprestasilah, disemua bidang!
Bismillah, smoga Republik Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin YRA
Perang di status social media seperti Facebook mengakibatkan ada yang terpaksa unfollow teman bahkan unfriend, yakni tidak mau berteman di Facebook lagi. Hanya gara-gara beda calon presiden.
Tidak hanya itu, dari awal fitnah dan tuduhan yang ntah benar atau tidak, yang asal tuduh pun marak terjadi menyerang kedua belah pihak. Sedih? Iya. Karena sebenarnya siapapun presiden yang akan terpilih, kita .. iyaaa... kita nih.. tetap akan menjadi warga negara Indonesia.
Kalau presiden pilihan kita yang menang, harus dibantu doa supaya beliau amanah. Tidak mengecewakan rakyat nya. Kalaupun kalah, berharap beliau bisa bersikap jantan. Tidak lantas berkoar-koar dan menimbulkan kerugian pada rakyat Indonesia. Iya.. pada kita ini.
Selesai pemilihan tanggal 9 Juli lalu, kedua belah pihak menyatakan kemenangannya. Hehehe... iyaa.. kedua calon presiden menyatakan diri mereka menang. Berdasarkan hasil Quick Count. Belum hasil KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli nanti.
Seharusnya, iyaaa... seharusnya.. baik calon presiden maupun team pendukungnya, bisa duduk manis dan bersinergi bareng. Karena siapapun yang akan terpilih menjadi presiden Republik Indonesia ke-7 adalah hasil pilihan rakyat. Pilihan kitaaaa...
Dukung dulu.
Alhamdulillah kita nih, rakyat Indonesia sudah merayakan pesta demokrasi. Dimana tidak semua rakyat negara lain merasakan apa yang kita rasakan. Bersyukurlah.
Nah yang tanggal 9 Juli kemaren sudah menggunakan hak pilih maupun yang tidak menggunakan hak suara nya, jangan bikin masalah yaaa... jangan complaint, jangan ngomel dan jangan sinis. Karena namanya mau perubahan hidup lebih baik, ya harus sabar. Presiden kita kelak bukan Superman ... jangan tuntut 100 hari langsung bisa beres semua masalah.
Jadi warga negara yang baik. Yang juga berkontribusi menjaga keutuhan dan keamanan negara. Bikin Indonesia bangga, dengan apapun yang kamu kerjakan. Berprestasilah, disemua bidang!
Bismillah, smoga Republik Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin YRA
Sunday, March 09, 2014
Anak (anak) UTS, Emak Stress?
Sebenarnya, sebenarnya yaaa... aku tuh mencoba untuk membiasakan diri tidak stress saat anak-anak mau ulangan. Tapi iyaaa... pada prakteknya, frekuensi teriakan untuk meminta Nasta Nara belajar, jadi lebih sering.
Sama?
Toss ah! Hehehe
Gimana ga bikin ayah ibu nya jadi tarzan di rumah, kalau saat diminta belajar mereka asik aja kasih alasan. Kalau pun abis buka buku, ga sampe 10 menit. Abis itu? Sibuk dengan urusan lain lagi.
Yaa.. urusan ini emang never ending story, selama mereka masih sekolah, dan aku masih jadi ibu nya hehehehe...
Belajar juga dari pengalaman ku, kalau belajar nya di paksa pun, ga akan masuk ke otak. Dan sebagai Ibu aku bantu doa aja deh. Sekalian memotivasi mereka dengan mengatakan, "Nak, kalau ga pake belajar, mungkin nilai kakak / ade hanya 7 atau 8. Tapi kalau pake belajar, insyaa Allah bisa 10 loh."
Beres?
Tetep sih ada teriakan juga
Ah percaya ma anak aja deh.
Bismillah
Sama?
Toss ah! Hehehe
Gimana ga bikin ayah ibu nya jadi tarzan di rumah, kalau saat diminta belajar mereka asik aja kasih alasan. Kalau pun abis buka buku, ga sampe 10 menit. Abis itu? Sibuk dengan urusan lain lagi.
Yaa.. urusan ini emang never ending story, selama mereka masih sekolah, dan aku masih jadi ibu nya hehehehe...
Belajar juga dari pengalaman ku, kalau belajar nya di paksa pun, ga akan masuk ke otak. Dan sebagai Ibu aku bantu doa aja deh. Sekalian memotivasi mereka dengan mengatakan, "Nak, kalau ga pake belajar, mungkin nilai kakak / ade hanya 7 atau 8. Tapi kalau pake belajar, insyaa Allah bisa 10 loh."
Beres?
Tetep sih ada teriakan juga
Ah percaya ma anak aja deh.
Bismillah
Wednesday, February 26, 2014
Membentuk Karakter Rajin
Bagaimana tetap rajin atau tidak malas dalam memperjuangkan impian?
