photo dirumah-nurina-merah-468.gif
Showing posts with label All about kids. Show all posts
Showing posts with label All about kids. Show all posts

Wednesday, July 18, 2007

Bu, Abu, Ibu, Ibi

Sejak sebelum menikah pun saya berkeinginan anak-anak saya akan memanggil saya dengan sebutan Ibu. Bukan Mama. Ternyata tingkat kesulitan bagi seorang anak batita mengucapkan kata "IBU" cukup tinggi juga. Terbukti sewaktu Nasta seumuran Nara (<2 thn) dia tidak bisa mengucapkan "Ibu". Tapi dengan lantang dari umur 9 bulan sudah bisa mengucapkan "Ayah". Sedih? Pastinya!! Alhasil sempat sekali waktu Nasta memanggil saya dengan sebutan "Yeye". Hahahaha... ntah darimana dia mendapatkan ide untuk menyebut Yeye itu, dan sebutan itu berlangsung cukup lama. Sampai akhirnya Nasta sudah bisa menyebut Ibu. Alhamdulillah.

Lain Nasta lain pula Nara. Dia cukup fasih mengucapkan kata "Ayah" dari sejak bisa mengeluarkan suara (agak hiperbola dikit boleh dong). Tapi untuk menyebut kata "Ibu" diperlukan usaha dan kesabaran saya sebagai Ibu nya untuk mendengar Nara memanggil saya Ibu. Hiks..
Kalau kami mencontohkan pengucapan "I-BU", dia hanya memonyongkan mulutnya menyerupai seruan "BU", tapi tidak ada suara. Kekekekekkkk... Ada untung nya juga sih, karena dia belum bisa bilang "ibu", jadi kalo terbangun tengah malam yang dipanggil adalah "AYAH". hahahahaha.... jadilah si ayah yang bangun meladeni keinginannya, si ibu? tetep tidur dong..

Sampai akhirnya Nara bisa mengucapkan kata "bu". Alhamdulillah. Eitss.. jangan senang dulu, karena Nara tidak mengucapkan "Ibu", melainkan "A-bu" waksss... dan jadilah beberapa saat Nara manggil saya dengan sebutan Abu. Sesekali dia bisa juga mengucapkan I-BU, atau E-BU. Yang penting "BU" nya jelas deh. Hehehehe...

Kesenangan itu tidak berlangsung lama, karena saat ini Nara memanggil saya dengan sebutan "ibi". Pfewww...

"ndi, bi. ndi" yang artinya mandi ibu, mandi.

Wednesday, July 11, 2007

Batuk nya Nasta

Seharusnya Nasta sudah mulai masuk sekolah, tapi sengaja saya suruh dia tetap di rumah sambil memulihkan tenaga. Sudah hampir dua minggu Nasta terserang batuk yang cukup parah. Dan kali ini saya 'lemah'. Hari pertama dia demam dan mulai batuk, saya langsung bawa dia ke dokter anak. Dan di hari itu juga dia mulai menelan beragam macam obat yang dimasukkan kedalam 1 botol antibiotik. Hiksss... (padahal menurut artikel yang saya baca, batuk/asma tidak harus selalu diobati dengan antibiotik)

Hari keempat masih demam dan batuk yang bertambah parah, karena banyak slem di dada. Tambah lagi obat-obatan yang diracik dalam 1 botol antibiotik. Sempat juga Nasta dibawa ke UGD nya sebuah rumah sakit di jalan Margonda, karena saya dan suami memutuskan untuk mencoba inhalasi untuk Nasta. Karena jujur saja, kami tidak sanggup mendengar suara grok grok dan (mungkin) rasa sesak di dada yang Nasta rasakan. Kalo kami ada di posisi nasta, mungkin kami akan lemas tidak karuan.

