photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Saturday, February 20, 2010

Girls Day Out




Hari ini ayah ada kegiatan di luar rumah. Ibu emang udah niat mau belanja baju, untuk acara kawinan sepupu ayah (tante Syifa). Rencananya, Ibu hanya akan ajak Nasta, mengingat kepergian kali ini tanpa ayah, naik bis dan tujuannya ke Tanah Abang (JACC - yang ternyata sudah ganti menjadi Thamrin City). Tapi kok ya kasihan Nara di tinggal.

Ya sudah, Bismillah, Ibu nekat deh ajak Nasta & Nara. Kalo emang mereka rewel, ya tinggal balik pulang aja.

Sambil nunggu feeder busway Kota Wisata, Ibu bikin sedikit perjanjian dengan Nasta Nara. "Jangan saling merepotkan dan perjalanan kita harus FUN" Dan mereka pun setuju.

Turun di komdak atas, dilanjutkan naik taxi. Mengingat kalo naik bus, jalan ke dalamnya kan lumayan tuh..

Sampai di Thamrin City, kami bertiga ... iya .. bertiga .. bukan hanya Ibu.. yang terlihat exciting melihat baju-baju .. hihihi... lucu banget deh ..
Nara, ntah mencontoh siapa, tiba-tiba berkata, "Ibu, baju ini pantas ga buatku?" sambil menunjuk sebuah baju muslimah. "Pantes sayang, tapi kita ke ATM dulu yah."
Lalu Ibu langsung membawa anak2 menjauhi toko itu. Hahaha...

ATM BCA ada di lantai dasar. Dan selama perjalanan menuju ATM BCA itu, mata kami bertiga jelalatan, melihat peluang mendapatkan baju yang diinginkan. Setelah ambil uang secukupnya (hallaaa... uang seadanya tepatnya), Ibu langsung cari baju buat Ibu dulu. Soalnya, kalo cari buat anak-anak dulu, bisa-bisa baju buat kawinan Syifa ga ke beli.

Antara bingung mau beli baju model apa, sama males cari.. sigh.. (karena kalo beli kebaya, kan ga bisa .. kebaya harus pas badan.)Akhirnya pilihan jatuh ke gamis. Bodo lah.. ga usah pake baju kurung atau kebaya. Pusing nih ...

Pilih-pilih baju, tanya ke Nasta Nara, bagus atau tidak. Beres. Beli kerudung, beres. Sekarang giliran anak-anak.

Nara, pilih gamis (rok panjang bilang nya)
Nasta, pilih yang pake celana
Beres, masing-masing udah dapet.

Tapi kok.. smakin jalan smakin banyak baju2 lucu. Dan Ibu tak kuasa untuk tidak membelikan baju gamis pesta buat anak-anak. Dengan pikiran, pakaian yang mereka beli tadi bukan untuk pesta. Hehehe...

Lalu kami makan di lt. 2, sepi banget food court nya. Walaupun ada iringan musik, tapi ya sepi.

Niatnya langsung pulang, tapi kan dari lantai 2 ke lantai dasar, tetep aja muter-muter dulu. Sampai akhirnya Nasta Nara dapet sendal dan sepatu, celana legging, baju lagi buat Ibu, baju batik buat Ibu dan Nasta, jilbab anak-anak. Dan semua itu Ibu yang bawa.

Nara udah teler berattss... dah ribut minta digendong. Lah Nak? Gimana Ibu gendong? Tangan Ibu udah penuh belanjaan.

Lucunya, karena ini pengalaman pertama saya ke sini, kami sempat nyasar di dalam toko. Bingung mencari jalan keluar. Begitu akhirnya ketemu, Nasta terlihat legaaaaaa sekali. Hahaha....

Karena sudah letih, Nasta suka ngomel kalo Ibu masih suka mampir ke toko-toko, untuk sekedar melihat. Ahhh.. kakak.

Ga ada pilihan, hujan dan anak-anak sudah pada teleeerrr abis.. Ibu ga mau repot dengan nekat tetap naik bus.

TAXI!!!

Dan... 5 menit setelah meninggalkan Thamrin City, Nasta Nara sudah terlelap tidur.

Wednesday, October 07, 2009

Janji Ibu

Semalam saya membuat perjanjian dengan anak sulung saya, Nasta (1SD).

Saya berjanji akan mulai menabung, dan akan membelikan Game Boy saat Nasta naik kelas 2 kelak. Dengan syarat, nilai-nilai nya harus bagus.

Sempat Nasta ragu.. "tapi kalo aku ga bisa gimana?"

Saya pun meyakini dia, "Nasta harus rajin baca. Apa yang Bu Wiwi ajarkan, kakak dengar dengan baik. Karena soal-soal ulangan itu adalah semua yang kakak telah pelajari di kelas."

"Ibu yakin Nasta bisa!"

Sunday, September 27, 2009

Guitar Espanola for Nasta

Nasta mau belajar gitar, itu sudah dia cetuskan beberapa bulan silam.

Ibu dan ayah sengaja menunggu, sampai sejauh mana keinginan Nasta itu terus dikumandangkan. Dan ternyata Nasta cukup serius dengan keinginannya. Sambil mencari-cari waktu yang pas untuk kegiatan les nya, mengingat dia sudah ambil les gambar di Sabtu pagi. Dan kalo banyak kegiatan di Sabtu, kapan kami jalan-jalan dong??? hehehhe...
Ditambah, lokasi les musik di luar komplek jadi pemikiran kami juga. Kalo ayah ibu lagi ga bisa anter, siapa yang akan anterin dong kalo kejauhan?

Alhamdullillah, belum lama ini ada sekolah musik di Little China (Ruko di Legenda Wisata). Beranggapan, yang penting keinginan Nasta tersalurkan, kalo memang dia serius dan perlu bimbingan lebih lanjut, baru kami cari sekolah musik ternama. (Dengan catatan kalo sekolah musik ini kami rasa kurang lho)

Sebelum libur lebaran, kami sama-sama ke sekolah musik Willy Sumantri itu. Daftarin Nasta les gitar. Insyaa allah baru mulai les nya Oktober.

Dan seriusnya Nasta dengan keinginannya ini, dia sudah bilang, "nanti kan lebaran aku dapat uang banyak ya Bu? Uang nya buat beli gitar aja" Wuih..... semoga keinginan seriusnya itu berdampak positif dengan latihannya kelak. Amiiin.

Kemaren kami menyempatkan diri jalan-jalan ke PIM untuk membeli sebuah gitar kecil untuk Nasta. Dan Nasta dengan bangga berjalan menuju kasir, membuka tas kecil hasil kumpulan uang lebarannya. Dari dompet Nasta keluarlah uang Rp. 250.000,- dan Ibu membayar kekurangannya Rp. 200.000

Smoga Nasta konsisten dengan keinginan dan usaha yang telah dia lakukan. Ibu dan Ayah tidak ada keinginan menjadikan Nasta seorang musisi. Cukup dia menguasai alat musik, dan menyukainya. Amiiin.

Saturday, September 12, 2009

Berita Dari Kawan

Di perjalanan dari Bekasi menuju Cibubur, saya dikagetkan oleh sms Maya, teman kuliah saya.

"Tmn2 yg baik, gw lg dirmh nuni bks.. Tmn2 gw ga tega deh ngeliat nuni sdh parah sakitnya. Sdh ga bs apa2, hny ditmpt tdr. Tmn2 klu bis kmplin dana bt nuni yu .. klu mau transfer ke rek gw aja. OK gw mohon bgt ..."

Antara kaget, sedih, dan bingung.

Nuni teman saya itu seorang yang periang dan menyenangkan pada jaman kuliah dulu. Bisa dibilang, nasibnya kurang beruntung dibanding kami teman-temannya.
Disaat lulus kuliah, sebagian besar sudah langsung bekerja. Seingat saya, cukup lama dia mendapatkan pekerjaan. Sampai akhirnya saya dengar dia bekerja di Hotel Horison - Ancol dulu.
Saat kami kawannya satu persatu menikah, dia belum. Terdengar dia kena PHK karena hotel tempatnya bekerja ganti management. Dan sejak itu dia tidak bekerja lagi.

Dengar kabar lagi, ibu nya meninggal. Beberapa tahun kemudian ayah nya meninggal. Dan sedihnya, tak satupun dari musibah yang dia hadapi mendapat perhatian serius dari saya. Ahh... kawan macam apa saya ini???

Dan sekarang dia terbaring sakit, tak berdaya, hanya ditemani seorang kakak nya yang belum menikah juga. Sempat terbetik pikiran, "ah.. gw ga sempet ke rumah nya besok. Jauh pula. Gw transfer aja deh."

Tapi tak lama kemudian, teman saya Maya menelpon saya sambil menangis, "gw ga tega Mel.. ga tega .... dia sendirian ngadepin semua ini. Dia kena tumor ovarium, udah di angkat. Tapi ga ngerti deh, ada jamur di bekas operasinya. Dan itu bikin dia sakit. Tadi Nuni sms gw, tapi gw ga ngerti, karena nomor dia ga ada di HP gw. Gw telpon, dia ngomong nya dah sesek mel. Sekarang aja pake oksigen. Kurusssss banget Mel."

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Ya Allah ya Rabb.. berikan kesabaran pada Nuni. Berikan yang terbaik pada Nuni.

Saya juga ngobrol ma teman saya yang lain, Sari. Dan dia berencana untuk menjenguk Nuni besok pagi. "Mumpung masih ada waktu Mel."

Astaghfirullah..

Iya Ri, Insyaa Allah masih ada waktu.

Wednesday, August 26, 2009

Guru

Pagi ku cerah ku

Matahari bersinar

Kugendong tas merah ku di pundak ku

Selamat pagi semua

Kunantikan dirimu

Didepan kelasku

Menantikan kami

Reff : Guru ku tersayang / Guru ku tercinta / Tanpa mu apa jadinya aku

Tak bisa baca tulis / Mengerti banyak hal

Guru ku terima kasih ku

Itu satu dari sekian banyak lagu yang menceritakan profesi GURU . Profesi yang seringkali terlupakan jasanya. Padahal tak dipungkiri betapa besar jasa mereka terhadap diri kita.

Profesi mulia yang dengan ikhlas mereka lakukan, terkadang bahkan seringkali harus kalah dengan aturan "pihak sekolah". Entah itu pemilik atau penanggung jawab yayasan.

Sedih hati ini, mengetahui jasa mereka seolah tidak tampak, dikalahkan oleh kepentingan lain.

Bagi kami, kalian tetap guru, pendidik dan ibu yang sabar dan ikhlas mendidik anak-anak kami.

Terima kasih. Allah tidak tidur, Dia tahu apa yang terbaik buat ummatNya.

Puasa ala Nasta

Dari awal mendekati Ramadhan, saya sudah meminta Nasta untuk belajar puasa. Paling tidak belajar ikutan bangun sahur (minimal banget deh). Tapi karena kondisi kesehatan jualah, sampai hari ini Nasta belum belajar puasa.

Nasta itu kan susah sekali di suruh minum air putih. Padahal kalo lagi batuk, salah satu obat yang paling andal adalah minum air putih sebanyak-banyaknya. Jadi pada Jum'at malam, saya bilang, "Kakak besok jadi mau puasa?" Dengan cepat dia menjawab, "Aku kan lagi batuk Bu. Kalo abis batuk, aku kan harus minum air putih yang banyak. Kalo puasa, gimana minumnya?" Hhmm... ngeles tingkat tinggi nih. Baiklah, karena alasannya memang benar, Ibu tidak memaksa.

Dan memang setelah ke dokter dan dibantu obat pengencer dahak, kalo batuk dia pasti akan muntah untuk mengeluarkan reak nya itu.

Senin, hari pertama sekolah, ulangan harian pula. Sebenarnya kalo ga ulangan, Ibu mau nya Nasta ga usah sekolah dulu. Tapi anak nya juga ga mau ketinggalan ulangan. Dan ternyata sakit nya Nasta masih cukup parah, karena setelah ulangan dia dititipkan ke ruangan UKS. Dan Ibu di telpon supaya ada yang menjemput Nasta. Kasian anak Ibu.

Selasa, masih batuk. Masih belum mau puasa, padahal katanya teman-teman sekolah udah banyak yang sekolah. Tapi Nasta sudah meminta supaya botol minumannya di taro di dalam tas. MALU, katanya. Hihihihi...

Rabu, masih batuk. Tapi sudah jauh lebih baik. Ibu sudah menawarkan Nasta mau puasa atau tidak. Dengan keringanan, sarapan pengganti sahur. Selama di sekolah sampai pulang tetap puasa. Sampai rumah makan siang, minum obat, lanjut puasa lagi sampai magrib.

Dan komentar Nasta, "Bu, laper dong nanti?"

Ya iyalah Nak, namanya juga puasa.

Saturday, August 08, 2009

Mengetahui Minat & Bakat

Minggu lalu, anak-anak ku abis test (psikotest) menggunakan sidik jari, bahasa keren nya sih Finger Print Test.

Kegunaan finger print test, terutama bagi anak-anak, orang tua akan sesegera mungkin mengetahui minat dan bakat anak(anak) nya.
Dari hasil test ini diketahui, personal drive seorang manusia akan seperti apa, dalam menyerap informasi apakah ketelitian yg lebih dominan atau kecepatan begitu pula dalam bertindak responsive, apakah ketelitian atau kecepatan. Contoh kalo dalam hal menyerap informasi, ketelitian lebih tinggi dari kecepatan, berarti kita termasuk lebih mengutamakan respon yang cenderung lebih lambat akibat proses ketelitian terhadap sesuatu hal/informasi. Begitupun sebaliknya.

Basic needs juga akan ketauan, kita berada dalam bagian otak yg mana : Brain Stem (batang otak), Limbic System (system limbic) atau neo kortex. Ga ada yg benar dan salah, hanya mana dari ketiga factor ini yg paling dominan di kita. Misalkan, anak ku Nara, dia system limbic nya dominan. Jadi dia bekerja / melakukan sesuatu berdasarkan emosi / perasaan. Nah kalo mau nyuruh2 harus bikin dia senang dulu, baru deh kita suruh. Menarik kan?

Characters Traits : mana yg dominan, otak kiri atau otak kanan? Kalo otak kanan ; berkarakteristik pola pikir yg subyektif, holistic, imajinatif, kreatif dan non stuktural. Sedangkan otak kiri; berkarakteristik pola pikir yg obyektif, factual, logis, rasional dan structural.

Jadi mostly atau mungkin orang creative dominan otak kanan nya yah..