Kultwit #rajin @AndrieWongso
- Sebenarnya jawabannya sederhana : LAKUKAN saja, jangan terlalu banyak memikirkan cara menjadi #rajin tapi tidak melakukan apapun.
- Jangan terpaku pada cara menghilangkan kemalasan, tapi fokuskan energi untuk mengambil tindakan dan mulai kerjakan saja.
- Namun untuk melengkapi jawaban tersebut, saya akan berbagi beberapa tips yang semoga bermanfaat untuk kita semua.
- Hal paling mendasar yang bisa membuat kita menjadi #rajin adalah tentukan TUJUAN. Untuk tujuan apa kita mengerjakan semua itu?
- Karena tanpa tujuan yang jelas, kita tidak tahu kemana kita melangkah. Dengan tidak tahu kemana melangkah, bisa menjadi lelah.
- Cara lain untuk meningkatkan karakter #rajin adalah mengenali apa saja yang menghambat kita menjadi pribadi yang #rajin.
- Misal : sering berpikir bahwa besok masih bisa dikerjakan dan jadinya menunda. Akhirnya sikap miskin mental yang terbentuk.
- Sebaliknya, berpikirlah bahwa hari ini adalah kesempatan terbaik, besok masih ada tanggungjawab lain dan saya ingin jadi produktif.
- Ingat, #rajin terbentuk dari konsitensi yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan dan karakter. Bukan sekedar dipikirkan caranya.
- Contoh lain: beralasan lupa. Jika kita melewatkan pekerjaan kecil karena sering lupa, buatlah reminder di HP anda.
- Intinya, lakukan berbagai trik untuk menjadikan diri kita #rajin dan tidak mencari-cari alasan untuk menutupi kemalasan.
- Ingat kembali, Success is My Right! Bukan sekedar slogan, tapi tekad kuat untuk meraih sukses. Dan #rajin adalah syarat wajib.
- Tidak ada kesuksesan jika kita malas! Ubah cara pikir kita, tentukan tujuan, dan ulangi hingga #rajin menjadi karakter kita
- Seseorang yang bekerja dengan mendedikasikan keahilannya dengan #rajin, disiplin dan kesungguhan hati, hasilnya pasti MAKSIMAL!
Kultwit #rajin @AndrieWongso
Monday, January 27, 2014
Bersyukur
Sudah menjelang akhir bulan dan ga punya resolusi di tahun 2014?
Bagaimana kalau saya bersyukur saja?
Alhamdulillah tahun 2013 sudah dilewati dan jumlah keluarga inti masih lengkap. Suami dan anak-anak sehat. Bapak dan Ibu sehat. Kakak-kakak dan adik sehat, begitu juga dengan pasangan mereka masing-masing. Keponakan sehat semua dan tahun lalu nambah 1 keponakan cowo lagi.
Belum lagi dari sepupu-sepupu tercinta, tambah 2 orang keponakan di tahun 2013. Alhamdulillah.
Alhamdulillah saya masih bertahan menjalankan bisnis MLM Oriflame, belum naik level memang, tapi Alhamdulillah tidak turun level (penghiburan diri).
Alhamdulillah masih diberi kepercayaan punya downline-downline baru.
Besar harapan, tentu saja naik level di tahun 2014. Yang pasti nya tidak bisa menggunakan cara kerja yang sama dengan tahun 2013. Harus lebih baik dari tahun lalu. Bukan sekedar tulisan atau ucapan ya Mel, lakukan!!!
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah
“Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Bagaimana kalau saya bersyukur saja?
Alhamdulillah tahun 2013 sudah dilewati dan jumlah keluarga inti masih lengkap. Suami dan anak-anak sehat. Bapak dan Ibu sehat. Kakak-kakak dan adik sehat, begitu juga dengan pasangan mereka masing-masing. Keponakan sehat semua dan tahun lalu nambah 1 keponakan cowo lagi.
Belum lagi dari sepupu-sepupu tercinta, tambah 2 orang keponakan di tahun 2013. Alhamdulillah.
Alhamdulillah saya masih bertahan menjalankan bisnis MLM Oriflame, belum naik level memang, tapi Alhamdulillah tidak turun level (penghiburan diri).
Alhamdulillah masih diberi kepercayaan punya downline-downline baru.
Besar harapan, tentu saja naik level di tahun 2014. Yang pasti nya tidak bisa menggunakan cara kerja yang sama dengan tahun 2013. Harus lebih baik dari tahun lalu. Bukan sekedar tulisan atau ucapan ya Mel, lakukan!!!
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah
“Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Friday, December 13, 2013
Peran Ibu Dalam Membentuk Karakter Anak
Wa qadhaa rabbuka alla ta'buduu illaa iyyahu wa bil waalidaini ihsaanan immaa yablughanna 'indakal kibara ahaduhumaa au kilaahumaa fa laa taqul lahumaa uffiw wa laa tanharhumaa wa qul lahumaa qaulan kariimaa
Arti : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya "ah", dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.
