photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Wednesday, January 31, 2007

Nara - 1st B'day

28 Januari 2006

Resepsi pernikahan Windy, spupu saya. Perut sudah membuncit, menunggu hari. Tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali duduk manis. Ah.. cape banget sih. Ini perut kenapa mengencang terus, seperti mengajak saya untuk tidak banyak bergerak. Pfuih...
Di pesta ini saya sebagai sepupu benar-benar hanya bertindak sebagai tamu. Tidak membantu. Sedih sebenarnya. Karena ini pernikahan sepupu perempuan, anak Mama (adik Ibu yang saya panggil mama). Maaf yah.
Siang nya saya ada jadwal kontrol, sudah seminggu sekali. Perkiraan dokter Krisna, Insyaa Allah saya operasi caesar (karena plasenta previa) pertengahan Februari. Tapi melihat saya yang sudah kepayahan, dan sering banget perut mengencang, dokter bilang bisa dimajukan. "Tanggal 8 Februari aja deh bu. Tapi kalo sebelum tanggal 8 udah sering kontraksi dan udah kesusahan, ibu langsung datang aja ke rumah sakit dan langsung ke ruang bersalin yah." Baik lah dok....

Minggu 29 Jan, ada arisan keluarga Padang di rumah Ibu. Oh, iya sebelumnya saya udah minta surat istirahat ke dokter, karena hari Senin tgl 30 itu - HARPITNAS - (HAri kejePIT NASional). Saat acara pun, saya sudah tidak sanggup banyak gerak. Jalan dikit, perut mengencang. Udah kepayahan. Pfuih...
Malamnya udara panas bikin saya semakin merasa tidak nyaman. Nasta pun gelisah, karena kami baru pindah kamar. Kamar kami ditempati oleh adik saya yang juga baru melahirkan. Alhasil, terbiasa dengan kamar ber-AC, kami semua merasa tidak nyaman. Saya jadi gelisah, sesak nafas. Nasta mau nya tidur di ruang tamu. Mungkin lebih dingin di situ, tapi banyak nyamuk!

Senin, 30 Jan. "Bang, anterin ke dokter deh. Kok cape banget nih, dan semalam sesak nafas terus." Udah kepikiran kalo akan melahirkan di hari yang sama, tapi saya masih berpikir, ah.. paling nanti di suruh istirahat dulu. Buku kontrol ada di Depok, begitupun persiapan persalinan. OK, minta tolong Uni Anis bawain buku nya, janjian di RSB Asih. Sampe sana jam 10.30. Tapi blom bisa langsung masuk, karena nunggu buku kontrol nya dulu. Begitu Uni dateng, saya langsung masuk Ruang Bersalin. Karena suster siaga ada di situ. Cek tensi, cek kontraksi, dll,dsb. Alhamdulillah nya dokter Krisna hari Senin memang pas praktek. Suster jaga tanya dokter, dan.. "Bu, Pak, dokter Krisna bilang operasi jam 12. Karena sudah kontraksi terus." WHATTTTTT.... Gila.. masuk ruang bersalin jam 11, langsung mau operasi jam 12. Saya pikir, kalo pun operasi hari ini juga, akan dilakukan jam 2 atau 3 sore. Tidak langsung seperti sekarang. Entah lah, apa karena ini anak kedua, jadi baik saya dan suami bisa lebih tenang. OK lah. Para suster pun mulai lagi mengerubungi saya untuk ambil darah, cukur bulu %^#$%^& :D, dll, dsb. Ga lama dokter anastesi datang memperkenalkan diri. Saya berharap bisa menyaksikan jalannya operasi, seperti persalinan Nasta dulu.

Masuk ruang operasi, Bismillahirrohmannirrohiim.
Setelah di bius, aduh.. kenapa mata ini beraaaaaaaaatt sekali? Sesekali dokter anastesi mencoba membangunkan saya, "Bu bangun bu." Tapi saya benar-benar tidak sanggup untuk membuka mata. Sesekali sadar, tapi tidak lama. Saya mendengar dokter Krisna mengatakan, "Bu, anak nya perempuan. Gendut banget." Dan memang saya melihat sesosok bayi mungil yang putih dan montok. Lalu tidur lagi. Dibangunkan lagi saat bayi saya sudah dimandikan, dan saya di suruh mencium bayi saya. "Cium lagi nih bu, tadi kan udah. Sekarang udah bersih dan wangi." Itu kata dokter anastesi. Sambil bertanya dalam hati, 'kapan saya cium?'

Saya baru benar-benar sadar saat sudah dipindahkan dari ruang operasi ke ruang pemulihan. Suami datang untuk mengucapkan selamat. Ah.. senang nya.. anak kedua kami sudah lahir. Dan jauh sebelum kelahiran anak kedua kami, saya sudah menemukan nama cantik untuk dia - PUTI NARA MARTEEZA. Puti adalah gelar untuk orang Minang, seperti Raden untuk orang Jawa. Nara berarti ORANG dalam bahasa Indonesia, sedangkan dalam contekan lain, Nara berarti BAHAGIA. Ah.. smoga dia memang selalu bahagia. MARTEEZA / MARTIZA berarti yang diberkahi Illahi (amiennn...)

Tak terasa, setahun telah berlalu, dan tanggal 30 Januari 2007 ini Nara sudah genap 1 tahun. Alhamdulillah.

Alhamdulillah juga, setahun Nara ini, dia tidak pernah merasakan obat antibiotik. Ke dokter hanya untuk imunisasi. Alhamdulillah, Nara dapat ASI Exclusive, walaupun di umur 8 bulan sudah tidak minum ASI lagi.

Ya Allah, smoga Nara & Nasta selalu diberi kesehatan. Dan smoga kami, orang tuanya, bisa menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutan bagi anak-anak kami. Amiiiiiinnn.

(foto nara nyusul yah

Tuesday, January 09, 2007

Ibu cantik, tapi....

Pernah ga kamu di puji setinggi langit, tapi abis itu "dibanting" sampai hampir gepeng rasanya... mungkin pernah kali yah.. atau malah sering? hihihihi.... Tapi pernah ga yang muji dan "banting" kamu itu adalah anak kamu sendiri?? Saya pernah .. tadi pagi.. dan smoga cukup sekali ini saja.

Tadi pagi saya berniat pake baju yang sudah saya beli hampir beberapa bulan lalu, tapi blom pernah saya pakai. Karena jujur aja, baju tersebut masih .... ssstttt... kesempitan.hehehehe.... :D
Nah, merasa sudah agak sedikit berkurang lemak di badan, saya nekat deh pake baju itu. Pas kok, ga terlalu "meleketet" (duh.. bahasa ini, tau kan artinya.. itu deh.. pas banget lah). Lalu datang lah Nasta yang sudah menggunakan seragam sekolah nya, dan langsung memberikan komentar.

Ata : "Ibu cantik."
Ibu : "Makasih sayang"
Ata : "tapi bu, baju nya kesempitan yah?"
Ibu : glek... terdiam... speechless...
"Kenapa Ta? Emang keliatan kesempitan yah?"
Ata : "Iya"
Ibu : "Ya udah, ibu ganti baju lagi deh."