Nasta demam lebih dari 5 hari, on off on off, saya sudah kepikiran bahwa demam nya dia ini karena batuk, dan kemungkinan ada kuman di slem nya dia. Tapi kami coba juga test darah dan hasilnya Alhamdulillah baik-baik saja. Proses inhalasi tidak berjalan mulus, karena Nasta ternyata tidak suka. "BAU" katanya sewaktu masker menutupi mulut dan hidungnya. Alhasil, kami hanya berhasil "mendekatkan" masker ke mulut dia. Sebenernya kurang efektif, karena banyak obat yang terbuang.

Dugaan sementara dari dokter, Nasta kemungkinan Asma. Karena ada turunan asma dari pihak ayah Lutfi, jadi kami seperti mengamini. Ditambah memang dari bayi Nasta sering batuk grok grok gitu. masih inget kejadian Nasta batuk grok grok di kasih Izoniazid ma' DSA nya, pdhal tuh obat utk penderita TB. Aarrggghhh

Saya dan suami akhirnya coba cari dsa spesialis asma anak. Sampailah kami pada seorang dokter di daerah kebayoran, dan kami dapat nomor besar, sehingga kami dijadwalkan bertemu sang dokter jam 12 malam!!. Phewww..
OK, kita coba saja. Kondisi Nasta sendiri pada saat kami bawa ke dokter itu sudah membaik, sesekali masih batuk berdahak. Tapi memang karena sudah masa akan sembuh (batuk masa sembuhnya ± 14 hari). Hasil obrolan kami dengan pak dokter ini, blio memang mengatakan tenggorokannya Nasta sensitive. Karena ada riwayat keluarga penderita asma, memang ada kemungkinan Nasta bisa menderita asma (noted : sekarang blom asma). Jadi sebisa mungkin pencetus nya musti dihindari. Tidak boleh ada buku di kamar / lemari kamar, pakaian di lemari tidak boleh lebih dari 2 minggu menetap, karena masa hidup sang TUNGAU. Tidak boleh ada binatang peliharaan (untungnya kami tidak punya), tidak boleh pasang karpet (karpet terakhir di ruang tamu sudah di angkat), bersihakan filter AC seminggu sekali (pfuiih...), boneka bulu di cuci seminggu sekali, dll,dsb.

Untuk memastikan kondisi Nasta, pak dokter ini menyarankan untuk photo thorax dan sinus. Ahh.. smoga Nasta baik-baik saja.

Renungan buat Ibu Meli
- Smoga ini kali terakhir Nasta minum antibiotik lama (biasanya kalo dapat antibiotik, saya jarang sekali kasih ke Nasta. Apalagi kalo tau sakit nya karena virus)
- Smoga lain kali jika Nasta mengalami hal serupa, saya bisa lebih intens mengawasi Nasta, sehingga kami tidak perlu bolak balik ke dokter. Karena penyakit seperti ini yang diperlukan hanya istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak dan makan makanan bergizi.
- Smoga Nasta bisa lebih sehat dan jarang sakit. Amiiin.


Buat teman-teman yang memerlukan artikel tentang asma bisa di cari di sini

Monday, June 04, 2007

Butuh uang? ke ATM aja

Sudah lama saya tidak bercerita tentang Nasta dan Nara. Sudah smakin banyak polah dari kedua orang bidadari kecil saya itu. Nasta (bentar lagi 4th) sudah smakin bijak. Nara (16 bulan) cenderung mengikuti kelakuan kakak nya.

Nara sudah bisa manggil saya, "booooooo" :D
Dan lucunya, dia senang sekali mengucapkan kata "apel". Kami memang senang melihat dia mengucapkan kata itu, karena pas ucapan "pel", dia akan melipat lidahnya. Lucu dan menggemaskan sekali. Sedihnya, karena Nara tidak memakai anting-anting, jadi tidak sedikit orang yang mengira Nara adalah anak laki. Seringkali orang-orang mengatakan, "enak yah, anaknya sudah sepasang." Wakkksss... huwaaaaaaa.... anak saya perempuan... Hhm.. resiko deh.. tapi mau gimana lagi? lubang anting nya sudah tertutup, dan harus menunggu Nara besar untuk buat lubang anting baru.