[Al Israa' ayat 23]
Hampir semua orang tua mengharapkan anak yang sholeh/sholeha, tapi apakah anak sholeh/sholeha itu bisa langsung didapatkan? Peran orang tua untuk membina anak-anaknya sangat penting.
Anak adalah investasi, itu yang biasa di sebut kan? Investasi seperti apa? Namanya investasi tentu ada modal yang harus dikeluarkan. Modalnya apa?
Ridha Allah adalah ridha orang tua, maka sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua. Saling mendoakan.
Lalu bagaimana peran Ibu dalam membentuk karakter anak? Perlu diingat untuk membentuk karakter seorang muslim/muslimah perlu hal-hal dibawah ini :
1. Identitas diri (laki-laki dan perempuan)
2. Islam
3. Iman
4. Taat
5. Jujur
6. Sabar
7. Khusyu
8. Dermawan
9. Puasa
10. Menjaga kemaluan (dari berbuat zinah)
11. Dzikir
Sudah dijelaskan dalam Al Qur'an, bahwa identitas diri sebagai laki-laki atau perempuan terdapat dalam surat Al Hujuraat ayat 13, surat An Nisaa ayat 1 dan surat An Nuur ayat 30-31.
Pentingnya untuk mendidik anak sesuai kodrat mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Karena dengan mengetahui identitas mereka, akan paham bahwa tugas seorang laki muslim dan perempuan muslimah itu berbeda. Dengan mengetahui tugas-tugas sesuai jenis kelamin ini, maka diharapkan karakter anak akan baik, insyaa Allah.
Selanjutnya untuk nomor 2 - 11 akan mudah dilakukan, insyaa Allah.
Peran Ibu dalam membentuk karakter anak di mulai dari rumah. Smoga dengan memahami hal-hal diatas, Ibu akan mengetahui bagaimana membuat rumah adalah surga bagi anak-anak dan suami nya.
Bayti Jannati, rumahku surgaku
Wallahualam bishawab
Arti : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya "ah", dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.
[Al Israa' ayat 23]
Hampir semua orang tua mengharapkan anak yang sholeh/sholeha, tapi apakah anak sholeh/sholeha itu bisa langsung didapatkan? Peran orang tua untuk membina anak-anaknya sangat penting.
Anak adalah investasi, itu yang biasa di sebut kan? Investasi seperti apa? Namanya investasi tentu ada modal yang harus dikeluarkan. Modalnya apa?
Ada sebuah kisah seorang pemuda ahli ibadah bernama Al Qomah. Suatu hari Al Qomah jatuh sakit dan sedang sakratul maut, anehnya bagi seorang ahli ibadah, Al Qomah tidak mampu mengucapkan kalimat "La-ilaa-ha-illallah". Sehingga istrinya meminta bantuan Rasulullah SAW. Diketahui Al Qomah masih memiliki Ibu, lalu Rasulullah SAW memanggil Ibu dari Al Qomah. Dan menanyakan apakah ada masalah antara sang Ibu dengan Al Qomah. Maka sang Ibu pun menjelaskan bahwa memang Ia murka dengan Al Qomah dikarenakan sudah 3 kali Al Qomah menyakiti hatinya dengan mementingkan istrinya terlebih dulu.
Lalu Rasulullah SAW meminta sang Ibu untuk memaafkan, jika tidak Rasulullah akan membakar badan Al Qomah di depan sang Ibu. Namanya seorang Ibu, tentu tidak rela anaknya disakiti, maka Ia pun memaafkan Al Qomah. Dan akhirnya Al Qomah bisa melafalkan kalimat La-ilaa-ha-illallah.
Ridha Allah adalah ridha orang tua, maka sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua. Saling mendoakan.
Lalu bagaimana peran Ibu dalam membentuk karakter anak? Perlu diingat untuk membentuk karakter seorang muslim/muslimah perlu hal-hal dibawah ini :
1. Identitas diri (laki-laki dan perempuan)
2. Islam
3. Iman
4. Taat
5. Jujur
6. Sabar
7. Khusyu
8. Dermawan
9. Puasa
10. Menjaga kemaluan (dari berbuat zinah)
11. Dzikir
Sudah dijelaskan dalam Al Qur'an, bahwa identitas diri sebagai laki-laki atau perempuan terdapat dalam surat Al Hujuraat ayat 13, surat An Nisaa ayat 1 dan surat An Nuur ayat 30-31.
Pentingnya untuk mendidik anak sesuai kodrat mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Karena dengan mengetahui identitas mereka, akan paham bahwa tugas seorang laki muslim dan perempuan muslimah itu berbeda. Dengan mengetahui tugas-tugas sesuai jenis kelamin ini, maka diharapkan karakter anak akan baik, insyaa Allah.