Maka saya pun ganti baju yang sudah biasa saya pakai.

Ata "Iya bu, pake baju itu aja. Nanti ibu malu lho ma' temen-temen ibu. Pake baju kesempitan."

Ibu : Speechless... nyaris pingsan

Sepertinya anak saya yang paling tua ini memang amat sangat perduli dengan bobot tubuh ibu nya, yang tidak kunjung berkurang.

Sudah cukup sering saya mendapat kritikan, baik secara halus maupun frontal. Coba simak aja di blog nya Nasta.

Thursday, January 04, 2007

Rule # 1: Jangan menelpon saat menyetir mobil

Jika rule #1 itu dilanggar, kejadian deh apa yang disebut dengan kecelakaan. Merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Kemaren sore, persis di depan gerbang Gedung Tetra Pak - Philips, mobil yang saya tumpangi di tabrak dari depan. Mobil Suzuki APV abu-abu mundur tanpa melihat mobil Suzuki APV hitam milik keluarga saya. "Emang ga di klakson?", mungkin ada yg bertanya. "Pasti sudah." Dan ternyata pengemudi nya seorang wanita dan sedang asyik menelpon. Grrrgggggghhh.....

Supir turun. Dari dalam mobil saya melihat, wanita ini seperti menyalahkan supir saya. Lalu wanita itu bicara dengan mama saya, "Maaf saya lagi telpon. Ga lihat ada mobil di belakang." Mama saya hanya berkomentar, "Trus urusannya gimana?" Mengingat mobil kami tidak diasuransikan, dan jelas-jelas ini salah wanita itu. Saya ikut turun untuk melihat seberapa berat kerusakan mobil kami. Hmm.... cukup penyok. Padahal ga kenceng lho nabraknya. Hehehe... maklum aja, mobil kaleng kerupuk. Di teken dikit aja juga penyok kok.

Wanita itu cukup sportif kok, dia berjanji akan mengganti biaya kerusakan. Maka saya minta kartu namanya. Tapi yang bikin saya tertawa, she's very defensive. Human lah. Berusaha mencari-cari alasan supaya tidak terlihat terlalu bersalah.

Ini lho yang dia sempat utarakan ke supir saya:
- "Bapak kan seharusnya liat saya lagi telpon. Dan itu telpon penting sekali dari distributor."
** saya dalam hati, "emang gw pikirin. Lo dapet telpon dari president pun gw ga perduli."
- "Bapak kan seharusnya liat saya mundur, mobil saya mentok."
** saya dalam hati, "eh mba, jaraknya ada kali 2 meteran. dan udah di klakson. lagian lo mundur emang ga liat mobil di belakang? ga liat spion?
- "Mobil saya kan ga power steering."
** saya dalam hati, "ga ada yang tau kaleee.... ga ada tulisannya juga di badan mobil."

Sayangnya ucapan saya hanya benar-benar saya katakan di dalam hati. Percuma juga lah. Yang penting dia udah mau bertanggung jawab. Tunggu aja kalo saya kirim kwitansi perbaikan mobil, apakah dia akan langsung bayar?

Yang penting lagi, banyak saksi mata yang menyaksikan bahwa wanita ini memang SALAH. Bahkan seorang satpam gedung pun sempat berkata, "wah.. kalo dia emang ngaco nyetir ya mba."

Jadi saya ingatkan sekali lagi ke para pengemudi, JANGAN PERNAH MENELPON SAMBIL MENYETIR. BERBAHAYA.

Untung saya blom bisa nyetir, jadi ga apa dong menelpon di dalam mobil.

Friday, December 01, 2006

Bernyanyilah

Sing sing sing along sing along with Mommy
Sing sing sing along sing along with Children

Lagu ini saya ketahui ketika Nasta mengikuti kelas Gymboree. Lagu diatas dinyanyikan sambil memukul drum pada saat Music Class. Alhamdulillah, pada saat itu Nasta bisa mengikuti kegiatan ini sejak dia berumur 7 bulan. Sedangkan Nara - adiknya, hingga diusianya yang 10 bulan ini, belum mengikuti kegiatan apapun. Untung nya, saya masih hafal lagu-lagu ala Gymboree itu.

Sejak Nasta dikandungan, saya sudah menyiapkan diri dengan CD / kaset lagu klasik (maklum anak pertama). Setelah Nasta lahir, koleksi buku dongeng sudah lumayan banyak begitu juga dengan lagu-lagu Nursery Rhymes atau lagu-lagu anak versi lokal. Dari mulai lullaby sampai untuk joget, dari mulai nina bobo sampai lagu Barney. Well, tidak smua lagu saya hafal. Tapi boleh lah di uji kemampuan saya.

Saya pernah ikutan Bina Vokalia asuhan Bapak Pranadjaja (alm.). Cukup lama - 6 tahun. Sependek ingatan saya, suara saya sih jauh dari lumayan, hehehe... tapi tingkat percaya diri saya, lumayan lah untuk anak seusia saya pada saat itu. Ditambah nilai 9 selalu di tangan untuk pelajaran kesenian. Bukan hanya jago kelas kalo di suruh maju oleh Bapak / Ibu guru, tapi pemahaman tentang not balok pun menambah point sendiri.

Tapiiiiiiii.... hikmah lain yang saya dapatkan adalah, dan saya amat sangat bersyukur untuk hal ini, saya tidak pernah kekurangan stok lagu di kala menidurkan anak-anak saya. Lumayan banget kan? Dan dipastikan kedua anak saya, akan punya kenangan tersendiri karena, ibu nya selalu bernyanyi.

Stok lagu bertambah ketika Nasta di Gymboree, lalu Nasta suka nonton Barney - banyak sekali kan lagu-lagu Barney, dan sedikit yang saya hafal :( Lalu ketika Nasta masuk preschool, saya 'kecolongan'. Karena saya tidak mendampingi Nasta di sekolah, jadi dia belajar nyanyi sendiri. Dan kalo dia memamerkan lagu baru nya, saya hanya bisa bengong dan tidak bisa bantu jika salah. Kadang saya suka tanya ke gurunya, lagu apa yang baru diajarkan. Jika kebetulan saya tahu, saya ajarkan. Jika tidak, terpaksa Nasta nyanyi sendirian.
Lucunya, saya suka menyanyikan lagu-lagu semasa saya kecil. Eits.. bukan lagu yang memang wajar untuk dinyanyikan sebenarnya, seperti Balon ku, Pelangi pelangi, de el el, de es be. Gini deh, masih pada hafal ga lagu iklan POSYANDU? Kalo suka nonton TVRI, mungkin masih ingat dikit, karena saat ini iklan layanan masyarakat untuk menggiatkan POSYANDU lagi aktif. Tapi itu pun tidak ada liriknya, hanya musik aja. Nah, suatu hari, Nasta di suruh menyanyi oleh Miss nya di depan kelas. Dengan percaya diri tinggi, dia maju dan mulai bernyanyi. Alhasil, teman-temannya tidak ada yang bisa ngikutin, Miss nya pun hanya bisa tertawa dan tidak tahu juga lirik nya (iya lah, Miss nya kan lebih muda dari saya). Ya iya lah.. mau tau lagu nya kan? Ini lho...