Lain Nara, lain pula Nasta. Anak ini memang seringkali "menguji kesabaran" ibu dan ayahnya. Suatu saat dia bisa begitu menyenangkan, sehingga saya tidak akan berhenti menciumnya. Tapi, kalo dia sudah berubah menjadi anak yang "menyebalkan" AAAAAAAAARGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH... rasanya saya ingin menangis saja...
Tapi sampai saat ini sih lebih banyak menyenangkannya kok. Belum tau nanti kedepannya. Pfuih...

Smoga saja baik saya dan suami saya bisa menjadi orang tua yang sabar dan lebih mengerti anak-anak nya. Amiiin.

Nasta juga masih suka becanda garing, bisa liat di sini. Duh.. menyesal saya, sudah lama tidak menulis tentang kegaringan dia, karena suatu hari nanti pasti bisa jadi obrolan menarik. Hahahahaha...

Sudah beberapa kali saya sering mendengar Nasta berbicara soal uang. Awalnya dari si mba, Nasta minta dibeliin sesuatu di warung. Mba nya bilang, "mba ga punya uang Ta." Dan dengan enteng nya nasta bilang, "mba ambil aja dulu di ATM." hihihihihihihi... Dan hal itu terjadi juga dengan kami, ayah dan ibu nya. Mentang-mentang setiap mau ambil uang kami suka ajak dia ke ATM.

Hahahaaha.. bisa-bisa bentar lagi dia akan mengerti, kalo untuk belanja bisa "gesek kartu aja"

Thursday, May 03, 2007

Nyalon

Rambut Nasta itu lurus banget, dan memang dari kecil sudah model Dora gitu. Jadi pasti ada poni nya. Sebenernya saya suka Nasta berambut panjang, karena rambutnya yang hitam dan lurus. Tapi mengingat Nasta tidak suka di kuncir & di jepit, jadi saya harus merelakan Nasta berambut pendek. Kalo Nara itu rambut nya lebih tipis dan ikal. Jadi sampai sekarang (15 bulan), tidak tampak perubahan significant, makanya Nara belum pernah ke salon untuk sekedar potong poni atau pun rambut lainnya. Terbalik dengan kakak nya, yang tiap 2 - 3 bulan sekali harus ke salon (salon kakak yang di Kemang lho). Karena saya, ibu nya, tidak bisa potong poni Nasta. (kepikiran untuk ambil kursus menggunting rambut nih, biar ga tekor ke salon).

Suatu hari, saya, Nasta dan ipar-ipar saya ke salon di Jl. Joko Sutono. Ditawarin potong rambut, dia menampik dengan alasan, "nanti aja di salon kakak." Kali lain, beramai-ramai kami ke salon itu lagi, dia baru mulai "tergoda". Coba cuci rambut dulu, anteng aja tuh. Padahal kalo di salon kakak, dia ga mau cuci rambut, jadi cuma dibasahin pake semprotan air gitu. Saat itu Nasta duduk tenang sambil membaca majalah nya (iya, baca majalah). Giliran di gunting, mulai deh agak2 ga tenang. Memang butuh kesabaran untuk menggunting rambut anak-anak yah. Dan akhirnya.. viola ... rambut nasta berbeda dari biasa. Kali ini agak sedikit di layer.. (biar ga terlalu seperti Dora). Smakin hari, kok.. jadi kaya Baim Wong yah?? Hahahaha... makanya saya sempat memanggil dia Nasta Wong.

Sebulan... dua bulan ... aaarrrggghhh... poni nya sudah melewati alis mata. Dengan sedikit nekat, karena ga mau rugi ke salon hanya untuk potong poni, saya coba potong poni nya Nasta. Hasilnya??? Hmm.... musti banyak berlatih .. dan minum Milo tiap hari!! Saya ga berani potong terlalu pendek, karena miring-miring dong potongan saya. 2 minggu berlalu, akhirnya terpaksa saya ajak ke salon lagi.