Learning Style & thinking style : ketauan juga bagaimana cara kita berpikir – teoritis atau praktikal. Lalu gaya belajar yg sesuai : visual (gambar), auditory (pendengaran), kinestetik (gerak tubuh). Untuk yg punya anak, kalo udah tau, insyaa allah lebih gampang mengarahkan anak-anaknya belajar.

Working style: networking, decision maker, operation, komunikasi, adaptasi. Keliatan mana yg persentasi nya paling tinggi. Misalkan, Nara di komunikasi paling tinggi (di antara yg lain), insyaa allah bidang pekerjaan yg sesuai buat dia antara lain, PR atau dosen atau yg berhubungan dengan “berbicara”. Kalo Nasta, adaptive dgn kata lain, dia punya kemampuan untuk mengamati, mengklasifikasikan adanya perubahan dan adaptasi secara revolutif maupun reformatif, pencitptaan trend baru ataupun kemampuan mengikuti perkembangan trend baru. Ga heran kalo Nasta ini, seneng banget gaya baju acak kadul, maksudnya menurut dia mungkin keren kali yah.. hahaha…

Ada lagi Potentials & Talents : dimana potensi dan bakat kita. Contoh: Nasta dominan di seni gerakan dan seni pengamatan visual … hhmm… kayanya dia bakal jadi fashion sport designer deh.. amiin…

Intinya, bagi yg punya anak, kalo udah ketauan anaknya punya minat, kembangkan minat anak nya.

Untuk finger print test ini bukan hanya untuk anak-anak, karena sidik jari dari lahir sampai mati kan tidak berubah tuh. Waktu aku konsultasi, ada 2 pria dewasa (satu orang cenderung sudah cukup berumur) yg ikutan test ini. Nah, aku jadi pengen ikutan juga.

Kali-kali aja teman2 yg merasa tidak punya bakat seni, ternyata karena lingkungan yg membuat kita tidak bisa mengeksplor minat dan bakat, jadi ketauan.. kalo ternyata unsur visual kita dominan, jadi pengen belajar ngelukis deh.

Dibawah ini ada rangkuman Dear Parents (Bunda Elly, maaf langsung copy paste yah). Smoga lebih bermanfaat yah.


"Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Minat & Bakat Anak"

You are so special

Ayah bunda yang berbahagia, tentu mengenal Hee Ah Lee. Seorang pianis muda asal Korea Selatan yang menjadi perhatian dunia dengan permainan pianonya di tengah keterbatasan fisik yang dia miliki. Hee Ah Lee lahir tahun 1985 dari seorang ibu yang luar biasa bernama Woo Kap Sun. Meski, sejak dalam kandungan, ia mengetahui bahwa anaknya akan lahir dengan kecacatan, namun ia tetap mencintai buah hatinya dengan sepenuh hati. Ternyata benar, saat lahir anaknya menderita down syndrome, dan kedua tangannya hanya memiliki empat jari. Dia juga terlahir dengan kaki hanya sebatas lutut.

Ayah dan bunda, bayangkanlah jika kita yang ditakdirkan oleh Allah memiliki anak seperti Hee Ah Lee ? Bisakah kita menjadi seperti Woo Kap Sun yang menerima kondisi putrinya dengan hati yang ikhlas dan tetap menyayangi dan memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Sehingga akhirnya ia tidak terfokus pada kekurangan putrinya, bahkan dengan kasih sayangnya ia berhasil membantu putrinya menemukan bakat istimewa yang ia sebut sebagai "special gift, anugerah spesial dari Tuhan".

Semoga mata hati kita terbuka dengan fenomena itu. Hee Ah Lee, seorang anak yang memiliki keterbatasan fisik saja, bisa menjadi bintang di bidang yang ia senangi. Tentu, hal ini tak luput dari pengasuhan ibundanya yang luar biasa. Lalu, bagaimana dengan kita ? Kita pun bisa melejitkan anak-anak kita menjadi bintang yang bersinar terang.

Pertama kali yang harus kita tanamkan dalam hati adalah keyakinan bahwa setiap anak kita adalah pibadi yang spesial. Tanamkan kuat dalam hati. Karena, jika kita tidak menganggap anak kita spesial, maka kita bisa terjangkit penyakit yang disebut parentogenik. Apa itu ? Yaitu penyakit suka membanding-bandingkan seorang anak dengan kakak atau adiknya, atau bahkan dengan anak orang lain. Sekali lagi, jika kita tidak menanamkan kuat dalam hati, kita sering lupa dan lalai bahwa anak kita unik. Karena sesungguhnya Allah telah menganugerahkan kepada setiap individu, keunikan dan keistimewaan yang berbeda-beda. Setiap kita adalah pribadi yang spesial, yang berasal dari sel sperma dan indung telur yang berbeda dengan sel sperma dan indung telur kakak atau adik kita. Tak ada dua pribadi yang sama semuanya, bahkan kembar identik sekali pun. Meski secara fisik mereka sama, tapi pasti mereka memiliki potensi dan bakat yang berbeda.. Masing-masing mereka unik dan spesial.

Ayah bunda, yuk kita nyanyikan lagu ini untuk buah hati kita...

You are special, you're the only one
You're the only one like you
The world is better just because
You're here
And you know that we love you
Oh you are special, special
Everyone is special
Everyone is his or her own way

You are special yes you really are
You're the only one like you
There is no body in this whole wide world
Who can do the things you do

Oh you are special, special
Everyone is special
Everyone is his or her own way

Apa itu bakat & minat ? Mengapa sulit menemukannya pada anak kita ?

Karena setiap anak istimewa, maka mereka pun memiliki bakat dan minat yang istimewa pula. Apa bedanya bakat dengan minat ?

Bakat merupakan kemampuan bawaan berupa potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Sedangkat minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan.

Seorang anak bisa saja memiliki miniat dan bakat lebih dari satu. Misalnya, dulu saya memiliki minat di bidang menyulam, tari, drama dan… bola basket. Ada anak yang mengetahui dan menemukan minat dan bakatnya. Namun ada juga anak yang tidak menemukan minatnya dan merasa tidak memiliki bakat apa pun. Mengapa bisa terjadi seperti ini ?

Bakat merupakan potensi terpendam yang tersembunyi dalam diri seseorang. Agar bakat dapat muncul, ia perlu digali, ditemukan, dilatih dan dikembangkan. Seorang anak yang merasa tidak memiliki kemampuan apa pun, bisa disebabkan oleh pengasuhan orang tuanya. Seperti yang telah dijelaskan di atas dan pernah kita bahas di edisi-edisi sebelumnya, gaya pengasuhan kita seringkali tidak sengaja menyebabkan konsep diri anak menjadi jatuh.

Banyak orang tua yang menganggap anaknya biasa-biasa saja, nothing special. Bisa jadi, kita termasuk di dalamnya. Kita tidak memperhatikan minat mereka. Yang terjadi, kita justru sibuk mendaftarkan anak-anak kita dari satu les ke les lain, yang kita inginkan. Niat kita memang baik, ingin anak-anak kita memiliki kemampuan di berbagai hal. Tapi, pernahkah kita bertanya dalam hati, apakah anak kita memang menginginkannya ? Atau jangan-jangan hanya sekedar ‘dendam positif’ diri kita, karena obsesi kita di waktu dulu yang tidak tercapai. Sehingga, kita ingin anak kita yang meneruskannya.

Atau jika bukan karena ˜dendam positif", kita menjadi orang yang latah terhadap lingkungan sekitar. Misalnya,ketika teman-teman kita mendaftarkan anak-anaknya les menghitung cepat dengan metode yang praktis, kita pun ikut-ikutan me-leskan anak kita.

Dampak dari ˜pemaksaan" minat ini, berakibat buruk bagi anak. Anak merasa jiwanya terkekang, tidak merdeka, karena tak mampu mengembangkan minatnya sendiri. Biasanya, anak akan malas mengikutinya dan mencuri-curi waktu untuk bolos bila tidak ketahuan orang tuanya.

Kondisinya semakin parah, di rumah orang tua me-leskan anak dengan berbagai les. Di sekolah, anak-anak juga di'gebrak' dengan beban pelajaran yang banyak dan berat. Karena beban kurikiulum yang padat itu dan target-target yang harus dicapai, anak-anak menjadi kurang di'perhatikan' oleh gurunya.. Banyak anak-anak yang tidak tergali minat dan bakatnya. Dan seringkali, penjurusan anak-anak menjadi dipaksakan.

Bagaimana mengembangkan bakat & minat anak ?

Kita bisa menemukan bakat anak dari minat atau kesukaan mereka. Jadi pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan pengamatan, apa saja yang mereka minati atau sukai.. Seringkali mereka menyukai banyak hal. Mungkin, kita menjadi bingung, karena mereka ingin ini ingin itu, tertarik ikut les ini dan les itu. Syukuri hal itu, terlebih dahulu. Jangan kita batasi. Berikan peluang kepada mereka, jika mereka bermaksud mengikuti les tertentu. Namun jangan terlalu banyak me-leskan mereka. Karena mereka jadi tidak fokus. Sesuatu yang tidak fokus, tentu hasilnya kurang baik dan tidak optimal.

Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa yang mereka sukai merupakan minat mereka dan buka hanya sekedar ikut-ikutan teman ? Minat yang tinggi akan bertahan lama. Jika anak kita menyukai sesuatu dan dalam jangka waktu yang lama, maka kita bisa menilai anak kita memiliki minat di bidang tersebut. Dari minat akan berkembang menjadi bakat. Misalnya, anak kita sangat menyukai permainan catur, dan minatnya bertahan lama. Lalu setelah kita les-kan, ternyata ada peningkatan. Maka berarti ia berbakat menjadi pemain catur yang hebat. Jadi, jika minat anak kita setelah dikembangkan ada peningkatan, maka ia berbakat di bidang yang ia minati.

Setelah kita mengetahui minat dan bakat anak kita, maka selanjutnya kita memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan bakat mereka. Bagaimana caranya ?

Hendaknya kita mengerti tentang perkembangan anak, dari segi kecerdasan, emosi, sosial, fisik, spiritual.

Dengan demikian kita bisa memahami kondisi perkembangan anak kita dan kita mengetahui bagaiamana sebaiknya pengasuhan kita di setiap tahap usia anak.

Memahami cara otak bekerja.

Prinsip kerja otak : "Bila hati senang"otak akan menyerap lebih banyak
Jadi, jangan sekali-kali memaksa anak untuk ikut les tertentu, padahal anak kita tidak menyukainya. Karena, akan sia-sia jadinya.. Anak akan terpenjara jiwanya. Dan otaknya tidak menyerap informasi yang masuk dengan optimal.

Mengenali minat anak.

Mengetahui modalitas belajar.

Kenali gaya belajar anak kita, apa kah lebih banyak visual, auditorial atau kinestetik

Mengetahui apa itu "bermain"
Kita juga bisa melihat apakah anak suka dengan apa yang mereka mainkan, pada saat mereka bermain. Dari sini, kita juga bisa melihat minat dan bakat mereka.

Setelah kita mengetahui minat dan bakat anak kita, teruslah kembangkan dengan memberinya fasilitas dan kesempatan yang mendukungnya untuk meningkatkan bakatnya tersebut. Dan jadikan ia champion di bidang tersebut.

Pesan

Setiap anak adalah bintang. Allah telah menganugerahi mereka dengan berbagai potensi yang spesial. Potensi atau bakat ini baru akan muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Tugas kita-lah yang harus membantu mereka dalam menemukan setiap bakat istimewa yang terpendam dalam dirinya.

Akui keberadaan dan keunikan mereka
Beri kesempatan kepada mereka untuk meng-eksplorasi bakat dan minatnya
Dukung mereka untuk terus mengasah keistimewaannya
Jadikan mereka champion di bidangnya
Maka kelak bintang dalam jiwa mereka akan bersinar terang dan merdeka.
Selamat menikmati indahnya sinar bintang anak-anak kita
Selamat hari anak nasional, anak-anakku....

-Elly Risman-

Friday, July 24, 2009

Cuci Tangan Cegah Penyakit

Terdengar akrab dengan kalimat diatas?

Maraknya berbagai macam jenis virus di alam semesta ini tentu nya membuat khawatir sebagian besar atau semua orang. Ga usah memikirkan virus babi deh, virus yang sudah menjadi langganan kita semua dan bikin jengkel dan seringkali menghabiskan uang yang tidak sedikit. Apalagi kalo yang sakit anak-anak

Sering cuci tangan dengan sabun. Itulah yang sering kami lakukan. Apapun aktifitas kami, pasti kami langsung cuci tangan.

Tapi bagaimana kalo sedang dalam perjalanan? Alhamdulillah sekarang ini sudah ada produk yang memudahkan kami untuk tetap melakukan kegiatan bersih-bersih ini. Dengan ukuran kecil, tentunya tidak lah menjadi kendala untuk selalu siap sedia dalam tas saya

Saya mengajak teman-teman semua untuk terus menjaga kebersihan. Cuci tangan dengan sabun, apapun aktifitas kalian. Siapkan antibacterial hand gel dalam tas kalian yah.

Pemesanan, bisa lewat saya tentu nya

Sunday, July 12, 2009

My Big Baby is Six y/o

Dear Nasta,

Happy Birthday my dearest one

As always, I love you very much and keep praying for your life.
Hope Allah SWT will give me a chance to be your mother who will protect you, teach you, be your friend and love you always.

Hope Allah SWT bless your life, make you a tough little girl who will be wise and tough woman someday.

Hope Allah SWT love you always.

Love you dear,
Ibu

Saturday, July 11, 2009

Menyiapkan diri menuju Pensiun

The key to realizing a dream is to focus not on success but significance - and then even the small steps and little victories along your path will take on greater meaning.
Oprah Winfrey, O Magazine, September 2002
US actress & television talk show host (1954 - )

Apa bakat saya?
Apa hobi saya?
Apa ketrampilan yang saya kuasai?

Jika sepertinya saya begitu bodoh, untuk tidak mempunyai ketrampilan, bakat maupun hobi yang menonjol, maklumi saja.

Sudah lama saya memikirkan apa yang akan saya lakukan jika tenaga saya sudah tidak terpakai lagi di kantor. Waktu SMP, saya mengambil extra kulikuler ~ mengetik. Dengan cita-cita saya ingin kerja kantoran. Dan Alhamdulillah tercapai. Ga ada tuh keinginan untuk belajar memasak atau menjahit. Duh.. ga gw banget gitu lho.