Aku anak sehat tubuh ku kuat
Karena ibu ku rajin dan cermat
Semasa aku bayi selalu diberi ASI
Makanan bergizi dan imunisasi
Berat badan ku di timbang selalu
POSYANDU menunggu setiap waktu
Jika aku diare ibu telah waspada
Pertolongan oralit telat siap sedia

Hihihihihihihihihi.... top abis kan anak ibu Meli.

Atau yang ini:

Kembang gula Sugus ramai rasanya
Digemari oleh tua dan muda
Kembang gula Sugus aneka rasa
Kembang gula Sugus pilihan kita

Dan saya mengajari Nasta lagu itu sambil bermain tepuk tangan, hehehe... permainan saya dulu waktu SD.

Saya juga belajar lagu-lagu baru nya Nasta kok. Dan saat ini saya lagi menyukai lagu Rain Rain Go Away. Lets sing together...

Rain rain go away
Come again another day
Little Children want to play
Rain rain go away

atau

Ring around the rosey
A pocket full of posey
Ashes ashes
We all fall down
(note, permainannya sambil berpegangan tangan dan mutar-mutar, big circle. Begitu kalimat terakhir, kita menjatuhkan badan :D Seru kan?)

Bernyanyi itu menyenangkan, dan pastinya jadi berguna setelah punya anak.

So lets sing together... SING SING SING ALONG SING ALONG WITH MOMMY, SING SING SING ALONG SING ALONG WITH CHILDREN.

Thursday, November 23, 2006

No subject

Suatu hari saya blogwalking ke rumah mba' Lita. Subhanallah, smoga saya bisa mendidik anak-anak saya menyerupai mba' Lita ini. Anak-anak nya lelaki semua, tiga orang. Dan Subhanallah, kalo dari cerita yang mba' Lita tuturkan, anak-anak blio, santun dan cerdas smua. Di tambah, rajin beribadah. Memang ga salah penilaian orang-orang, anak bajingan - lihat lah orang tua nya. Anak santun - lihat lah orang tua nya.
Mungkin selain karena takut ma' Tuhan (ciee...), alasan saya waktu remaja tidak berbuat "tercela" adalah wejangan ibu saya. Blio wanti-wanti bilang, "Jangan pernah bikin malu ibu dan bapak." Hehehe.. jadi apapun tindakan dan perilaku saya, baik yang akan maupun sudah dilakukan, saya harus berpikir - apakah akan bikin malu orang tua? Alhamdulillah, sampai saya menikah, saya merasa tidak pernah bikin malu orang tua. Kalo bikin susah? Wallahualam. Pasti pernah lah... hehehehe... pulang malem, dugem, pergi diving, dan lain lain. Yah... namanya juga anak.

Masalah rumah tangga orang lain, sedikit banyak pastinya membuat kita belajar juga kan? Terlalu sayang dan sibuk meladeni anak-anak, tanpa menghiraukan suami, that's a big MISTAKE. Suami selingkuh, sebaiknya para istri introspeksi diri juga. Apa yang salah dengan diri kita. Kalo kita merasa sudah bertingkah laku dan melakukan tugas -keistrian- kita dengan baik, tapi suami masih selingkuh... SUAMI NYA EMANG KEGATELAN. Istri cantik, baik hati, penuh perhatian tapi suami masih selingkuh? Itu naluri lelaki. Gila! Enak banget jadi lelaki yah?

Atau cerita lain, seorang ibu yang sampai usia tua nya, masih harus "bertanggung jawab" terhadap anak-anaknya. Sampai (kesannya) rela dimanfaatkan oleh anak-anaknya. Itu salah siapa yah? Kebiasaan meladeni anak-anak sampai akhirnya mreka dewasa pun kebiasaan diladeni? Ah... saya ga mau seperti itu.

Gambaran ideal kehidupan saya di masa tua adalah, setelah berhasil mendidik anak-anak supaya mereka mandiri. Saya akan menikmati masa tua saya bersama suami. Berdua saja. Liburan ke tempat-tempat yang belum atau sudah -dan meninggalkan kenangan- pernah kami kunjungi. Tidak tergantung kepada anak, pun sebaliknya. Tapi jangan salah, hubungan kami tetap terjalin dengan mesra. Anak-anak menikah dan punya kehidupan sendiri. Saya akan datang jika mreka membutuhkan. Atau hanya sekedar menengok cucu. Tanpa mencampuri pola hidup yang akan mreka jalani. Mungkin mreka akan meng-adapt apa yang telah kami ajarkan, smoga mreka lebih baik dari kami kelak. Amien.

(kok saya jadi bingung sendiri, sebenarnya apa sih yang mau saya ceritakan?)

Friday, November 17, 2006

Personal Test

Permainan ini harus dijawab spontan

Bayangkan kamu sedang berada di suatu taman bermain. Disana kamu sedang mengantri permainan jet coaster. (1) Berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk giliran mu bermain jet coaster tersebut? Kamu sudah duduk di kursi jet coaster, berjalan pelan menuju puncak nya. Sampai di puncak, (2) Apa expresi / reaksi kamu? Lalu bayangkan jika jet coaster tersebut melewati genangan air (seperti Niagara), kamu kecipratan air nya, (3) Ungkapan atau reaksi apa yang kamu lakukan? Setelah itu kamu naik carosel, kuda yang kamu tunggangi tidak berjalan seperti kuda-kuda yang lain. Kuda kamu tidak mau naik turun, (4) Apa yang kamu lakukan?

Jawaban Meli:
1. 30 menit
2. tertawa ngakak
3. MONYET!!!!
4. ganti kuda

Hehehe... pengen tau makna dibalik jawaban saya ini? Hahahaha... jadi malu (blushing icon).

Pertanyaan pertama, itu waktu yang saya perlukan untuk foreplay :D (lama yah bow!)
Pertanyaan kedua, saat orgasme reaksi saya adalah tertawa ngakak, hahahahahah...
Pertanyaan ketiga, saat pasangan "keluar" duluan, saya teriak "MONYET" hehehe....
Pertanyaan keempat, saat pasangan mengalami disfungsi, huahahahahaha... ga tega sih... tau kan apa tindakan saya.... hehehehe.....

Ayo, coba test, jawaban di tulis di comment saya yah.

Sumber: Buku Kokology.

Wednesday, November 15, 2006

Karaoke

Dah lama banget sy ga pergi karaoke. Kapan yah terakhir karaoke?? oooo.... ulang tahun saya tahun lalu, itu pun hanya saya hadiri pas di ujung acara. Karena saya harus mengantarkan orang tua ke Bekasi setelah dinner di Citos, parahnya jalanan menuju Bekasi saat itu, PARAH BANGET. Masih segar dalam ingatan rasanya, dari Citos jam 9 malam, sampai Bekasi jam 11.15 Pfuih...

Nah, Jum'at kemaren dalam rangka farewell 2 orang teman yang resign, dan 2 orang teman yang berulang tahun, kami hampir satu kantor (banyak deh pokoknya), pergi karaoke di Inul Vista Pasar Festifal. Saat itu saya berpikir, pengen sedikit "bersenang-senang". Jangan kira saya bisa nyanyi, suara saya sangat jauh dari bagus (cukup sadar kan :D)
Tapi mengikuti orang nyanyi, ikut berjoget heboh dan aktif memainkan keyboard untuk memilih lagu-lagu yang akan dinyanyikan, itu sudah cukup membuat saya HAVING FUN.

