photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Wednesday, July 11, 2007

Batuk nya Nasta

Seharusnya Nasta sudah mulai masuk sekolah, tapi sengaja saya suruh dia tetap di rumah sambil memulihkan tenaga. Sudah hampir dua minggu Nasta terserang batuk yang cukup parah. Dan kali ini saya 'lemah'. Hari pertama dia demam dan mulai batuk, saya langsung bawa dia ke dokter anak. Dan di hari itu juga dia mulai menelan beragam macam obat yang dimasukkan kedalam 1 botol antibiotik. Hiksss... (padahal menurut artikel yang saya baca, batuk/asma tidak harus selalu diobati dengan antibiotik)

Hari keempat masih demam dan batuk yang bertambah parah, karena banyak slem di dada. Tambah lagi obat-obatan yang diracik dalam 1 botol antibiotik. Sempat juga Nasta dibawa ke UGD nya sebuah rumah sakit di jalan Margonda, karena saya dan suami memutuskan untuk mencoba inhalasi untuk Nasta. Karena jujur saja, kami tidak sanggup mendengar suara grok grok dan (mungkin) rasa sesak di dada yang Nasta rasakan. Kalo kami ada di posisi nasta, mungkin kami akan lemas tidak karuan.

Nasta demam lebih dari 5 hari, on off on off, saya sudah kepikiran bahwa demam nya dia ini karena batuk, dan kemungkinan ada kuman di slem nya dia. Tapi kami coba juga test darah dan hasilnya Alhamdulillah baik-baik saja. Proses inhalasi tidak berjalan mulus, karena Nasta ternyata tidak suka. "BAU" katanya sewaktu masker menutupi mulut dan hidungnya. Alhasil, kami hanya berhasil "mendekatkan" masker ke mulut dia. Sebenernya kurang efektif, karena banyak obat yang terbuang.

Dugaan sementara dari dokter, Nasta kemungkinan Asma. Karena ada turunan asma dari pihak ayah Lutfi, jadi kami seperti mengamini. Ditambah memang dari bayi Nasta sering batuk grok grok gitu. masih inget kejadian Nasta batuk grok grok di kasih Izoniazid ma' DSA nya, pdhal tuh obat utk penderita TB. Aarrggghhh

Saya dan suami akhirnya coba cari dsa spesialis asma anak. Sampailah kami pada seorang dokter di daerah kebayoran, dan kami dapat nomor besar, sehingga kami dijadwalkan bertemu sang dokter jam 12 malam!!. Phewww..
OK, kita coba saja. Kondisi Nasta sendiri pada saat kami bawa ke dokter itu sudah membaik, sesekali masih batuk berdahak. Tapi memang karena sudah masa akan sembuh (batuk masa sembuhnya ± 14 hari). Hasil obrolan kami dengan pak dokter ini, blio memang mengatakan tenggorokannya Nasta sensitive. Karena ada riwayat keluarga penderita asma, memang ada kemungkinan Nasta bisa menderita asma (noted : sekarang blom asma). Jadi sebisa mungkin pencetus nya musti dihindari. Tidak boleh ada buku di kamar / lemari kamar, pakaian di lemari tidak boleh lebih dari 2 minggu menetap, karena masa hidup sang TUNGAU. Tidak boleh ada binatang peliharaan (untungnya kami tidak punya), tidak boleh pasang karpet (karpet terakhir di ruang tamu sudah di angkat), bersihakan filter AC seminggu sekali (pfuiih...), boneka bulu di cuci seminggu sekali, dll,dsb.

Untuk memastikan kondisi Nasta, pak dokter ini menyarankan untuk photo thorax dan sinus. Ahh.. smoga Nasta baik-baik saja.

Renungan buat Ibu Meli
- Smoga ini kali terakhir Nasta minum antibiotik lama (biasanya kalo dapat antibiotik, saya jarang sekali kasih ke Nasta. Apalagi kalo tau sakit nya karena virus)
- Smoga lain kali jika Nasta mengalami hal serupa, saya bisa lebih intens mengawasi Nasta, sehingga kami tidak perlu bolak balik ke dokter. Karena penyakit seperti ini yang diperlukan hanya istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak dan makan makanan bergizi.
- Smoga Nasta bisa lebih sehat dan jarang sakit. Amiiin.


Buat teman-teman yang memerlukan artikel tentang asma bisa di cari di sini

Tuesday, June 26, 2007

Asa

Kehilangan kesempatan pastinya bikin semua orang sedih, dan mungkin semuanya akan berpikir, seandainya kita bisa kembali ke suatu masa dimana kita bisa memperbaiki sesuatu sehingga kita tidak kehilangan kesempatan itu.

Tapi mungkin sebagian besar orang akan mengatakan, ambil hikmah dari semua kejadian dan belajar dari kegagalan. Saya 100% setuju. Saya pun berusaha untuk ikhlas dan semoga lebih mengerti dari kegagalan saya ini.

Mengawali kejadian ini pun, saya sudah berusaha untuk berpikir positif dan siap kecewa jika hasilnya tidak sesuai keinginan. Menjalani proses sebaik-baiknya. Dan berdoa, jika memang hal ini terbaik dari Allah SWT, please make it happen. Tapi jika tidak, smoga saya diberi kesabaran, keihlasan dan pengertian akan semua hal ini.

Ya Allah, Engkau lah yang Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik buat ummat Mu ini. Berkahilah kehidupan kami sekeluarga. Amiiin.

Friday, June 08, 2007

Ulah Nasta

Potong Rambut

Akhirnya.... iya, kalo boleh saya bilang "akhirnya" kejadian ini terjadi juga di anak saya. Seringkali saya mendengar anak kecil ada masanya akan menggunting rambutnya sendiri. Dan terus terang saya menunggu saat itu. Hahahaha... maksudnya sih pengen tau aja, apa anak gw se"creative" anak-anak lain yang pernah melakukannya. Dan ternyata sekarang sudah terbukti.

Pulang kantor langsung dapat laporan, Nasta potong rambut. Sekilas saya lihat, ga ada yang aneh dengan rambut nya. Poni masih tetap sama panjang, bagian depan juga mulus. Ternyata dia potong bagian belakang. Hahahaha.... hhmmm.... ga keliatan kok. Tapi kalo diperhatikan baik-baik, memang aneh.

Dasar anak, dia bangga sekali lho bisa "potong rambut sendiri". Dan pastinya, dia ngomong itu tanpa ada perasaan bersalah, mungkin Nasta pikir, "kenapa sih, potong rambut dikit aja heboh banget."

Pfuihh... Ata..... ata.....


Masak "Kreppy Patty"

Semalam ayah cerita kalo Dani menangis karena Nasta. Deg. Saya langsung sedih. Apa yang sudah Nasta perbuat? Kok Dani bisa nangis? FYI, Dani itu lelaki dan lebih tua 1,5 tahun dari Nasta. Saya tidak ingin Nasta & Nara jadi anak yang suka mukul.

Sampai rumah, kebetulan Nasta belum tidur. Saya langsung ajak dia ngobrol.
Saya : Ibu denger tadi siang Dani nangis. Kenapa?
Ata : Iya, aku mau bikin Kreppy Patty, sama Dani ga boleh.

Terus dilanjutkan penjelasan dari mbak nya, Nasta ngejar-ngejar Dani pake sodet. Dani nya lari-lari ketakutan gitu, takut kena pukul. Trus Dani nangis. Ga lama Nasta nya juga nangis, karena sodet nya di ambil.

Ya Tuhan...

antara mau ketawa, tapi juga prihatin. Ternyata anak saya "galak" juga. alhasil, saya mencoba terus menjelaskan ke Nasta bahwa perbuatannya itu tidak baik. Dan tidak boleh di ulang lagi. Kepada Dani pun saya berpesan, kalo Nasta berbuat nakal lagi, kasih tau saya.

Ulangan Umum di TPA

Semalam saya baru membaca lembaran pengumuman dari TPA Adz-Dzikri, tempat Nasta sehari-hari menghabiskan waktu nya di sore hari. Nasta belum terdaftar resmi sebagai murid TPA itu. Hanya karena sang Oma pengurus mesjid, jadi status nasta adalah, "murid titipan".

Pengumuman itu berupa pemberitahuan Ulangan Umum di TPA tersebut. Jujur saja, saya dan suami sedikit panik. Karena kami kurang mengikuti pelajaran yang telah Nasta pelajari selama di TPA itu. Kami selalu berpikir, Nasta hanya murid titipan. Jadi belum terlalu banyak pelajarannya.

Ternyata oh ternyata.. walaupun ada "contekan" bacaan hadist dan surat pendek serta menghitung dengan bahasa Arab, saya jadi ketakutan sendiri. Hah? Bisa ga Nasta ngikutin "ujian" ini. Akhirnya kami sepakat, ya sudah lah, biar Nasta belajar "ulangan umum". Hihihihi....

Doakan yah, smoga minggu depan Nasta bisa mengikuti "ulangan umum" pertama nya itu.

Tuesday, June 05, 2007

Menunggu itu membosankan

Saat ini saya sedang dalam kondisi menunggu. Menunggu jemputan. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19.18, pfuihh...

Dan dalam kondisi agak sedikit menyesal.. kenapa saya tadi tidak langsung pulang saja jam 5 teng. Seandainya saya langsung pulang, tidak minta di jemput, tentunya saat ini saya sudah bercengkerama dengan kedua bidadari saya.

Seandainya saya pulang duluan.... aaaaaaaaahhhh..... lamanya...

SMS baru, "sudah dekat kantor".

Ups.. saya pamit dulu yah.

Monday, June 04, 2007

Butuh uang? ke ATM aja

Sudah lama saya tidak bercerita tentang Nasta dan Nara. Sudah smakin banyak polah dari kedua orang bidadari kecil saya itu. Nasta (bentar lagi 4th) sudah smakin bijak. Nara (16 bulan) cenderung mengikuti kelakuan kakak nya.

Nara sudah bisa manggil saya, "booooooo" :D
Dan lucunya, dia senang sekali mengucapkan kata "apel". Kami memang senang melihat dia mengucapkan kata itu, karena pas ucapan "pel", dia akan melipat lidahnya. Lucu dan menggemaskan sekali. Sedihnya, karena Nara tidak memakai anting-anting, jadi tidak sedikit orang yang mengira Nara adalah anak laki. Seringkali orang-orang mengatakan, "enak yah, anaknya sudah sepasang." Wakkksss... huwaaaaaaa.... anak saya perempuan... Hhm.. resiko deh.. tapi mau gimana lagi? lubang anting nya sudah tertutup, dan harus menunggu Nara besar untuk buat lubang anting baru.

Lain Nara, lain pula Nasta. Anak ini memang seringkali "menguji kesabaran" ibu dan ayahnya. Suatu saat dia bisa begitu menyenangkan, sehingga saya tidak akan berhenti menciumnya. Tapi, kalo dia sudah berubah menjadi anak yang "menyebalkan" AAAAAAAAARGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH... rasanya saya ingin menangis saja...
Tapi sampai saat ini sih lebih banyak menyenangkannya kok. Belum tau nanti kedepannya. Pfuih...

Smoga saja baik saya dan suami saya bisa menjadi orang tua yang sabar dan lebih mengerti anak-anak nya. Amiiin.

Nasta juga masih suka becanda garing, bisa liat di sini. Duh.. menyesal saya, sudah lama tidak menulis tentang kegaringan dia, karena suatu hari nanti pasti bisa jadi obrolan menarik. Hahahahaha...

Sudah beberapa kali saya sering mendengar Nasta berbicara soal uang. Awalnya dari si mba, Nasta minta dibeliin sesuatu di warung. Mba nya bilang, "mba ga punya uang Ta." Dan dengan enteng nya nasta bilang, "mba ambil aja dulu di ATM." hihihihihihihi... Dan hal itu terjadi juga dengan kami, ayah dan ibu nya. Mentang-mentang setiap mau ambil uang kami suka ajak dia ke ATM.

Hahahaaha.. bisa-bisa bentar lagi dia akan mengerti, kalo untuk belanja bisa "gesek kartu aja"

Friday, May 04, 2007

Pernikahan

Suatu hari saya pernah membaca tulisan seorang teman mengenai Pernikahan. Dan saya salut dan langsung pengen kenalan dengan Mama nya teman saya ini. Tapi blom kejadian sih. Apa yang di tulis oleh teman saya itu, benar-benar mengena di hati.

Dan belum lama saya seperti diingatkan oleh tulisan tersebut, dan saya jadi ingin bercerita. Sepupu suami saya hendak menikah. Alhamdulillah. Dan tentu saja sang ibu menyambut gembira rencana pernikahan sang anak perempuan semata wayang nya ini. Calon nya kerja di ini lho, dekat dengan bapak presiden kita, bla bla bla ... tanggal belum ditentukan, tempat resepsi sudah ditentukan yaitu sebuah gedung megah yang biasa menjadi tempat resepsi pernikahan orang-orang berduit. Dengan alasan, hadiah dari Pakde calon mantu. Acara lamaran berjalan lancar, selesai acara segera ditunjuk team panitia untuk menyukseskan acara ini. Calon pengantin wanita nya? Duduk manis tanpa komentar apapun. Para sepupu yang sudah merasa pernah menikah, melontarkan saran-saran, masukan dan opini. Para sesepuh ikutan memberi suara. Ternyata, tempat memang sudah di pesan (oleh pakde calon pengantin pria), tapi belum ada yang survey mengenai rekanan catering, photographer, pelaminan, dll,dsb. Sang ibu berkata, pakai catering ini aja, makanannya enak dan harganya terjangkau. Para sepupu berkata, catering ini rekanan gedung ini ga? Biasanya kalo bukan rekanan akan kena surcharge 20%. Di bantu oleh buku panduan dari gedung, ternyata catering yang diinginkan tidak termasuk dalam daftar rekanan gedung. En zo fort... (saya ga terlalu menyimak, karena sibuk ngurusin Nasta).

Beberapa hari kemudian, ada desas desus.. catering di gedung ini minimal 50ribu per orang dengan minimum undangan 1800 orang. Suami saya berteriak, "Gila!! Gw mah mikir-mikir deh!!" Tapi ternyata, harga per porsi nya bukan segitu, melainkan minimal Rp. 150.000 per orang! Dannn.... suami saya tambah menjerit. GILA!!! Lalu pihak keluarga langsung minta dicarikan gedung lain, karena tidak sanggup dengan harga catering dan jumlah quota orang yang diwajibkan oleh gedung ini. Ya iya lah... mubazir banget kalo sampe kejadian.. (itu menurut saya lho). Dan yang tersedia untuk tanggal pernikahan yang diinginkan tinggal gedung ini, gedung yang dulunya pernah menjadi idola para calon pengantin. Disebelah Gedung MPR - DPR.

Lucu dan aneh nya, seperti nya calon pengantin wanita tidak merasa "terlibat" lebih jauh dengan acara pernikahan dia, karena gedung bukan dia yang mencari, tapi suami saya yang sepupu nya dia. Yang ribut mengenai KUA juga para sepupu nya, KUA udah di urus belom? Ijin numpang nikah, dll,dsb,dst. Dan saat itu calon pengantin pria hanya berkata, "Lho, itu bukannya sehari dua hari selesai yah?" Alamakkkk..... lo kira yang jadi penghulu bapak lo ndiri apa?? Biar nyaho aja kalo ternyata penghulu kagak ada yang bisa sesuai rencana jam pernikahan!. Eitsss... sabar... dia kan belum pernah menikah, jadi tidak tahu prosedur nya. Hhmm... baik lah.

Rapat keluarga lagi. Eits.. mana calon pengantin wanita nya?? Ini sebenarnya kita mau ngerapatin kawinan siapa sih? Yang punya hajat aja kagak ada!! Geram sekali rasanya. Ga menghargai banget sih para tante-tante dan sepupu-sepupu yang udah ngorbanin waktu weekend nya hanya untuk bantuin tante (sang ibu CPW) tercinta biar dia tidak merasa kerja sendiri. Note: most of all niat bantu tante, bukan bantuin sepupu saya itu!!! Saya dan salah seorang sepupu ngobrol, "kayanya gw waktu mo nikah itu semua ngurus sendiri deh. Cari gedung, cari catering, ngedatangin catering untuk test food, cari pelaminan, jadi pada saat rapat keluarga hal-hal tersebut sudah rapih. Tinggal menyerahkan ke panitia, supaya kita ga repot lagi di hari H nya." Pfuih..... Ini mah.... Astaghfirullah ...
Lalu dengan muka iseng saya berkata ke sepupu yang lain, "tanyain sekalian dong, malam pertama perlu bantuan kita-kita juga ga?" hihihihihihihihihi.....

Sigh.... cerita sepupu saya ini menjadikan perjalanan pergi dan pulang kantor menjadi penuh warna, karena di mobil saya dan ipar-ipar saya jadi sibuk mengomentari soal tingkah laku dia. "kaya di paksa aja sih nikahnya," itu salah satu dari sekian banyak komentar kami, para sepupu nya.

Aaahhhh.... ribet bener sih?? Kenapa sih yang musti diributkan itu justru acara sebelum pernikahan nya??? Kan masih banyak hal-hal lain yang nantinya akan dihadapi oleh calon pengantin kelak. Jadi benar kata mama teman saya ini ditulisannya. "Tante, kenalan dong. saya kagum deh ma' tante."

Sabtu lalu saya menghadiri syukuran pernikahan teman. Siang hari. Ternyata sebelum brangkat saya cek lagi di undangan, "Hah?? Bang, acaranya dari jam 10 - 12 lho!" HHm... berarti selesai akad nikah langsung syukuran, tanpa jeda seperti layaknya pasangan lain (seperti saya juga). Dan saya langsung berkomentar, wah.. enak banget yah? Acara di mesjid, selesai akad langsung ramai-ramai, simple, dan pastinya irit tuh. Hhmm... berbanding terbalik dengan sepupu saya itu, yang gosipnya, baju pengantin nya seharga 15 juta rupiah saja. Wakssssss!!!!!

Saya tidak sepandai teman saya dalam merangkai kata, tapi 100% setuju dengan tulisannya. Dan mengharapkan hal yang sama, jika suatu hari nanti ada kesempatan menikahkan anak-anak saya, atau keponakan-keponakan saya, smoga saya tidak menjadi tante atau ibu yang ikutan heboh dalam mempersiapkan pesta anak dan kemenakan saya. Tapi Insyaa Allah, bisa mempersiapkan batin mereka untuk menghadapi hidup baru mereka kelak.

Thursday, May 03, 2007

Naga Bonar "jadi" 2

Telat banget ga sih saya baru nonton film ini semalam. Itu pun nyaris gagal, karena suami saya sempet "mutung". Karena ternyata film tersebut sudah mulai pukul 19.00, sedangkan kami tiba pukul 19.10, "udah 10 menit mba, mau?" kata mba' petugas karcis. Dengan cepat suami saya berkata, "gimana sih? katanya mulai jam 8? ah.. ga mau gw kalo udah telat." dan langsung ngeloyor pergi keluar bioskop. Nyebelinnnnn banget sih suami saya itu!! Sebelumnya saya memang memberitahu dia bahwa studio 4 di bioskop ini mulai jam 8 malam. Sambil jalan dia juga nyerocos (duh.. bahasanya ..), "emang ga di cek lagi apa?" ARRGGGGGHHHHHHH ..... sebelum bertanduk, saya jalan melenggang mendahului dia. Nyebelin banget sih??

Mendekati eskalator untuk turun, suami saya itu bertanya, "Sekarang jam berapa? Telat dikit ga apa kali yah?" Dan dia langsung berbalik arah menuju bioskop lagi. Sekali lagi, AAARGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH...... "Telat 15 menit yah Pak," kata petugas karcis nya. Yah... sudah lah...

Untung nya film ini memang T-O-P-B-G-T, smua kekesalan di luar bioskop tadi terhapus sudah. Dan memang benar seperti orang-orang, resensi di koran-koran, bahwa film ini memang luar biasa. Aktor kawakan Deddy Mizwar, memang tidak perlu diragukan lagi kwalitas acting nya. Banyak sekali dialog yg mengkritik, baik pemerintahan, maupun mengkritik diri sendiri. Seperti dialog antara Naga Bonar dan Umar (tukang bajaj), bapaknya Umar ini seorang pejuang, tapi tidak pernah bercerita ke anak nya tentang masa-masa perjuangannya, dengan alasan perbuatan baik tidak perlu diomongin, cukup Allah saja yang mengetahui. Dan saya pun terbawa emosi haru di saat Naga Bonar mengunjungi Tugu Proklamasi, Taman Makam Pahlawan dan Patung Jend. Sudirman. Soundtrack lagu-lagu nasional nya sungguh menyentuh.

Ahhh... cerita yang menakjubkan... kalo yang belum pernah nonton dan penasaran film Naga Bonar versi tahun 80-an, bisa lihat di sini.

Kira-kira ada yang jual VCD Asli Naga Bonar ga yah? Mau dong.

Sinopsis Naga Bonar jadi 2

Apa kata Duniaa

Nyalon

Rambut Nasta itu lurus banget, dan memang dari kecil sudah model Dora gitu. Jadi pasti ada poni nya. Sebenernya saya suka Nasta berambut panjang, karena rambutnya yang hitam dan lurus. Tapi mengingat Nasta tidak suka di kuncir & di jepit, jadi saya harus merelakan Nasta berambut pendek. Kalo Nara itu rambut nya lebih tipis dan ikal. Jadi sampai sekarang (15 bulan), tidak tampak perubahan significant, makanya Nara belum pernah ke salon untuk sekedar potong poni atau pun rambut lainnya. Terbalik dengan kakak nya, yang tiap 2 - 3 bulan sekali harus ke salon (salon kakak yang di Kemang lho). Karena saya, ibu nya, tidak bisa potong poni Nasta. (kepikiran untuk ambil kursus menggunting rambut nih, biar ga tekor ke salon).

Suatu hari, saya, Nasta dan ipar-ipar saya ke salon di Jl. Joko Sutono. Ditawarin potong rambut, dia menampik dengan alasan, "nanti aja di salon kakak." Kali lain, beramai-ramai kami ke salon itu lagi, dia baru mulai "tergoda". Coba cuci rambut dulu, anteng aja tuh. Padahal kalo di salon kakak, dia ga mau cuci rambut, jadi cuma dibasahin pake semprotan air gitu. Saat itu Nasta duduk tenang sambil membaca majalah nya (iya, baca majalah). Giliran di gunting, mulai deh agak2 ga tenang. Memang butuh kesabaran untuk menggunting rambut anak-anak yah. Dan akhirnya.. viola ... rambut nasta berbeda dari biasa. Kali ini agak sedikit di layer.. (biar ga terlalu seperti Dora). Smakin hari, kok.. jadi kaya Baim Wong yah?? Hahahaha... makanya saya sempat memanggil dia Nasta Wong.

Sebulan... dua bulan ... aaarrrggghhh... poni nya sudah melewati alis mata. Dengan sedikit nekat, karena ga mau rugi ke salon hanya untuk potong poni, saya coba potong poni nya Nasta. Hasilnya??? Hmm.... musti banyak berlatih .. dan minum Milo tiap hari!! Saya ga berani potong terlalu pendek, karena miring-miring dong potongan saya. 2 minggu berlalu, akhirnya terpaksa saya ajak ke salon lagi.

Ibu : Kak, potong rambut lagi yah.
Ata : Iya Bu
Ibu : Mau dimana? Salon kakak?
Ata : Ga bu, salon ibu aja.
Ibu : !@#$%

Singkat cerita, Sabtu lalu saya ke Salon, sebenarnya saya pun pengen potong dikit juga nih rambut. Tapi lihat nanti deh. Sesampainya di salon, saya pesan tukang cukur yg dulu pernah potong rambut Nasta. "Tapi lagi nge-blow orang Bu. Nunggu bentar yah." OK lah.. Sambil melihat, duh... tukang cukur yg biasa menghandle ipar-ipar saya lagi nganggur nih, sayang juga kalo keduluan orang. Bisa ga yah ikutan potong?? (Karena takut ga ada yg ngawasin Nasta nanti).

Ga lama, "Bu, di cuci dulu yuk.." Saya dan Nasta melangkah ke tempat cuci rambut. Dan hoop, mengangkat Nasta ke tempat duduknya. Mba nya bengong, "Lho?? Yang mau potong ibu atau anaknya sih??" Hehehehehe... ternyata yang mau potong rambut itu anak kecil. Dan.. Nasta menikmati sekali acara cuci rambut tersebut, dia memejamkan matanya. Mba cuci rambut bilang, "wah.. besok-besok ikutan creambath dan luluran ma' mama nya yah." Hhmm... bisa jadi.

Eh.. tapi kalo beneran anak(anak) saya nanti pada suka ke salon gimana yah?? (Nurun gitu dari ibu nya).

Dan... Nasta sudah meng-claim, bahwa Salon dia adalah salon ini. "Salon baru kakak".

Pfuiih...

Tuesday, May 01, 2007

Bahagianya Orang Ikhlas

Note: artikel bagus banget.. buat yang sedang belajar jadi orang Ikhlas (seperti saya yang akan terus belajar ikhlas)


Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat.

"Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian". Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang Yarmuk.

Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat untuk Khalid bin Walid. "Pedang Allah" ini segera membacanya. Di dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.

Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. "Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar," demikian ungkapnya.

Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah masa keemasan Khalid bin Walid.

Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.

Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat.

Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik.

Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya.

[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.

[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya.

[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.

[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.

[5] Tidak menonjolkan "bendera". Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.

[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. "_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas" (QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a'lam.

( KH Abdullah Gymnastiar )

If I have 2 billion cash, I will .........................

Hehehehehe.... I believe in miracle, I do! Jadi sambil menunggu mukjizat itu terjadi yang entah itu kapan akan terjadi boleh kan saya berkhayal dulu. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, rasanya sah-sah saja kegiatan berkhayal ini.

Dan topik khayalan saya minggu ini adalah : apa yang akan saya lakukan jika saya mendapatkan kesempatan punya uang 2 milyar rupiah. Catat : 2 (DUA) MILYAR. Ntah ada apa dengan angka 2 Milyar ini, padahal kalo berkhayal, bisa aja kan angkanya saya mark up jadi 10 Milyar. Upss... ketauan deh suka mark up angka (icon blushing). Eits... biasanya untuk keperluan kantor kok.... iya iya ... percaya mel... Kembali ke dalam dunia khayalan saya :D

Seandainya saya punya uang 2 Milyar, yang pertama-tama saya lakukan adalah memangkas 2.5% untuk zakat. (Eh, kalo dapat rezeki dadakan gini zakatnya 2.5% atau lebih yah?? Nantilah diomongin lagi). Lalu saya akan membayar semua hutang-hutang (materi lho) saya. Dari mulai kartu kredit (saya & suami), hutang KPR, bangun rumah sedikit supaya lebih layak huni, beli keperluan rumah (yang penting-penting aja dulu i.e. AC dan kulkas), trus kasih ke mama & ibu, bantuin bayar hutang (kartu kredit) kakak² dan adik² saya, bantuin bayar hutang ke beberapa teman yang saya tahu dengan pasti amat sangat membutuhkan, ngasih ke tante-tante, ngajak jalan2 orang tua (ke Bali aja, tapi harus berkesan buat mereka), nabung buat Nasta & Nara masing2 300 juta, buat pendidikan mereka kelak, beli mobil ga usah yang mahal-mahal deh (VW Tourage aja kali yah? hehehe), beli digital camera (Nikon D 200), laptop impian (ga usah yang canggih banget kok), traktir temen-teman kantor deh, Sushi Tei anyone? Hhhm... apalagi yah? Ada yang kurang ga yah?? Beli rumah di Casamora (Cilandak Tengah situ tuh...) cukup ga yah??? ah... gampang... BERKHAYAL LAGI AJA... HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA


"Ya Allah, ini memang sekedar khayalan, tapi jika Engkau mengizinkan dan mengabulkan, Alhamdulillah. Smoga memang jadi manfaat besar buat saya dan keluarga, serta orang-orang yang nanti akan menikmati harapan saya ini. Amiiiinnnn"

Friday, April 13, 2007

If Life Begin at 40, You're a Baby...


Judul di atas contekan dari Pa' Djoko yang 3 hari lalu merayakan hari lahir nya yang ke 63. Blio itu Creative Director, di usia nya (seumur Nabi Muhammad lho Yang.. - Eyang, bukan sayang. :D) yang sepuh itu blio masih aktif di kantor, masih mengeluarkan ide-ide brilian dan tentu saja, masih garing abitss... pada saat saya mengomentari kegaringannya itu, blio bilang, "If life begin at 40, then I'm 23". Hmm... oke deh...

Nah.. kembali ke judul di atas, alhamdulillah hari ini suami tercinta genap berusia 40 tahun. Happy birthday sayang.

Smoga smakin bijaksana
Smoga diberi rejeki yang diberkahi Allah SWT
Smoga selalu inget keluarga
Smoga diberi umur yang bermanfaat
Dan ribuan smoga yg lain ...

We love you.

Saturday, March 24, 2007

Perjalanan Suatu Siang

Suatu siang di dalam kereta ekonomi jurusan Bogor, saya di antara orang-orang yang mungkin bertujuan sama yakni pulang ke rumah. Tidak lah heran jika kereta api ekonomi ini diminati ratusan bahkan mungkin ribuan penumpang setia nya setiap hari, setiap jam. Dengan tariff Rp. 1.500 (Seribu Lima Ratus Rupiah Saja) dari stasiun Sudirman menuju Depok, harga tersebut tentu tidak sebanding dengan angkutan umum lain. Sebelumnya saya berpikir untuk naik taxi sampai Kuningan (dari suatu gedung di ujung jalan Sudirman), lalu naik Trans Jakarta sampai ujung Jl. Margasatwa, dilanjutkan dengan taxi. Karena saya terlalu lelah dan ditambah sakit perut karena penyakit bulanan. Dengan rencana semula, kemungkinan saya akan menghabiskan biaya sekitar Rp. 15.000 + Rp. 3.500 + Rp. 40.000 = Rp. 58.500 (itu biaya perkiraan, bisa lebih). Tapi saya penasaran dengan angkutan umum yang bernama Kereta Api ini, di tengah teriknya matahari pukul 1 siang saya berjalan kaki (IYA, JALAN KAKI) dari Wisma BNI menuju stasiun Sudirman. Pheww…. Tengah hari, panas terik, jalan kaki dengan jarak yang boleh dibilang lumayan jauh.. sambil ngebatin, apa yang kau cari Meli? Ditambah kondisi fisik yang kurang maksimal. Cape deh.

Tapi memasuki pintu masuk Stasiun itu, jiwa petualang saya mulai terusik, ciee.. saya sudah niat untuk naik kereta eksekutif. Tapi ternyata kalo siang hari, hanya ada kereta ekonomi. Tanpa perlu menunggu lama, saya pun memasuki kereta api yang siang itu dalam kondisi tidak terlalu ramai. Syukur lah, jadi saya bisa duduk dengan nyaman. Nyaman?? Hmmm… tidak lama setelah saya duduk, kereta api berjalan perlahan. Seorang penjual jepit menggantung dagangannya tepat di muka saya. Hhhmm.. seribu rupiah satu plastik. Mau jepitan, karet rambut, atau apapun. Sayang, walaupun kedua anak saya perempuan tapi mereka berdua tidak terlalu suka di ikat atau di jepit. Seorang mba-mba selisih duduk satu Ibu tua membeli lima macam jepit / ikat rambut. Ibu tua itu hanya membeli satu buah ikat rambut. Tak lama kemudian, seorang penjual buah – anggur dan kelengkeng – yang sudah di kemas dan dihargai Rp. 5.000 per kantong. Mba-mba itu pun membeli satu kantong anggur dan satu kantung kelengkeng. Buat oleh-oleh orang rumah mungkin, piker saya. Penjual minuman dingin, tukang Koran (psstt.. tips buat yang mau beli Koran pagi dengan harga murah, beli nya siang hari aja. Seribu rupiah saja kok.) Eh, ada penjual peniti, jarum, dan alat-alat lainnya lho.. (duh.. please deh Mel, Jangan norak gitu dong). Lalu, penjual buah Alpukat, Rp. 5.000 dapat 7 buah. Dan, mba-mba samping saya itu beli lho. Juga beli buah Jambu Biji (bagus untuk demam berdarah, promosi si abang). Wah.. mba ini sangat suka buah-buahan ternyata.

Menyadari bahwa mba-mba itu sudah memberikan kontribusi yang cukup besar untuk pedagang di kereta ini, saya pun berpikir, mba-mba ini memang membeli karena membutuhkan atau karena senang membeli (baca : konsumtif) atau apa yah??

Tak lama, seorang pedagang dompet / tempat pensil lewat, dan saya pun melirik pada sebuah tempat pensil gambar mobil merah, yang kebetulan Nasta lagi suka dengan si mobil merah ini. Daripada ga bawa apa-apa, saya pun membeli tempat pensil dengan harga Rp. 5.000 itu. Paling tidak, saya pun sudah memberikan kontribusi ke salah satu pedagang di kereta api ekonomi .

Monday, February 19, 2007

Obrolan Nasta

Di mobil dalam perjalanan menuju Depok.

Ata : Bu, orang itu kenapa telanjang??
Ibu lihat ke arah yang di tunjuk Ata, seorang lelaki di dalam truk bertelanjang dada. Lalu menjawab, "Ooo... dia buka baju, kepanasan kali Kak."
Ata : Ibu, dia naik apa?
Ibu : Itu namanya truk Kak
Ata : Truk itu isinya apa?
Ibu : Ga ada isinya kak.. kosong
Ata : Kosong yah Bu? Empty
Ibu : Iya, kosong = empty
Ata : Empty one, empty two, empty three....
Ibu : gedubrak....

(maksudnya twenty kallleeee)


kali lain...

ceritanya ring tone di HP ibu dah ganti.. baru juga intro nya, Ata langsung tau, "Lagunya mba' Ipah tuh Bu." Hah?? Ibu sempet bengong bentar, "emang lagu apa nih Ta?" Tanpa ragu Ata pun langsung nyanyi, "sani.. sani.. apa kabar mu aku baik-baik saja.." HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.....

(emang ring tone nya ibu lagunya BCL itu lho.. Sunny sunny....)


Sabtu kemaren, Ibu, Ayah dan Ata ke Al Azhar Syifa Budi - Cibubur. Insyaa Allah, kalo ada rejeki, tahun ajaran baru Ata mau sekolah di situ. Sekalian pindah rumah. Insyaa Allah. (Doain yah)
Ibu juga mau liat, Ata akan suka ga dengan sekolah nya. Kalo sekiranya Ata kurang suka, ibu akan pikir ulang. Tapi namanya Ata, Insyaa Allah sih ga ada masalah.
Ata sempet nanya, "nanti Tasya sekolah di sini juga? Icel?? Miss Risna masih jadi miss nya Ata??" Waduh... gimana ini?? Ibu bilang, Tasya dan Icel ga satu sekolah lagi .. eh.. Ata malah nyecer ke ibu nanyanya, "Trus temen Ata siapa aja namanya?" De ileee... mana ibu tau Kak??

Ceritanya nih, Sabtu depan ini Ata mau test di sekolah ini. De ilee... anak TK pake di test. Sebenernya sih lebih test kesiapan anak aja. Dan ada juga nih baca-baca doa harian. Nah... ini dia yang bikin ibu agak pusing. Eitss... Ibu sih Insyaa Allah selalu ucapin kalo mau makan, mau tidur, surat2 pendek aja sih ibu kasih tau kok. Tapi anaknya suka ga nyimak gitu. Malah kalo mau tidur, ibu kan pasti baca doa tidur. Eh.. Ata malah bilang, "ga usah doa deh bu." gedubrak... ampun deh nih anak...

Jadi ibu pesen2 aja ke mba, tiap hari didengerin doa doa pendek. Insyaa Allah, sambil main Ata bisa mengingat dengan baik. Amiiiinnnn...

Sssttt... tetep, tolong bantu doa juga yah.. (biar bisa pindah rumah nih... :D)

Naramorfosa

Wednesday, February 14, 2007

Valentine

Ga pernah seinget saya merayakan hari kasih sayang ini.. eh.. pernah deh.. jaman SMA. Tukeran bunga, hahahahahaha.... itu pun sesama teman sekelas aja kok. Merayakan khusus dengan pasangan... hhmmm... nope. Can't remember.. mungkin karena emang ga pernah kali yah.

Mungkin karena saya bukan orang yang romantis (begitu pun suami saya) hiks..
Mengucapkan I Love You, bisa tiap hari dan tiap saat kan? Ga perlu nunggu tanggal 14 Februari ini. So, what's so special about this date? Sempet kepikiran untuk mengenakan baju pink, buat seru²an aja. Tapi kok pas lagi males neriska baju pink saya. Alhasil, malah pake baju hitam.

Sampe kantor, ada sebungkus coklat. Bertuliskan nama saya, di kertas kecil berbentuk hati. Tidak perlu berpikir lama untuk mengetahui dari siapa.. ga perlu ke-GE-ER-an menerka dari pria mana... ah.. jauh deh... Bunda Mitaaaaaaaaaa.... I love you too...

Iya, Bunda Mita, Traffic Manager di kantor saya, memberikan sebungkus atau 2 bungkus coklat kepada semua wanita di kantor ini. Ahh.. so sweet... perhatian kecil dari seorang Bunda Mita, bikin hati senang...

Ternyata sebungkus coklat bisa menyenangkan bahkan menghibur hati semua orang di kantor ini. Bukan karena harga coklatnya, tapi karena PERHATIAN yang diberikan. Senangnya diperhatikan.

Bund, gw belajar dari elo.. begitu senang diperhatikan. Thanks Bund. Love you too.

Hujan bukan halangan pergi sekolah

Selasa pagi jadwal renang di Yellow Class. Dari malam sebelumnya Nasta sudah antusias untuk menyiapkan baju renangnya. Tapi sebenarnya itu alasan dia supaya tidak harus tidur. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Saya tetap menyuruh dia tidur, "besok pagi Ibu siapkan baju renang kakak." Lalu dia pun tertidur.

Selasa pagi, langit di Depok mendung. Wah.. tidak mungkin berenang nih, pikir saya. Tapi biar Nasta tetap semangat pergi sekolah, saya pun tetap menyiapkan keperluan renang nya. Nasta sudah saya beritahu, bahwa langit mendung, kemungkinan besar tidak jadi berenang. Tapi dengan yakin dia bilang, "Ga ujan kok bu." (karena di luar memang belum hujan). Tak lama kemudian hujan turun. Saya pun berangkat kerja. Di jalan Ayah bilang, "telpon rumah, kalo hujan deras begini Nasta ga usah sekolah aja." Lalu saya memberitahu asisten di rumah mengenai hal ini.

Sampai di kantor, saya pun cek lagi. Nasta berangkat sekolah atau tidak yah...
Ibu : mba, kakak sekolah ga?
Mba : Sekolah bu. Kan tadi dibilangin, kalo ujan ga usah sekolah. Kakak bilang -kan ada mobil mba.
Ibu : hehehehe....
Mba : sebelum berangkat sekolah, saya bilang lagi kalo masih ujan ga usah sekolah Kak. Eh, dia bilang lagi - kan ada jas ujan mba..
Ibu : speechless

Jadi teringat lagu ini

Hujan hujan alangkah senangnya
Mengenakan jas hujan pakai payung berbunga
Ayo kawan ikut lah serta
hujan bukan halangan pergi sekolah

Wednesday, January 31, 2007

Nara - 1st B'day

28 Januari 2006

Resepsi pernikahan Windy, spupu saya. Perut sudah membuncit, menunggu hari. Tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali duduk manis. Ah.. cape banget sih. Ini perut kenapa mengencang terus, seperti mengajak saya untuk tidak banyak bergerak. Pfuih...
Di pesta ini saya sebagai sepupu benar-benar hanya bertindak sebagai tamu. Tidak membantu. Sedih sebenarnya. Karena ini pernikahan sepupu perempuan, anak Mama (adik Ibu yang saya panggil mama). Maaf yah.
Siang nya saya ada jadwal kontrol, sudah seminggu sekali. Perkiraan dokter Krisna, Insyaa Allah saya operasi caesar (karena plasenta previa) pertengahan Februari. Tapi melihat saya yang sudah kepayahan, dan sering banget perut mengencang, dokter bilang bisa dimajukan. "Tanggal 8 Februari aja deh bu. Tapi kalo sebelum tanggal 8 udah sering kontraksi dan udah kesusahan, ibu langsung datang aja ke rumah sakit dan langsung ke ruang bersalin yah." Baik lah dok....

Minggu 29 Jan, ada arisan keluarga Padang di rumah Ibu. Oh, iya sebelumnya saya udah minta surat istirahat ke dokter, karena hari Senin tgl 30 itu - HARPITNAS - (HAri kejePIT NASional). Saat acara pun, saya sudah tidak sanggup banyak gerak. Jalan dikit, perut mengencang. Udah kepayahan. Pfuih...
Malamnya udara panas bikin saya semakin merasa tidak nyaman. Nasta pun gelisah, karena kami baru pindah kamar. Kamar kami ditempati oleh adik saya yang juga baru melahirkan. Alhasil, terbiasa dengan kamar ber-AC, kami semua merasa tidak nyaman. Saya jadi gelisah, sesak nafas. Nasta mau nya tidur di ruang tamu. Mungkin lebih dingin di situ, tapi banyak nyamuk!

Senin, 30 Jan. "Bang, anterin ke dokter deh. Kok cape banget nih, dan semalam sesak nafas terus." Udah kepikiran kalo akan melahirkan di hari yang sama, tapi saya masih berpikir, ah.. paling nanti di suruh istirahat dulu. Buku kontrol ada di Depok, begitupun persiapan persalinan. OK, minta tolong Uni Anis bawain buku nya, janjian di RSB Asih. Sampe sana jam 10.30. Tapi blom bisa langsung masuk, karena nunggu buku kontrol nya dulu. Begitu Uni dateng, saya langsung masuk Ruang Bersalin. Karena suster siaga ada di situ. Cek tensi, cek kontraksi, dll,dsb. Alhamdulillah nya dokter Krisna hari Senin memang pas praktek. Suster jaga tanya dokter, dan.. "Bu, Pak, dokter Krisna bilang operasi jam 12. Karena sudah kontraksi terus." WHATTTTTT.... Gila.. masuk ruang bersalin jam 11, langsung mau operasi jam 12. Saya pikir, kalo pun operasi hari ini juga, akan dilakukan jam 2 atau 3 sore. Tidak langsung seperti sekarang. Entah lah, apa karena ini anak kedua, jadi baik saya dan suami bisa lebih tenang. OK lah. Para suster pun mulai lagi mengerubungi saya untuk ambil darah, cukur bulu %^#$%^& :D, dll, dsb. Ga lama dokter anastesi datang memperkenalkan diri. Saya berharap bisa menyaksikan jalannya operasi, seperti persalinan Nasta dulu.

Masuk ruang operasi, Bismillahirrohmannirrohiim.
Setelah di bius, aduh.. kenapa mata ini beraaaaaaaaatt sekali? Sesekali dokter anastesi mencoba membangunkan saya, "Bu bangun bu." Tapi saya benar-benar tidak sanggup untuk membuka mata. Sesekali sadar, tapi tidak lama. Saya mendengar dokter Krisna mengatakan, "Bu, anak nya perempuan. Gendut banget." Dan memang saya melihat sesosok bayi mungil yang putih dan montok. Lalu tidur lagi. Dibangunkan lagi saat bayi saya sudah dimandikan, dan saya di suruh mencium bayi saya. "Cium lagi nih bu, tadi kan udah. Sekarang udah bersih dan wangi." Itu kata dokter anastesi. Sambil bertanya dalam hati, 'kapan saya cium?'

Saya baru benar-benar sadar saat sudah dipindahkan dari ruang operasi ke ruang pemulihan. Suami datang untuk mengucapkan selamat. Ah.. senang nya.. anak kedua kami sudah lahir. Dan jauh sebelum kelahiran anak kedua kami, saya sudah menemukan nama cantik untuk dia - PUTI NARA MARTEEZA. Puti adalah gelar untuk orang Minang, seperti Raden untuk orang Jawa. Nara berarti ORANG dalam bahasa Indonesia, sedangkan dalam contekan lain, Nara berarti BAHAGIA. Ah.. smoga dia memang selalu bahagia. MARTEEZA / MARTIZA berarti yang diberkahi Illahi (amiennn...)

Tak terasa, setahun telah berlalu, dan tanggal 30 Januari 2007 ini Nara sudah genap 1 tahun. Alhamdulillah.

Alhamdulillah juga, setahun Nara ini, dia tidak pernah merasakan obat antibiotik. Ke dokter hanya untuk imunisasi. Alhamdulillah, Nara dapat ASI Exclusive, walaupun di umur 8 bulan sudah tidak minum ASI lagi.

Ya Allah, smoga Nara & Nasta selalu diberi kesehatan. Dan smoga kami, orang tuanya, bisa menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutan bagi anak-anak kami. Amiiiiiinnn.

(foto nara nyusul yah

Tuesday, January 09, 2007

Ibu cantik, tapi....

Pernah ga kamu di puji setinggi langit, tapi abis itu "dibanting" sampai hampir gepeng rasanya... mungkin pernah kali yah.. atau malah sering? hihihihi.... Tapi pernah ga yang muji dan "banting" kamu itu adalah anak kamu sendiri?? Saya pernah .. tadi pagi.. dan smoga cukup sekali ini saja.

Tadi pagi saya berniat pake baju yang sudah saya beli hampir beberapa bulan lalu, tapi blom pernah saya pakai. Karena jujur aja, baju tersebut masih .... ssstttt... kesempitan.hehehehe.... :D
Nah, merasa sudah agak sedikit berkurang lemak di badan, saya nekat deh pake baju itu. Pas kok, ga terlalu "meleketet" (duh.. bahasa ini, tau kan artinya.. itu deh.. pas banget lah). Lalu datang lah Nasta yang sudah menggunakan seragam sekolah nya, dan langsung memberikan komentar.

Ata : "Ibu cantik."
Ibu : "Makasih sayang"
Ata : "tapi bu, baju nya kesempitan yah?"
Ibu : glek... terdiam... speechless...
"Kenapa Ta? Emang keliatan kesempitan yah?"
Ata : "Iya"
Ibu : "Ya udah, ibu ganti baju lagi deh."

Maka saya pun ganti baju yang sudah biasa saya pakai.

Ata "Iya bu, pake baju itu aja. Nanti ibu malu lho ma' temen-temen ibu. Pake baju kesempitan."

Ibu : Speechless... nyaris pingsan

Sepertinya anak saya yang paling tua ini memang amat sangat perduli dengan bobot tubuh ibu nya, yang tidak kunjung berkurang.

Sudah cukup sering saya mendapat kritikan, baik secara halus maupun frontal. Coba simak aja di blog nya Nasta.

Thursday, January 04, 2007

Rule # 1: Jangan menelpon saat menyetir mobil

Jika rule #1 itu dilanggar, kejadian deh apa yang disebut dengan kecelakaan. Merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Kemaren sore, persis di depan gerbang Gedung Tetra Pak - Philips, mobil yang saya tumpangi di tabrak dari depan. Mobil Suzuki APV abu-abu mundur tanpa melihat mobil Suzuki APV hitam milik keluarga saya. "Emang ga di klakson?", mungkin ada yg bertanya. "Pasti sudah." Dan ternyata pengemudi nya seorang wanita dan sedang asyik menelpon. Grrrgggggghhh.....

Supir turun. Dari dalam mobil saya melihat, wanita ini seperti menyalahkan supir saya. Lalu wanita itu bicara dengan mama saya, "Maaf saya lagi telpon. Ga lihat ada mobil di belakang." Mama saya hanya berkomentar, "Trus urusannya gimana?" Mengingat mobil kami tidak diasuransikan, dan jelas-jelas ini salah wanita itu. Saya ikut turun untuk melihat seberapa berat kerusakan mobil kami. Hmm.... cukup penyok. Padahal ga kenceng lho nabraknya. Hehehe... maklum aja, mobil kaleng kerupuk. Di teken dikit aja juga penyok kok.