Saat teman-teman satu persatu memutuskan untuk mundur dari dunia perkantoran dan memilih usaha sendiri ~ tentunya usaha dari rumah supaya bisa dekat dengan anak-anak. Mayoritas mereka punya usaha yang berawal dari hobi atau ketrampilan yang mereka miliki. Usaha catering, buka butik, jualan baju, dll,dsb.

"Jadi EO aja Mel, lo kan seneng tuh ngatur-ngatur acara kantor," beberapa teman menyarankan hal itu. Hhmm... bisa dipikirkan. Tapi saat ini, saya pun bekerja di dunia periklanan yang menangani event / activation. Walaupun bukan orang lapangan, tapi masih di area yang sama.

"Jadi penulis aja," kata teman yang lain. Halahh.... masih banyak tulisan teman-teman saya yang lebih baik, baik dari cerita maupun tutur bahasanya. Ya iya lah.. mereka memang penulis / copy writer.

Jualan ... sepertinya saya kurang pandai dalam hal ini, walaupun 50% mengalir darah minang. Ntah lah, saya harus banyak belajar untuk "meyakinkan" orang lain membeli dagangan saya.

Memasak ... ehem .. bagi yang mengenal saya dengan baik, tentu tau betapa saya "kurang" suka dengan kegiatan ini.

Menjahit.. halahhh... jahit kancing baju aja berantakan...

Saya suka membaca, koleksi buku saya lumayan banyak
Saya suka jalan-jalan, walaupun kendala keuangan membuat saya jarang jalan-jalan

OK, dari dua kesukaan saya itu, apa yang bisa saya optimalkan untuk bekal saya menuju masa pensiun ya?

to be continue

Monday, June 15, 2009

Instink

Is it a feeling?
Is is true?

Saya pernah berbicara dengan seorang teman, apakah berarti instink saya kuat jika apa yang saya rasakan atau pikirkan menjadi kenyataan? Jawabannya, iya. Apakah beda instink dengan halusinasi (maksudnya pikiran saya yang ngelantur kesana kemari gitu), katanya lagi, kalo instink itu terjadi tiba-tiba tanpa pikiran apapun sebelumnya. Kalo rekayasa atau halusinasi itu, jika saya sudah memikirkan dan "mengarang" kejadian dalam otak saya. Duh... ngerti ga sih bahasa saya???

Sebenarnya maksud saya sih simple banget, kalo kamu berkenalan dengan seseorang lalu merasakan "aura positif" dan merasa nyaman dengan orang tersebut, itu yang dinamakan instink. Betul ga?
Tapi kalo kamu bertemu orang, tanpa kenalan, denger dari orang bahwa dia gini gitu gene gono, lalu kamu mengasumsi di dalam pikiran dan hati kamu, itu yg namanya rekayasa.

Semua hal sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, itu saya percaya 100%. Jadi tidak ada yang namanya "kebetulan". Dan segala sesuatu pasti ada maknanya. Ntah untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Selama bermanfaat untuk diri, orang lain dan lingkungan tentunya.

Beberapa hari lalu, saat saya makan di mall deket kantor, saya melihat sosok laki-laki, yang sepertinya saya kenal. Saya perhatikan, untungnya blio tidak kenal saya :D. Eh, suami nya si X nih, pikir saya. Pandangan saya beralih ke arah mana pria ini menuju, pikiran saya, jangan-jangan ada si X nih. Mengingat saya sudah cukup lama tidak ketemu dengan X ini, itu harapan saya. Tapi ternyata pria itu tidak bersama X, melainkan seorang wanita dengan 3 orang anaknya. Bahasa tubuh, mencurigakan. Eits.. maksudnya, ga ngapa-ngapain sih .. hanya "instink" saya mengatakan, they have special relationship. Terlihat dari anak-anak nya si mba ini yang cukup "hormat" dengan suami nya teman saya ini.

Lalu pria itu kembali ke meja sebelumnya, bersama tiga orang pria ... teman kantor nya mungkin. Karena saya sudah selesai makan, jadi saya bebas untuk memperhatikan mereka. Dan ketika pria itu pamit duluan ke perempuan dengan tiga anak ini, teman-teman pria itu pun begitu santun berpamitan, kesan yang saya ambil, "Mungkin istri si pria ini"

Hhm... curiga boleh dong ...

Ahh.. Meli, mungkin saja wanita itu adik pria yang suaminya teman saya itu.
Atau .. saudaranya ...
Kan kamu juga ga terlalu dekat dengan teman kamu itu, mungkin aja kan???

Hhhm... iya iya ... penasaran boleh dong .. dan instink saya kan hak saya pribadi. Walaupun "GATAL" rasanya pengen sms teman saya itu...

Tapi ... apa gunanya buat saya yah?? Ah.. sudah lah, ga inget rasanya di interogasi tahun lalu itu?? Cape deh ....

"Cerita Sekarang Aja Bu"



Wuih... senengnya.. akhirnya kejadian juga ajak Nasta dan Nara naik Trans Jakarta ke Staad Huis. Thanks to Nasta yang hari itu tidak terlihat lelah, padahal pagi nya sudah main sepeda dan les renang.

Kami berangkat dari Cibubur jam 3 kurang menuju Al Azhar Kebayoran. Parkir mobil disana, dan perjalanan dilanjutkan dengan Trans Jakarta menuju Kota. Untungnya, Nasta dan Nara cukup tidur di perjalanan Cibubur - Kebayoran, jadi mereka ga tidur di bus. Kondisi bus cukup penuh untuk ukuran hari libur, bikin Nasta Nara tidak leluasa melihat-lihat keluar bis. Sampai di Kota, yang ternyata sudah dibuat jalan bawah tanah ... wuih.. keren lho.. baru tau juga nih, jadi pejalan kaki tidak harus berantem dengan bus/angkot/mobil untuk menyebrang ke tujuan. Kondisi tunnel cukup bersih, walaupun sudah banyak bagian jalannya yang bolong-bolong.. hhmm.. padahal hanya manusia yang lewat sini kan??
Kami keluar menuju pintu Bank Mandiri, jalan kaki menuju Musium Sejarah Jakarta atau Musium Fatahillah (karena terletak di Jalan Taman Fatahillah, dan menikmati ramainya tempat ini.

Dah lama sekali saya tidak ke tempat ini, dan ternyata .. ramai sekali. Impian untuk foto-foto dengan angle yg sudah direncanakan pupus sudah. Gimana mo foto? Semua sudut sudah dikuasai orang-orang?

Nasta sendiri cukup senang, karena dia melihat atraksi orang-orang main skate board dan sepeda. Nara, kurang puas, karena akibat info dari Ibu nya yang kurang akurat, mengakibatkan dia membayangkan banyak burung-burung dan ternyata tidak ada burung disana :( Maaf Nak, kita ke Taman Surapati aja yah kapan-kapan, biar puas ngejar burung nya :D

Karena banyak nya orang, banyak pula tukang jajanan dan sudah dipastikan, BANYAK SAMPAH! Sayang sekali ..

Sesekali saya memberitahu Nasta, apa itu meriam, bangunan ini dulu nya apa, fungsinya apa.. ya.. yang saya tahu aja. Ingin sekali bercerita banyak ke Nasta, tapi hasilnya saya sendiri yang terjebak ...

"Kak, Jakarta ini sudah tua sekali Ta. Umurnya sudah ratusan tahun. Dulu, ini pusat kota nya."
"Tuaan mana ma Cibubur Bu?"
"Ya tuaan Jakarta Ta, Cibubur dulu belum ada. Jakarta dulu namanya Batavia Ta."
"Udah berapa umur nya Bu?"
"Empat ratus tahun lebih Ta, ibu juga lupa persisnya. Minggu depan Jakarta ulang tahun Ta. Nanti deh sampai rumah, Ibu ceritain tentang Jakarta."
"Cerita sekarang aja Bu!"

Yaaaa... Nasta, Ibu kan harus buka kebetan dulu.....

Tuesday, June 02, 2009

Susahnya punya anak Perempuan

Jum'at lalu saya menonton film Virgin 2. Alur film nya sendiri lambat sekali, tapi sinematography nya keren abisss.. kisah nya sendiri konon kabarnya "Based On True Story"

Sepanjang film itu, tak henti-hentinya saya istighfar dan memohon kepada Allah SWT, sang pemilik kehidupan, untuk menjaga dan melindungi anak-anak perempuan saya dari orang-orang yang berniat jahat. (Bagus juga nih film, bikin saya istighfar terus :D)

Tadi malam, tetangga saya yang anaknya sekolah bareng Nasta kirim pesan. Anaknya bercerita bahwa tadi payudara nya di pegang oleh teman-teman lelaki nya. Dan Nasta juga. Hah?????? Pelan-pelan saya dan suami bertanya kepada Nasta, apa yang terjadi. Nasta awalnya "hanya" bercerita, "tas ku di rebut A, sepatu ku dimasukkin ke dalam tas, liat deh Bu, kaki ku sampai sakit." Perlahan saya bertanya, apakah A benar pegang / nyubit tetek nya dia? Awalnya Nasta pun bercerita tanpa rasa sedih atau kesal, mungkin menurut dia hal seperti itu tidak terlalu bermasalah (tapi bermasalah sekali bagi saya!!!) "Iya, tetek ku di pegang, di cubit.. sakit Bu" "Di cubit bagaimana? Tetek nya atau perut nya?" "Tetek nya bu, begini nih .." (dia memperagakan sambil mencubit tetek saya)
"Tapi kan bukan salah ku Bu..." sudah mulai menangis ...
"Oh ga apa2 sayang, Ibu dan Ayah ga bilang kakak salah. Ibu mau kakak cerita ke Ibu. Ibu pernah bilang ke Nasta kan, tidak ada yang boleh pegang badan kakak apalagi tetek dan meki kakak, kecuali IBU!!!"
Nasta mulai terisak, mungkin dia jadi mengingat kejadian itu.
"Apa yang kakak rasakan? Kakak sedih ga? Kakak marah ga?," saya melanjutkan.
"Aku udah bilang berenti, tapi mereka terus-terusan ngeroyok aku dan N bu."
"Kakak bilang ga ke Oom Bagus (supir bisnya)?"
"Iya, aku bilang.. "

Astaghfirullah...

"Kak, ibu jadi sedih nih. Ibu mau kalo ada hal yang bikin kakak sedih, marah, sebel atau bahagia, kakak cerita ke Ibu ya."

Lalu saya menceritakan ke tetangga saya itu. Apa perlu saya adukan ke Ibu masing-masing anak itu?? Tetangga saya bilang, nanti saja, saya sudah lapor ke guru nya.

Tapi saya tidak bisa menunggu sampai besok, saya langsung sms ke orang tua anak laki-laki yang sudah mencubit tetek nya Nasta.

Astaghfirullah ...

Hal yang saya khawatirkan telah terjadi, hiks.. sedih sekali rasanya. Berat memang punya anak perempuan ...

Sepertinya saya harus mengajarkan Nasta dan Nara teknik Tae Kwon Do yang sederhana. Untuk menendang dan memukul teman-teman yang nakal itu.....

Tuesday, May 12, 2009

Kado dari Nasta & Nara

Kemaren sore, kebetulan saya tidak ke kantor karena sakit mata. Dan Nasta pun lagi sakit.
Lagi duduk menatapi hujan, agak-agak kedinginan karena angin dingin. Nasta memulai pembicaraan, "Ibu, ulang tahun ku ga jadi dirayain deh. Tapi aku minta dibeliin PS aja."

"Hah?? Sama aja kali Kak harganya. Game Boy aja yah," saya coba menawar.
"Kaya punya Kak Fika yah Bu? Boleh aja sih, tapi PS lebih keren bu"
"Eh, anggap aja komputer itu kado ulang tahun, malah Ibu udah kasih duluan kan."
"Komputer kan kado ulang tahun buat Ibu," sambung nya cepat.
"Hah? Kado? Itu mah bukan kado dong, Ibu beli sendiri komputer nya."
"Bukan dari ayah?" kata dia (setengah heran kali yah)
"Bukan, itu ibu yang beli." hihihihi... kok sewot ke anak sendiri yah?
"Blackberry yang dari ayah?" kata Nasta lagi
"Bukan juga! Ibu beli sendiri juga. Ibu ga dapat kado apa-apa waktu Ibu ulang tahun." (hiks.. sedih juga ternyata .. hehehe)

Lalu ....

"Ya udah, sini aku kasih kado," Nasta menghampiri saya dan... mencium tiga kali, Pipi kiri, pipi kanan dan jidat saya. Hiks... terharu ..

Lalu Nasta meminta adiknya melakukan hal yang sama, Nara pun menghampiri saya dan "Selamat Ulang Tahun Ibu" ... cium tiga kali juga ... pipi kiri, pipi kanan dan jidat.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allah Akbar...

kalian lah kado terhebat yang Ibu punya .. Love you my lovely daughters.

Thursday, April 23, 2009

Sekretaris itu .................

Sudah lama sekali saya bertanya-tanya dalam hati, apa ya keahlian saya selain bekerja kantoran ini? Apa yang akan saya lakukan jika saya tenaga saya sudah diperlukan di kantor? Ada keinginan untuk tinggal di rumah dan mengurus anak-anak saja, tapi sepertinya waktu satu bulan saja bisa membuat saya menjadi MONSTER untuk anak-anak saya :D

Jadi saya harus terus bekerja :D Biar ga jadi monster, maksudnya Ibu yang suka ngomel-ngomel terus ke anak-anak gitu.
Sumpah, kalo lagi kesel ma suami, atau uang belanja kurang, bohong besar kalo anak tidak terimbas.

Kembali ke topik di atas, keahlian apa yang bisa saya upayakan yah? Masak, ga bisa. Jahit? Apalagi! Itu kan dasar banget yah? Jualan?? Kayanya saya nih Padang kafir deh, hihi itu sebutan buat kami sekeluarga, karena ngaku Padang tapi kok ga bisa dagang :D
Jujur aja, saya lagi dan masih mencari, apa kesukaan saya yang bisa saya kembangkan untuk menjadi bekal "pensiun" saya kelak. Atau mungkin bisa jadi usaha sampingan saya. Keep thinking Mel!

Thanks to Ibu dan Bapak, yang tahu banget anak gadis nya kurang minat di urusan rumah tangga, untuk membiarkan saya aktif di sekolah, kuliah dan bekerja kantoran. Ntah lah apakah sekarang saya harus menyalahkan mereka, karena tidak pernah menyuruh saya memasak, mencuci dan meneriska baju. Sumpah, ga pernah!!
Dulu, kalo temen-temen pada cerita, aktifitas harian mereka, dan mereka semua iri dengan saya. Karena urusan membantu pekerjaan rumah, saya hanya berperan sedikiiitt sekali, kalo ga mau di bilang tidak ada peran sama sekali. Sapu dan ngepel rumah, itu pun tidak tiap hari.