Melihat teman-teman pada happy, seperti melupakan sejenak kejenuhan kerjaan kantor. Melihat "asli" nya kelakuan teman-teman yang seolah-olah seperti anak kecil. Berteriak, melompat, bernyanyi.... ah.. senang nya...

Jadi kangen dengan teman-teman lama yang dulu sering karaoke bareng. Miss u very much.

note: foto menyusul, kalo udah dapet dari Garry.

Friday, November 03, 2006

PRT aka Maid aka Bedinde

Sudah bisa ditebak, sekarang ini, most of people in Jakarta are looking for MAID. Kebutuhan ini smakin mendesak, karena MOSTLY banyak pekerja wanita yang sudah harus masuk kantor lagi, berkutat dengan urusan kerjaan kantor.

Saya sendiri, terpaksa harus menitipkan anak-anak ke orang tua saya di Bekasi pada awal kerja Senin kemaren. Padahal Kakak Ata sudah harus masuk sekolah di hari yang sama. Tidak ada pilihan, karena mertua saya (note: saya tinggal di mertua) tidak bisa saya titipkan anak tanpa pengasuh. Alhamdulillah, pengasuh Nara datang hari Rabu kemaren. Tapi bukan berarti saya bisa bernafas lega. Karena mba' nya Nasta tidak kembali. :(

PRT aka Maid aka Bedinde atau kalo di Singapore namanya PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga), thanks Han, saya jadi tau istilah ini. Masalah klasik dalam kehidupan manusia saat ini. Orang-orang yang terbiasa punya PRT, pasti akan kerepotan setengah mampus saat mba-mba ini pulang kampung. Tapi orang-orang yang terbiasa bekerja sendiri, akan menyikapinya dengan santai. Saya pribadi, bukan lah pembantu mania. Dari dulu orang tua saya terbiasa tidak punya pembantu. Walaupun bukan berarti saya jadi rajin skali atau jadi pintar masak. Hehehe, ga juga sih. Biasa aja kok. Percaya ga percaya, sampai saat ini, bapak saya masih aktif mencuci pakaian, membuang sampah ke tempat pembuangan, memasak jika perlu, menguras bak mandi, dan lain-lain. Ibu saya juga alhamdulillah, masih aktif memasak, meneriska baju (pasangan yang klop kan, bapak mencuci dan ibu meneriska :D), bebenah rumah, dan lain-lain. Jadi saya berusaha menyikapi bahwa PRT itu hanya MEMBANTU kerjaan rumah kita. Bukan MENGAMBIL ALIH kerjaan rumah. Tapi ntah lah, kenapa yang saya dapatkan, pembantu jadi (terpaksa dan dipaksa) AMBIL ALIH kerjaan rumah yah?? Ngomel-ngomel kalo masakan mreka tidak sesuai lidah, gerutu kalo cara menyapu dan mengepel mreka tidak sesuai dengan yang kita mau, bekerja lebih dari 12 jam tiap hari.

Pfuih...

Berharap punya PRT yang jujur, setia dan dapat diandalkan.. hari gini? Jujur itu emang NOMOR SATU. IT'S A MUST. Setia?? Wallahualam. Dapat diandalkan? Itu kayanya harus disesuaikan dengan ekspektasi kita sebagai majikan ke mereka deh. Eh, kalo saya, ada satu hal lagi deh.. PRT itu musti "bersih". Iya dong, mreka kan keluar masuk kamar kita, main ma' anak-anak, dll,dsb, kalo mreka ga bersih, apa kata dunia persilatan? (apa sih Mel??)

Untuk saya, saat ini yang terpenting adalah ada orang yang bisa menjaga/mengasuh anak-anak saya dengan baik. Anak-anak saya makan tepat waktu, mandi tepat waktu, menemani mreka bermain di kala saya atau suami di luar rumah.

Oooh.. pembantu... butuh ga butuh.... tapi sekarang lagi butuh... :D

Jadi, kalo ada yang punya PRT extra, silahkan hubungi saya. Terima kasih.

Tuesday, October 31, 2006

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H

Untuk segala kekhilafan
Untuk segala kealpaan
Untuk segala ucapan yang menyakitkan
Untuk segala tingkah laku yang menyebalkan
Untuk semua hal yang merugikan orang lain

Ijinkan saya mengucapkan, "Minal Aidin Wal Fa'idzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin"

Friday, October 06, 2006

4th Anniversary

November 2001, kami resmi mengukuhkan hubungan. Waktu itu saya tanya, "mau seberapa serius nih?" dan di jawab, "serius mau menikah". Hehehe, jangan heran dulu yah. Emang sependek ingatan saya, justru saya yang agresif. Hahaha.. abis, dah terbukti kan sayang, gw cuekin bentar, jalan ma' daun muda, lo udah kelabakan. Hihihi...

Mulai lah perjalanan panjang, kemang - bekasi. Iya, dulu abang kost di Kemang. Untung BBM belum semahal sekarang yah? Sejak itu pula, 'mayan deh, pulang kantor di antar terus. Kecuali kalo abang lembur, (dulu sih sering lembur nya yah?). Duh, kantor Blok-M penuh kenangan itu. Hasil kerjasama yang baik antara gw, lutfi, margie dan rickson, akhirnya masing-masing berhasil sampai pelaminan. Ya ampun lucu banget deh kalo ingat banyak kejadian seru, konyol, norak dan ngangenin. Aduh.. Ji, kapan nih kita double date lagi? Kangen.

Lalu mulailah kami berdua menabung untuk menggelar akad nikah dan syukuran sederhana ala kami. Mengingat, ini acara kami dan smua biaya haruslah dari kami. Intinya orang tua hanya merestui. Untung nya kami berdua sama-sama mencoba realistis aja, acara diadakan sesuai dengan dana yang ada. Tidak boleh ada hutang piutang setelah pesta usai. Alhamdulillah, rejekinya calon penganten, ada aja. Jadilah kami bisa menggelar syukuran sederhana di Gedung Bharawidya Sasana. Smua kami urus berdua, mulai cari catering, pelaminan, oh iya, karena orang tua kami berasal dari Sumatera Barat, jadilah kami memakai adat minang. Duh, ngebayangin pake sunting setinggi rumah gadang (hiperbola dikit boleh kan?) kayanya dah pusing duluan. Walaupun bapak saya orang Jogjakarta, tapi tidak ada tuh yang cari hari baik bulan baik. Kami hanya berpikir semua hari adalah baik, dan yang tidak kalah penting pada saat itu, gedung perkawinan yang kosong tanggal berapa? hehehehe... itu lah hari pernikahannya.


Singkat cerita, prosesi ijab kabul, Alhamdulillah berjalan lancar. Menangis? bohong aja lah kalo ga. Dikit sih, karena saya harus tahan supaya tidak terlalu heboh, mengingat saya menggunakan contact lens pada saat itu. hahahaha... Smoga kami berdua bisa menjadikan rumah tangga kami sakinah, mawaddah, warrohmah.. Amieen... amien ya robbal alamin.