Selanjutnya untuk nomor 2 - 11 akan mudah dilakukan, insyaa Allah.
Peran Ibu dalam membentuk karakter anak di mulai dari rumah. Smoga dengan memahami hal-hal diatas, Ibu akan mengetahui bagaimana membuat rumah adalah surga bagi anak-anak dan suami nya.
Bayti Jannati, rumahku surgaku
Wallahualam bishawab
Thursday, November 21, 2013
Berkunjung Ke Telaga Arwana Cibubur
Lebih dari lima tahun saya tinggal di Legenda Wisata, dan baru pertama kali berkunjung ke Telaga Arwana Cibubur. Lokasinya yang sedikit "terbelakang" dari jalan utama Alternative Trans Yogi, masuk melalui jalan setelah pom bensin Pertamina, sebelum perumahan Mahogany. Hanya bisa satu mobil. Itu pikiran awal saya, ternyata jalan sempit itu hanya sekitar 100meter saja, karena sisanya ... jalanan lebar.
Penasaran dengan Saung Mang Engking. Waktu tinggal di Depok pun belum pernah berkunjung ke Saung Mang Engking yang di UI itu. Tempatnya luas, tempat makannya ada yang berupa saung di pinggiran danau, ada juga yang restaurant. Ada area bermain dan juga kolam renang.
Makanan? Seperti yang bisa dilihat di gambar atas, banyak pilihan makanan. Dan saat itu kami memilih ikan gurame bakar, udang bakar madu, cumi goreng tepung, yang ikan penuh cabe bawang itu saya lupa namanya, karedoknya enak banget. Enak semua deh makanannya.
Siapin uang yang banyak aja deh kalau berniat kesana :)
Mulai dari melukis di caping, ATP, Flying Fox, kerajinan keramik, mengambil ikan di kolam, dll.
Saya merekomendasikan pembaca yang mau makan di Saung Mang Engking ini deh (tanpa komisi hehehe), kalau untuk Sabtu - Minggu dan hari libur, sebaiknya reservasi dulu jika mau duduk di saung pinggir danau yah. Dan perlu diketahui, ada batas maksimal penggunaan saung.
Buat yang bawa anak, sangat disarankan bawa baju ganti. Siapa tahu tergoda untuk naik perahu atau nemenin anaknya ambil ikan di kolam
Selamat mencoba dan have a great time!
Penasaran dengan Saung Mang Engking. Waktu tinggal di Depok pun belum pernah berkunjung ke Saung Mang Engking yang di UI itu. Tempatnya luas, tempat makannya ada yang berupa saung di pinggiran danau, ada juga yang restaurant. Ada area bermain dan juga kolam renang.
Makanan? Seperti yang bisa dilihat di gambar atas, banyak pilihan makanan. Dan saat itu kami memilih ikan gurame bakar, udang bakar madu, cumi goreng tepung, yang ikan penuh cabe bawang itu saya lupa namanya, karedoknya enak banget. Enak semua deh makanannya.
Siapin uang yang banyak aja deh kalau berniat kesana :)
Mulai dari melukis di caping, ATP, Flying Fox, kerajinan keramik, mengambil ikan di kolam, dll.
Saya merekomendasikan pembaca yang mau makan di Saung Mang Engking ini deh (tanpa komisi hehehe), kalau untuk Sabtu - Minggu dan hari libur, sebaiknya reservasi dulu jika mau duduk di saung pinggir danau yah. Dan perlu diketahui, ada batas maksimal penggunaan saung.
Buat yang bawa anak, sangat disarankan bawa baju ganti. Siapa tahu tergoda untuk naik perahu atau nemenin anaknya ambil ikan di kolam
Selamat mencoba dan have a great time!
Wednesday, November 20, 2013
Anak Sholeha Dambaan Orang Tua
Lebih bangga mana punya anak yang hafal semua jenis lagu atau hafal Al Qur'an? Tanpa disadari banyak orang tua muslim lebih sering memperdengarkan lagu-lagu daripada bacaan Al Qur'an. Besar kemungkinan karena orang tua sendiri tidak paham, atau tidak bisa membaca Al Qur'an.
Siapa diantara pembaca yang saat hamil sering memperdengarkan lagu klasik Mozart? Tenang :)
Karena saya termasuk salah satu diantaranya. Dengan harapan sang anak lebih cerdas kelak.
Menurut penjelasan seorang ustad, bayi dalam kandungan mendengarkan suara itu bukan dari luar perut, melainkan hanya dari sang Ibu. Jadi apapun yang dibicarakan Ibu saat mengandung, itulah yang di dengar calon bayi. Jadi buat yang sedang hamil, mulai dari sekarang baca Al Qur'an jauuuh lebih bagus dan bermanfaat dibandingkan menempelkan ear phone ke perut :D
Mengharapkan anak yang bagus ahlaknya, tentu membanggakan orang tua. Tapi bagaimana orang tua mendidik anaknya terlebih dulu.
