Suatu hari saya blogwalking ke rumah mba' Lita. Subhanallah, smoga saya bisa mendidik anak-anak saya menyerupai mba' Lita ini. Anak-anak nya lelaki semua, tiga orang. Dan Subhanallah, kalo dari cerita yang mba' Lita tuturkan, anak-anak blio, santun dan cerdas smua. Di tambah, rajin beribadah. Memang ga salah penilaian orang-orang, anak bajingan - lihat lah orang tua nya. Anak santun - lihat lah orang tua nya.
Mungkin selain karena takut ma' Tuhan (ciee...), alasan saya waktu remaja tidak berbuat "tercela" adalah wejangan ibu saya. Blio wanti-wanti bilang, "Jangan pernah bikin malu ibu dan bapak." Hehehe.. jadi apapun tindakan dan perilaku saya, baik yang akan maupun sudah dilakukan, saya harus berpikir - apakah akan bikin malu orang tua? Alhamdulillah, sampai saya menikah, saya merasa tidak pernah bikin malu orang tua. Kalo bikin susah? Wallahualam. Pasti pernah lah... hehehehe... pulang malem, dugem, pergi diving, dan lain lain. Yah... namanya juga anak.
Masalah rumah tangga orang lain, sedikit banyak pastinya membuat kita belajar juga kan? Terlalu sayang dan sibuk meladeni anak-anak, tanpa menghiraukan suami, that's a big MISTAKE. Suami selingkuh, sebaiknya para istri introspeksi diri juga. Apa yang salah dengan diri kita. Kalo kita merasa sudah bertingkah laku dan melakukan tugas -keistrian- kita dengan baik, tapi suami masih selingkuh... SUAMI NYA EMANG KEGATELAN. Istri cantik, baik hati, penuh perhatian tapi suami masih selingkuh? Itu naluri lelaki. Gila! Enak banget jadi lelaki yah?
Atau cerita lain, seorang ibu yang sampai usia tua nya, masih harus "bertanggung jawab" terhadap anak-anaknya. Sampai (kesannya) rela dimanfaatkan oleh anak-anaknya. Itu salah siapa yah? Kebiasaan meladeni anak-anak sampai akhirnya mreka dewasa pun kebiasaan diladeni? Ah... saya ga mau seperti itu.
Gambaran ideal kehidupan saya di masa tua adalah, setelah berhasil mendidik anak-anak supaya mereka mandiri. Saya akan menikmati masa tua saya bersama suami. Berdua saja. Liburan ke tempat-tempat yang belum atau sudah -dan meninggalkan kenangan- pernah kami kunjungi. Tidak tergantung kepada anak, pun sebaliknya. Tapi jangan salah, hubungan kami tetap terjalin dengan mesra. Anak-anak menikah dan punya kehidupan sendiri. Saya akan datang jika mreka membutuhkan. Atau hanya sekedar menengok cucu. Tanpa mencampuri pola hidup yang akan mreka jalani. Mungkin mreka akan meng-adapt apa yang telah kami ajarkan, smoga mreka lebih baik dari kami kelak. Amien.
(kok saya jadi bingung sendiri, sebenarnya apa sih yang mau saya ceritakan?)
A mother of two beloved daughters, Nasta and Nara. A lovely wife for my lovely hubby.
Thursday, November 23, 2006
Friday, November 17, 2006
Personal Test
Permainan ini harus dijawab spontan
Bayangkan kamu sedang berada di suatu taman bermain. Disana kamu sedang mengantri permainan jet coaster. (1) Berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk giliran mu bermain jet coaster tersebut? Kamu sudah duduk di kursi jet coaster, berjalan pelan menuju puncak nya. Sampai di puncak, (2) Apa expresi / reaksi kamu? Lalu bayangkan jika jet coaster tersebut melewati genangan air (seperti Niagara), kamu kecipratan air nya, (3) Ungkapan atau reaksi apa yang kamu lakukan? Setelah itu kamu naik carosel, kuda yang kamu tunggangi tidak berjalan seperti kuda-kuda yang lain. Kuda kamu tidak mau naik turun, (4) Apa yang kamu lakukan?
Jawaban Meli:
1. 30 menit
2. tertawa ngakak
3. MONYET!!!!
4. ganti kuda
Hehehe... pengen tau makna dibalik jawaban saya ini? Hahahaha... jadi malu (blushing icon).
Pertanyaan pertama, itu waktu yang saya perlukan untuk foreplay :D (lama yah bow!)
Pertanyaan kedua, saat orgasme reaksi saya adalah tertawa ngakak, hahahahahah...
Pertanyaan ketiga, saat pasangan "keluar" duluan, saya teriak "MONYET" hehehe....
Pertanyaan keempat, saat pasangan mengalami disfungsi, huahahahahaha... ga tega sih... tau kan apa tindakan saya.... hehehehe.....
Ayo, coba test, jawaban di tulis di comment saya yah.