Tahun ini, 6 Oktober 2006 adalah tahun keempat pernikahan kami. Masih banyak yang perlu kami pelajari dari diri kami masing-masing. Masih banyak perbedaan-perbedaan yang harus kami samakan, masih perlu tenggang rasa yang tidak sedikit untuk menghadapi seorang pria yang berbeda dengan diri saya.

Harapan saya pribadi, smoga saya bisa menjadi seorang istri yang sabar dan ikhlas dalam menemani kemanapun langkah suami. Smoga saya bisa menjadi seorang istri yang menyenangkan buat suami, partner dan teman hidup dunia akhirat. Amien.

Doakan kami, smoga pernikahan kami selalu dilindungi Allah SWT. Dijauhkan dari godaan, diberkahi Allah SWT. Amien amien ya robbal alamin.

Untaian Do'a
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru , laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Duhai Allah,
Duhai yang mendetakkan jantung ini,
Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini,
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga,
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,
Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas,
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung,
Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,
Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami.
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini.
Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu,
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan.,
Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,
Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu,
Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu.
Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat Kepada-Mu,
Jadikan shoadaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,
Jadikan amal-amal kami sebagai amal -amal yang tulus hanya karenaMu,
Ya Allah jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,
Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami,
Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat,
Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman,
Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah.
Berkahi sisa umur kami ini,
Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyak-Nya umat Mu,

Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa 'adzaaban naar "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka"

Makanan Sehat

Udah beberapa hari ini suami saya lagi "galak banget". Ntah kenapa dia jadi ga suka kalo saya makan makanan "ENAK". Dengan alasan, "jaga kesehatan dong." Padahal, sampai saat ini, Alhamdulillah saya tidak ketauan punya penyakit yang membahayakan. Seperti asam urat, kolesterol tinggi, darah tinggi, atau apapun. Alhamdulillah. Jadi ga ada alasan kan saya TIDAK MAKAN makanan "ENAK" (versi saya).

Photobucket - Video and Image Hosting Tiga hari lalu saya kepengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnn sekali makan kerang rebus. Eh, sebenarnya udah dari awal puasa tuh, tapi suami saya ga mau. Makan di Menteng aja. Yah.. ngebayangin kerang rebus, di ganti ma' bakso. Jauh banget kan? Nah, 3 hari lalu itu, saya kepengen kerang rebus itu. Dan keukeuh sumekeuh pengen kerang rebus."Jangan sering-sering kenapa sih makan makanan kaya gitu," itu kata dia. Langsung proteslah saya, "De ile.. emang kapan sih terakhir gw makan kerang rebus? Dah lama banget kan??" Dan.. memang sudah lamaaaaaa sekali. "Trus nanti gw makan apa dong?" itu alasan suami (karena memang dia menghindari banget makan seafood, dengan alasan bikin kolesterol tinggi. Saya bilang, "nanti kan bisa makan ikan bakar." Dan, alhamdulillah, jadilah kami transit di warung kaki lima yang menyediakan seafood. Ngabayangin kerang dara rebus (saya langsung pesen 2 porsi), tapi ternyata habis, ihiks... ya sudah lah, kerang ijo pun ga apa. (padahal saya sebenernya menghindari kerang ijo ini, karena konon kabarnya, kadar mercuri di kerang ijo lebih tinggi dibanding kerang dara). Tapi, demi keinginan makan kerang rebus, ya sudah lah. Satu porsi saja kok. Tambahan, udang goreng mentega. Porsi kecil kok. Suami? Konsisten makan ikan bawal bakar. Baiklah.
Photobucket - Video and Image Hosting

Nah, semalam, suami pengen makan di Bumen - Penjompongan. OK lah, dah lama juga saya ga makan mie rebus Bumen. Dan saya menyesal sekali membiarkan suami yang menulis orderan, sungguh menyesal. Karena sewaktu saya bilang, "sate kambing dong Bang, 5 tusuk aja." Kamu tahu jawabannya, "TIDAK". Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... padahal kan sate kambing Bumen juga enak. Dan saya benar-benar menyesal, kenapa ga saya aja yang nulis? Photobucket - Video and Image Hosting

Jadi jangan salahkan saya, kalo mencari teman untuk menikmati sop sumsum Agus di Barito, atau Seafood 1001 di Kelapa Gading, atau gule otak di Sederhana .. kan ga tiap hari juga lah makan makanan ini. Oh iya, satu lagi makanan favorit saya yang di benci suami, benar-benar di BENCI. hiks... durian, apa kabar mu??
Photobucket - Video and Image Hosting

Thursday, October 05, 2006

THR

Saya yakin, smua orang sudah tau arti THR dan saat ini sedang menunggu THR. Bukan hanya karena saya pribadi lho yang menunggu-nunggu. Sampai kemaren, masih juga beberapa orang menanyakan ke saya, "mba, THR kira-kira kapan masuknya yah?" dan saya akan bilang, "kalo ngikutin peraturan depnaker, THR diterima 2 minggu sebelum hari H. Jadi asumsi gw, kita akan terima sekitar tanggal 9 atau 10." Dan mreka akan senang, "berarti sebelum tanggal 13 kan yah mba?" "Insyaa Allah," sahut saya.

Kemaren saya dapat bocoran dari orang yang bisa dipercaya, "Mel, masa THR dah mo dijalanin hari ini? Kecepatan ga sih? Nanti keburu abis sebelum waktu gajian tiba dong." Hehehehe… serba salah memang, di kasih kecepatan takut cepat habis, di kasih telat, ribut juga. Padahal nih, saya yakin, tuh uang THR ga sampa sehari, maksimal dua hari transit di rekening pribadi. Dan saya yakin juga, sekarang ini, stiap orang sudah punya daftar belanja atau daftar sedekah atau daftar pengeluaran lainnya. Jadi, mau THR cepat maupun tepat waktu, tidak akan jauh berbeda.

Bayar zakat, THR pembantu, baby sitter, kasih orang tua, siapin uang kecil untuk "salam tempel" – note, uang kecil sekarang ga bisa seribu dua ribu lho. Pfuih, anak kecil sekarang dah tau duit banget sih. Minimal mreka mau 5ribu perak. Itu pun kalo yang ga terlalu dekat, kalo keponakan sendiri? Ga mungkin kan ngasih segitu? Belum lagi baju untuk anak-anak dan keponakan. Kalo untuk saya? Well, udah niat ga akan beli baju lebaran, tapi beli Be-Ha boleh kan? Untuk suami? Baju koko abang dah banyak kan? Masih bagus pula, di pake lagi aja yah sayang. Hihihihi…

Untuk Nasta sendiri, sebenarnya dia masih punya beberapa baju yang cukup bagus, jarang di pakai pula. Tapi apa iya, saya bisa setega itu tidak membelikan sekedar 1 buah baju. Bagaimana dengan Nara, well, Nara termasuk jarang sekali saya beli kan baju. Hampir 90% baju pergi dia sekarang ini adalah hadiah waktu kelahiran dia. Hihihi… irit banget kan, eh, kecuali baju rumah lho. Itupun sudah lama sekali saya tidak membelikannya. Kasihan juga sih, liat celana nya dah pada sempit. Sabar yah sayang, nanti ibu beliin lagi.