Ibu : Kak, potong rambut lagi yah.
Ata : Iya Bu
Ibu : Mau dimana? Salon kakak?
Ata : Ga bu, salon ibu aja.
Ibu : !@#$%

Singkat cerita, Sabtu lalu saya ke Salon, sebenarnya saya pun pengen potong dikit juga nih rambut. Tapi lihat nanti deh. Sesampainya di salon, saya pesan tukang cukur yg dulu pernah potong rambut Nasta. "Tapi lagi nge-blow orang Bu. Nunggu bentar yah." OK lah.. Sambil melihat, duh... tukang cukur yg biasa menghandle ipar-ipar saya lagi nganggur nih, sayang juga kalo keduluan orang. Bisa ga yah ikutan potong?? (Karena takut ga ada yg ngawasin Nasta nanti).

Ga lama, "Bu, di cuci dulu yuk.." Saya dan Nasta melangkah ke tempat cuci rambut. Dan hoop, mengangkat Nasta ke tempat duduknya. Mba nya bengong, "Lho?? Yang mau potong ibu atau anaknya sih??" Hehehehehe... ternyata yang mau potong rambut itu anak kecil. Dan.. Nasta menikmati sekali acara cuci rambut tersebut, dia memejamkan matanya. Mba cuci rambut bilang, "wah.. besok-besok ikutan creambath dan luluran ma' mama nya yah." Hhmm... bisa jadi.

Eh.. tapi kalo beneran anak(anak) saya nanti pada suka ke salon gimana yah?? (Nurun gitu dari ibu nya).

Dan... Nasta sudah meng-claim, bahwa Salon dia adalah salon ini. "Salon baru kakak".

Pfuiih...

Monday, February 19, 2007

Obrolan Nasta

Di mobil dalam perjalanan menuju Depok.

Ata : Bu, orang itu kenapa telanjang??
Ibu lihat ke arah yang di tunjuk Ata, seorang lelaki di dalam truk bertelanjang dada. Lalu menjawab, "Ooo... dia buka baju, kepanasan kali Kak."
Ata : Ibu, dia naik apa?
Ibu : Itu namanya truk Kak
Ata : Truk itu isinya apa?
Ibu : Ga ada isinya kak.. kosong
Ata : Kosong yah Bu? Empty
Ibu : Iya, kosong = empty
Ata : Empty one, empty two, empty three....
Ibu : gedubrak....

(maksudnya twenty kallleeee)


kali lain...

ceritanya ring tone di HP ibu dah ganti.. baru juga intro nya, Ata langsung tau, "Lagunya mba' Ipah tuh Bu." Hah?? Ibu sempet bengong bentar, "emang lagu apa nih Ta?" Tanpa ragu Ata pun langsung nyanyi, "sani.. sani.. apa kabar mu aku baik-baik saja.." HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.....

(emang ring tone nya ibu lagunya BCL itu lho.. Sunny sunny....)


Sabtu kemaren, Ibu, Ayah dan Ata ke Al Azhar Syifa Budi - Cibubur. Insyaa Allah, kalo ada rejeki, tahun ajaran baru Ata mau sekolah di situ. Sekalian pindah rumah. Insyaa Allah. (Doain yah)
Ibu juga mau liat, Ata akan suka ga dengan sekolah nya. Kalo sekiranya Ata kurang suka, ibu akan pikir ulang. Tapi namanya Ata, Insyaa Allah sih ga ada masalah.
Ata sempet nanya, "nanti Tasya sekolah di sini juga? Icel?? Miss Risna masih jadi miss nya Ata??" Waduh... gimana ini?? Ibu bilang, Tasya dan Icel ga satu sekolah lagi .. eh.. Ata malah nyecer ke ibu nanyanya, "Trus temen Ata siapa aja namanya?" De ileee... mana ibu tau Kak??