Sumber: Buku Kokology.
Bayangkan kamu sedang berada di suatu taman bermain. Disana kamu sedang mengantri permainan jet coaster. (1) Berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk giliran mu bermain jet coaster tersebut? Kamu sudah duduk di kursi jet coaster, berjalan pelan menuju puncak nya. Sampai di puncak, (2) Apa expresi / reaksi kamu? Lalu bayangkan jika jet coaster tersebut melewati genangan air (seperti Niagara), kamu kecipratan air nya, (3) Ungkapan atau reaksi apa yang kamu lakukan? Setelah itu kamu naik carosel, kuda yang kamu tunggangi tidak berjalan seperti kuda-kuda yang lain. Kuda kamu tidak mau naik turun, (4) Apa yang kamu lakukan?
Jawaban Meli:
1. 30 menit
2. tertawa ngakak
3. MONYET!!!!
4. ganti kuda
Hehehe... pengen tau makna dibalik jawaban saya ini? Hahahaha... jadi malu (blushing icon).
Pertanyaan pertama, itu waktu yang saya perlukan untuk foreplay :D (lama yah bow!)
Pertanyaan kedua, saat orgasme reaksi saya adalah tertawa ngakak, hahahahahah...
Pertanyaan ketiga, saat pasangan "keluar" duluan, saya teriak "MONYET" hehehe....
Pertanyaan keempat, saat pasangan mengalami disfungsi, huahahahahaha... ga tega sih... tau kan apa tindakan saya.... hehehehe.....
Ayo, coba test, jawaban di tulis di comment saya yah.
Sumber: Buku Kokology.
Wednesday, November 15, 2006
Karaoke
Dah lama banget sy ga pergi karaoke. Kapan yah terakhir karaoke?? oooo.... ulang tahun saya tahun lalu, itu pun hanya saya hadiri pas di ujung acara. Karena saya harus mengantarkan orang tua ke Bekasi setelah dinner di Citos, parahnya jalanan menuju Bekasi saat itu, PARAH BANGET. Masih segar dalam ingatan rasanya, dari Citos jam 9 malam, sampai Bekasi jam 11.15 Pfuih...
Nah, Jum'at kemaren dalam rangka farewell 2 orang teman yang resign, dan 2 orang teman yang berulang tahun, kami hampir satu kantor (banyak deh pokoknya), pergi karaoke di Inul Vista Pasar Festifal. Saat itu saya berpikir, pengen sedikit "bersenang-senang". Jangan kira saya bisa nyanyi, suara saya sangat jauh dari bagus (cukup sadar kan :D)
Tapi mengikuti orang nyanyi, ikut berjoget heboh dan aktif memainkan keyboard untuk memilih lagu-lagu yang akan dinyanyikan, itu sudah cukup membuat saya HAVING FUN.
Melihat teman-teman pada happy, seperti melupakan sejenak kejenuhan kerjaan kantor. Melihat "asli" nya kelakuan teman-teman yang seolah-olah seperti anak kecil. Berteriak, melompat, bernyanyi.... ah.. senang nya...
Jadi kangen dengan teman-teman lama yang dulu sering karaoke bareng. Miss u very much.
note: foto menyusul, kalo udah dapet dari Garry.
Nah, Jum'at kemaren dalam rangka farewell 2 orang teman yang resign, dan 2 orang teman yang berulang tahun, kami hampir satu kantor (banyak deh pokoknya), pergi karaoke di Inul Vista Pasar Festifal. Saat itu saya berpikir, pengen sedikit "bersenang-senang". Jangan kira saya bisa nyanyi, suara saya sangat jauh dari bagus (cukup sadar kan :D)
Tapi mengikuti orang nyanyi, ikut berjoget heboh dan aktif memainkan keyboard untuk memilih lagu-lagu yang akan dinyanyikan, itu sudah cukup membuat saya HAVING FUN.
Melihat teman-teman pada happy, seperti melupakan sejenak kejenuhan kerjaan kantor. Melihat "asli" nya kelakuan teman-teman yang seolah-olah seperti anak kecil. Berteriak, melompat, bernyanyi.... ah.. senang nya...
Jadi kangen dengan teman-teman lama yang dulu sering karaoke bareng. Miss u very much.
note: foto menyusul, kalo udah dapet dari Garry.
Friday, November 03, 2006
PRT aka Maid aka Bedinde
Sudah bisa ditebak, sekarang ini, most of people in Jakarta are looking for MAID. Kebutuhan ini smakin mendesak, karena MOSTLY banyak pekerja wanita yang sudah harus masuk kantor lagi, berkutat dengan urusan kerjaan kantor.