Karena anak meniru orang tua.
Smoga saya dan pembaca dikaruniai Allah SWT anak-anak yang sholeh / sholeha, anak yang mendoakan orang tua, yang menjaga nama orang tua dengan memiliki akhlak yang berkarakter, mandiri, patuh pada orang tua, dan tidak kalah pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT, yang memberi kita semua nikmat sehat, nikmat hidup dan kelak nikmat mati dengan khusnul khotimah.
Siapa diantara pembaca yang saat hamil sering memperdengarkan lagu klasik Mozart? Tenang :)
Karena saya termasuk salah satu diantaranya. Dengan harapan sang anak lebih cerdas kelak.
Menurut penjelasan seorang ustad, bayi dalam kandungan mendengarkan suara itu bukan dari luar perut, melainkan hanya dari sang Ibu. Jadi apapun yang dibicarakan Ibu saat mengandung, itulah yang di dengar calon bayi. Jadi buat yang sedang hamil, mulai dari sekarang baca Al Qur'an jauuuh lebih bagus dan bermanfaat dibandingkan menempelkan ear phone ke perut :D
Mengharapkan anak yang bagus ahlaknya, tentu membanggakan orang tua. Tapi bagaimana orang tua mendidik anaknya terlebih dulu.
Karena anak meniru orang tua.
Smoga saya dan pembaca dikaruniai Allah SWT anak-anak yang sholeh / sholeha, anak yang mendoakan orang tua, yang menjaga nama orang tua dengan memiliki akhlak yang berkarakter, mandiri, patuh pada orang tua, dan tidak kalah pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT, yang memberi kita semua nikmat sehat, nikmat hidup dan kelak nikmat mati dengan khusnul khotimah.
Sunday, July 28, 2013
Ciri-ciri Orang Bertaqwa
Orang taqwa itu sabar
Kesabaran dan ketaqwaan bisa diukur. Contohnya perilaku saat berkendaraan. Seberapa banyak membunyikan klakson atau mengumpat selamat menyetir kendaraan? Jika masih sering akibat tidak sabaran, berarti tingkat ketakwaan masih rendah.
QS Ali-Imran ayat 17
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Orang sabar juga banyak kebaikannya. Man Shabara Zhafira - orang yang sabar ia beruntung.
Jadi mari memupuk kesabaran supaya kita menjadi lebih takwa kepada Allah SWT.
Orang taqwa itu jujur
Ucapan benar, perbuatan benar, hati nya benar. Semua nya sinkron. Terhadap diri sendiri harus jujur, apalagi terhadap orang lain. Kejujuran bisa diukur. Jika pasangan kita merasakan kejujuran, jika orang tua merasakan kejujuran kita, jika anak merasakan kejujuran kita, jika atasan / teman kerja, partner bisnis merasakan kejujuran kita. Maka Insyaa Allah Allah sudah memberkahi kita menjadi orang yang jujur.
Jujur terhadap pasangan itu wajib, supaya hidup diberkahi Allah SWT.
Orang taqwa itu dermawan
Menyadari bahwa harta yang didapat adalah dari Allah SWT, sudah sewajarnya untuk dikeluarkan kembali di jalan Allah SWT. Banyak cara untuk "membeli" pahala dengan harta yang kita miliki. Antara lain bersedekah.
Dengan hartanya bisa memberi manfaat ke orang-orang sekitarnya. Karena Allah SWT menyukai orang-orang yang bermanfaat.
Orang taqwa itu suka shalat Tahajud
Dikisahkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat malam, padahal Rasulullah SAW adalah manusia yang dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. Aisyah RA menanyakan hal ini, "Ya Rasul, kenapa Engkau masih rajin shalat malam, padahal Allah sudah menjanjikan surga untuk mu?
Rasulullah SAW menjawab, "Justru karena Allah sudah menjanjikan surga untuk ku, maka aku bersyukur."
Orang yang bertaqwa menjadikan shalat wajib dan shalat sunah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
Bukan berarti shalat saat membutuhkan pertolongan Allah itu salah. Hanya saja jangan berhenti saat Allah sudah memberikan yang kita butuhkan. Lanjut terus.
Wallahu a'lam bishawab
Kesabaran dan ketaqwaan bisa diukur. Contohnya perilaku saat berkendaraan. Seberapa banyak membunyikan klakson atau mengumpat selamat menyetir kendaraan? Jika masih sering akibat tidak sabaran, berarti tingkat ketakwaan masih rendah.