Trus apalagi yah yang bisa saya pergunakan untuk –menghabiskan- uang THR itu, pastinya untuk hal yang berguna. Ada beberapa hal yang menjadi ritual kami sebenernya dalam menghadapi lebaran, tapi kali ini harus di pending dulu, maaf yah, THR kali ini dari satu sumber soalnya. Insyaa Allah, tahun depan, Allah memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk lebih banyak memberi.

Buat yang mendapat THR, smoga bisa dipergunakan dengan baik. Sekedar usul, kalo mau kasih zakat maal, mendingan kasih ke sumber yang benar-benar membutuhkan. Saudara jauh mungkin? Atau tetangga yang kesusahan, bisa tetangga supir kamu, maupun tetangga office boy kantor mungkin? Berapapun jumlahnya, Insyaa Allah sangat berguna buat mreka yang membutuhkan.

Monday, October 02, 2006

Am Healthy but NOT Fit

Statement di atas itu memang menggambarkan kondisi fisik (dan mungkin jiwa) gw beberapa hari terakhir.

Gw Alhamdulillah ga sakit, sehat kok. Tapi ga fit aja. Tau kan kondisi seperti itu? Malas bergerak banyak, mood juga ga stabil (cenderung menurun), linu sendi (hihihi.. dah kaya iklan suatu supplement aja), yah... gitu deh..

Masalah hidup pastilah ada, manusia hidup kan membawa permasalahannya masing-masing. Bagaimana setiap manusia menyikapi hidup atau menyikapi setiap permasalahannya itu lah yang unik. Gw punya masalah, kamu pasti punya masalah juga. Tapi, balik lagi ke cara pandang kita semua dalam menyikapinya yang membuat kita berbeda.

Balik lagi ke masalah sehat. Gw tuh tau banget, kekurangan gw adalah TIDAK DISIPLIN dalam berolahraga. Padahal seandainya gw cukup disiplin, - jalan kaki - aja tiap hari, Insyaa Allah badan gw jadi lebih bugar. Gampang kan? Jalan kaki. Masa gw harus selalu menggunakan alasan "menyusui" terus kalo orang-orang komen soal berat badan yang tidak kunjung berkurang, padahal anak udah 8 bulan.

Nasta aja sampai bolak balik bilang, "ibu gendut" stiap kali dia liat perut gw yang memang aduhai ini, hehehehe....

Puasa bisa bikin badan sehat? Percaya, tapi bisa bikin bugar ga? Bisa sih, asal tetep olahraga selama di bulan puasa ini. Nah.. itu lagi satu masalah. Kalo weekend, sebelum buka, bisa aja ngajak Nara jalan-jalan, tapi itupun cuma 1 blok aja.

Nah.. niat nya sih, sekarang ini, kalo gw lagi bete ma' kerjaan or ma' boss yg emang nyebelin itu, gw akan keliling kantor, naik turun tangga. biar energi terkuras di situ. Hehehehe.... kira-kira bakal terlaksana ga yah?

Apalah mel, usaha dong usaha... umur baru 33, upsss... dah tua juga yah? Kan niat gw, Nasta dan Nara dah ABG, gw masih bisa nemenin mreka. Nemenin shopping, jogging, clubbing, apapun yang mreka kerjakan, Insyaa Allah gw bisa ngikutin.

Yaa... diusahakan deh, lebih sehat dan lebih bugar. Amiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn...

Tuesday, September 26, 2006

Memaknai Sabar

Gw suka sekali baca kolom hikmah di koran Republika, bacaan ringan yang sarat makna. Beberapa hari lalu gw baca kolom ini, dan seperti nya PAS banget. Gw emang lagi belajar lebih sabar.

Karena artikel bagus, sayang banget kalo ga gw share ke temen-temen, smoga temen² yang baca, dapat mengambil hikmahnya. Amin.


Memaknai Sabar
Oleh : Pardan Syafrudin

Dalam firman ini, ada suatu sikap dan perilaku yang istimewa dalam pandangan Allah SWT. Sifat tersebut adalah sabar.

Jaminan Allah SWT terhadap orang yang bersabar adalah akan dicukupkan pahala mereka dalam jumlah yang tak terbilang, sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar [39]:10).

Syekh Salim Al-Hilali, pensyarah kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Nawawi, memaknai sabar dengan suatu sikap yang mampu mengendalikan diri dalam berbuat taat kepada Allah. Dari sini, akan sempurnalah kesabaran seseorang ketika memenuhi tiga unsur. Pertama adalah sabar dalam ketaatan. Dalam menjalani perintah-Nya, diperlukan pengabdian dan perjuangan yang luar biasa. Tuntutan dari sana sini mengharuskan kita istiqamah dan sabar untuk menjalaninya.

Unsur kedua adalah kesabaran dalam menghadapi kemaksiatan. Pendeknya, seorang Muslim dituntut menjauhi dan meninggalkan larangan dan kemaksiatan. Oleh karenanya Allah berfirman, "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan mengujimu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian." (QS Muhamad [47]:31).

Ketiga adalah kesabaran dalam mendapati musibah. Ketetapan dan takdir Allah kepada hambanya tentu berbeda. Termasuk di dalamnya ujian dari Allah dalam kesengsaraan ataupun sesuatu yang ditakutkan serta tidak di inginkan. Ketika kita menghadapi hal tersebut, kita bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT tanpa keluh kesah, karena berprinsip semuanya datang dari Allah, dan Allah akan memberikan kepada hambanya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Wednesday, September 20, 2006

Lesson for Today

Disaster could be everywhere and anytime

Dua bulan lalu boss gw bilang, akan ada G2 conference. Dan Jakarta jadi salah satu pilihan tempat penyelenggara, "Are U ready for that?" Trus gw jawab, "Siapa takut." Conference kecil gitu, udah biasa lah. Cuma pesen tempat dan arrange ini itu aja kok. Maka mulailah kesibukan kecil, telpon beberapa hotel yang sudah direkomendasikan oleh group perusahaan. Beres, tinggal nunggu feedback dari mreka. Antusias sedikit berkurang, karena ternyata, conference akan diadakan di bulan puasa. OMIGOD. Nongkrong di hotel, tapi lagi puasa. Males banget kan? Ternyata, ada pilihan kota lain, yaitu Bangkok. Dan sambil berdoa juga, smoga mreka memilih Bangkok aja. Hehehehe...
Alhamdulillah, doa gw terkabul. Conference jadi di Bangkok. Pfuih...

Minggu lalu, boss gw bilang, "dari Bangkok gw akan langsung ke Bali, ada management meeting." OK deh boss. Awal minggu ini langsung di ralat lagi, "Ga jadi di Bali, mreka takut BOMB." Sambil di kasih email dari regional mengenai artikel Bomb di Bali. Ya ampunnn.... dalam hati, kalo dah musibah mah dimana aja bisa kejadian bukan? Kok tragedi dijadikan musim sih, headline artikelnya bertulis "Bomb Season". Marah juga gw, heeeeiii... mister, siapa juga yang pengen ada bomb? Kasian juga kan saudara-saudara gw di Bali, mreka hidup dari tourism, kalo ga ada turis mreka susah juga.