Saya sendiri, terpaksa harus menitipkan anak-anak ke orang tua saya di Bekasi pada awal kerja Senin kemaren. Padahal Kakak Ata sudah harus masuk sekolah di hari yang sama. Tidak ada pilihan, karena mertua saya (note: saya tinggal di mertua) tidak bisa saya titipkan anak tanpa pengasuh. Alhamdulillah, pengasuh Nara datang hari Rabu kemaren. Tapi bukan berarti saya bisa bernafas lega. Karena mba' nya Nasta tidak kembali. :(
PRT aka Maid aka Bedinde atau kalo di Singapore namanya PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga), thanks Han, saya jadi tau istilah ini. Masalah klasik dalam kehidupan manusia saat ini. Orang-orang yang terbiasa punya PRT, pasti akan kerepotan setengah mampus saat mba-mba ini pulang kampung. Tapi orang-orang yang terbiasa bekerja sendiri, akan menyikapinya dengan santai. Saya pribadi, bukan lah pembantu mania. Dari dulu orang tua saya terbiasa tidak punya pembantu. Walaupun bukan berarti saya jadi rajin skali atau jadi pintar masak. Hehehe, ga juga sih. Biasa aja kok. Percaya ga percaya, sampai saat ini, bapak saya masih aktif mencuci pakaian, membuang sampah ke tempat pembuangan, memasak jika perlu, menguras bak mandi, dan lain-lain. Ibu saya juga alhamdulillah, masih aktif memasak, meneriska baju (pasangan yang klop kan, bapak mencuci dan ibu meneriska :D), bebenah rumah, dan lain-lain. Jadi saya berusaha menyikapi bahwa PRT itu hanya MEMBANTU kerjaan rumah kita. Bukan MENGAMBIL ALIH kerjaan rumah. Tapi ntah lah, kenapa yang saya dapatkan, pembantu jadi (terpaksa dan dipaksa) AMBIL ALIH kerjaan rumah yah?? Ngomel-ngomel kalo masakan mreka tidak sesuai lidah, gerutu kalo cara menyapu dan mengepel mreka tidak sesuai dengan yang kita mau, bekerja lebih dari 12 jam tiap hari.
Pfuih...
Berharap punya PRT yang jujur, setia dan dapat diandalkan.. hari gini? Jujur itu emang NOMOR SATU. IT'S A MUST. Setia?? Wallahualam. Dapat diandalkan? Itu kayanya harus disesuaikan dengan ekspektasi kita sebagai majikan ke mereka deh. Eh, kalo saya, ada satu hal lagi deh.. PRT itu musti "bersih". Iya dong, mreka kan keluar masuk kamar kita, main ma' anak-anak, dll,dsb, kalo mreka ga bersih, apa kata dunia persilatan? (apa sih Mel??)
Untuk saya, saat ini yang terpenting adalah ada orang yang bisa menjaga/mengasuh anak-anak saya dengan baik. Anak-anak saya makan tepat waktu, mandi tepat waktu, menemani mreka bermain di kala saya atau suami di luar rumah.
Oooh.. pembantu... butuh ga butuh.... tapi sekarang lagi butuh... :D
Jadi, kalo ada yang punya PRT extra, silahkan hubungi saya. Terima kasih.
Saya sendiri, terpaksa harus menitipkan anak-anak ke orang tua saya di Bekasi pada awal kerja Senin kemaren. Padahal Kakak Ata sudah harus masuk sekolah di hari yang sama. Tidak ada pilihan, karena mertua saya (note: saya tinggal di mertua) tidak bisa saya titipkan anak tanpa pengasuh. Alhamdulillah, pengasuh Nara datang hari Rabu kemaren. Tapi bukan berarti saya bisa bernafas lega. Karena mba' nya Nasta tidak kembali. :(
PRT aka Maid aka Bedinde atau kalo di Singapore namanya PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga), thanks Han, saya jadi tau istilah ini. Masalah klasik dalam kehidupan manusia saat ini. Orang-orang yang terbiasa punya PRT, pasti akan kerepotan setengah mampus saat mba-mba ini pulang kampung. Tapi orang-orang yang terbiasa bekerja sendiri, akan menyikapinya dengan santai. Saya pribadi, bukan lah pembantu mania. Dari dulu orang tua saya terbiasa tidak punya pembantu. Walaupun bukan berarti saya jadi rajin skali atau jadi pintar masak. Hehehe, ga juga sih. Biasa aja kok. Percaya ga percaya, sampai saat ini, bapak saya masih aktif mencuci pakaian, membuang sampah ke tempat pembuangan, memasak jika perlu, menguras bak mandi, dan lain-lain. Ibu saya juga alhamdulillah, masih aktif memasak, meneriska baju (pasangan yang klop kan, bapak mencuci dan ibu meneriska :D), bebenah rumah, dan lain-lain. Jadi saya berusaha menyikapi bahwa PRT itu hanya MEMBANTU kerjaan rumah kita. Bukan MENGAMBIL ALIH kerjaan rumah. Tapi ntah lah, kenapa yang saya dapatkan, pembantu jadi (terpaksa dan dipaksa) AMBIL ALIH kerjaan rumah yah?? Ngomel-ngomel kalo masakan mreka tidak sesuai lidah, gerutu kalo cara menyapu dan mengepel mreka tidak sesuai dengan yang kita mau, bekerja lebih dari 12 jam tiap hari.