Ceritanya nih, Sabtu depan ini Ata mau test di sekolah ini. De ilee... anak TK pake di test. Sebenernya sih lebih test kesiapan anak aja. Dan ada juga nih baca-baca doa harian. Nah... ini dia yang bikin ibu agak pusing. Eitss... Ibu sih Insyaa Allah selalu ucapin kalo mau makan, mau tidur, surat2 pendek aja sih ibu kasih tau kok. Tapi anaknya suka ga nyimak gitu. Malah kalo mau tidur, ibu kan pasti baca doa tidur. Eh.. Ata malah bilang, "ga usah doa deh bu." gedubrak... ampun deh nih anak...

Jadi ibu pesen2 aja ke mba, tiap hari didengerin doa doa pendek. Insyaa Allah, sambil main Ata bisa mengingat dengan baik. Amiiiinnnn...

Sssttt... tetep, tolong bantu doa juga yah.. (biar bisa pindah rumah nih... :D)

Wednesday, February 14, 2007

Hujan bukan halangan pergi sekolah

Selasa pagi jadwal renang di Yellow Class. Dari malam sebelumnya Nasta sudah antusias untuk menyiapkan baju renangnya. Tapi sebenarnya itu alasan dia supaya tidak harus tidur. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Saya tetap menyuruh dia tidur, "besok pagi Ibu siapkan baju renang kakak." Lalu dia pun tertidur.

Selasa pagi, langit di Depok mendung. Wah.. tidak mungkin berenang nih, pikir saya. Tapi biar Nasta tetap semangat pergi sekolah, saya pun tetap menyiapkan keperluan renang nya. Nasta sudah saya beritahu, bahwa langit mendung, kemungkinan besar tidak jadi berenang. Tapi dengan yakin dia bilang, "Ga ujan kok bu." (karena di luar memang belum hujan). Tak lama kemudian hujan turun. Saya pun berangkat kerja. Di jalan Ayah bilang, "telpon rumah, kalo hujan deras begini Nasta ga usah sekolah aja." Lalu saya memberitahu asisten di rumah mengenai hal ini.

Sampai di kantor, saya pun cek lagi. Nasta berangkat sekolah atau tidak yah...
Ibu : mba, kakak sekolah ga?
Mba : Sekolah bu. Kan tadi dibilangin, kalo ujan ga usah sekolah. Kakak bilang -kan ada mobil mba.
Ibu : hehehehe....
Mba : sebelum berangkat sekolah, saya bilang lagi kalo masih ujan ga usah sekolah Kak. Eh, dia bilang lagi - kan ada jas ujan mba..
Ibu : speechless

Jadi teringat lagu ini

Hujan hujan alangkah senangnya
Mengenakan jas hujan pakai payung berbunga
Ayo kawan ikut lah serta
hujan bukan halangan pergi sekolah

Wednesday, January 31, 2007

Nara - 1st B'day

28 Januari 2006

Resepsi pernikahan Windy, spupu saya. Perut sudah membuncit, menunggu hari. Tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali duduk manis. Ah.. cape banget sih. Ini perut kenapa mengencang terus, seperti mengajak saya untuk tidak banyak bergerak. Pfuih...
Di pesta ini saya sebagai sepupu benar-benar hanya bertindak sebagai tamu. Tidak membantu. Sedih sebenarnya. Karena ini pernikahan sepupu perempuan, anak Mama (adik Ibu yang saya panggil mama). Maaf yah.
Siang nya saya ada jadwal kontrol, sudah seminggu sekali. Perkiraan dokter Krisna, Insyaa Allah saya operasi caesar (karena plasenta previa) pertengahan Februari. Tapi melihat saya yang sudah kepayahan, dan sering banget perut mengencang, dokter bilang bisa dimajukan. "Tanggal 8 Februari aja deh bu. Tapi kalo sebelum tanggal 8 udah sering kontraksi dan udah kesusahan, ibu langsung datang aja ke rumah sakit dan langsung ke ruang bersalin yah." Baik lah dok....