QS Ali-Imran ayat 17
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Orang sabar juga banyak kebaikannya. Man Shabara Zhafira - orang yang sabar ia beruntung.
Jadi mari memupuk kesabaran supaya kita menjadi lebih takwa kepada Allah SWT.
Orang taqwa itu jujur
Ucapan benar, perbuatan benar, hati nya benar. Semua nya sinkron. Terhadap diri sendiri harus jujur, apalagi terhadap orang lain. Kejujuran bisa diukur. Jika pasangan kita merasakan kejujuran, jika orang tua merasakan kejujuran kita, jika anak merasakan kejujuran kita, jika atasan / teman kerja, partner bisnis merasakan kejujuran kita. Maka Insyaa Allah Allah sudah memberkahi kita menjadi orang yang jujur.
Jujur terhadap pasangan itu wajib, supaya hidup diberkahi Allah SWT.
Orang taqwa itu dermawan
Menyadari bahwa harta yang didapat adalah dari Allah SWT, sudah sewajarnya untuk dikeluarkan kembali di jalan Allah SWT. Banyak cara untuk "membeli" pahala dengan harta yang kita miliki. Antara lain bersedekah.
Dengan hartanya bisa memberi manfaat ke orang-orang sekitarnya. Karena Allah SWT menyukai orang-orang yang bermanfaat.
Orang taqwa itu suka shalat Tahajud
Dikisahkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat malam, padahal Rasulullah SAW adalah manusia yang dijanjikan masuk surga oleh Allah SWT. Aisyah RA menanyakan hal ini, "Ya Rasul, kenapa Engkau masih rajin shalat malam, padahal Allah sudah menjanjikan surga untuk mu?
Rasulullah SAW menjawab, "Justru karena Allah sudah menjanjikan surga untuk ku, maka aku bersyukur."
Orang yang bertaqwa menjadikan shalat wajib dan shalat sunah sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
Bukan berarti shalat saat membutuhkan pertolongan Allah itu salah. Hanya saja jangan berhenti saat Allah sudah memberikan yang kita butuhkan. Lanjut terus.
Wallahu a'lam bishawab
Wednesday, July 24, 2013
Menghafal Qur'an Semudah Senyum
(H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Darami)
Masih banyak lagi faidah menjadi seorang hafidz Qur'an.
Dulu belajar Qur'an hanya waktu sekolah dasar, itu pun tidak sampai khatam. SMP - kuliah, boro-boro baca Qur'an (Astaghfirullah). Shalat 5 waktu pun angin-anginan. Ya belajar dari kesalahan masa lalu, telat, biarin aja, sejak tahun lalu mulai lagi belajar Qur'an. Mulai ada rasa ingin bisa dan harus khatam Qur'an. Mulai ada rasa ingin bisa hafal Qur'an, dan berharap sangat anak-anak ku - Puti Nasheeta dan Puti Nara Marteeza bisa hafidz Qur'an. Insyaa Allah Aamiiin YRA
Sabtu - Minggu lalu Nasta Nara mengikuti pesantren kilat yang diadakan oleh Masjid Al-Ittihad Legenda Wisata. Salah satu penceramah adalah ustad Boby Herwibowo memberikan topik Menghafal Qur'an Semudah Tersenyum.
Pertama-tama Ustad Boby bertanya, "Siapa yang sudah hafidz Qur'an?" Hanya sedikit yang angkat tangan, itu pun tidak hafal 30 juz, melainkan hanya beberapa juz saja. Tausiyah diberikan ba'da shalat Dzhuhur, jadi yang habis shalat bisa ikutan mendengarkan. Tidak hanya peserta sanlat.
Lalu Ustad Boby meminta peserta sanlat untuk menulis 5 buah benda. Selanjutnya memanggil 4 orang anak. Ustad meminta anak pertama untuk membacakan kelima benda yang sudah ditulis.
1. buku
2. meja
3. kursi
4. besi
5. iqra
Dan Ustad bisa mengucapkan kelima kata bolak balik tanpa perlu menghafal lama.
Anak kedua membacakan kelima benda lagi.
6. mobil
7. Al Qur'an
8. rumah
9. hotel
10. motor
Dan lagi Ustad membaca kesepuluh kata benda tersebut dari urutan satu hingga sepuluh dan dibaca juga dari urutan akhir ke pertama.
Anak ketiga membacakan kelima benda lagi.
11. sajadah
12. kotak amal
13. speaker
14. kipas angin
15. motor
Kembali Ustad membacakan kelimabelas kata benda - bolak balik - tanpa banyak berpikir (untuk menghafal)
Anak keempat membacakan kelima benda pilihannya.
16. buku
17. kursi
18. Meja
19. Pensil
20. Al Qur'an
Dan lagi Ustad Boby berhasil bikin kagum kami semua yang mengikutinya. Ditantang, ada yang bisa ga? Sebagian besar hanya bisa tersenyum.