Pfuih...
Berharap punya PRT yang jujur, setia dan dapat diandalkan.. hari gini? Jujur itu emang NOMOR SATU. IT'S A MUST. Setia?? Wallahualam. Dapat diandalkan? Itu kayanya harus disesuaikan dengan ekspektasi kita sebagai majikan ke mereka deh. Eh, kalo saya, ada satu hal lagi deh.. PRT itu musti "bersih". Iya dong, mreka kan keluar masuk kamar kita, main ma' anak-anak, dll,dsb, kalo mreka ga bersih, apa kata dunia persilatan? (apa sih Mel??)
Untuk saya, saat ini yang terpenting adalah ada orang yang bisa menjaga/mengasuh anak-anak saya dengan baik. Anak-anak saya makan tepat waktu, mandi tepat waktu, menemani mreka bermain di kala saya atau suami di luar rumah.
Oooh.. pembantu... butuh ga butuh.... tapi sekarang lagi butuh... :D
Jadi, kalo ada yang punya PRT extra, silahkan hubungi saya. Terima kasih.
Tuesday, October 31, 2006
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H
Untuk segala kekhilafan
Untuk segala kealpaan
Untuk segala ucapan yang menyakitkan
Untuk segala tingkah laku yang menyebalkan
Untuk semua hal yang merugikan orang lain
Ijinkan saya mengucapkan, "Minal Aidin Wal Fa'idzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Untuk segala kealpaan
Untuk segala ucapan yang menyakitkan
Untuk segala tingkah laku yang menyebalkan
Untuk semua hal yang merugikan orang lain
Ijinkan saya mengucapkan, "Minal Aidin Wal Fa'idzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Friday, October 06, 2006
4th Anniversary
November 2001, kami resmi mengukuhkan hubungan. Waktu itu saya tanya, "mau seberapa serius nih?" dan di jawab, "serius mau menikah". Hehehe, jangan heran dulu yah. Emang sependek ingatan saya, justru saya yang agresif. Hahaha.. abis, dah terbukti kan sayang, gw cuekin bentar, jalan ma' daun muda, lo udah kelabakan. Hihihi...
Mulai lah perjalanan panjang, kemang - bekasi. Iya, dulu abang kost di Kemang. Untung BBM belum semahal sekarang yah? Sejak itu pula, 'mayan deh, pulang kantor di antar terus. Kecuali kalo abang lembur, (dulu sih sering lembur nya yah?). Duh, kantor Blok-M penuh kenangan itu. Hasil kerjasama yang baik antara gw, lutfi, margie dan rickson, akhirnya masing-masing berhasil sampai pelaminan. Ya ampun lucu banget deh kalo ingat banyak kejadian seru, konyol, norak dan ngangenin. Aduh.. Ji, kapan nih kita double date lagi? Kangen.
Lalu mulailah kami berdua menabung untuk menggelar akad nikah dan syukuran sederhana ala kami. Mengingat, ini acara kami dan smua biaya haruslah dari kami. Intinya orang tua hanya merestui. Untung nya kami berdua sama-sama mencoba realistis aja, acara diadakan sesuai dengan dana yang ada. Tidak boleh ada hutang piutang setelah pesta usai. Alhamdulillah, rejekinya calon penganten, ada aja. Jadilah kami bisa menggelar syukuran sederhana di Gedung Bharawidya Sasana. Smua kami urus berdua, mulai cari catering, pelaminan, oh iya, karena orang tua kami berasal dari Sumatera Barat, jadilah kami memakai adat minang. Duh, ngebayangin pake sunting setinggi rumah gadang (hiperbola dikit boleh kan?) kayanya dah pusing duluan. Walaupun bapak saya orang Jogjakarta, tapi tidak ada tuh yang cari hari baik bulan baik. Kami hanya berpikir semua hari adalah baik, dan yang tidak kalah penting pada saat itu, gedung perkawinan yang kosong tanggal berapa? hehehehe... itu lah hari pernikahannya.

Singkat cerita, prosesi ijab kabul, Alhamdulillah berjalan lancar. Menangis? bohong aja lah kalo ga. Dikit sih, karena saya harus tahan supaya tidak terlalu heboh, mengingat saya menggunakan contact lens pada saat itu. hahahaha... Smoga kami berdua bisa menjadikan rumah tangga kami sakinah, mawaddah, warrohmah.. Amieen... amien ya robbal alamin.
Tahun ini, 6 Oktober 2006 adalah tahun keempat pernikahan kami. Masih banyak yang perlu kami pelajari dari diri kami masing-masing. Masih banyak perbedaan-perbedaan yang harus kami samakan, masih perlu tenggang rasa yang tidak sedikit untuk menghadapi seorang pria yang berbeda dengan diri saya.