Minggu 29 Jan, ada arisan keluarga Padang di rumah Ibu. Oh, iya sebelumnya saya udah minta surat istirahat ke dokter, karena hari Senin tgl 30 itu - HARPITNAS - (HAri kejePIT NASional). Saat acara pun, saya sudah tidak sanggup banyak gerak. Jalan dikit, perut mengencang. Udah kepayahan. Pfuih...
Malamnya udara panas bikin saya semakin merasa tidak nyaman. Nasta pun gelisah, karena kami baru pindah kamar. Kamar kami ditempati oleh adik saya yang juga baru melahirkan. Alhasil, terbiasa dengan kamar ber-AC, kami semua merasa tidak nyaman. Saya jadi gelisah, sesak nafas. Nasta mau nya tidur di ruang tamu. Mungkin lebih dingin di situ, tapi banyak nyamuk!

Senin, 30 Jan. "Bang, anterin ke dokter deh. Kok cape banget nih, dan semalam sesak nafas terus." Udah kepikiran kalo akan melahirkan di hari yang sama, tapi saya masih berpikir, ah.. paling nanti di suruh istirahat dulu. Buku kontrol ada di Depok, begitupun persiapan persalinan. OK, minta tolong Uni Anis bawain buku nya, janjian di RSB Asih. Sampe sana jam 10.30. Tapi blom bisa langsung masuk, karena nunggu buku kontrol nya dulu. Begitu Uni dateng, saya langsung masuk Ruang Bersalin. Karena suster siaga ada di situ. Cek tensi, cek kontraksi, dll,dsb. Alhamdulillah nya dokter Krisna hari Senin memang pas praktek. Suster jaga tanya dokter, dan.. "Bu, Pak, dokter Krisna bilang operasi jam 12. Karena sudah kontraksi terus." WHATTTTTT.... Gila.. masuk ruang bersalin jam 11, langsung mau operasi jam 12. Saya pikir, kalo pun operasi hari ini juga, akan dilakukan jam 2 atau 3 sore. Tidak langsung seperti sekarang. Entah lah, apa karena ini anak kedua, jadi baik saya dan suami bisa lebih tenang. OK lah. Para suster pun mulai lagi mengerubungi saya untuk ambil darah, cukur bulu %^#$%^& :D, dll, dsb. Ga lama dokter anastesi datang memperkenalkan diri. Saya berharap bisa menyaksikan jalannya operasi, seperti persalinan Nasta dulu.

Masuk ruang operasi, Bismillahirrohmannirrohiim.
Setelah di bius, aduh.. kenapa mata ini beraaaaaaaaatt sekali? Sesekali dokter anastesi mencoba membangunkan saya, "Bu bangun bu." Tapi saya benar-benar tidak sanggup untuk membuka mata. Sesekali sadar, tapi tidak lama. Saya mendengar dokter Krisna mengatakan, "Bu, anak nya perempuan. Gendut banget." Dan memang saya melihat sesosok bayi mungil yang putih dan montok. Lalu tidur lagi. Dibangunkan lagi saat bayi saya sudah dimandikan, dan saya di suruh mencium bayi saya. "Cium lagi nih bu, tadi kan udah. Sekarang udah bersih dan wangi." Itu kata dokter anastesi. Sambil bertanya dalam hati, 'kapan saya cium?'

Saya baru benar-benar sadar saat sudah dipindahkan dari ruang operasi ke ruang pemulihan. Suami datang untuk mengucapkan selamat. Ah.. senang nya.. anak kedua kami sudah lahir. Dan jauh sebelum kelahiran anak kedua kami, saya sudah menemukan nama cantik untuk dia - PUTI NARA MARTEEZA. Puti adalah gelar untuk orang Minang, seperti Raden untuk orang Jawa. Nara berarti ORANG dalam bahasa Indonesia, sedangkan dalam contekan lain, Nara berarti BAHAGIA. Ah.. smoga dia memang selalu bahagia. MARTEEZA / MARTIZA berarti yang diberkahi Illahi (amiennn...)

