photo dirumah-nurina-merah-468.gif
Showing posts with label nasta. Show all posts
Showing posts with label nasta. Show all posts

Thursday, December 15, 2011

Gen N





Entah kapan Gen N ini mulai nya. Apa sih Gen N? Hehehe.. ini istilah ku aja kok, untuk anak-anak yang punya nama depan huruf N 


Nama-nama seperti Nabila, Najwa, Nayla, Nadira, Namira, Naura, Nadia gampang banget ditemukan.  Iya kan? Anak mu namanya siapa? Keponakan? Anak tetangga? :) 


Waktu hamil Nasta, terinspirasi oleh sepupu dari pihak suami yang memberi nama anak perempuannya berawal NA, yakni Nadia dan Najmia. Dengan alasan ngambil dari almarhum Atu / kakek mereka yakni Natsir. Hhmm.. ntah benar atau tidak. Secara sadar atau tidak, aku pun mulai mencari-cari nama dengan awalan Na atau minimal huruf N didepan. Tapi aku juga ga mau yang pasaran. Nadia dan Nabila kan udah banyak banget tuh. Suka dengan nama Najmia, tapi udah dipake duluan kan :) Karena Najm itu artinya bintang. Bagus kan? 


Alhamdulillah ketemu deh nama NASHEETA. Unik yah? Belum ada yang pernah pake setau aku. Aku nemu nama Nasheeta itu dari situs Libanon :) Ada seorang dokter perempuan namanya Nasheeta. Dan dapat artinya yakni energetic. Kebetulan juga, aku udah menyiapkan nama panggilan NASTA. Lucu yah :) 


Begitu usia kehamilan 6 bulan, dsog nya bilang, anak nya laki bu. Waduh!! Mau dikasih nama siapa nihh??? :D 


Karena kan mau nya tetap huruf N, dan ada artinya. Lebih bagus lagi kalo nama Islami gitu kan. Banyak sih nama laki berawal N, tapiii... nama jadul semuaaaaaa... 
Nasir, Naufan, Naufal (udah pasaran tuh) ... Dari semangat cari nama, akhirnya jadi males. Ah.. bodo ah. Liat nanti aja deh. Walaupun udah pilih-pilih juga. 


Emang Allah Maha Baik, yang aku lahirkan anak perempuan :) Dan jadilah nama Nasheeta dipake. Keponakan ku yang lahir lebih dulu, diberi nama Nayla. Hhmm.. N juga kan? 


Dua setengah tahun kemudian, anak kedua lahir. Harus N juga dong. Aku suka nama NARA. Walaupun sepertinya nama Nara itu lebih banyak digunakan oleh anak laki-laki. 


Mungkin memang banyak orang tua suka dengan huruf N kali yah. Coba liat absensi sekolah deh. Saat ini aja, di kelas nya Nara ada 6 anak perempuan, 5 diantaranya menggunakan huruf N 



  1. Nara 
  2. Namira 
  3. Nayla 
  4. Najwa
  5. Nadine

Seru yah. Yang penulisannya dibedakan juga banyak. Misalkan yang umum kan Nadia, lalu penulisannya di ganti Nadya. Nayla di tulis Nailah. 


Dan ternyata orang tua yang memberikan nama anak mereka dengan huruf N itu masih berlanjut sampai sekarang loh. 


Kira-kira kalau aku punya anak perempuan lagi.. akan dikasih nama siapa yah?? 

Wednesday, August 26, 2009

Puasa ala Nasta

Dari awal mendekati Ramadhan, saya sudah meminta Nasta untuk belajar puasa. Paling tidak belajar ikutan bangun sahur (minimal banget deh). Tapi karena kondisi kesehatan jualah, sampai hari ini Nasta belum belajar puasa.

Nasta itu kan susah sekali di suruh minum air putih. Padahal kalo lagi batuk, salah satu obat yang paling andal adalah minum air putih sebanyak-banyaknya. Jadi pada Jum'at malam, saya bilang, "Kakak besok jadi mau puasa?" Dengan cepat dia menjawab, "Aku kan lagi batuk Bu. Kalo abis batuk, aku kan harus minum air putih yang banyak. Kalo puasa, gimana minumnya?" Hhmm... ngeles tingkat tinggi nih. Baiklah, karena alasannya memang benar, Ibu tidak memaksa.

Dan memang setelah ke dokter dan dibantu obat pengencer dahak, kalo batuk dia pasti akan muntah untuk mengeluarkan reak nya itu.