Alhamdulillah juga, saya dapat mertua yang tidak menuntut mantu nya bisa masak (padahal orang Padang juga lho). Dulu saya sudah antisipasi, untuk tidak punya calon suami orang Minang. Karena dalam keluarga Ibu saya (Bapak wong Yojo - Jogjakarta), perempuan harus bisa masak, TITIK. Apalagi almarhum Oma saya, ratu dapur. Seingat saya, blio bisa tuh seharian di dapur. Saya suka bangun siang, alhamdulillah Bapak dan Ibu saya jarang protes :D, mertua saya, Alhamdulillah, ga pernah protes juga tuh. Mungkin karena anak-anak gadisnya juga pada bangun siang kali yah? hahahaha...

Well, terlepas dari cerita saya. Ada yang ingin saya ceritakan, dan mungkin bisa menjadi hikmah bagi siapapun yang baca (GR banget yah).

Minggu lalu, HRD saya minta tolong untuk melihat kapasitas seorang calon sekretaris. "Ga pernah kerja Mel, lulusan ASMI, suaminya baru meninggal, anak 4. Dari big boss." Itu kalimat yang diucapkan pertama kali oleh mba HRD ini. Blio menambahkan, "kalo buat memo lemburan ini berapa lama?" katanya sambil memperlihatkan memo lembur. "Itu sih udah ada template-an nya mba, tapi kalo pun harus mulai baru, paling lama 10 menit," kata saya. Berapa menit kemudian saya menambahkan, "mba, tanyain juga dia biasa berurusan ma' travel atau hotel ga?, trus mba, coba bikin chart aja di powerpoint, kan udah ada tuh, tinggal di ketik doang." HRD saya berkata dengan cepat, "Boro-boro Mel, test yang tadi aja juga belum tentu dia bisa??" HAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
Lalu ngapain di test? Ya udah ga usah aja. Itu pertanyaan saya, dan pastinya pikiran kalian semua.

Lalu HRD saya memberikan informasi tambahan. Dari boss besar, katanya. Ya tapi kan tetap aja liat kualitas juga. Dan wawancara dengan salah satu Account Director, dia sama sekali tidak lulus test. Ga bisa jawab pertanyaan sederhana dalam bahasa Inggris, tidak bisa (tepatnya tidak mau) mencoba test telpon (angkat dan terima telpon), dan tidak ada motivasi kerja. Jadi buat apa dong????????

Singkat cerita, kami diperintahkan untuk memberi kesempatan kepada perempuan "malang" ini. Boss besar secara langsung meminta saya untuk memberikan bantuan 30 menit - 1 jam tiap harinya. Saya tolak?? Ya ga bisa lah!! Dan demi mendengar cerita malang perempuan itu, sebagai perempuan tentunya saya pun ingin membantu.

Jadi mulai lah Senin kemaren perempuan ini mulai bekerja. Pertanyaan saya ke diri sendiri, "Harus mulai dari mana???"

Perempuan ini tidak pernah bekerja, tidak bisa komputer sama sekali, bahasa Inggris nya kurang (malah mungkin tidak bisa kali).

Gini.. gini ... jadi sekretaris direksi, mungkin lebih mudah. Karena hanya mengurus satu orang, mengatur jadwal meeting, travelling, filing, bikin surat?? Hari gini, jarang banget sekretaris yang bikin surat sendiri (eh, itu di perusahaan saya yah). Udah ada email kok, para boss itu langsung buat email sendiri dong. Eh, tapi sebelum ada yang protes, sekretaris direksi kantor saya sekarang ini juga di multi fungsi, malah jujur aja, kalo saya yang jadi sekretaris direksi jaman sekarang, mungkin belum tentu bisa. Karena SekDir di kantor saya, terlibat banyak urusan pitching, dari mulai ambil form tender sampai menyerahkan form tender. Di antara itu, pekerjaannya...... JUBLEK BLEK. (saking banyak nya).

Nah, sekretaris divisi client service ini, itu tugasnya lebih kompleks dari sekretaris direksi. Dia menangani lebih dari satu orang, saat ini ada 7 (tujuh) orang perempuan di bagian client service. Membantu 7 perempuan dengan banyak client, dibutuhkan keahlian, keluwesan, dan harus gesit. Berhubungan juga dengan bagian keuangan, karena sekretaris ini mengurus seluruh bon-bon (makan, lemburan, taxi) yang berhubungan dengan department ini.
Itu baru beberapa dari sekian banyak tugas sekretaris divisi Client Service lho. Belum lagi mengatur jadwal travelling, membantu mereka untuk meng- up date pekerjaan jika mereka semua berada di luar kantor, dan lain lain.

Seorang sekretaris tanpa pengalaman di bidang advertising aja, perlu waktu untuk beradaptasi dan mengejar ketinggalannya. Nah, kalo tanpa pengalaman APAPUN, kapan dia bisa mengejar ketinggalannya?? Sedangkan pekerjaan tidak bisa menunggu, dan tidak semua orang ada waktu untuk mengajarinya kan?

Monday, April 13, 2009

Happy Birthday Dear

Hari ini ulang tahun abang
Apa yang ada dalam pikiran abang, menginjak usia 42 tahun
Apakah sudah merasa bahagia?
Apakah sudah merasa cukup?


Maafkan aku, jika belum bisa menjadi istri yang baik hati, sabar dan ikhlas dalam melaksanakan tugas kerumahtanggaan.
Kadang ego masih terlalu tinggi, walaupun ntah apa yang aku ingin buktikan.
Susah sekali untuk tidak membalas "kekecewaan" ku dengan memperlakukan hal yang sama.
Rasanya masih ingin mengatakan, "aku pun bisa!!"

Masih banyak kekurangan ku sebagai istri

Maafkan aku

Smoga di usia 42 tahun ini, Abang senantiasa diberkahi Allah SWT, sehat wal'afiat, diberi sisa umur yang bermanfaat, dilembutkan hati dan perkataannya, rejeki yang barokah untuk menafkahi keluarga. Diberi kekuatan untuk menjaga kami para perempuan dalam kehidupan mu, diberi kesabaran mendidik anak-anak perempuan kita, semoga abang berhasil membawa kita semua lebih dekat dengan Allah SWT. Aamiin.

Tuesday, April 07, 2009

rahasia dan saya

Saya akui, salah satu kelemahan saya adalah tidak pintar membaca "tanda-tanda". Insyaa Allah saya adalah penjaga rahasia yang baik. Tapi kalo tidak diberitahukan bahwa "itu rahasia banget", ada kemungkinan saya akan keceplosan ngomong TANPA SENGAJA.

Hal ini cukup sering terjadi, ntahlah karena apa. Apakah saya terlalu naif, tidak pintar baca 'kode' atau lupa. :D

Tapi sering kejadian, yang dianggap rahasia oleh teman-teman dan mereka tidak memberitahukan ke saya, tapi setelah proses sekian lama seringkali TANPA DIKEHENDAKI saya akan tahu juga.

Mungkin saya dikarunia 'penciuman' yang cukup tajam untuk merangkai peristiwa demi peristiwa sehingga bisa mengambil kesimpulan. Hhm.. hanya saja kelebihan ini kurang saya asah, karena saya termasuk orang yang tidak perdulian.

Sudah saya katakan dari awal ke teman-teman pria saya, kalo lagi mau genit-genitan, mendingan saya di kasih tau dari awal. Karena ntah bagaimana Allah memberikan ide kepada istri-istri mereka untuk "bercerita" ke saya atau sekedar "bertanya". Padahal saya tidak paham apa yang dimaksud, dan akhirnya jadi tahu sendiri.

Monday, April 06, 2009

Karyawati selalu "Single"

Karyawati selalu dikategorikan tidak (pernah) menikah alias single.

Sebenarnya saya sudah lama tahu, dan cenderung pasrah. Ya sudah lah.. mau gimana lagi? Walaupun banyak juga perusahaan (terutama perusahaan minyak) yang tidak memberlakukan hal ini. Tapi sayang nya saya bukan bekerja di perusahaan minyak. Jadi status single selalu menyertai saya.

Sebenarnya (lagi), kondisi seperti ini (pastinya) merugikan karyawati yah. Apalagi tidak sedikit karyawati yang bersuamikan pekerja lepas - seperti saya. Belum lagi teman-teman yang status nya janda. Dan mereka harus menghidupi anak (anak) mereka.

Ah.. ini memang sekedar curahan hati saya saja, yang baru menyadari mahalnya biaya dokter gigi anak itu. Belum lagi kalo harus perawatan.

Friday, April 03, 2009

Sentilan

Suatu sore, duduk di samping saya seorang pengasuh anak yang sedang menggendong anak yang sudah bukan bayi lagi. Dia keberatan dengan anak asuh nya, dan sedikit menyesali kenapa anak itu tidak mau duduk tenang di kereta dorong nya.

Kesan pertama melihat anak yang di gendong itu, batin berkata, "pasti ada sesuatu dengan anak ini" dan ternyata dugaan saya benar. Bocah ganteng itu terkulai, tidak bisa menegakkan kepalanya, pandangan mata kosong. Subhanallah, apa yang telah terjadi anak ganteng?

Tak kuat menahan rasa ingin tahu, saya pun bertanya dengan pengasuhnya. Dapatlah cerita itu, terlahir normal, sampai di usia 3 tahun si anak terjatuh di kolam ikan, dan tenggelam cukup lama. Sehingga otak nya sempat kehilangan oksigen. Masyaa Allah!! Ditambahkan pula, semua itu terjadi karena kelalaian sang ayah, yang sedang menerima telpon dan tidak memperhatikan anak berusia 3 tahun itu mendekati kolam ikan. Dan tercebur.

Akibat dari kelalaian sang ayah, bocah ganteng itu harus mengalami nasib tergantung dengan orang seumur hidup nya. Sungguh, bocah itu ganteng sekali. Dan menurut pengasuh itu, ayah dan ibu nya sangat sayang dengan bocah itu, anak bungsu dari 3 bersaudara. Bocah ganteng itu setiap hari harus melakukan terapi, untuk membantu mengaktifkan syaraf-syaraf otak nya. Subhanallah.

Saya seperti diingatkan, bahwa Allah menitipkan anak-anak yang alhamdulillah secara fisik maupun mental normal. Diingatkan, bahwa tidak sewajarnya memarahi mereka hanya karena mereka malas gosok gigi sebelum tidur, memarahi mereka hanya karena mereka tidak mau tidur padahal ayah ibu nya sudah sangat mengantuk, memarahi mereka hanya karena meminta sesuatu dan ayah ibu nya tidak ingin membelikan (karena satu dan lain hal).

Ternyata kami memang harus lebih banyak sabar, menghadapi "kenakalan" anak-anak kami. Yang sebenarnya masih sangat wajar untuk ukuran anak-anak seusia mereka.

Ya Allah, terima kasih sudah Kau titipkan Puti Nasheeta dan Puti Nara Marteeza kepada kami, smoga kami bisa menjaga, mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeha, tangguh, mandiri, sabar, penyayang terhadap sesama. Aamiin.

Tanpa bermaksud apapun, saya salut terhadap teman dan saudara yang mempunyai anak autis atau penyakit apapun, smoga Allah memberikan kalian kesabaran dan keiklasan dalam mengasuh anak-anak kalian.

Tapi Ibu masih keliatan muda kok

Dalam perjalanan mengantar Nasta sekolah, alarm di ponsel Ibu bunyi. Alarm pengingat ulang tahun Bo Gede. Maka terjadilah pembicaraan ini ;

Ibu : Wah.. tante Gede ulang tahun hari ini

Nasta : Tante Gede ulang tahun Bu? Berapa umur nya?

Ibu : Berapa yah Ta.. hhmmm (ibu mikir bentar) .. 37 thn. Ya ampun.. tante Gede udah 37 tahun. Berarti bulan depan Ibu udah 36 tahun.

Nasta : Tiga Enam ya bu?
(Nasta kadang masih suka baca angka nya aja untuk bilangan puluhan)

Ibu : Iya Ta. Wah.. dah banyak nih umur ibu. Ibu dah mulai tua nih Ta

Nasta : Tapi Ibu masih keliatan muda kok.

Ibu : speechless mode on (sambil tersipu-sipu) ..

So sweet ...

Wednesday, April 01, 2009

Terjadi juga

Setelah sekian lama hanya membaca dari email-email orang tak di kenal, atau di koran-koran yang mana korbannya tidak juga saya kenal, sampailah takdirNya seorang sahabat dekat saya mengalami peristiwa naas tersebut.

Sahabat dekat saya menjadi korban perampokan di dalam taksi. Alhamdulillah tidak terjadi penganiayaan, penghinaan, atau apapun yang membuat trauma korban seumur hidup nya. Alhamdulillah. Memang hanya materi yang hilang, walaupun tetap akan menyisakan trauma tapi Insyaa Allah tidak membekas baik secara fisik maupun mental sahabat saya itu.

Peristiwa itu terjadi Jum'at malam, turun di Kuningan sahabat saya melanjutkan dengan taksi. Biasanya sahabat saya itu amat selektif memilih taksi, tapi karena mendung tebal, guntur menggelegar, satu pikiran di benak sahabat saya itu, "cepat sampai rumah" maka dia pun menghentikan sebuah taksi berbadan hijau. Tidak ada perasaan apapun pada awalnya, dia sempat menelpon suami dan adiknya di dalam taksi. Sampai di pecahan jembatan Kuningan, supir taksi mengarahkan taksi ke arah kiri jalan. Padahal teman saya hendak ke arah Menteng, yang seharusnya bisa ambil kanan. Sahabat saya langsung meminta supir taksi untuk segera ambil arah kanan. Awalnya supir taksi menurut, tapi tidak lama dia mengammbil jalur kiri lagi. Dengan reflek sahabat saya membuka pintu, tapi pintu tidak bisa di buka dari dalam. "Kena gw" itu batin dia. Dan dalam hitungan detik, masuklah dua orang ke dalam taksi sahabat saya itu.