Tak terasa, setahun telah berlalu, dan tanggal 30 Januari 2007 ini Nara sudah genap 1 tahun. Alhamdulillah.

Alhamdulillah juga, setahun Nara ini, dia tidak pernah merasakan obat antibiotik. Ke dokter hanya untuk imunisasi. Alhamdulillah, Nara dapat ASI Exclusive, walaupun di umur 8 bulan sudah tidak minum ASI lagi.

Ya Allah, smoga Nara & Nasta selalu diberi kesehatan. Dan smoga kami, orang tuanya, bisa menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutan bagi anak-anak kami. Amiiiiiinnn.

(foto nara nyusul yah

Tuesday, January 09, 2007

Ibu cantik, tapi....

Pernah ga kamu di puji setinggi langit, tapi abis itu "dibanting" sampai hampir gepeng rasanya... mungkin pernah kali yah.. atau malah sering? hihihihi.... Tapi pernah ga yang muji dan "banting" kamu itu adalah anak kamu sendiri?? Saya pernah .. tadi pagi.. dan smoga cukup sekali ini saja.

Tadi pagi saya berniat pake baju yang sudah saya beli hampir beberapa bulan lalu, tapi blom pernah saya pakai. Karena jujur aja, baju tersebut masih .... ssstttt... kesempitan.hehehehe.... :D
Nah, merasa sudah agak sedikit berkurang lemak di badan, saya nekat deh pake baju itu. Pas kok, ga terlalu "meleketet" (duh.. bahasa ini, tau kan artinya.. itu deh.. pas banget lah). Lalu datang lah Nasta yang sudah menggunakan seragam sekolah nya, dan langsung memberikan komentar.

Ata : "Ibu cantik."
Ibu : "Makasih sayang"
Ata : "tapi bu, baju nya kesempitan yah?"
Ibu : glek... terdiam... speechless...
"Kenapa Ta? Emang keliatan kesempitan yah?"
Ata : "Iya"
Ibu : "Ya udah, ibu ganti baju lagi deh."

Maka saya pun ganti baju yang sudah biasa saya pakai.

Ata "Iya bu, pake baju itu aja. Nanti ibu malu lho ma' temen-temen ibu. Pake baju kesempitan."

Ibu : Speechless... nyaris pingsan

Sepertinya anak saya yang paling tua ini memang amat sangat perduli dengan bobot tubuh ibu nya, yang tidak kunjung berkurang.

Sudah cukup sering saya mendapat kritikan, baik secara halus maupun frontal. Coba simak aja di blog nya Nasta.

Friday, December 01, 2006

Bernyanyilah

Sing sing sing along sing along with Mommy
Sing sing sing along sing along with Children

Lagu ini saya ketahui ketika Nasta mengikuti kelas Gymboree. Lagu diatas dinyanyikan sambil memukul drum pada saat Music Class. Alhamdulillah, pada saat itu Nasta bisa mengikuti kegiatan ini sejak dia berumur 7 bulan. Sedangkan Nara - adiknya, hingga diusianya yang 10 bulan ini, belum mengikuti kegiatan apapun. Untung nya, saya masih hafal lagu-lagu ala Gymboree itu.

Sejak Nasta dikandungan, saya sudah menyiapkan diri dengan CD / kaset lagu klasik (maklum anak pertama). Setelah Nasta lahir, koleksi buku dongeng sudah lumayan banyak begitu juga dengan lagu-lagu Nursery Rhymes atau lagu-lagu anak versi lokal. Dari mulai lullaby sampai untuk joget, dari mulai nina bobo sampai lagu Barney. Well, tidak smua lagu saya hafal. Tapi boleh lah di uji kemampuan saya.