Ternyata meeting management nya diadakan di Phuket, tapi boss gw dah bilang, ga ikut. Kan bisa sambil "ngobrol" nanti pas di Bangkok. Alhamdulillah, 'mayan save uang kantor. (walaupun tetep ga jadi naik gaji juga, hiks).

Pagi tadi gw liat berita, kudeta militer sudah turun ke jalan di kota Bangkok. Dalam hati, jadi conference ga nih? Sampai kantor, boss langsung menghampiri cubicle gw dan mengatakan, "conference kemungkinan besar di undur atau bisa jadi di cancel. Karena ada kudeta. Begitu juga dengan management meeting yg di Phuket." Gw bilang aja, tuh kan, mreka ga mau datang ke Indonesia karena takut bencana. Padahal bencana mah bisa dimana aja dan kapan saja.

Kenapa juga mreka pada ga mikir itu? Ada Allah yang mengatur semua Bung. (Eh, mreka pada punya Tuhan ga yah?)


Selalu Bersyukur

Menjelang terima gaji, perasaan gw antara senang dan bingung. Senang lah dapat uang kan, walaupun belum juga di tangan tuh uang, tapi tagihan-tagihan sudah menumpuk. Bingung campur pusing. Alhamdulillah masih punya gaji, Alhamdulillah masih bisa bayar hutang dan tagihan. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, atas semua rejeki yang telah Engkau berikan kepada kami.

Lagi bingung karena ukuran perut ga berubah, dan sudah coba untuk mengurangi -sedikit- iya cuma sedikit, porsi makan. Tapi perasaan masih belum juga berubah. Tiba-tiba kemaren, Yuli dari bagian accounting bilang, "Duh.. enak banget sih mba. Makan banyak tapi tetap ga gendut." Haaaaaaaaaaaaa!!!!! Waduh! Alhamdulillah, masih ada yg bilang gw ga gendut. Well, emang sih kalo dibanding dengan Yuli ini, gw masih lebih kecil. Walaupun sama-sana sudah punya dua orang anak. Alhamdulillah. Hehehe, dan gw jadi punya alasan, untuk makan indomie lagi sore hari. Gw masih dibilang kurus kok.

Lagi liat majalah yang isinya UP CLASS LEVEL, socialite gitu deh. Asal berkomentar, gw bilang, "enak kali yah jadi mreka. Baju nya ber merk terus, pesta tiap hari, kayanya ga kenal kata "kesulitan uang." Lalu AE gw bilang, "ga enak mba. Hidup kaya mreka itu ga enak. Jangan mau. Enakan kaya kita gini, biasa aja. Mreka itu hidup penuh kemunafikan, bla, bla, bla"
Waduh! Dasar manusia, sudah diciptakan sesuai kodratnya, masih juga mikirin kehidupan manusia lain. Plak plak.. back to real life.
Alhamdulillah, gw hidup seperti sekarang ini.

Alhamdulillah, masih bisa berhutang dan bayar hutang, jangan sampe di kejar-kejar debt collector dan di teror kaya orang yang berhutang milyaran rupiah. (Kenapa yah orang yang hutang nya trilyunan itu malah ga di kejar-kejar debt collector?)

Alhamdulillah, sudah menikah dan punya dua orang putri yang membahagiakan dan menyenangkan hati.

Alhamdulillah, masih punya orang tua - lengkap dan mertua yang lengkap pula.
Alhamdulillah, sudah punya rumah sendiri, walaupun masih kredit. Dan sekarang bunga bank nya seperti mencekik leher.
Alhamdulillah, punya mobil sendiri, jadi tidak perlu naik bus atau angkutan umum kalo ke kantor atau jalan-jalan ma' anak-anak.
Alhamdulillah, masih sanggup bayar baby sitter dan PRT untuk membantu mengurus anak-anak dan urusan rumah yang lain.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup. Smoga hidup gw bisa bermanfaat buat orang lain.
Alhamdulillah, masih diingatkan untuk selalu bersyukur kehadirat Allah SWT.
Alhamdulillah

(ga akan cukup waktu gw untuk selalu mengucapkan semua nikmat dan karunia yang telah dan akan Allah berikan. Smoga gw selalu ingat untuk bersyukur). Amin.

Tuesday, September 12, 2006

Lunasi Hutang

Sebelum gw cerita lebih lanjut, janji yah ga nangis.. hihihii... tapi gw ga yakin gw tidak akan menangis selama menulis cerita ini.

Mama brangkat ke Singapore Senin pagi kemaren. Gw tetep pesen dendeng balado untuk Inong, ngerasa berhutang aja kalo ga dikasihin. Paling tidak, gw akan kasih ke keluarga nya di Jakarta. Sms Neng, ngasih tau mau kasih dendeng balado "pesenan Inong", biar buat Zidan & Syifa aja. Ternyata, Neng sedang di airport, mengantar mas Haris, Zidan & Syifa (plus Ummi dan Nenek Priuk) ke Singapore. Yaaaa... ga sempet ketemu ma' Abang dan Kakak deh. Tapi dah janjian ma' Neng, mau antar ke Buaran.

Pas bedug Maghrib, sampai di depan rumah orang tua Inong. Ketemu Neng yang baru sekali ini ketemu. Sekalian numpang shalat. Saat shalat, gw tak kuasa menahan tangis. "Inong, ini dah gw bawain dendeng balado pesanan lo." (tuh kan.. gw nangis lagi). Sepanjang shalat menangis. Hiks... ntah kenapa, ngerasa diliatin Inong aja. Ahh.. itu cuma perasaan lo aja Mel.

Ngobrol ma' Neng. Seru juga, kami tertawa mengingat hal-hal lucu, tapi dipastikan langsung menangis kalo cerita beralih ke dua permata hati Bunda Inong itu. Menurut Indah, siang hari sebelum Inong koma, mreka (Neng dan Inong) masih asyik ber-sms ria. Kata Neng, Bunda itu bisa tiap 5 menit sms. Hal apapun yang Bunda liat, pasti di sms, "Duh Neng, Bunda ngeliat orang aneh banget deh." "Neng, Bunda barusan ngeliat orang pake cincin di 10 jari nya!" dan lain-lain, hehehe...
Lalu beberapa hari sebelum Inong meninggal, Inong "mewariskan" beberapa resep andalan ke Neng (Jadi buat yg mo pesen-pesen makanan, jangan khawatir, Neng tetep bisa membantu).

Gw juga menyampaikan keinginan para blogger, supaya blog nya ZidanSyifa tetap di apdet, begitu juga blog Dapur Bunda. Kata Neng, "ga sekarang kali yah mba. Nanti kalo udah agak berkurang kesedihannya." Iya Neng, kami ngerti kok.

Hal-hal yang bikin nih mata ga bisa berkompromi (baca: nangis terus) adalah ;
Suatu hari, Zidan tiba-tiba ngomong ke Ummi dan Neng, "Abang mau balik ke jaman dulu, dulu banget. Abang ga mau jaman sekarang. Pokoknya jaman dulu. Jaman masih ada Bunda." Dan dia keukeuh banget dengan keinginan nya itu. Sampai Ummi dan Neng kebingungan mengatasinya. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Atau saat Zidan minta ayahnya untuk mutar film mreka, Zidan berkata, "Abang kangen ma' suara Bunda nih." lalu Syifa berkata, "Kakak kangen mo di cium Bunda." Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lagi.