Sahabat saya sempat menendang pria yang masuk dari pintu kiri, tapi pria dari pintu kanan berhasil memaksa dia untuk "tenang", sempat berontak, tapi mereka semakin kuat mencengkeram leher dan kaki sahabat saya itu. Cukup lama sahabat saya memberontak, tentunya disertai ancaman dari ketiga orang pria di dalam taksi itu. Sampai akhirnya sahabat saya itu tersadar, percuma dia melawan, akhirnya dia mencoba untuk tenang. Tas sahabat saya di ambil, di bongkar, diambillah apa yang mereka tuju. Handphone sahabat saya dimatikan, kartu ATM di ambil dan di paksa untuk memberikan nomor pin. Yang awalnya tidak diberikan oleh sahabat saya itu. Penjahat itu pun mengancam dan menghunus leher sahabat saya itu dengan kunci setir yang berujung tajam.

Demi keinginan untuk selamat dan bertemu anak dan suami, akhirnya sahabat saya memutuskan untuk "bekerja sama". Karena penjahatnya itu pun bilang, "lebih baik kerja sama, kami dapat uang, nona tidak akan kami apa-apakan. Daripada nona bersikeras tidak kasih, kami perkosa ramai-ramai, kami hajar nona, dan akhirnya nona toh memberikan juga." Akhirnya penjahat berhasil mendapatkan nomor pin, ambil sebatas maksimal kartu (kena 2 kartu yang di ambil). Dan sahabat saya ditinggalkan di daerah Sunter.

Cincin kawin dikembalikan, sim card dikembalikan, ipod balik (karena pas mereka lengah, sahabat saya berhasil ambil kembali ipod nya), barang belanjaan (abis belanja bulanan) dikembalikan, dan sahabat saya ALHAMDULILLAH selamat tiba di rumah.

Dasarnya sahabat saya ini suka ngobrol dengan siapapun, termasuk supir taksi, lucunya selama proses penyanderaan itu, mereka bisa "ngobrol". Sampai salah satu dari penjahat itu berkata, "enak saya bicara dengan nona ini, nyambung." Alamak...
Pun diberitahu oleh penjahat itu, bahwa target operasi mereka biasanya perempuan keturunan (cina). Tapi karena dari pagi mereka belum dapat korban, melayu pun tak apa. Sampai-sampai mereka bilang, "anggap aja ini apes nya nona, dan rejeki bagi kami." Gilingan!!!!

Sempet² nya juga sahabat saya itu bilang, "bang, hasil rampokan ini jangan buat judi dan main perempuan yah", plis deh jeng..

Hebatnya sahabat saya ini, dia bisa bereaksi cepat untuk bertindak tenang dan tidak gegabah. Sikap tenang memang diperlukan, dalam keadaan apapun.

Tips yang sudah sering dibaca, dan ternyata memang berguna akan saya tulis lagi :

~ tetap tenang, dan jangan panik. apalagi bertindak bodoh, karena itu akan merugikan diri sendiri.
~ usahakan tidak membawa kartu ATM lebih dari satu, dan dengan jumlah uang "seperlunya" saja.
~ tidak menggunakan asesoris berlebihan
~ jangan menggunakan "home", "suamiku", atau sejenisnya di ponsel kalian.
~ gunakan taksi dari perusahaan yang jelas
~ segera sms atau telpon suami / istri / sodara nomor badan taksi (apalagi jika menggunakan taksi ga jelas)

Smoga semua ini bisa jadi pelajaran buat kita semua, dan smoga sahabat saya bisa mengikhlaskan materi yang dia berikan ke penjahat itu.

Wednesday, December 31, 2008

Berharap Menjadi Manusia Baik

Salah satu alasan saya menyukai film seri CSI (baik New York, Miami maupun Vegas) adalah cara kerja para "detektif" itu. Digambarkan mereka adalah orang-orang yang cekatan dan sangat teliti. Mereka bsa melihat sebutir telor ikan di t-shirt korban atau sepotong kayu kecil yang hanya ada di daerah tertentu. Tentu saja itu semua dibantu oleh kecanggihan sebuah benda yang bernama komputer. Tapi siapapun yang suka menyaksikan film itu, pasti setuju untuk mengagumi kecanggihan team peneliti CSI tersebut.

Saya mengagumi orang-orang yang teliti. Merasa diri sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk itu, jadi sedikit menyesal mengapa dari dulu tidak saya latih. Semua orang pasti ada kemampuan nya kan? Saya kagum dengan orang orang yang mempunyai daya ingat kuat, bisa mengetahui perubahan baik fisik maupun non fisik seseorang. Sayang nya saya bukan lah orang seperti itu. Contoh kecil, waktu orang-orang meributkan kumis mantan boss saya, "apakah dia berkumis atau tidak" dan saya pun tercenung .. kenapa saya tidak memperhatikan hal itu?? Padahal setiap saat saya melihat. Atau jika ada yang baru potong rambut, butuh waktu cukup lama buat saya untuk menyadarinya. Bahkan seringkali jika ada orang lain yang berkomentar, baru lah saya ikut memperhatikan.

Buku Tetralogi Andrea Hirata juga membuat saya kagum, hebatnya Andrea ini mengingat masa kecil nya dengan baik. Walaupun mungkin ada beberapa atau banyak hal yang dia tambahkan. Tapi saya tetap kagum.

Pun saya kagum dengan para penulis, yang bisa menulis tiap hal dengan rinci. Terkadang apa yang mereka tulis itu pernah saya baca atau minimal mengetahuinya, walaupun tidak terekam dengan baik di otak saya.

Ahh... sungguh saya menyesal tidak menggunakan seluruh kemampuan otak saya. Tidak memaksimalkan instink kemanusiaan saya. Tidak mengasah dengan baik sisi spiritualitas saya, supaya saya bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Seorang teman pernah mengatakan bahwa saya adalah orang yang tidak perhatian terhadap sekeliling saya. Egois, tepatnya. Jika saya merasa suatu hal tidak ada hubungan dengan saya, maka saya tidak akan memperdulikannya. Dulu saya terlalu menjaga diri saya sendiri, tidak seorang pun boleh menyakiti saya, mengecewakan saya, maka terbentuklah tembok pembatas antara saya dan lingkungan saya. Dari hal-hal kecil hingga hal besar. Menjadikan saya manusia yang tidak perhatian, dan menganggap tidak penting hal hal kecil.

Ah.. kemana saya harus mengulang mengingat-ingat hal-hal kecil dalam kehidupan saya dan saudara-saudara, teman-teman, keluarga, lingkungan.

Saya ingin menjadi orang yang selalu memperhatikan orang lain. Apakah bisa saya memulai kembali? Mengentaskan keegoan saya? Untuk tidak selalu memikirkan diri sendiri..........

Mungkin ini salah satu dari niat baik saya, menjalani tahun 1430 H dan 2009, untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dan selalu menjadi orang baik. Hhmm... ternyata menjadi orang baik memang harus rajin berlatih .. dan minum Milo tentu ..

Sunday, August 10, 2008

Teman-teman Baru

Alhamdulillah nasta nara senang tinggal di cibubur, malah sejak pindah sudah langsung punya banyak teman. Kebetulan banyak teman sebaya di satu jalan rumah kami itu. Samping rumah persis ada Fia dan Nadia, Fia seumuran Nara sedangkan Nadia sekitar 1.5 thn. Kalo nasta ada Vincent, kelas 1 SD. Dan masih banyak lagi yg lain. Akibat dari seminggu pertama main di luar terus tiap sore, Nasta Nara langsung sakit. Maklum, tidak terbiasa kena angin sore. Duh.. kasihan banget anak-anak saya yah? Dan namanya juga anak, kalo mendengar suara teman-temannya main di luar, mana bisa di larang untuk tidak main sih?
Tapi insyaa Allah mereka bisa jadi lebih kuat. Amiin.

Ada kejadian lucu, sepulang kerja seperti biasa saya menanyakan kegiatan mereka. Nasta pun bercerita seru, main sepeda dengan Vincent. ”Aku lebih senang main dengan boys Bu daripada girls. Bu, tadi sendal ku dan Vincent pacaran.” ”Hah?? Maksudnya apa kak?” tanyaku geli dan heran. ”Iya bu, sendal ku dan sendal nya vincent deketan, kaya ciuman gitu.” hihihihi... speechless deh ibu nya.

Lain kali nasta bilang ke Vincent, ”aku kan pacar kamu!” hah? Mampus ga tuh? Trus Vincent nya bilang, ”aku udah punya pacar di sekolah” alamak... do they know what pacar is? Hihihi… geli banget deh dengar obrolan mereka itu.

Sejak nasta sekolah, kesempatan bermain hanya beberapa jam saja. Karena Nasta selalu tidur di atas jam 4 sore. Sedangkan vincent sudah ”njemput” jam 5an. Nasta blom bangun. Kadang ga sempat main. Sampai akhirnya, vincent main ke tempat lain. Dan nasta?? Ya main ke tempat Fariz, teman sekelas nya yang rumah nya tidak jauh juga dari rumah kami.

Nara? Dia jatuh cinta dengan Nadia :D karena setiap saat dia panggil nama Nadia. Padahal yang seumuran dengan dia yah kakak nya Nadia yakni Fia.

Berita Bahagia

Setiap orang punya caranya sendiri untuk memproklamirkan berita bahagia. Baik berupa rencana perkawinan sampai penantian anak pertama or kedua or seterusnya. Apapun bentuknya, berita bahagia lah intinya.

Contoh: seorang teman menutup rapat rencana pernikahannya sampai undangan siap diedarkan. Hah?? maksud lo!! Ga ngomong-ngomong gitu punya rencana. Paling tidak kan bisa bantu doa or bantu cari-cari apa kek. Tapi ya sudah lah, dia pasti punya alasan tidak membicarakan berita bahagia ini secepat mungkin. Takut ga jadi kali yah? hihihi...
Jauh sekali dengan saya, selesai di lamar, hampir seluruh dunia akan tahu bulan pernikahan saya. Hahahah... padahal masih jauh sekali dari tanggal pernikahan. Sampai saya ingat, lebih dari 5 teman ”menyalip” diantara jadwal tunggu saya itu. Hhmm...

Contoh lagi : ada teman yang langsung menceritakan bahwa dia hamil setelah dia cek kehamilan. ”duh.. tapi gw blom cek ke dokter sih, insyaa allah jadi yah. Doain yah mba!”. Atau ada juga yang tidak memberitahu sampai usia kehamilan 3 bulan lebih dengan alasan, ”takut ada apa-apa. Ntar daripada kecewa mendingan nunggu 3 bulan lebih baru ngasih tau orang-orang” hhhmm... masuk akal. Atau ada juga yang menjelang kehamilan 7 bulan blom mau menceritakan kehamilannya pada siapapun (tidak termasuk keluarga lho) dengan alasan, biar surprise aja.

Kalau saya, tentu saja termasuk tipe teman pertama. Ntah lah, apa karena saya bukan orang pintar menyimpan rahasia atau terlalu exciting. Lagipula berita bahagia selayaknya disebarluaskan, syukur2 smakin banyak yang mendoakan insyaa Allah jadi smakin baik. Amiiin.

Pekerjaan yang (sebaiknya) dihindari

Pada saat Nasta dan Nara besar nanti, aku akan memberitahu mereka pekerjaan yang sebaiknya mereka hindari, yakni dibidang Human Resources! Sebisa mungkin jangan sampai mereka kerja jadi HRD atau sejenisnya.

Kenapa?? Belasan tahun aku kerja dan berkawan cukup dekat dengan bagian HRD, dan mengetahui banget bahwa pekerjaan mereka tidak lain tidak bukan hanyalah ”pelindung” management. Mengatasnamakan perusahaan, tapi seringkali menguntungkan perusahaan. Mengatasnamakan peraturan Depnaker, tapi tetap aja yang diikutin adalah peraturan yang menguntungkan perusahaan kan? Seperti sudah lebih dari 3 tahun lalu, peraturan depnaker yang mengijinkan karyawan wanita untuk cuti selama 2 hari selama mereka menstruasi, dihilangkan. Memang sih, banyak yang ambil keuntungan dari cuti mens ini. Kan 1 dari 20 orang yang mengalami masalah saat menstruasi, sisanya? Yah hanya ambil jatah cuti aja. :D mungkin itu alasan cuti mens dihilangkan. Well, tidak 100% dihilangkan sih, boleh ambil cuti mens dengan catatan : HARUS ADA SURAT DOKTER! Hehehe..

Biasanya pekerjaan HRD harus pintar menjaga rahasia perusahaan. Ya iya lah!! Disaat genting, krisis, dimana pimpinan perusahaan memutuskan untuk mengurangi ”beban kapal”, HRD lah yang pusing tujuh keliling. Mengikuti peraturan depnaker, mengatur jatah pesangon, dan harus menghadapi satu persatu terdakwa yang mau tak mau harus dikeluarkan itu. Blom lagi peraturan lain yang sudah selayaknya dipatuhi, tapi karena satu dan lain, banyak yang menyalahkan HRD karena tidak ”mengerti karyawan”. Contoh kasus, karena sering dan selalu terjadi di kantor ku. Karyawan datang telat, di tegur, di kasih sanksi. Tapi kalo karyawan lembur dan tidak dapat fasilitas lembur (hanya beberapa golongan yang dapat jatah uang lembur), tidak dapat apa-apa. Dilema kan? Belum lagi kalo karyawan tidak masuk kantor dan tidak ada surat dokter, mau tak mau kena potong cuti atau potong gaji. Tapi karyawan lembur di hari Sabtu dan Minggu, tidak dapat kompensasi apa-apa.

Kesannya HRD tidak manusiawi dan flexible kan? Padahal kunci utama kebijakan HRD kan di pimpinan perusahaan juga. Kalo memang pemimpin menyetujui flexibilitas, tentunya HRD akan manut. Susahnya lagi, kalo ada flexibilitas macam ini, karyawan supporting (finance, administrasi, general affair) tentu menuntut hal yang sama kan? Wong sama-sama cari duit buat kantor kok.

Hah.. susah nya.. untuk aku bukan di HRD. No wonder HRD kantor gw sering bermuka jutek.. hihihi... pusing dia.. dari bawah di dorong-dorong, dari atasan di tekan-tekan ... cape deh...