Saya pernah ikutan Bina Vokalia asuhan Bapak Pranadjaja (alm.). Cukup lama - 6 tahun. Sependek ingatan saya, suara saya sih jauh dari lumayan, hehehe... tapi tingkat percaya diri saya, lumayan lah untuk anak seusia saya pada saat itu. Ditambah nilai 9 selalu di tangan untuk pelajaran kesenian. Bukan hanya jago kelas kalo di suruh maju oleh Bapak / Ibu guru, tapi pemahaman tentang not balok pun menambah point sendiri.

Tapiiiiiiii.... hikmah lain yang saya dapatkan adalah, dan saya amat sangat bersyukur untuk hal ini, saya tidak pernah kekurangan stok lagu di kala menidurkan anak-anak saya. Lumayan banget kan? Dan dipastikan kedua anak saya, akan punya kenangan tersendiri karena, ibu nya selalu bernyanyi.

Stok lagu bertambah ketika Nasta di Gymboree, lalu Nasta suka nonton Barney - banyak sekali kan lagu-lagu Barney, dan sedikit yang saya hafal :( Lalu ketika Nasta masuk preschool, saya 'kecolongan'. Karena saya tidak mendampingi Nasta di sekolah, jadi dia belajar nyanyi sendiri. Dan kalo dia memamerkan lagu baru nya, saya hanya bisa bengong dan tidak bisa bantu jika salah. Kadang saya suka tanya ke gurunya, lagu apa yang baru diajarkan. Jika kebetulan saya tahu, saya ajarkan. Jika tidak, terpaksa Nasta nyanyi sendirian.
Lucunya, saya suka menyanyikan lagu-lagu semasa saya kecil. Eits.. bukan lagu yang memang wajar untuk dinyanyikan sebenarnya, seperti Balon ku, Pelangi pelangi, de el el, de es be. Gini deh, masih pada hafal ga lagu iklan POSYANDU? Kalo suka nonton TVRI, mungkin masih ingat dikit, karena saat ini iklan layanan masyarakat untuk menggiatkan POSYANDU lagi aktif. Tapi itu pun tidak ada liriknya, hanya musik aja. Nah, suatu hari, Nasta di suruh menyanyi oleh Miss nya di depan kelas. Dengan percaya diri tinggi, dia maju dan mulai bernyanyi. Alhasil, teman-temannya tidak ada yang bisa ngikutin, Miss nya pun hanya bisa tertawa dan tidak tahu juga lirik nya (iya lah, Miss nya kan lebih muda dari saya). Ya iya lah.. mau tau lagu nya kan? Ini lho...

Aku anak sehat tubuh ku kuat
Karena ibu ku rajin dan cermat
Semasa aku bayi selalu diberi ASI
Makanan bergizi dan imunisasi
Berat badan ku di timbang selalu
POSYANDU menunggu setiap waktu
Jika aku diare ibu telah waspada
Pertolongan oralit telat siap sedia

Hihihihihihihihihi.... top abis kan anak ibu Meli.

Atau yang ini:

Kembang gula Sugus ramai rasanya
Digemari oleh tua dan muda
Kembang gula Sugus aneka rasa
Kembang gula Sugus pilihan kita

Dan saya mengajari Nasta lagu itu sambil bermain tepuk tangan, hehehe... permainan saya dulu waktu SD.

Saya juga belajar lagu-lagu baru nya Nasta kok. Dan saat ini saya lagi menyukai lagu Rain Rain Go Away. Lets sing together...

Rain rain go away
Come again another day
Little Children want to play
Rain rain go away

atau

Ring around the rosey
A pocket full of posey
Ashes ashes
We all fall down
(note, permainannya sambil berpegangan tangan dan mutar-mutar, big circle. Begitu kalimat terakhir, kita menjatuhkan badan :D Seru kan?)

Bernyanyi itu menyenangkan, dan pastinya jadi berguna setelah punya anak.

So lets sing together... SING SING SING ALONG SING ALONG WITH MOMMY, SING SING SING ALONG SING ALONG WITH CHILDREN.