Harapan saya pribadi, smoga saya bisa menjadi seorang istri yang sabar dan ikhlas dalam menemani kemanapun langkah suami. Smoga saya bisa menjadi seorang istri yang menyenangkan buat suami, partner dan teman hidup dunia akhirat. Amien.
Doakan kami, smoga pernikahan kami selalu dilindungi Allah SWT. Dijauhkan dari godaan, diberkahi Allah SWT. Amien amien ya robbal alamin.
Untaian Do'a
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru , laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Duhai Allah,
Duhai yang mendetakkan jantung ini,
Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini,
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga,
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,
Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas,
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung,
Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,
Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami.
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini.
Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu,
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan.,
Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,
Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu,
Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu.
Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat Kepada-Mu,
Jadikan shoadaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,
Jadikan amal-amal kami sebagai amal -amal yang tulus hanya karenaMu,
Ya Allah jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,
Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami,
Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat,
Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman,
Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah.
Berkahi sisa umur kami ini,
Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyak-Nya umat Mu,
Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa 'adzaaban naar "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka"
Mulai lah perjalanan panjang, kemang - bekasi. Iya, dulu abang kost di Kemang. Untung BBM belum semahal sekarang yah? Sejak itu pula, 'mayan deh, pulang kantor di antar terus. Kecuali kalo abang lembur, (dulu sih sering lembur nya yah?). Duh, kantor Blok-M penuh kenangan itu. Hasil kerjasama yang baik antara gw, lutfi, margie dan rickson, akhirnya masing-masing berhasil sampai pelaminan. Ya ampun lucu banget deh kalo ingat banyak kejadian seru, konyol, norak dan ngangenin. Aduh.. Ji, kapan nih kita double date lagi? Kangen.
Lalu mulailah kami berdua menabung untuk menggelar akad nikah dan syukuran sederhana ala kami. Mengingat, ini acara kami dan smua biaya haruslah dari kami. Intinya orang tua hanya merestui. Untung nya kami berdua sama-sama mencoba realistis aja, acara diadakan sesuai dengan dana yang ada. Tidak boleh ada hutang piutang setelah pesta usai. Alhamdulillah, rejekinya calon penganten, ada aja. Jadilah kami bisa menggelar syukuran sederhana di Gedung Bharawidya Sasana. Smua kami urus berdua, mulai cari catering, pelaminan, oh iya, karena orang tua kami berasal dari Sumatera Barat, jadilah kami memakai adat minang. Duh, ngebayangin pake sunting setinggi rumah gadang (hiperbola dikit boleh kan?) kayanya dah pusing duluan. Walaupun bapak saya orang Jogjakarta, tapi tidak ada tuh yang cari hari baik bulan baik. Kami hanya berpikir semua hari adalah baik, dan yang tidak kalah penting pada saat itu, gedung perkawinan yang kosong tanggal berapa? hehehehe... itu lah hari pernikahannya.

Singkat cerita, prosesi ijab kabul, Alhamdulillah berjalan lancar. Menangis? bohong aja lah kalo ga. Dikit sih, karena saya harus tahan supaya tidak terlalu heboh, mengingat saya menggunakan contact lens pada saat itu. hahahaha... Smoga kami berdua bisa menjadikan rumah tangga kami sakinah, mawaddah, warrohmah.. Amieen... amien ya robbal alamin.
Tahun ini, 6 Oktober 2006 adalah tahun keempat pernikahan kami. Masih banyak yang perlu kami pelajari dari diri kami masing-masing. Masih banyak perbedaan-perbedaan yang harus kami samakan, masih perlu tenggang rasa yang tidak sedikit untuk menghadapi seorang pria yang berbeda dengan diri saya.
Harapan saya pribadi, smoga saya bisa menjadi seorang istri yang sabar dan ikhlas dalam menemani kemanapun langkah suami. Smoga saya bisa menjadi seorang istri yang menyenangkan buat suami, partner dan teman hidup dunia akhirat. Amien.
Doakan kami, smoga pernikahan kami selalu dilindungi Allah SWT. Dijauhkan dari godaan, diberkahi Allah SWT. Amien amien ya robbal alamin.
Untaian Do'a
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru , laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Duhai Allah,
Duhai yang mendetakkan jantung ini,
Duhai yang selalu memberikan makan kepada hamba-hambaMu ini,
Duhai yang memberikan air yang sejuk di kala kami dahaga,
Duhai yang mengaruniakan kantuk di kala kami lelah,
Duhai yang selalu mengurus diri-diri kami di kala kami tertidur pulas,
Hanya Engkaulah Yang Maha Agung,
Ya Allah, betapapun kami menghianatiMu setiap waktu tapi tiada suatu saat pun terputus Engkau memberi nikmat kepada kami,
Ya Allah jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala kebusukan kami.