Monday, May 05, 2008

Memaknai Usia


''Belum hilang jejak telapak kaki orang-orang yang mengantarnya ke kubur, seorang hamba (yang telah habis usianya) akan ditanya mengenai empat hal, yaitu hal usianya ke mana dihabiskannya, hal tubuhnya untuk apa digunakannya, hal ilmunya seberapa yang diamalkannya, serta hal hartanya dari mana diperolehnya dan untuk apa dibelanjakannya.'' (HR Tirmidzi).
Karunia Allah yang paling berharga yang diberikan kepada manusia adalah usia. Kekayaan dan kekuatan manusia tidak berarti apa-apa jika usia sudah tiada. Menurut Ar Razi, jika hilangnya masa dipahami sebagai hilangnya modal, sedangkan modal manusia adalah usia yang dimilikinya, manusia pun selalu mengalami kerugian. Sebab, setiap saat, dari waktu ke waktu, usia yang menjadi modal utamanya terus berkurang.
Tidak diragukan lagi, jika usia itu digunakan manusia untuk bermaksiat, ia benar-benar mengalami kerugian. Bukan hanya tidak mendapatkan kompensasi apa pun dari modalnya yang hilang, namun lebih dari itu. Apa yang dilakukan dapat membahayakan dan mencelakakan dirinya. Begitu juga jika usianya dihabiskan untuk mengerjakan perkara-perkara yang mubah, ia tetap dikatakan merugi sebab usia sebagai modalnya habis tanpa meninggalkan dan menghasilkan apa pun bagi dirinya.
Untuk itu, usia haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya. Suatu hari, seorang murid bertanya kepada mursyidnya, ''Apa makna usia?'' Jawabannya adalah sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW, ''Apabila hari ini amal pekerjaanmu masih sama dengan hari kemarin, berarti kamu merugi. Bila lebih jelek daripada kemarin, terkutuk namanya. Bila lebih bagus, barulah termasuk beruntung.Nah, apakah usiamu yang setiap saat berkurang telah digantikan oleh hal-hal yang lebih baik atau sebaliknya? Di situlah makna usiamu.''
Ada dua hal penting mengapa usia harus mendapat perhatian serius. Pertama, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas usia yang Allah karuniakan. Kedua, usia adalah masa yang menentukan baik buruknya manusia. At Tirmidzi meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Siapa manusia terbaik?'' Beliau bersabda, ''Manusia yang usianya panjang dan dihabiskan untuk kebaikan.'' Ia bertanya lagi, ''Siapa manusia terburuk?'' Beliau bersabda, ''Manusia yang usianya panjang, namun dihabiskan untuk keburukan.'' Wallahu a'lam bish-shawab.
(Muhammad Bajuri )
Sumber : www.republika.co.id



Semoga kita semua menjadi manusia-manusia TERBAIK. Amiiiin

Saturday, April 26, 2008

PIL or WIL

Jangan pernah cerita masalah rumah tangga khususnya kepada teman lawan jenis, karena bisa menjadi pencetus hubungan emosional yang lebih mendalam.

Percaya atau tidak, hanya diri kita sendiri lah yang bisa mengetahui. Apakah kita akan terus bermain api atau bisa membatasi diri dalam setiap ucapan kita ke teman lawan jenis.

Dan jika tidak ingin mengganggu rumah tangga orang, terlebih rumah tangga diri sendiri, bijak lah dalam bersikap. Pikir panjang sebelum berucap.

Jika keadaan sudah smakin parah, hanya kerugian yang akan datang. Tidak akan ada yang pernah menang dalam permainan seperti ini.

For you : my best friend

Coklat ... GA ENAK

Itu kata Nasta

Kalo Ibu nya sih.. maniak coklat ... yang sayang nya, sejak ketahuan Nasta alergi makan makanan rasa coklat, ibu nya jadi mengurangi makan coklat juga.

Iya, Nasta alergi makan/minuman rasa coklat. Kasihan kan? Kalo dia makan/minum rasa coklat, hampir bisa dipastikan beberapa hari kemudian dia akan batuk. Dan jika sudah batuk, asma nya kambuh.. hiks.. kasihan kan?

Saat ini Nasta lagi batuk. Dan Kamis kemaren, mau tidak mau, suka tidak suka Nasta harus di inhalasi untuk mengurangi sesak napas nya. Ayah bertanya sedikit curiga, entah ke Ibu atau ke Nasta, "Kakak ga makan coklat kan?" Ibu dan Nasta hanya berpandang-pandangan, "Sepertinya ga deh."

Sebenarnya Nasta pernah nyoba susu Milo nya Ibu, sedikit aja kok. Tapi saya ga berani bilang, masa susu Milo sedikit aja langsung batuk sih????

Pagi nya, Nasta sudah baikan. Tidak terlalu heboh mengi nya. Dan dia langsung teringat, "Ibu, waktu kakak dari Kubah Emas kan makan biskuit coklat."
"Oh iya!!!! Ibu lupa! Hehehe.. malah kakak yang ingat.. "

Padahal, Nasta hanya makan tidak lebih dari 3 keping lho! Dan akhirnya Nasta benar-benar mengerti bahwa dia sama sekali tidak boleh makan makanan/minuman rasa coklat. Lalu dia ngomong, "Coklat itu GA ENAK!!!"

Ke sini yah ..

Terima kasih sudah mampir ...

Saya jarang posting di sini, silahkan mampir ke sini untuk cerita baru ..

Salam sayang

Saturday, November 10, 2007

Spagheti Schottel

Weekend ini saya masak Spagheti Schottel, resep masih di ambil dari blog Dapur Bunda. Thanks Nong. Bahan-bahannya ga jauh beda dengan makaroni schottel lah.. hanya beda jenis pasta nya aja. Udah ketauan dong dari namanya :D

Bahan :
1 bungkus spagheti
200 gr daging cincang (saya lebihkan jadi 300 gram, karena punyanya segini)
1 kaleng susu evaporated (tapi saya tambah 1 kotal 200ml ultra putih)
5 telor
1 bungkus keju cheddar
1 buah bawang bombay
4 siung bawang putih (resep asli hanya 2 siung)
1 batang daun bawang
1 sdt pala bubuk
2 sdt garam (resep asli hanya 1 sdt)
1 sdt gula pasir
merica sesukanya.. (resep asli hanya 1 sdt)

Cara masak :
Tumis bawa bawang bombay, bawang putih dan daun bawang sampai harum
masukkan daging cincang, masak hingga matang
Campur susu + telor + pala bubuk, kocok.
campurkan tumisan daging dan campuran susu telor
rebus spagheti, tiriskan
siapkan pyrex
tuangkan sedikit susu dan daging ke dalam pyrex itu
taro spagheti sesuka hati
tuang sisa daging dan susu sampai membanjiri spagheti
tabur keju parut (kayanya lebih enak kalo dilebihin deh)
panggang

hasilnya?? Alhamdulillah enakkkk.....

Maaf, gambar tidak tersedia.

Tuesday, November 06, 2007

Brownies, Bubur Menado & Ayam Woku Belanga

Ternyata saya bisa masak!! Mohon maaf jika saya sedikit sombong kali ini, tapi saya benar-benar memasak. Makanan yang saya masak pun tergolong tidak mudah, menurut orang-orang. Hahahahaha....

Ceritanya Sabtu kemaren kan hujan tuh, saya mencari cemilan sore. Alhamduillah banyak makanan sih, kue kering lebaran masih banyak di meja tamu, belom lagi stok di lemari... siapa yang mo ngabisin yah??? Tapi saya ga pengen makan kue kering itu, saya pengen pancake nih. Lalu saya bertanya ke tukang masak, bisa bikin pancake kan?? buatin dong. Tapi saya harus kecewa, karena mba tukang masak ini tidak pernah meracik adonan. Biasanya dia hanya membuat/memasak saja. Adonan yang buat ibu, mba. Hhmmm.... mama memang lagi ga di rumah sore itu. Duh.. padahal gampang banget lho, pikir saya. Tahu kok bahan yang diperlukan apa saja, tapi saya tidak tahu ukuran nya, tepung berapa, telor berapa, susu berapa.... sigh.... mau telpon mertua? Gengsi ah..

Trus saya ingat punya resep brownies dari jaman saya masih aktif ikut milis Dapur Bunda nya alm. Inong. Lalu saya lihat persediaan bahan mentah, hhmm... hanya ada telor 2 butir, kurang. Lalu minta tolong asisten rumah tangga beli telur di warung. Waduh!! coklat bubuk nya kok ga ada? Terpaksa asisten balik ke warung. Hmmm... OK, oh iya perlu mixer. Saya ambil mixer yang sudah lama sekali tidak saya pakai itu. OK, siap. Aduk telor 4 butir dengan 2 cup gula pasir hingga kaku...masukkan tepung terigu 2 cups, coklat bubuk 3/4 cup, minyak 1 cup, garam 1sdt, vanili 1 sdt. Kocok. Siapkan loyang. Aduh...loyang brownies saya mana yah??? Ga sempet nyari, alhasil pake loyang kue bekas bikin nastar... hhhmm.. jadinya kaya apa nanti? Ahh.. cuek lah. Tuangkan adonan ke dalam loyang, panggang. Hhhmmm... mudah kan?? Dan hasilnya pun, alhamdulillah layak makan. Bohong deh... ENAK BANGET TAU!!

Minggu pagi, setelah shalat shubuh saya tidak tidur lagi. Melainkan langsung ke dapur, karena saya sedang ingin membuat bubur menado dan ayam woku belanga. Bubur menado ambil resepnya dari internet, maaf saya lupa. Masaknya mudah (banget) ternyata. Beras 500gram, saya malas nimbang, jadi kira2 aja deh. Daun-daun yang diperlukan, kemaren saya pake daun kangkung, kemangi dan daun melinjo, jagung juga. Masak beras hingga setengah matang, masukkan jagung, dan sereh 1 batang (di geprek dulu), lalu masukkan segala jenis daun-daun itu. aduk aduk aduk.... jadi deh... dan rasanya, cukup mengobati keinginan mertua yang dah lama pengen makan bubur menado. Sambal nya... TOP juga... cabe keriting, cabe rawit merah di goreng, trus di ulek ma' terasi dan gula merah. Pedes manis nya pas. Eitss.. tapi urusan mengulek sambel saya serahkan ke asisten rumah tangga. Sayangnya tidak ada ikan asin kipas (kurang tau nama persisnya), jadi pake ikan jambal biasa. Ah... tetep enak kok... Boleh lah memuji sendiri...
Proyek kedua, memasak ayam woku belanga resep dari Dapur Bunda. Ah... Inong, sayang.. gw ga bisa langsung bertanya... tapi blog ini ternyata sangat bermanfaat. Gw bisa tiap saat mencari makanan yang gw inginkan. Ayam woku belanga ini bahan utamanya ayam negeri (ya pasti ayam lah.. gimana sih meli), kemiri, bawang merah, sereh, jahe 1 ruas, kunyit 1 ruas di blender. trus pake daun kemangi dan daun bawang untuk efek ijo-ijo nya itu lho... hhhmmm.... ngeliat gambar nya aja udah bikin ngiler. Harus pedes nih, pikir saya. Karena makanan menado kalo ga pedes, kurang mantappp....

Dan.... taraaaaaaaaaaa.... alhamdulillah ayam woku belanga made in Meli sudah siap dan layak dimakan. Hhmm.... ternyata memasak itu tidak sulit, dengan catatan kalo saya lagi pengen masak. Biasanya sih abis masak sekali ini, diperlukan waktu lagi untuk mulai masak lagi... hihihihih....

eits... tenang aja... saya sudah mengumpulkan banyak sekali resep-resep yang menurut saya mudah, dan saya suka. Oh iya, saya harus memberikan catatan khusus sepertinya, saya hanya akan masak makanan yang saya suka. Karena jika orang-orang tidak suka / kurang suka, saya bisa menghabiskannya. Benar kan???

next project, pengen bikin pastel tutup atau spageti schottel (resep lagi-lagi dari inong).

Monday, October 29, 2007

Keinginan

Ntah kenapa keinginan untuk pindah ke rumah sendiri lagi tinggi. Semalam, setelah shalat malam ntah saya bermimpi atau justru saya tidak tidur sebenarnya, saya sudah membayangkan akan merenovasi rumah. Jebol ini, bangun itu, kamar mandi anak-anak di tambah, dek jemuran, pengen punya mesin cuci yang mahal itu (tapi praktis - kata yang udah punya), pengen kitchen set yang simpel dan praktis, mengingat saya kurang jago masak, pengen kolam ikan Koi, pengen pake AC di seluruh ruangan, pengen nambah kamar pembantu, pengen ini, pengen itu......

Pfuih... smoga keinginan saya dapat segera terwujud. Amiiiinnn....

Ya Allah, Engkau lah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik buat kami sekeluarga. Amiiin..

ps: yang lagi dilema menghadapi masalah pembantu.

Thursday, September 13, 2007

Senin, 10 September 2007

Yaa ayyatuhan nafsul muthma’innah, irji’ii ila rabbiki raadhiyatam mardhiyyah. Fadkhulli fii ‘baadi wad khuli jannati
Wahai jiwa yang tenang kemballah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lag di ridhai-Nya, maka masuklah kedalam jama’ah hamba-hamba ku dan masuklah ke dalam surga –Ku\
(QS. Al-Fajr (89) ayat 27 – 30)



Innaa Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun
Sesungguhnya kami adalah milk Allah dan kepada Nya kami kembali

Manusia hidup dan mati sudah ditentukan oleh Allah SWT. Jalan menuju kematian tiap manusia pun tidak pernah sama. Alhamdulillah almarhum papa (mertua) Djamadil Agus Alwi (74 tahun) boleh dibilang meninggal dengan tenang, cepat dan tidak terlalu menderita, menurut saya. Mungkin papa sendiri sebelumnya sudah menderita. Blio kesulitan bernafas dan terlihat sekali blio tidak bisa bernafas akibat asma akut yang dideritanya.

Senin malam saya dan Uni Anis sudah menuju rumah, di sekitar Lenteng Agung saya dengar Uni terima telpon dari rumah. "ada d lemari", kata uni sedikit kesal. Hhmm.. pasti papa pikir saya. Karena papa memang selalu mengandalkan uni jika ada apa-apa, terutama masalah obat-obatan. Saat itu mungkin dalam pikiran uni, papa mengada-ada lagi mengenai sesak nafas nya itu. Sepuluh menit kemudian, di telpon lagi dari rumah, uni masih menjawab seadanya "iya iya ini udah di margonda. Sabar dikit dong." Hhhm.. kalo memang uni bicara dengan papa, saya sempat ngebatin – uni sedikit kasar - :D tapi karena saya sendiri tahu bagaimana papa, jadi agak maklum. Papa itu sudah sedikit (atau banyak yah?) pikun. Dan keras kepala. Hmm… ketauan kan darimana sifat keras nya si abang turunan siapa? Saat itu di mobil, kami masih beranggapan bahwa papa hanya "sesak nafas" biasa, makanya blio ribut cari ventolin. Saya pun ngomong ke Uni, "sirup markisa uni yang buka bukan?" "Bukan", jawab uni. "Soalnya, baik abang maupun meli ga ada yg pernah minum sirup itu, tapi sekarang sudah mau habis." Tersangka utama tentu lah si papa. Yang memang suka minum dingin, tidak bisa dilarang, kalo pun di larang papa bilang "hanya minum sedikit". Jadi saat di mobil kami mengasumsi papa kambuh sesak nafas nya karena minum dingin. Sampai di komplek handphone uni berdering lagi "ya udah di komplek". Kata uni singkat. Huu.. kalo masih jauh gimana?, uni sedikit menggerundel.