Lalu ustad meminta kami untuk menulis kata demi kata di atas sebuah kertas. Lalu diberi waktu 2 menit untuk menghafal dari urutan 1 hingga 20, bolak balik!
Hasilnya? 15 orang yang berusaha maju tapi semuanya gagal.
Ada yang hampir berhasil hingga urutan ke 20, tapi ga bisa mengucapkan dari 20 ke 1.
Apa yang dilakukan pak Ustad? Beliau mengatakan, "letakkan pensil dan kertas Anda semua, lalu dengarkan saya dan bayangkan."
Saya memegang sebuah BUKU dan menaruhnya di atas MEJA yang dibawahnya ada KURSI, disampingnya ada BESI panjang dan diujung besi itu ada IQRA.
Saya berjalan menuju MOBIL sambil membawa sebuah AL-QUR'AN yang saya bawa dari RUMAH dan pergi ke HOTEL naik MOTOR. Didalam kamar ada SAJADAH yang diatasnya ada KOTAK AMAL dan SPEAKER, dipojok kamar ada KIPAS ANGIN dan lukisan pria yang sedang duduk di atas MOTOR. Dibawah lukisan ada BUKU yang diletakkan di atas KURSI dimana ujung kursi tersebut ada MEJA bundar dan beberapa PENSIL yang bisa digunakan untuk menjadi alat tunjuk saat membaca AL-QUR'AN.
Selesai menceritakan hal diatas, Ustad memanggil seorang bapak dan ajaibnya beliau bisa menyebutkan keduapuluh nama benda yang dimaksud!
Hal ini yang disebut menghafal Qur'an dengan menggunakan otak kanan.
Lalu Ustad Boby menceritakan bahwa ayat-ayat Al Qur'an diturunkan bukan dalam bentuk tulisan. Tidak juga berurutan sebagaimana isi Alqur'an seperti yang kita ketahui.
Nabi Muhammad SAW saat mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira hanya diberikan 5 ayat dari surat Al Alaq. Nabi SAW tidak bisa menulis, juga membaca. Kelima ayat tersebut diperdengarkan sebanyak 3x oleh Malaikat Jibril. Pulang dari Gua Hira Nabi SAW dengan ketakutan bercerita ke istrinya Siti Khadijah mengenai pengalamannya itu.
Tarik garis bawah, MENDENGARKAN DAN MENCERITAKAN. Itulah yang cara yang efektif untuk menghafal Qur'an.
Menghafal Qur'an dengan cara membaca dan "menghafal" tidak menjamin hafalan akan bertahan lama. Tapi memahami arti dan membayangkan arti ayat demi ayat Insyaa Allah itu cara terbaik untuk menghafal Qur'an.
Wallahu a'lam bishawab
Tuesday, July 09, 2013
Berharap Keajaiban
Ketika rencana manusia tidak terwujud sesuai harapan, jangan buru-buru bilang, "Rencana Allah pasti yang terindah". Kenapa? Tanyakan dulu ke dalam hati yang paling dalam, apa penyebabnya?
Sudahkah manusia berusaha sekuat tenaga dan pikirannya?
Sudahkah melakukan apa saja untuk mewujudkannya?
Sudahkah bekerja keras?
Sudahkah konsisten mengerjakannya?
Jika hati sendiri meragukannya, bukan tak mustahil memang kita belum melakukan apapun.
Berharap keajaiban
Padahal tidaklah suatu hal besar terjadi tanpa tindakan besar
Layaknya seorang anak TK menginginkan mobil sport sebagai hadiah ulang tahunnya, manalah mungkin.
Tingkatkan keahlian, tingkatkan usaha, tingkatnya kerja keras nya..
Masihkah sekarang "pasrah" dan membiarkan hati merajuk ke Allah. Padahal sudah jelas-jelas Allah mengatakan, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)
Sudahkah manusia berusaha sekuat tenaga dan pikirannya?
Sudahkah melakukan apa saja untuk mewujudkannya?
Sudahkah bekerja keras?
Sudahkah konsisten mengerjakannya?
Jika hati sendiri meragukannya, bukan tak mustahil memang kita belum melakukan apapun.
Berharap keajaiban
Padahal tidaklah suatu hal besar terjadi tanpa tindakan besar
Layaknya seorang anak TK menginginkan mobil sport sebagai hadiah ulang tahunnya, manalah mungkin.
Tingkatkan keahlian, tingkatkan usaha, tingkatnya kerja keras nya..