Penghapus bagi seluruh dosa-dosa kami, hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami, hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di qolbu ini.
Ya Allah, kami ingin merasakan indahnya hidup dekat denganMu,
Kami ingin hari-hari yang tersisa ini menjadi hari-hari yang selalu akrab bersamaMu, kami lelah jauh dariMu ya Allah , kami tidak ingin terpuruk dan terhina karena tenggelam dalam kemaksiatan.,
Berikan kepada kami kemudahan, untuk mengenalMu Ya Allah,
Berikan kepada kami jalan untuk bisa mendekat kepadaMu,
Jadikan kami menjadi orang-orang yang selalu merasakan, kehangatan, kasih sayangMu.
Ya Allah jadikan sujud kami menjadi sujud yang selalu nikmat Kepada-Mu,
Jadikan shoadaqoh kami menjadi jalan yang membuat kami akrab denganMu,
Jadikan amal-amal kami sebagai amal -amal yang tulus hanya karenaMu,
Ya Allah jangan biarkan kesibukkan dunia membutakan hati kami,
Jangan biarkan hawa nafsu, menjerumuskan kami,
Jangan biarkan syahwat membuat kami terjerumus dalam maksiat,
Jangan biarkan amarah membuat kami terhina dalam kedzoliman,
Ya Allah, wahai yang Maha Mendengar, sayangilah kami Ya Allah.
Berkahi sisa umur kami ini,
Jadikan umur yang tersisa ini membawa maslahat bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, bagi sebanyak-banyak-Nya umat Mu,
Rabbanaa aatinaa Fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa 'adzaaban naar "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan (pula) di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka"
Makanan Sehat
Udah beberapa hari ini suami saya lagi "galak banget". Ntah kenapa dia jadi ga suka kalo saya makan makanan "ENAK". Dengan alasan, "jaga kesehatan dong." Padahal, sampai saat ini, Alhamdulillah saya tidak ketauan punya penyakit yang membahayakan. Seperti asam urat, kolesterol tinggi, darah tinggi, atau apapun. Alhamdulillah. Jadi ga ada alasan kan saya TIDAK MAKAN makanan "ENAK" (versi saya).
Tiga hari lalu saya kepengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnn sekali makan kerang rebus. Eh, sebenarnya udah dari awal puasa tuh, tapi suami saya ga mau. Makan di Menteng aja. Yah.. ngebayangin kerang rebus, di ganti ma' bakso. Jauh banget kan? Nah, 3 hari lalu itu, saya kepengen kerang rebus itu. Dan keukeuh sumekeuh pengen kerang rebus."Jangan sering-sering kenapa sih makan makanan kaya gitu," itu kata dia. Langsung proteslah saya, "De ile.. emang kapan sih terakhir gw makan kerang rebus? Dah lama banget kan??" Dan.. memang sudah lamaaaaaa sekali. "Trus nanti gw makan apa dong?" itu alasan suami (karena memang dia menghindari banget makan seafood, dengan alasan bikin kolesterol tinggi. Saya bilang, "nanti kan bisa makan ikan bakar." Dan, alhamdulillah, jadilah kami transit di warung kaki lima yang menyediakan seafood. Ngabayangin kerang dara rebus (saya langsung pesen 2 porsi), tapi ternyata habis, ihiks... ya sudah lah, kerang ijo pun ga apa. (padahal saya sebenernya menghindari kerang ijo ini, karena konon kabarnya, kadar mercuri di kerang ijo lebih tinggi dibanding kerang dara). Tapi, demi keinginan makan kerang rebus, ya sudah lah. Satu porsi saja kok. Tambahan, udang goreng mentega. Porsi kecil kok. Suami? Konsisten makan ikan bawal bakar. Baiklah.

Nah, semalam, suami pengen makan di Bumen - Penjompongan. OK lah, dah lama juga saya ga makan mie rebus Bumen. Dan saya menyesal sekali membiarkan suami yang menulis orderan, sungguh menyesal. Karena sewaktu saya bilang, "sate kambing dong Bang, 5 tusuk aja." Kamu tahu jawabannya, "TIDAK". Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... padahal kan sate kambing Bumen juga enak. Dan saya benar-benar menyesal, kenapa ga saya aja yang nulis?
Jadi jangan salahkan saya, kalo mencari teman untuk menikmati sop sumsum Agus di Barito, atau Seafood 1001 di Kelapa Gading, atau gule otak di Sederhana .. kan ga tiap hari juga lah makan makanan ini. Oh iya, satu lagi makanan favorit saya yang di benci suami, benar-benar di BENCI. hiks... durian, apa kabar mu??
Nah, semalam, suami pengen makan di Bumen - Penjompongan. OK lah, dah lama juga saya ga makan mie rebus Bumen. Dan saya menyesal sekali membiarkan suami yang menulis orderan, sungguh menyesal. Karena sewaktu saya bilang, "sate kambing dong Bang, 5 tusuk aja." Kamu tahu jawabannya, "TIDAK". Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... padahal kan sate kambing Bumen juga enak. Dan saya benar-benar menyesal, kenapa ga saya aja yang nulis?
Jadi jangan salahkan saya, kalo mencari teman untuk menikmati sop sumsum Agus di Barito, atau Seafood 1001 di Kelapa Gading, atau gule otak di Sederhana .. kan ga tiap hari juga lah makan makanan ini. Oh iya, satu lagi makanan favorit saya yang di benci suami, benar-benar di BENCI. hiks... durian, apa kabar mu??
Thursday, October 05, 2006
THR
Saya yakin, smua orang sudah tau arti THR dan saat ini sedang menunggu THR. Bukan hanya karena saya pribadi lho yang menunggu-nunggu. Sampai kemaren, masih juga beberapa orang menanyakan ke saya, "mba, THR kira-kira kapan masuknya yah?" dan saya akan bilang, "kalo ngikutin peraturan depnaker, THR diterima 2 minggu sebelum hari H. Jadi asumsi gw, kita akan terima sekitar tanggal 9 atau 10." Dan mreka akan senang, "berarti sebelum tanggal 13 kan yah mba?" "Insyaa Allah," sahut saya.
Kemaren saya dapat bocoran dari orang yang bisa dipercaya, "Mel, masa THR dah mo dijalanin hari ini? Kecepatan ga sih? Nanti keburu abis sebelum waktu gajian tiba dong." Hehehehe… serba salah memang, di kasih kecepatan takut cepat habis, di kasih telat, ribut juga. Padahal nih, saya yakin, tuh uang THR ga sampa sehari, maksimal dua hari transit di rekening pribadi. Dan saya yakin juga, sekarang ini, stiap orang sudah punya daftar belanja atau daftar sedekah atau daftar pengeluaran lainnya. Jadi, mau THR cepat maupun tepat waktu, tidak akan jauh berbeda.
Bayar zakat, THR pembantu, baby sitter, kasih orang tua, siapin uang kecil untuk "salam tempel" – note, uang kecil sekarang ga bisa seribu dua ribu lho. Pfuih, anak kecil sekarang dah tau duit banget sih. Minimal mreka mau 5ribu perak. Itu pun kalo yang ga terlalu dekat, kalo keponakan sendiri? Ga mungkin kan ngasih segitu? Belum lagi baju untuk anak-anak dan keponakan. Kalo untuk saya? Well, udah niat ga akan beli baju lebaran, tapi beli Be-Ha boleh kan? Untuk suami? Baju koko abang dah banyak kan? Masih bagus pula, di pake lagi aja yah sayang. Hihihihi…
Untuk Nasta sendiri, sebenarnya dia masih punya beberapa baju yang cukup bagus, jarang di pakai pula. Tapi apa iya, saya bisa setega itu tidak membelikan sekedar 1 buah baju. Bagaimana dengan Nara, well, Nara termasuk jarang sekali saya beli kan baju. Hampir 90% baju pergi dia sekarang ini adalah hadiah waktu kelahiran dia. Hihihi… irit banget kan, eh, kecuali baju rumah lho. Itupun sudah lama sekali saya tidak membelikannya. Kasihan juga sih, liat celana nya dah pada sempit. Sabar yah sayang, nanti ibu beliin lagi.
Trus apalagi yah yang bisa saya pergunakan untuk –menghabiskan- uang THR itu, pastinya untuk hal yang berguna. Ada beberapa hal yang menjadi ritual kami sebenernya dalam menghadapi lebaran, tapi kali ini harus di pending dulu, maaf yah, THR kali ini dari satu sumber soalnya. Insyaa Allah, tahun depan, Allah memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk lebih banyak memberi.
Buat yang mendapat THR, smoga bisa dipergunakan dengan baik. Sekedar usul, kalo mau kasih zakat maal, mendingan kasih ke sumber yang benar-benar membutuhkan. Saudara jauh mungkin? Atau tetangga yang kesusahan, bisa tetangga supir kamu, maupun tetangga office boy kantor mungkin? Berapapun jumlahnya, Insyaa Allah sangat berguna buat mreka yang membutuhkan.
Kemaren saya dapat bocoran dari orang yang bisa dipercaya, "Mel, masa THR dah mo dijalanin hari ini? Kecepatan ga sih? Nanti keburu abis sebelum waktu gajian tiba dong." Hehehehe… serba salah memang, di kasih kecepatan takut cepat habis, di kasih telat, ribut juga. Padahal nih, saya yakin, tuh uang THR ga sampa sehari, maksimal dua hari transit di rekening pribadi. Dan saya yakin juga, sekarang ini, stiap orang sudah punya daftar belanja atau daftar sedekah atau daftar pengeluaran lainnya. Jadi, mau THR cepat maupun tepat waktu, tidak akan jauh berbeda.