Sampai di depan rumah papa sudah bergegas jalan menuju mobil dituntun oleh Bu Diah. Terlihat papa sudah panik, karena kesulitan bernafas. "Susah .. susah nafas..", kata papa terengah-engah. "Iya kita langsung ke rumah sakit, sabar", kata uni cepat. Saya pun ngikut lagi masuk ke dalam. "Papa duduk depan aja", kata papa. "Ehh.. jangan", sahut saya cepat, papa di belakang, meli yg di depan. Di dalam mobil papa duduk pegang jok depan, "susah susah nafas nya..", kata papa. "iya sabar, istighfar", kata uni lagi. Sambil bantu mengucapkan, astahfirullah al adziim. Terus di ulang-ulang. Saya bantu pegang tangan papa, seakan-akan ingin memberikan kekuatan kepada papa. Saya bingung harus ngapain lagi, melihat papa kesulitan bernafas. Saya hanya bisa berkata, sabar pa, istighfar. Sempat terucap oleh papa –sulit sulit sekali bernafas "pa, sabar pa". Uni mungkin tidak melihat ekspresi papa karena uni nyetir mobil. Tapi saya yang melihat muka papa, smakin tidak tega. Sabar pa, rumah sakit nya sudah dekat. Melihat papa yg seperti mau pingsan, saya langsung lompat ke belakang dan menangkap tubuh papa.

Di jalan tidak hentinya saya mengajak papa bicara dan dalam hati menyesali tidak ada pemisah jalan di depan RS Bunda Margonda. Kalaupun ada puteran sekitar 200 meter dari Bunda, itu pun tidak dapat digunakan karena dtutup. Buat apa ada puteran kalo ga bisa buat muter?? Jadi kami harus memutar diputaran UI. Ditambah kondisi jalan yang kurang ramah (jam nya orang pulang kantor). Ahh…

Papa sudah terdiam, saya melihat gigi papa sudah mengatup. Reflek saya coba masukkan jempol saya ke mulut papa, "pa, gigit jempol meli pa. gigit yang kenceng pa. gigit pa", sempat saya merasakan jempol saya digigit papa, sesaat. "pa, sabar pa, rumah sakit nya udah lewat, kita harus muter dulu. Pa. bangun pa. pa, besok papa antar nasta sekolah atau TPA yah pa. pa, inget nasta dan nara pa. pa, bangun pa." Saya coba memegang denyut nadi di pergelangan tangan papa, hanya rasa dingin dan justru degup jantung saya terdengar lebih kencang lagi. Saya terus ajak ngobrol papa, berusaha menghilangkan pikiran bahwa papa sudah tak bernyawa, berharap hanya pingsan. Tapi sempat juga saya melihat jam, seandainya benar papa sudah tak bernyawa saya bisa tahu perkiraan waktu nya. 8.29.

Sesampainya di RS Bunda, dengan bantuan orang-orang yang ada di sekitar UGD, papa diturunkan dari mobil. Saya mencoba mendorong papa, sudah berat. Tapi saya masih berharap. Seorang perawat di parkiran masih mengenali muka saya, saat Nara di rawat. Dengan cepat perawat UGD mengambil alih papa dan memasangkan selang oksigen, dokter jaga datang dalam hitungan detik. "Sudah tak ada denyut," katanya. Ayahnya kenapa? Kata dokter kepada kami. Sesak nafas, serangan asma. "punya sakit jantung?" "iya, pernah serangan jantung 4 – 5 bulan yang lalu." Dokter hanya diam lalu berkata ke perawatnya, kita coba EKG. Saya melihat air muka dokter, dan sepertinya saya sudah tahu apa yang terjadi. "papa ngompol dok," kata saya. Dokter hanya mengangguk. Dan kesimpulan dokter, papa sudah meninggal pada saat dibawa ke rumah sakit. Ya Allah, apakah benar dugaan saya tadi? Papa sekarat waktu di mobil tadi. Dan tidak ada yg bisa saya bantu untuk papa, meringankan sakit nya itu? Dan yg lebih sedih nya lagi, saya tidak membantu papa 'melepas kepergiannya' padahal saya berada tepat disamping papa. Karena saat itu saya masih berharap papa hanya pingsan dan akan segera sembuh.

Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik buat ummatNya. Allah tidak menginginkan papa tersiksa lebih lama. Dia menyegarakan sakit papa. Walaupun kepergian papa yang sangat cepat ini menyisakan penyesalan dihati kami, anak-anaknya. Kami masih kurang sabar dalam menghadapi tingkah laku papa, padahal kami menyadari kekurangan papa.

Pada saat papa pingsan di mobil, uni sudah telpon ke rumah. Menyuruh Ira dan mama segera ke rumah sakit. Terserah mau naik apa, harus segera. Abang masih dalam perjalanan saat itu, uni juga sudah telpon abang untuk segera langsung ke rumah sakit. Berkal-kali abang mencoba cari tahu, apa yang terjadi dengan papa. Saya hanya bisa bilang, sedang di observasi oleh dokter. Saya tidak mau bilang ke abang, kalo papa nya sudah meninggal. Supaya abang tidak terburu-buru ke rumah sakit. Mengingat abang itu orang nya panikan. Ira sms saya, memberitahu sudah menuju rumah sakit. Papa gimana? Itu pun tidak saya balas. Sesampainya ira d rumah sakit, dengan muka penuh pertanyaan ira menghampiri saya. Mama berjalan dibelakang. "Saya hanya bilang ke ira, pegangin mama Ir, papa udah ga ada" tak terbendung tangis ira dan mama yang mendengar kabar ini.

Saya mencoba tabah. Tapi setiap kali teringat "ya Allah, bentar lagi puasa. Ga disangka kejadian juga ke saya, merasakan puasa tanpa orang terkasih." Saya suka sedih, jika menjelang bulan Ramadhan melihat mobil jenasah lewat, saya selalu bertanya, mereka pasti sedih sekali yah? Bentar lagi mo puasa, di tinggal orang terkasih. Dan hal ini menimpa saya.

Alhamdulillah mama aktif di mesjid, jadi saat mama bilang, urusan rumah sudah di urus pihak mesjid. Alhamdulillah. Saya menemani papa saat sakratul maut menjemput, saya menemani papa saat pulang ke rumah untuk disemayamkan. Saya memang baru kurang dari 6 tahun mengenal blio, tapi papa adalah papa yang baik, opa yang sayang sekali dengan kedua cucu nya. Papa sangat concern jika anak-anak sakit, dia akan masuk ke kamar jika mendengar cucu nya batuk atau menangis. Dan pastinya ribut bertanya, sudah di kasih obat? Dan pertanyaan itu selalu diulang-ulang, dkarenakan kepikunan papa itu.

Sesampainya di rumah, Alhamdulllah semua sudah beres. Nasta blom tidur, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Dia melihat semua kesibukan orang-orang, dia melihat opa nya di taro di dipan. Tapi tidak sepatah katapun dia mengajukan pertanyaan. Aneh sebenarnya, karena Nasta selalu bertanya jika ada hal-hal yang diluar kewajaran. Nasta tidur pukul 11.30, saya pun mengantuk sekali. Tapi mata sulit sekali dipejamkan. Coba baca Yaasiin, tapi ntah kenapa air mata ini sulit sekali dihentikan. Akhirnya saya 'mungkin' tertidur sekitar pukul 3 pagi. Dan sudah bangun lagi pukul 5.15, karena jamaah shubuh mesjid Adz-Dzikri datang untuk mendoakan papa.

Alhamdulillah semua proses dari mulai memandikan, mengafani, menyembayangkan dan menguburkan berjalan lancar. Papa dikubur di atas kuburan Oma, ibunya. Mama bilang, papa meninggal tanggal 10 September, Oma meninggal tanggal 11 September 1978. Sepertinya papa memang mempersiapkan diri untuk bertemu ibu nya, Karena sore nya papa sempat cat rambut.

Alhamdulillah, banyak yang bilang papa meninggalnya bagus. Karena mendekati puasa. Saat terakhir melihat wajah papa, sambil terisak saya berkata dalam hati, papa sudah enak sekarang, tidak akan merasakan sesak nafas lagi.

Ahh… hari-hari tidak akan sama tanpa kehadiran papa d rumah. Tidak ada lagi yang bikin mama marah-marah / kesel, karena tingkah papa yang kadang memang bikin geleng-geleng kepala. Tdak ada lagi papa yang suka melucu / bercanda dengan pembantu rumah tangga. Tidak ada lagi yang buka kulkas tengah malam, mencari kudapan. Ahh… sedih sekali…

Papa, I am gonna miss u.

Friday, August 24, 2007

Musibah Kecil

Cobaan dari Allah SWT itu bisa berbagai macam hal. Smoga saya termasuk orang orang yang sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun ujian yang Allah berikan. Amiiin.

Masalah pembantu/baby sitter adalah cobaan kecil bagi seorang ibu yang punya anak dan bekerja di luar rumah. Setelah mba nya anak-anak yang hampir 2 tahun bekerja pada kami resign, dengan cepat saya langsung dapat pengganti. Belum ketenangan itu terasa, si mba' baru itu harus pulang karena "ibu nya sakit".. hhmm.. klise. Alhamdulillah tidak terlalu lama dapat pengganti. Ex baby sitter yayasan, teman suster yg lama itu. Anak nya kecil tapi gesit. Walaupun perlu waktu untuk beradaptasi dengan anak-anak, overall, kerjaanya OK.

Ah.. lega deh.. anak-anak ada yg bantu ngurus. Tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama. Karena asisten senior di rumah yang bagian masak dan bebenah rumah tiba-tiba pendarahan di rumahnya sendiri. (dia pulang tiap weekend). Hah??? kok ga keliatan hamil nya?? Dan kok bisa-bisanya mba itu ga bilang2 kalo sedang hamil (note: dia sudah punya 2 anak, bahkan anak yg bungsu dibawa - jadi teman main nasta nara). Kami semua jadi merasa bersalah. Memperkerjakan orang hamil!!

Pusing lagi..

Ga lama dapat freelancer untuk masak dan bebenah. Alhamdulillah. Tapi lagi-lagi ketenangan terusik, karena tiba-tiba si mba' suster tidak bisa balik dengan alasan harus menemani kakak nya yang ditinggal tugas suami. Ingin menangis rasanya.. pusing...

Kepusingan bertambah karena saat transisi pembantu itu, anak-anak lagi pada gantian sakit. Berakhir dengan Nara opname dengan diagnosa Radang Paru ringan. Gedubrak!!!
Nara di rumah sakit, otomatis saya harus disana dong. Siapa yang jaga Nasta?? Alhamdulillah, Allah memang pengasih dan penyayang. Kakak ipar saya memang pada saat itu memang sudah rencana ambil cuti seminggu, mau jalan-jalan dan istirahat di rumah. Jadilah Tata Anis jadi mba nya Nasta selama saya di rumah sakit. Antar jemput sekolah, dan bolak balik rumah sakit. Thanks Un.

Singkat kata, kami memutuskan ambil suster lagi di yayasan. Itu pun ternyata sulit sekali. Menjelang puasa ini, stok suster KOSONG!! banyak tersedia suster untuk bayi. Alhamdulillah setelah beberapa yayasan di telpon, referensi dari teman-teman dan saudara, kami dapat mba untuk Nara. Hhhmm... sebenarnya saya agak malas ambil dari yayasan karena takut si mba hanya mau pegang 1 anak. Trus Nasta gimana?? Mau nangis lagi saya. Tapi memang susah sekali cari pembantu menjelang puasa ini. Mba baru ini pun sudah bilang akan pulang kampung lebaran nanti. ahh... sudah lah, yang penting saat ini saya bisa kerja dengan tenang dulu. Mengingat pekerjaan kantor sudah menumpuk rasanya.

Saat ini saya masih dalam pencarian 1 mba untuk teman Nasta dan bantu-bantu bebenah. Smoga cepat dapat.

Thursday, July 19, 2007

Perempuan (baca: Ibu Hamil) Jakarta memang KUAT

Judul di atas sebenarnya ungkapan kekesalan saya terhadap para pria di ibukota Jakarta, penumpang bus lebih khususnya lagi.

Bagaimana tidak kesal? Jika melihat pria muda (bahkan remaja), seperti tidak punya mata melihat seorang wanita hamil besar dan sedikitpun tidak memperlihatkan tanda-tanda memberikan bangku untuk wanita hamil itu!

Kemaren saya dan dua orang teman menumpang Kopaja P20 dari tempat makan siang kami menuju kantor, salah seorang teman saya sedang hamil besar. Persis di depan mata kami, bangku-bangku tersebut telah diduduki oleh beberapa pria. Yang sepertinya para pria itu BUTA semua! Mereka seolah tidak melihat (tidak mau melihat tepatnya), bahwa seorang wanita hamil besar berdiri di samping mereka. Apakah mereka lupa pelajaran etika berkendaraan umum? Harus memberikan tempat (duduk) kepada orang yang tua, wanita hamil dan wanita yang menggendong anak kecil?

Ingin rasanya saya berteriak tepat di kuping mereka, "pada buta lo semua yah??". Well, sebenarnya tidak terlalu bermasalah juga untuk teman saya itu, kami hanya melewati 3 halte, dan Alhamdulillah teman saya itu cukup kuat untuk berdiri beberapa menit di dalam bus.

BUT THAT'S NOT THE POINT!! AAAAAAAAARRRRRRRGGGGHHHHHHHHHHH......

Saat itu kebetulan matahari ada 5 di atas ubun-ubun kepala! Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak gerai kopi sebelah kantor. Dan kami membicarakan kejadian ini. Dan.. semuanya merasa GERAM!!

Wahai para pria yang baik hati, saya tau sebenarnya kalian baik hati dan perduli. Hanya saja kalian terlalu MALAS untuk berdiri di bus. Smoga suatu hari nanti, jika kalian bertemu dengan Ibu Hamil, Orang jompo dan ibu menggendong / membawa anak-anak, kalian tidak MALAS lagi utk berdiri dan memberikan tempat duduk kalian.