Masih banyak yang diceritakan Neng, tapi gw dah ga sanggup lagi. Maaf. (mungkin lupa - kata tepat nya), karena lebih banyak nangisnya daripada denger cerita Neng.

Selebihnya, ngobrolin soal masakan. Well, smoga gw bisa dengan cepat belajar bikin Pavlova. Kue andalan. Atau, "Neng, pesen aja ma' Neng yah?" Hehehehe...

Friday, September 08, 2006

Yoga

Sejak lama keinginan untuk aktif berolahraga tertunda, dan karena gw sudah jatuh cinta dengan Yoga, yang menurut gw, cocok buat gw yang tidak menyukai olahraga High Impact. Selasa kemaren, akhirnya... iya AKHIRNYA ... kesampaian juga ikut kelas Yoga lagi.



Dan wah... benar2 relaks. Smoga akan tetap rutin ber-Yoga-ria.

Monday, September 04, 2006

September 1996 - September 2006

September 1996 - September 2006

Ntah lah apa gw harus merasa bangga atau sedih, hehehehe... yang pasti udah 10 tahun di PT. Rama Perwira aka Grey, iya... iya ... 10 tahun. Alhamdulillah gw masih kerja, masih punya penghasilan dari Grey. :D

Kerja pertama kali di Grey, masih muda banget, baru 23 tahun saat itu. Hehehehe... dah langsung megang bigboss, dan ga pindah-pindah sampai tahun lalu pindah bagian. Tapi bukan berarti gw lepas urusan dengan bigboss ini. Buktinya, sampe hari ini, blio masih "ganggu" gw. Dengan kerjaan printilan nya itu. Ambil hikmah nya, dia masih percaya ma' gw. Hahahahaha...

10 Tahun kerja, dah banyak hal yang gw dapatkan di Grey ini. Yang pasti, gw dapat suami. Hahahahaha... iya suami. Dapetnya di kantor juga. Subhanallah.

Duh.. bingung mo nulis apalagi. Gw berharap smoga Grey menjadi lebih baik. Bigboss nya menjadi lebih pengertian ke karyawan, bisa menghargai karyawan, bisa mengerti karyawan, tidak sombong, menyadari bahwa tanpa karyawan dia bukan lah seorang boss.
(banyak kekurangannya gini, gw kok bisa sampe 10 tahun yaks?) Hehehehehe... bingung juga.

Allah sayang Inong

Allah Sayang Inong

Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un. Jum'at pagi (1 September), perjalanan ke kantor gw dapat sms dari Rina, "Inong udah ga ada Mel." katanya. Ga percaya, karena semalam baca blog nya Hany, belum ada berita yang baru. Dibalasnya, tadi pagi Mel, jam 7 waktu Singapore. Gw langsung sms Luluk, menanyakan kepastian. Dan ternyata memang, Inong sudah tidak ada. Speechless. Air mata sudah menggantung di pelupuk mata.

Sampai kantor, ga ada keinginan lain, selain membuka blog nya Hany. Dan, ya Allah, Engkau Maha Mengetahui yang Terbaik untuk ummatMu. Tak ayal, air mata membanjiri pelupuk mata tanpa bisa dihentikan. Sesenggukan. Menatap layar monitor. Inong meninggal karena serangan jantung. Kenangan tentang Inong pun bermain-main di ingatan. Inong yang baik hati, ceria, yang tak henti menyuruh gw datang ke Singapore, "pokoknya kalo elo dateng ke singapore, lo nginep di tempat gw aja." Inong yang amat sangat menyayangi dan mengagumi kedua anaknya, Zidan & Syifa.

Ga akan ada lagi laporan mengenai polah Zidan dan Syifa yang menggemaskan, tidak ada lagi teman ngobrol (walaupun di Y!M), Nong masih banyak yang ingin gw tanyakan dan omongin ke elo. Masih banyak Nong.

Smoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan untuk mas Haris, Zidan & Syifa. Smoga mereka dilindungi Allah SWT.

Dan meninggalnya Inong ini memberikan hikmah buat gw, dan mungkin buat temen2 lain yang mengenal dan manyayangi Inong. Dan juga -TERNYATA- Inong mungkin sudah memiliki firasat, dari postingan di blog nya berjudul Terima kasih.

Terima kasih Inong sudah menjadi teman dekat, sahabat & saudara.

Thursday, August 31, 2006

Inong

Inong

Iya, Inong. Gw mo cerita dikit tentang Inong. Iya Inong Haris. Bunda nya Zidan dan Syifa yang hari ini berulang tahun.

Kemaren dpt kabar awalnya dari Wulan :
wulan_martani (4:58:27 PM): Kawan2, Inong sekarang ada di ER NUH Buona Vista. Aku nnulisnya sambil gemeter n pengen nangis nih. Mohon doanya supaya segera sadar n sehat kembali. Tadi kira2 45 mnit lalu pingsan di rumah n dibawa pake ambulan. Alhamdulillah ibundanya sedang ada di sini. Cindy di rumah Inong jaga anak2nya.

Masyaa Allah. Gw sibuk cari informasi. sms ke HP inong, ga ada balasan. (berharap mas Haris akan balas). Panik. Berdoa, ya Allah sembuhkanlah Inong.

Tadi pagi, masih dari Wulan:
wulan_martani (10:20:00 AM): Ini kabar terbaru dari Hany di milis Indosing-mums : Kabar dari Haris: dokter pesimis kalo Inong bisa sadar kembali. Sekarang sedang nunggu 2 dokter spesialis otak untuk meriksa Inong. Haris mohon doa kawan2 semua, semoga ada mukjizat untuk Inong. Masyaallah. Wassalaam, sera

Gw lama ninggalin computer tadi, begitu buka... Masyaa Allah! ada berita dari Wulan:
wulan_martani (3:57:27 PM): Inong dah nggak ada Mel

Trus muncul pula YM dari Rina:
ibunda_jasmine (4:59:03 PM): Betul, Haris confirmed kalau Inong MASIH ADA! Walaupun memang sekarang tergantung life supportingnya itu. Dr kasih decision di tangan Haris, apakah mau tunggu 72 jam, atau mau dicabut sekarang. Dan Haris mau tunggu 72 jam, serta mau cari 2nd opinion ke dr lain. Mari kita berdoa untuk yang terbaik bagi Inong dan keluarganya. cheers, Susan

Gw nelpon Luluk. Dan memang benar seperti yang dikatakan Rina.

Ya Allah, Engkau yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkau yang Menghidupkan, Engkau jua lah yang Mematikan. Jika hamba boleh memohon, berikan kesempatan kepada Inong. Tapi kukembalikan semuanya kepadaMu ya Allah. Berikan yang Terbaik dariMu untuk Inong dan keluarganya. AMIN.


Nong, sadar Nong. Nyokap gw mo ke Singapore bawa dendeng balado pesanan lo. Nong, masih mau kan?