photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Wednesday, January 25, 2006

My baby influence me

My baby influence me


Mungkin sudah pd baca tulisan gw ttg "rasa itu". Iya di tulisan itu gw menggambarkan kekhawatiran gw akan hal-hal yg seharusnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, jika kita benar-benar meyakini bahwa Allah yang akan menjaga kita semua.

Singkat cerita, kemaren gw janjian ma' seseorang dimana bbrp bulan silam gw belajar untuk menghandle sifat jutek dan jg belajar meditasi. (note: doski jg bisa meramal :D) Saat itu gw hanya ingin ngobrol dan berharap blio bisa membantu. Maksudnya, dgn kelebihannya itu, gw berharap blio bisa "melihat" apakah kekhawatiran gw ini masih wajar, atau ada hal lain. Sebenernya ga terlalu berat kan masalahnya? Hihihihi.... hanya perlu "diyakinkan" saja.

Pada awalnya blio menanyakan pandangan gw ttg "keinginan-keinginan" ibu hamil itu apakah purely keinginan si ibu, atau percaya bahwa memang si bayi yg menginginkannya i.e. ngidam. Dan gw dgn pikiran logic nya mengatakan, bhw itu hanya keinginan sang ibu. Toh kl si ibu bisa mengatur "otak" nya, keinginan itu akan teredam dgn sendirinya. Mungkin gw bukan tipikal orang yg percaya dgn reinkarnasi kali yah..
Akhirnya blio menjelaskan, sebenarnya proses reinkarnasi itu ada, dan blio mencontohkan bahwa di Al-Qur'an pun ada penjelasannya. Tapi maaf, gw ga berani mengutip omongan blio ini, krn gw kurang yakin persis nya omongan blio. Daripada salah.
Oh iya, sambil ngobrol blio ini memainkan pendulum nya (seperti Professor Calculus) dan blio menyimpulkan bhw, semua kekhawatiran gw ini berasal dari si jabang bayi. Believe it or not. Tapi begitulah yang terjadi. Dan blio bilang, krn gw udah pernah belajar meditasi, so blio menyarankan untuk mengejar ketinggalan (istilahnya) dlm 2 minggu ini tiap hari, terus menerus utk "talk to my baby". Intinya, memberi tahu bahwa tidak perlu khawatir akan apa yg akan terjadi kelak. Good side, my baby has strong instict, bad side nya, at this time dikuasai oleh "kekhawatiran" yg berlebihan. Jika tidak di kasih tau dari sekarang, ditakutkan si baby akan tumbuh menjadi anak yg penuh rasa khawatir. :(

Gw heran aja, masa sih si bayi bisa mempengaruhi sang ibu? Bukannya ibu yg mempengaruhi bayi? But that's what had happened. Trus gw jg cerita ttg keinginan gw ke Bali bbrp bulan silam, yg pd awalnya si abang keukeuh seumekeh ga mau pergi. Sambil pegang pendulumnya, blio bilang, "ya itu keinginan si bayi memang." Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... anak ibu mau jadi anak pantai yah??

Baiklah, gw akan coba utk "ngajak ngobrol" anak gw ini. Karena semua hal di dunia ini sudah di atur oleh Allah SWT. Nothing to worry about.

No comments: