Dulu setiap melihat anak balita bahkan bayi menggunakan jilbab dalam hati saya berkomentar, "Kasihan banget sih anak sekecil itu sudah dipakein jilbab, kan kepanasan tuh." Bahkan waktu Nara berusia 4 tahun, lagi senang-senangnya pake baju gamis, kemana pun dia pergi dia minta pake baju panjang itu. Saya hanya bilang, "Dek pake baju lain yah, nanti ade kepanasan."
Dan jujur sekarang ini saya menyesal pernah berkata seperti itu.
Memperkenalkan jilbab seharusnya memang dari sedini mungkin. Menutup aurat harus mulai dari kecil. Dibiasakan.
Sebagai seorang perempuan yang baru menggunakan jilbab setelah berumur 34 tahun, pun masih belajar untuk lebih mengerti tentang Islam, saya menyesal telat untuk menutup aurat. Bahkan melewati masa-masa yang indah untuk dikenang, tapi kata istighfar selalu terucap. Astaghfirullah :(
Saya masih belajar. Pun baju yang saya kenakan masih jauh dari syar'i.
In syaa Allah Nasta sudah 11 tahun 1 bulan, belum haid. Ntah 1 bulan lagi, atau 1 tahun lagi waktu nya akan tiba. Harapan saya, kalaupun sekarang masih belum bisa berkerudung setiap pergi², setelah Nasta haid dia akan menutup aurat kemanapun dia pergi. Aaamiin YRA
Pengalaman ibu-ibu lain yang anaknya memutuskan berkerudung, itu karena kemauan mereka (anak-anak) sendiri. Iya, in syaa Allah saya dan suami tidak akan memaksa. Hanya mengarahkan. Karena kalaupun dalam hati mereka belum siap, lalu setelah dewasa malah copot jilbab, itu yang kami hindari.
Tugas Ibu mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh / sholeha, santun, sopan dan hormat terhadap orang yang lebih tua, melindungi dan sayang terhadap yang lebih muda. Smoga saya, sebagai Ibu bisa menjadikan anak-anak saya berakhlak dan berakidah baik, sesuai rahmatan lillahi ta'ala. Aamiin YRA
Kelak, apapun pilihan karir mereka, Al Qur'an lah pegangan mereka. Dan selalu ingat Allah SWT sehingga perjalanan hidup mereka diridhoi Nya. Aaamiin YRA
A mother of two beloved daughters, Nasta and Nara. A lovely wife for my lovely hubby.
Showing posts with label anak sholeh dan sholeha. Show all posts
Showing posts with label anak sholeh dan sholeha. Show all posts
Sunday, August 10, 2014
Friday, December 13, 2013
Peran Ibu Dalam Membentuk Karakter Anak
Wa qadhaa rabbuka alla ta'buduu illaa iyyahu wa bil waalidaini ihsaanan immaa yablughanna 'indakal kibara ahaduhumaa au kilaahumaa fa laa taqul lahumaa uffiw wa laa tanharhumaa wa qul lahumaa qaulan kariimaa
Arti : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya "ah", dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.
[Al Israa' ayat 23]
Hampir semua orang tua mengharapkan anak yang sholeh/sholeha, tapi apakah anak sholeh/sholeha itu bisa langsung didapatkan? Peran orang tua untuk membina anak-anaknya sangat penting.
Anak adalah investasi, itu yang biasa di sebut kan? Investasi seperti apa? Namanya investasi tentu ada modal yang harus dikeluarkan. Modalnya apa?
Ridha Allah adalah ridha orang tua, maka sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua. Saling mendoakan.
Lalu bagaimana peran Ibu dalam membentuk karakter anak? Perlu diingat untuk membentuk karakter seorang muslim/muslimah perlu hal-hal dibawah ini :
1. Identitas diri (laki-laki dan perempuan)
2. Islam
3. Iman
4. Taat
5. Jujur
6. Sabar
7. Khusyu
8. Dermawan
9. Puasa
10. Menjaga kemaluan (dari berbuat zinah)
11. Dzikir
Sudah dijelaskan dalam Al Qur'an, bahwa identitas diri sebagai laki-laki atau perempuan terdapat dalam surat Al Hujuraat ayat 13, surat An Nisaa ayat 1 dan surat An Nuur ayat 30-31.
Pentingnya untuk mendidik anak sesuai kodrat mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Karena dengan mengetahui identitas mereka, akan paham bahwa tugas seorang laki muslim dan perempuan muslimah itu berbeda. Dengan mengetahui tugas-tugas sesuai jenis kelamin ini, maka diharapkan karakter anak akan baik, insyaa Allah.
Selanjutnya untuk nomor 2 - 11 akan mudah dilakukan, insyaa Allah.
Peran Ibu dalam membentuk karakter anak di mulai dari rumah. Smoga dengan memahami hal-hal diatas, Ibu akan mengetahui bagaimana membuat rumah adalah surga bagi anak-anak dan suami nya.
Bayti Jannati, rumahku surgaku
Wallahualam bishawab
Arti : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya "ah", dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.
[Al Israa' ayat 23]
Hampir semua orang tua mengharapkan anak yang sholeh/sholeha, tapi apakah anak sholeh/sholeha itu bisa langsung didapatkan? Peran orang tua untuk membina anak-anaknya sangat penting.
Anak adalah investasi, itu yang biasa di sebut kan? Investasi seperti apa? Namanya investasi tentu ada modal yang harus dikeluarkan. Modalnya apa?
Ada sebuah kisah seorang pemuda ahli ibadah bernama Al Qomah. Suatu hari Al Qomah jatuh sakit dan sedang sakratul maut, anehnya bagi seorang ahli ibadah, Al Qomah tidak mampu mengucapkan kalimat "La-ilaa-ha-illallah". Sehingga istrinya meminta bantuan Rasulullah SAW. Diketahui Al Qomah masih memiliki Ibu, lalu Rasulullah SAW memanggil Ibu dari Al Qomah. Dan menanyakan apakah ada masalah antara sang Ibu dengan Al Qomah. Maka sang Ibu pun menjelaskan bahwa memang Ia murka dengan Al Qomah dikarenakan sudah 3 kali Al Qomah menyakiti hatinya dengan mementingkan istrinya terlebih dulu.
Lalu Rasulullah SAW meminta sang Ibu untuk memaafkan, jika tidak Rasulullah akan membakar badan Al Qomah di depan sang Ibu. Namanya seorang Ibu, tentu tidak rela anaknya disakiti, maka Ia pun memaafkan Al Qomah. Dan akhirnya Al Qomah bisa melafalkan kalimat La-ilaa-ha-illallah.
Ridha Allah adalah ridha orang tua, maka sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara anak dan orang tua. Saling mendoakan.
Lalu bagaimana peran Ibu dalam membentuk karakter anak? Perlu diingat untuk membentuk karakter seorang muslim/muslimah perlu hal-hal dibawah ini :
1. Identitas diri (laki-laki dan perempuan)
2. Islam
3. Iman
4. Taat
5. Jujur
6. Sabar
7. Khusyu
8. Dermawan
9. Puasa
10. Menjaga kemaluan (dari berbuat zinah)
11. Dzikir
Sudah dijelaskan dalam Al Qur'an, bahwa identitas diri sebagai laki-laki atau perempuan terdapat dalam surat Al Hujuraat ayat 13, surat An Nisaa ayat 1 dan surat An Nuur ayat 30-31.
Pentingnya untuk mendidik anak sesuai kodrat mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Karena dengan mengetahui identitas mereka, akan paham bahwa tugas seorang laki muslim dan perempuan muslimah itu berbeda. Dengan mengetahui tugas-tugas sesuai jenis kelamin ini, maka diharapkan karakter anak akan baik, insyaa Allah.
Selanjutnya untuk nomor 2 - 11 akan mudah dilakukan, insyaa Allah.
Peran Ibu dalam membentuk karakter anak di mulai dari rumah. Smoga dengan memahami hal-hal diatas, Ibu akan mengetahui bagaimana membuat rumah adalah surga bagi anak-anak dan suami nya.
Bayti Jannati, rumahku surgaku
Wallahualam bishawab
Wednesday, November 20, 2013
Anak Sholeha Dambaan Orang Tua
Lebih bangga mana punya anak yang hafal semua jenis lagu atau hafal Al Qur'an? Tanpa disadari banyak orang tua muslim lebih sering memperdengarkan lagu-lagu daripada bacaan Al Qur'an. Besar kemungkinan karena orang tua sendiri tidak paham, atau tidak bisa membaca Al Qur'an.
Siapa diantara pembaca yang saat hamil sering memperdengarkan lagu klasik Mozart? Tenang :)
Karena saya termasuk salah satu diantaranya. Dengan harapan sang anak lebih cerdas kelak.
Menurut penjelasan seorang ustad, bayi dalam kandungan mendengarkan suara itu bukan dari luar perut, melainkan hanya dari sang Ibu. Jadi apapun yang dibicarakan Ibu saat mengandung, itulah yang di dengar calon bayi. Jadi buat yang sedang hamil, mulai dari sekarang baca Al Qur'an jauuuh lebih bagus dan bermanfaat dibandingkan menempelkan ear phone ke perut :D
Mengharapkan anak yang bagus ahlaknya, tentu membanggakan orang tua. Tapi bagaimana orang tua mendidik anaknya terlebih dulu.
Karena anak meniru orang tua.
Smoga saya dan pembaca dikaruniai Allah SWT anak-anak yang sholeh / sholeha, anak yang mendoakan orang tua, yang menjaga nama orang tua dengan memiliki akhlak yang berkarakter, mandiri, patuh pada orang tua, dan tidak kalah pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT, yang memberi kita semua nikmat sehat, nikmat hidup dan kelak nikmat mati dengan khusnul khotimah.
Siapa diantara pembaca yang saat hamil sering memperdengarkan lagu klasik Mozart? Tenang :)
Karena saya termasuk salah satu diantaranya. Dengan harapan sang anak lebih cerdas kelak.
Menurut penjelasan seorang ustad, bayi dalam kandungan mendengarkan suara itu bukan dari luar perut, melainkan hanya dari sang Ibu. Jadi apapun yang dibicarakan Ibu saat mengandung, itulah yang di dengar calon bayi. Jadi buat yang sedang hamil, mulai dari sekarang baca Al Qur'an jauuuh lebih bagus dan bermanfaat dibandingkan menempelkan ear phone ke perut :D
Mengharapkan anak yang bagus ahlaknya, tentu membanggakan orang tua. Tapi bagaimana orang tua mendidik anaknya terlebih dulu.
Karena anak meniru orang tua.
Smoga saya dan pembaca dikaruniai Allah SWT anak-anak yang sholeh / sholeha, anak yang mendoakan orang tua, yang menjaga nama orang tua dengan memiliki akhlak yang berkarakter, mandiri, patuh pada orang tua, dan tidak kalah pentingnya bertaqwa kepada Allah SWT, yang memberi kita semua nikmat sehat, nikmat hidup dan kelak nikmat mati dengan khusnul khotimah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