Wanita itu cukup sportif kok, dia berjanji akan mengganti biaya kerusakan. Maka saya minta kartu namanya. Tapi yang bikin saya tertawa, she's very defensive. Human lah. Berusaha mencari-cari alasan supaya tidak terlihat terlalu bersalah.

Ini lho yang dia sempat utarakan ke supir saya:
- "Bapak kan seharusnya liat saya lagi telpon. Dan itu telpon penting sekali dari distributor."
** saya dalam hati, "emang gw pikirin. Lo dapet telpon dari president pun gw ga perduli."
- "Bapak kan seharusnya liat saya mundur, mobil saya mentok."
** saya dalam hati, "eh mba, jaraknya ada kali 2 meteran. dan udah di klakson. lagian lo mundur emang ga liat mobil di belakang? ga liat spion?
- "Mobil saya kan ga power steering."
** saya dalam hati, "ga ada yang tau kaleee.... ga ada tulisannya juga di badan mobil."

Sayangnya ucapan saya hanya benar-benar saya katakan di dalam hati. Percuma juga lah. Yang penting dia udah mau bertanggung jawab. Tunggu aja kalo saya kirim kwitansi perbaikan mobil, apakah dia akan langsung bayar?

Yang penting lagi, banyak saksi mata yang menyaksikan bahwa wanita ini memang SALAH. Bahkan seorang satpam gedung pun sempat berkata, "wah.. kalo dia emang ngaco nyetir ya mba."

Jadi saya ingatkan sekali lagi ke para pengemudi, JANGAN PERNAH MENELPON SAMBIL MENYETIR. BERBAHAYA.

Untung saya blom bisa nyetir, jadi ga apa dong menelpon di dalam mobil.

Friday, December 01, 2006

Bernyanyilah

Sing sing sing along sing along with Mommy
Sing sing sing along sing along with Children

Lagu ini saya ketahui ketika Nasta mengikuti kelas Gymboree. Lagu diatas dinyanyikan sambil memukul drum pada saat Music Class. Alhamdulillah, pada saat itu Nasta bisa mengikuti kegiatan ini sejak dia berumur 7 bulan. Sedangkan Nara - adiknya, hingga diusianya yang 10 bulan ini, belum mengikuti kegiatan apapun. Untung nya, saya masih hafal lagu-lagu ala Gymboree itu.

Sejak Nasta dikandungan, saya sudah menyiapkan diri dengan CD / kaset lagu klasik (maklum anak pertama). Setelah Nasta lahir, koleksi buku dongeng sudah lumayan banyak begitu juga dengan lagu-lagu Nursery Rhymes atau lagu-lagu anak versi lokal. Dari mulai lullaby sampai untuk joget, dari mulai nina bobo sampai lagu Barney. Well, tidak smua lagu saya hafal. Tapi boleh lah di uji kemampuan saya.

Saya pernah ikutan Bina Vokalia asuhan Bapak Pranadjaja (alm.). Cukup lama - 6 tahun. Sependek ingatan saya, suara saya sih jauh dari lumayan, hehehe... tapi tingkat percaya diri saya, lumayan lah untuk anak seusia saya pada saat itu. Ditambah nilai 9 selalu di tangan untuk pelajaran kesenian. Bukan hanya jago kelas kalo di suruh maju oleh Bapak / Ibu guru, tapi pemahaman tentang not balok pun menambah point sendiri.

Tapiiiiiiii.... hikmah lain yang saya dapatkan adalah, dan saya amat sangat bersyukur untuk hal ini, saya tidak pernah kekurangan stok lagu di kala menidurkan anak-anak saya. Lumayan banget kan? Dan dipastikan kedua anak saya, akan punya kenangan tersendiri karena, ibu nya selalu bernyanyi.

Stok lagu bertambah ketika Nasta di Gymboree, lalu Nasta suka nonton Barney - banyak sekali kan lagu-lagu Barney, dan sedikit yang saya hafal :( Lalu ketika Nasta masuk preschool, saya 'kecolongan'. Karena saya tidak mendampingi Nasta di sekolah, jadi dia belajar nyanyi sendiri. Dan kalo dia memamerkan lagu baru nya, saya hanya bisa bengong dan tidak bisa bantu jika salah. Kadang saya suka tanya ke gurunya, lagu apa yang baru diajarkan. Jika kebetulan saya tahu, saya ajarkan. Jika tidak, terpaksa Nasta nyanyi sendirian.
Lucunya, saya suka menyanyikan lagu-lagu semasa saya kecil. Eits.. bukan lagu yang memang wajar untuk dinyanyikan sebenarnya, seperti Balon ku, Pelangi pelangi, de el el, de es be. Gini deh, masih pada hafal ga lagu iklan POSYANDU? Kalo suka nonton TVRI, mungkin masih ingat dikit, karena saat ini iklan layanan masyarakat untuk menggiatkan POSYANDU lagi aktif. Tapi itu pun tidak ada liriknya, hanya musik aja. Nah, suatu hari, Nasta di suruh menyanyi oleh Miss nya di depan kelas. Dengan percaya diri tinggi, dia maju dan mulai bernyanyi. Alhasil, teman-temannya tidak ada yang bisa ngikutin, Miss nya pun hanya bisa tertawa dan tidak tahu juga lirik nya (iya lah, Miss nya kan lebih muda dari saya). Ya iya lah.. mau tau lagu nya kan? Ini lho...

Aku anak sehat tubuh ku kuat
Karena ibu ku rajin dan cermat
Semasa aku bayi selalu diberi ASI
Makanan bergizi dan imunisasi
Berat badan ku di timbang selalu
POSYANDU menunggu setiap waktu
Jika aku diare ibu telah waspada
Pertolongan oralit telat siap sedia

Hihihihihihihihihi.... top abis kan anak ibu Meli.

Atau yang ini:

Kembang gula Sugus ramai rasanya
Digemari oleh tua dan muda
Kembang gula Sugus aneka rasa
Kembang gula Sugus pilihan kita

Dan saya mengajari Nasta lagu itu sambil bermain tepuk tangan, hehehe... permainan saya dulu waktu SD.

Saya juga belajar lagu-lagu baru nya Nasta kok. Dan saat ini saya lagi menyukai lagu Rain Rain Go Away. Lets sing together...

Rain rain go away
Come again another day
Little Children want to play
Rain rain go away

atau

Ring around the rosey
A pocket full of posey
Ashes ashes
We all fall down
(note, permainannya sambil berpegangan tangan dan mutar-mutar, big circle. Begitu kalimat terakhir, kita menjatuhkan badan :D Seru kan?)

Bernyanyi itu menyenangkan, dan pastinya jadi berguna setelah punya anak.

So lets sing together... SING SING SING ALONG SING ALONG WITH MOMMY, SING SING SING ALONG SING ALONG WITH CHILDREN.