Wednesday, July 18, 2007

Bu, Abu, Ibu, Ibi

Sejak sebelum menikah pun saya berkeinginan anak-anak saya akan memanggil saya dengan sebutan Ibu. Bukan Mama. Ternyata tingkat kesulitan bagi seorang anak batita mengucapkan kata "IBU" cukup tinggi juga. Terbukti sewaktu Nasta seumuran Nara (<2 thn) dia tidak bisa mengucapkan "Ibu". Tapi dengan lantang dari umur 9 bulan sudah bisa mengucapkan "Ayah". Sedih? Pastinya!! Alhasil sempat sekali waktu Nasta memanggil saya dengan sebutan "Yeye". Hahahaha... ntah darimana dia mendapatkan ide untuk menyebut Yeye itu, dan sebutan itu berlangsung cukup lama. Sampai akhirnya Nasta sudah bisa menyebut Ibu. Alhamdulillah.

Lain Nasta lain pula Nara. Dia cukup fasih mengucapkan kata "Ayah" dari sejak bisa mengeluarkan suara (agak hiperbola dikit boleh dong). Tapi untuk menyebut kata "Ibu" diperlukan usaha dan kesabaran saya sebagai Ibu nya untuk mendengar Nara memanggil saya Ibu. Hiks..
Kalau kami mencontohkan pengucapan "I-BU", dia hanya memonyongkan mulutnya menyerupai seruan "BU", tapi tidak ada suara. Kekekekekkkk... Ada untung nya juga sih, karena dia belum bisa bilang "ibu", jadi kalo terbangun tengah malam yang dipanggil adalah "AYAH". hahahahaha.... jadilah si ayah yang bangun meladeni keinginannya, si ibu? tetep tidur dong..

Sampai akhirnya Nara bisa mengucapkan kata "bu". Alhamdulillah. Eitss.. jangan senang dulu, karena Nara tidak mengucapkan "Ibu", melainkan "A-bu" waksss... dan jadilah beberapa saat Nara manggil saya dengan sebutan Abu. Sesekali dia bisa juga mengucapkan I-BU, atau E-BU. Yang penting "BU" nya jelas deh. Hehehehe...

Kesenangan itu tidak berlangsung lama, karena saat ini Nara memanggil saya dengan sebutan "ibi". Pfewww...

"ndi, bi. ndi" yang artinya mandi ibu, mandi.

Wednesday, July 11, 2007

Batuk nya Nasta

Seharusnya Nasta sudah mulai masuk sekolah, tapi sengaja saya suruh dia tetap di rumah sambil memulihkan tenaga. Sudah hampir dua minggu Nasta terserang batuk yang cukup parah. Dan kali ini saya 'lemah'. Hari pertama dia demam dan mulai batuk, saya langsung bawa dia ke dokter anak. Dan di hari itu juga dia mulai menelan beragam macam obat yang dimasukkan kedalam 1 botol antibiotik. Hiksss... (padahal menurut artikel yang saya baca, batuk/asma tidak harus selalu diobati dengan antibiotik)

Hari keempat masih demam dan batuk yang bertambah parah, karena banyak slem di dada. Tambah lagi obat-obatan yang diracik dalam 1 botol antibiotik. Sempat juga Nasta dibawa ke UGD nya sebuah rumah sakit di jalan Margonda, karena saya dan suami memutuskan untuk mencoba inhalasi untuk Nasta. Karena jujur saja, kami tidak sanggup mendengar suara grok grok dan (mungkin) rasa sesak di dada yang Nasta rasakan. Kalo kami ada di posisi nasta, mungkin kami akan lemas tidak karuan.

Nasta demam lebih dari 5 hari, on off on off, saya sudah kepikiran bahwa demam nya dia ini karena batuk, dan kemungkinan ada kuman di slem nya dia. Tapi kami coba juga test darah dan hasilnya Alhamdulillah baik-baik saja. Proses inhalasi tidak berjalan mulus, karena Nasta ternyata tidak suka. "BAU" katanya sewaktu masker menutupi mulut dan hidungnya. Alhasil, kami hanya berhasil "mendekatkan" masker ke mulut dia. Sebenernya kurang efektif, karena banyak obat yang terbuang.

Dugaan sementara dari dokter, Nasta kemungkinan Asma. Karena ada turunan asma dari pihak ayah Lutfi, jadi kami seperti mengamini. Ditambah memang dari bayi Nasta sering batuk grok grok gitu. masih inget kejadian Nasta batuk grok grok di kasih Izoniazid ma' DSA nya, pdhal tuh obat utk penderita TB. Aarrggghhh

Saya dan suami akhirnya coba cari dsa spesialis asma anak. Sampailah kami pada seorang dokter di daerah kebayoran, dan kami dapat nomor besar, sehingga kami dijadwalkan bertemu sang dokter jam 12 malam!!. Phewww..
OK, kita coba saja. Kondisi Nasta sendiri pada saat kami bawa ke dokter itu sudah membaik, sesekali masih batuk berdahak. Tapi memang karena sudah masa akan sembuh (batuk masa sembuhnya ± 14 hari). Hasil obrolan kami dengan pak dokter ini, blio memang mengatakan tenggorokannya Nasta sensitive. Karena ada riwayat keluarga penderita asma, memang ada kemungkinan Nasta bisa menderita asma (noted : sekarang blom asma). Jadi sebisa mungkin pencetus nya musti dihindari. Tidak boleh ada buku di kamar / lemari kamar, pakaian di lemari tidak boleh lebih dari 2 minggu menetap, karena masa hidup sang TUNGAU. Tidak boleh ada binatang peliharaan (untungnya kami tidak punya), tidak boleh pasang karpet (karpet terakhir di ruang tamu sudah di angkat), bersihakan filter AC seminggu sekali (pfuiih...), boneka bulu di cuci seminggu sekali, dll,dsb.

Untuk memastikan kondisi Nasta, pak dokter ini menyarankan untuk photo thorax dan sinus. Ahh.. smoga Nasta baik-baik saja.

Renungan buat Ibu Meli
- Smoga ini kali terakhir Nasta minum antibiotik lama (biasanya kalo dapat antibiotik, saya jarang sekali kasih ke Nasta. Apalagi kalo tau sakit nya karena virus)
- Smoga lain kali jika Nasta mengalami hal serupa, saya bisa lebih intens mengawasi Nasta, sehingga kami tidak perlu bolak balik ke dokter. Karena penyakit seperti ini yang diperlukan hanya istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak dan makan makanan bergizi.
- Smoga Nasta bisa lebih sehat dan jarang sakit. Amiiin.


Buat teman-teman yang memerlukan artikel tentang asma bisa di cari di sini

Tuesday, June 26, 2007

Asa

Kehilangan kesempatan pastinya bikin semua orang sedih, dan mungkin semuanya akan berpikir, seandainya kita bisa kembali ke suatu masa dimana kita bisa memperbaiki sesuatu sehingga kita tidak kehilangan kesempatan itu.

Tapi mungkin sebagian besar orang akan mengatakan, ambil hikmah dari semua kejadian dan belajar dari kegagalan. Saya 100% setuju. Saya pun berusaha untuk ikhlas dan semoga lebih mengerti dari kegagalan saya ini.

Mengawali kejadian ini pun, saya sudah berusaha untuk berpikir positif dan siap kecewa jika hasilnya tidak sesuai keinginan. Menjalani proses sebaik-baiknya. Dan berdoa, jika memang hal ini terbaik dari Allah SWT, please make it happen. Tapi jika tidak, smoga saya diberi kesabaran, keihlasan dan pengertian akan semua hal ini.

Ya Allah, Engkau lah yang Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik buat ummat Mu ini. Berkahilah kehidupan kami sekeluarga. Amiiin.

Friday, June 08, 2007

Ulah Nasta

Potong Rambut

Akhirnya.... iya, kalo boleh saya bilang "akhirnya" kejadian ini terjadi juga di anak saya. Seringkali saya mendengar anak kecil ada masanya akan menggunting rambutnya sendiri. Dan terus terang saya menunggu saat itu. Hahahaha... maksudnya sih pengen tau aja, apa anak gw se"creative" anak-anak lain yang pernah melakukannya. Dan ternyata sekarang sudah terbukti.

Pulang kantor langsung dapat laporan, Nasta potong rambut. Sekilas saya lihat, ga ada yang aneh dengan rambut nya. Poni masih tetap sama panjang, bagian depan juga mulus. Ternyata dia potong bagian belakang. Hahahaha.... hhmmm.... ga keliatan kok. Tapi kalo diperhatikan baik-baik, memang aneh.

Dasar anak, dia bangga sekali lho bisa "potong rambut sendiri". Dan pastinya, dia ngomong itu tanpa ada perasaan bersalah, mungkin Nasta pikir, "kenapa sih, potong rambut dikit aja heboh banget."

Pfuihh... Ata..... ata.....


Masak "Kreppy Patty"

Semalam ayah cerita kalo Dani menangis karena Nasta. Deg. Saya langsung sedih. Apa yang sudah Nasta perbuat? Kok Dani bisa nangis? FYI, Dani itu lelaki dan lebih tua 1,5 tahun dari Nasta. Saya tidak ingin Nasta & Nara jadi anak yang suka mukul.

Sampai rumah, kebetulan Nasta belum tidur. Saya langsung ajak dia ngobrol.
Saya : Ibu denger tadi siang Dani nangis. Kenapa?
Ata : Iya, aku mau bikin Kreppy Patty, sama Dani ga boleh.

Terus dilanjutkan penjelasan dari mbak nya, Nasta ngejar-ngejar Dani pake sodet. Dani nya lari-lari ketakutan gitu, takut kena pukul. Trus Dani nangis. Ga lama Nasta nya juga nangis, karena sodet nya di ambil.

Ya Tuhan...

antara mau ketawa, tapi juga prihatin. Ternyata anak saya "galak" juga. alhasil, saya mencoba terus menjelaskan ke Nasta bahwa perbuatannya itu tidak baik. Dan tidak boleh di ulang lagi. Kepada Dani pun saya berpesan, kalo Nasta berbuat nakal lagi, kasih tau saya.

Ulangan Umum di TPA

Semalam saya baru membaca lembaran pengumuman dari TPA Adz-Dzikri, tempat Nasta sehari-hari menghabiskan waktu nya di sore hari. Nasta belum terdaftar resmi sebagai murid TPA itu. Hanya karena sang Oma pengurus mesjid, jadi status nasta adalah, "murid titipan".

Pengumuman itu berupa pemberitahuan Ulangan Umum di TPA tersebut. Jujur saja, saya dan suami sedikit panik. Karena kami kurang mengikuti pelajaran yang telah Nasta pelajari selama di TPA itu. Kami selalu berpikir, Nasta hanya murid titipan. Jadi belum terlalu banyak pelajarannya.

Ternyata oh ternyata.. walaupun ada "contekan" bacaan hadist dan surat pendek serta menghitung dengan bahasa Arab, saya jadi ketakutan sendiri. Hah? Bisa ga Nasta ngikutin "ujian" ini. Akhirnya kami sepakat, ya sudah lah, biar Nasta belajar "ulangan umum". Hihihihi....

Doakan yah, smoga minggu depan Nasta bisa mengikuti "ulangan umum" pertama nya itu.

Tuesday, June 05, 2007

Menunggu itu membosankan

Saat ini saya sedang dalam kondisi menunggu. Menunggu jemputan. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19.18, pfuihh...

Dan dalam kondisi agak sedikit menyesal.. kenapa saya tadi tidak langsung pulang saja jam 5 teng. Seandainya saya langsung pulang, tidak minta di jemput, tentunya saat ini saya sudah bercengkerama dengan kedua bidadari saya.

Seandainya saya pulang duluan.... aaaaaaaaahhhh..... lamanya...

SMS baru, "sudah dekat kantor".

Ups.. saya pamit dulu yah.

Monday, June 04, 2007

Butuh uang? ke ATM aja

Sudah lama saya tidak bercerita tentang Nasta dan Nara. Sudah smakin banyak polah dari kedua orang bidadari kecil saya itu. Nasta (bentar lagi 4th) sudah smakin bijak. Nara (16 bulan) cenderung mengikuti kelakuan kakak nya.

Nara sudah bisa manggil saya, "booooooo" :D
Dan lucunya, dia senang sekali mengucapkan kata "apel". Kami memang senang melihat dia mengucapkan kata itu, karena pas ucapan "pel", dia akan melipat lidahnya. Lucu dan menggemaskan sekali. Sedihnya, karena Nara tidak memakai anting-anting, jadi tidak sedikit orang yang mengira Nara adalah anak laki. Seringkali orang-orang mengatakan, "enak yah, anaknya sudah sepasang." Wakkksss... huwaaaaaaa.... anak saya perempuan... Hhm.. resiko deh.. tapi mau gimana lagi? lubang anting nya sudah tertutup, dan harus menunggu Nara besar untuk buat lubang anting baru.

Lain Nara, lain pula Nasta. Anak ini memang seringkali "menguji kesabaran" ibu dan ayahnya. Suatu saat dia bisa begitu menyenangkan, sehingga saya tidak akan berhenti menciumnya. Tapi, kalo dia sudah berubah menjadi anak yang "menyebalkan" AAAAAAAAARGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH... rasanya saya ingin menangis saja...
Tapi sampai saat ini sih lebih banyak menyenangkannya kok. Belum tau nanti kedepannya. Pfuih...

Smoga saja baik saya dan suami saya bisa menjadi orang tua yang sabar dan lebih mengerti anak-anak nya. Amiiin.

Nasta juga masih suka becanda garing, bisa liat di sini. Duh.. menyesal saya, sudah lama tidak menulis tentang kegaringan dia, karena suatu hari nanti pasti bisa jadi obrolan menarik. Hahahahaha...

Sudah beberapa kali saya sering mendengar Nasta berbicara soal uang. Awalnya dari si mba, Nasta minta dibeliin sesuatu di warung. Mba nya bilang, "mba ga punya uang Ta." Dan dengan enteng nya nasta bilang, "mba ambil aja dulu di ATM." hihihihihihihi... Dan hal itu terjadi juga dengan kami, ayah dan ibu nya. Mentang-mentang setiap mau ambil uang kami suka ajak dia ke ATM.

Hahahaaha.. bisa-bisa bentar lagi dia akan mengerti, kalo untuk belanja bisa "gesek kartu aja"