Senin, hari pertama sekolah, ulangan harian pula. Sebenarnya kalo ga ulangan, Ibu mau nya Nasta ga usah sekolah dulu. Tapi anak nya juga ga mau ketinggalan ulangan. Dan ternyata sakit nya Nasta masih cukup parah, karena setelah ulangan dia dititipkan ke ruangan UKS. Dan Ibu di telpon supaya ada yang menjemput Nasta. Kasian anak Ibu.

Selasa, masih batuk. Masih belum mau puasa, padahal katanya teman-teman sekolah udah banyak yang sekolah. Tapi Nasta sudah meminta supaya botol minumannya di taro di dalam tas. MALU, katanya. Hihihihi...

Rabu, masih batuk. Tapi sudah jauh lebih baik. Ibu sudah menawarkan Nasta mau puasa atau tidak. Dengan keringanan, sarapan pengganti sahur. Selama di sekolah sampai pulang tetap puasa. Sampai rumah makan siang, minum obat, lanjut puasa lagi sampai magrib.

Dan komentar Nasta, "Bu, laper dong nanti?"

Ya iyalah Nak, namanya juga puasa.

Tuesday, June 02, 2009

Susahnya punya anak Perempuan

Jum'at lalu saya menonton film Virgin 2. Alur film nya sendiri lambat sekali, tapi sinematography nya keren abisss.. kisah nya sendiri konon kabarnya "Based On True Story"

Sepanjang film itu, tak henti-hentinya saya istighfar dan memohon kepada Allah SWT, sang pemilik kehidupan, untuk menjaga dan melindungi anak-anak perempuan saya dari orang-orang yang berniat jahat. (Bagus juga nih film, bikin saya istighfar terus :D)

Tadi malam, tetangga saya yang anaknya sekolah bareng Nasta kirim pesan. Anaknya bercerita bahwa tadi payudara nya di pegang oleh teman-teman lelaki nya. Dan Nasta juga. Hah?????? Pelan-pelan saya dan suami bertanya kepada Nasta, apa yang terjadi. Nasta awalnya "hanya" bercerita, "tas ku di rebut A, sepatu ku dimasukkin ke dalam tas, liat deh Bu, kaki ku sampai sakit." Perlahan saya bertanya, apakah A benar pegang / nyubit tetek nya dia? Awalnya Nasta pun bercerita tanpa rasa sedih atau kesal, mungkin menurut dia hal seperti itu tidak terlalu bermasalah (tapi bermasalah sekali bagi saya!!!) "Iya, tetek ku di pegang, di cubit.. sakit Bu" "Di cubit bagaimana? Tetek nya atau perut nya?" "Tetek nya bu, begini nih .." (dia memperagakan sambil mencubit tetek saya)
"Tapi kan bukan salah ku Bu..." sudah mulai menangis ...
"Oh ga apa2 sayang, Ibu dan Ayah ga bilang kakak salah. Ibu mau kakak cerita ke Ibu. Ibu pernah bilang ke Nasta kan, tidak ada yang boleh pegang badan kakak apalagi tetek dan meki kakak, kecuali IBU!!!"
Nasta mulai terisak, mungkin dia jadi mengingat kejadian itu.
"Apa yang kakak rasakan? Kakak sedih ga? Kakak marah ga?," saya melanjutkan.
"Aku udah bilang berenti, tapi mereka terus-terusan ngeroyok aku dan N bu."
"Kakak bilang ga ke Oom Bagus (supir bisnya)?"
"Iya, aku bilang.. "

Astaghfirullah...

"Kak, ibu jadi sedih nih. Ibu mau kalo ada hal yang bikin kakak sedih, marah, sebel atau bahagia, kakak cerita ke Ibu ya."

Lalu saya menceritakan ke tetangga saya itu. Apa perlu saya adukan ke Ibu masing-masing anak itu?? Tetangga saya bilang, nanti saja, saya sudah lapor ke guru nya.

Tapi saya tidak bisa menunggu sampai besok, saya langsung sms ke orang tua anak laki-laki yang sudah mencubit tetek nya Nasta.

Astaghfirullah ...

Hal yang saya khawatirkan telah terjadi, hiks.. sedih sekali rasanya. Berat memang punya anak perempuan ...

Sepertinya saya harus mengajarkan Nasta dan Nara teknik Tae Kwon Do yang sederhana. Untuk menendang dan memukul teman-teman yang nakal itu.....