Masihkah sekarang "pasrah" dan membiarkan hati merajuk ke Allah. Padahal sudah jelas-jelas Allah mengatakan, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105)
Sunday, June 16, 2013
Perjalanan Dalam Mimpi
Belum juga libur, Nara sudah menyampaikan keinginannya. "Aku mau liburan ke Singapur!" Lain Nara lain juga kakaknya, "Aku mau ke Bali"
Biasanya saya atau ayahnya hanya tersenyum dan mengamini. Lah yah gimana ga senyum, baru juga dari Padang. Belum ada budget lagi buat jalan-jalan kan hehehe...
Suatu hari dia menangis, lupa karena hal apa, tapi ujung-ujungnya dia ngotot minta pergi ke Singapur, "Sekarang juga berangkat!" hahahah... dikira ke Singapore itu ke Plaza Cibubur kali ya?
Alhasil untuk menenangkan Nara, saya mencoba metoda "membayangkan" :)
Bagaimana caranya? Semi hipnotherapi gitu deh.
Me : Ade sekarang tutup mata, kita sekarang ke Singapore. Pertama-tama kita sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta nih. Ade kasih tiket ke petugas, lalu kita check in. Koper yang ade bawa di taruh di ban berjalan untuk ditimbang. Selanjutnya kita mau boarding nih, nunggu di ruangannya. Ga lama dapat panggilan untuk masuk pesawat deh. Ade duduk sama Ibu, kakak duduk sama ayah. Satu jam 40 menit kemudian, kita sampai deh di bandara Changi. Bandara nya luaaaaaaaaaaaas banget, baguuuss. Kita berempat keluar menuju terminal MRT, karena kita nginep di daerah Orchad. Ibu booking 2 kamar, satu untuk ayah ibu, satu kamar lagi untuk adik kakak.
Kenapa saya melakukan hal itu? Karena saya mau mengajarkan Nara dan juga Nasta memvisualisiasikan keinginannya.
Wednesday, June 12, 2013
Belajar Terus
Seminggu yang lalu, guru ngaji ku sudah pengumuman, "Minggu depan ulangan ya" Hah? Ngaji ada ulangannya? Iyaaa.. karena kami belajar tahsin, dimana ilmu-ilmu huruf itu harus benar. Misalkan nun mati ketemu huruf mim istilah nya apa dan dibacanya bagaimana :D
Dan bodohnya, aku lupa kalau ada ulangan. Alhasil ga belajar sama sekali :(
Ga ada nilai untuk ulangan ini. Hanya ngerasa bodoh aja. Padahal kalau pun belajar ya belum tentu juga akan dapat nilai 100 hihihi...
Alhamdulillah aku di kasih kesempatan untuk bisa belajar ngaji ini. Karena cara baca setiap huruf hijaiyah itu berbeda. Berbeda dengan cara baca waktu aku kecil dulu. Dan belajar dengan guru langsung itu wajib. Karena ada pengucapan yang harus melihat contoh. Sempet bikin frustasi juga loh. Tapi karena tujuannya jelas, pengen bisa mengaji Qur'an dengan baik dan benar. Insyaa Allah diniatkan juga untuk hafal Qur'an, wuiihhh.. Subhanallah :) Aaamiiin YRA
Aku termasuk yang jarang bolos ngaji, kecuali kalau memang ada urusan yang tidak bisa dikerjakan setelah ngaji.
Beneran deh, waktu di kasih soal nya. Aku hanya bisa bengong garuk-garuk karpet :(
Coba jawab, ternyata salah semua wkwkwkw....
Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa kemaren itu, jangan anggap enteng buku pelajaran yang diberikan bu ustadzah. Dipelajari.
#menundukmalu
Dan bodohnya, aku lupa kalau ada ulangan. Alhasil ga belajar sama sekali :(
Ga ada nilai untuk ulangan ini. Hanya ngerasa bodoh aja. Padahal kalau pun belajar ya belum tentu juga akan dapat nilai 100 hihihi...
Alhamdulillah aku di kasih kesempatan untuk bisa belajar ngaji ini. Karena cara baca setiap huruf hijaiyah itu berbeda. Berbeda dengan cara baca waktu aku kecil dulu. Dan belajar dengan guru langsung itu wajib. Karena ada pengucapan yang harus melihat contoh. Sempet bikin frustasi juga loh. Tapi karena tujuannya jelas, pengen bisa mengaji Qur'an dengan baik dan benar. Insyaa Allah diniatkan juga untuk hafal Qur'an, wuiihhh.. Subhanallah :) Aaamiiin YRA
Aku termasuk yang jarang bolos ngaji, kecuali kalau memang ada urusan yang tidak bisa dikerjakan setelah ngaji.
Beneran deh, waktu di kasih soal nya. Aku hanya bisa bengong garuk-garuk karpet :(
Coba jawab, ternyata salah semua wkwkwkw....
Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa kemaren itu, jangan anggap enteng buku pelajaran yang diberikan bu ustadzah. Dipelajari.
#menundukmalu
Subscribe to:
Posts (Atom)