Bayar zakat, THR pembantu, baby sitter, kasih orang tua, siapin uang kecil untuk "salam tempel" – note, uang kecil sekarang ga bisa seribu dua ribu lho. Pfuih, anak kecil sekarang dah tau duit banget sih. Minimal mreka mau 5ribu perak. Itu pun kalo yang ga terlalu dekat, kalo keponakan sendiri? Ga mungkin kan ngasih segitu? Belum lagi baju untuk anak-anak dan keponakan. Kalo untuk saya? Well, udah niat ga akan beli baju lebaran, tapi beli Be-Ha boleh kan? Untuk suami? Baju koko abang dah banyak kan? Masih bagus pula, di pake lagi aja yah sayang. Hihihihi…
Untuk Nasta sendiri, sebenarnya dia masih punya beberapa baju yang cukup bagus, jarang di pakai pula. Tapi apa iya, saya bisa setega itu tidak membelikan sekedar 1 buah baju. Bagaimana dengan Nara, well, Nara termasuk jarang sekali saya beli kan baju. Hampir 90% baju pergi dia sekarang ini adalah hadiah waktu kelahiran dia. Hihihi… irit banget kan, eh, kecuali baju rumah lho. Itupun sudah lama sekali saya tidak membelikannya. Kasihan juga sih, liat celana nya dah pada sempit. Sabar yah sayang, nanti ibu beliin lagi.
Trus apalagi yah yang bisa saya pergunakan untuk –menghabiskan- uang THR itu, pastinya untuk hal yang berguna. Ada beberapa hal yang menjadi ritual kami sebenernya dalam menghadapi lebaran, tapi kali ini harus di pending dulu, maaf yah, THR kali ini dari satu sumber soalnya. Insyaa Allah, tahun depan, Allah memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk lebih banyak memberi.
Buat yang mendapat THR, smoga bisa dipergunakan dengan baik. Sekedar usul, kalo mau kasih zakat maal, mendingan kasih ke sumber yang benar-benar membutuhkan. Saudara jauh mungkin? Atau tetangga yang kesusahan, bisa tetangga supir kamu, maupun tetangga office boy kantor mungkin? Berapapun jumlahnya, Insyaa Allah sangat berguna buat mreka yang membutuhkan.
Monday, October 02, 2006
Am Healthy but NOT Fit
Statement di atas itu memang menggambarkan kondisi fisik (dan mungkin jiwa) gw beberapa hari terakhir.
Gw Alhamdulillah ga sakit, sehat kok. Tapi ga fit aja. Tau kan kondisi seperti itu? Malas bergerak banyak, mood juga ga stabil (cenderung menurun), linu sendi (hihihi.. dah kaya iklan suatu supplement aja), yah... gitu deh..
Masalah hidup pastilah ada, manusia hidup kan membawa permasalahannya masing-masing. Bagaimana setiap manusia menyikapi hidup atau menyikapi setiap permasalahannya itu lah yang unik. Gw punya masalah, kamu pasti punya masalah juga. Tapi, balik lagi ke cara pandang kita semua dalam menyikapinya yang membuat kita berbeda.
Balik lagi ke masalah sehat. Gw tuh tau banget, kekurangan gw adalah TIDAK DISIPLIN dalam berolahraga. Padahal seandainya gw cukup disiplin, - jalan kaki - aja tiap hari, Insyaa Allah badan gw jadi lebih bugar. Gampang kan? Jalan kaki. Masa gw harus selalu menggunakan alasan "menyusui" terus kalo orang-orang komen soal berat badan yang tidak kunjung berkurang, padahal anak udah 8 bulan.
Nasta aja sampai bolak balik bilang, "ibu gendut" stiap kali dia liat perut gw yang memang aduhai ini, hehehehe....
Puasa bisa bikin badan sehat? Percaya, tapi bisa bikin bugar ga? Bisa sih, asal tetep olahraga selama di bulan puasa ini. Nah.. itu lagi satu masalah. Kalo weekend, sebelum buka, bisa aja ngajak Nara jalan-jalan, tapi itupun cuma 1 blok aja.
Nah.. niat nya sih, sekarang ini, kalo gw lagi bete ma' kerjaan or ma' boss yg emang nyebelin itu, gw akan keliling kantor, naik turun tangga. biar energi terkuras di situ. Hehehehe.... kira-kira bakal terlaksana ga yah?
Apalah mel, usaha dong usaha... umur baru 33, upsss... dah tua juga yah? Kan niat gw, Nasta dan Nara dah ABG, gw masih bisa nemenin mreka. Nemenin shopping, jogging, clubbing, apapun yang mreka kerjakan, Insyaa Allah gw bisa ngikutin.
Yaa... diusahakan deh, lebih sehat dan lebih bugar. Amiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn...
Gw Alhamdulillah ga sakit, sehat kok. Tapi ga fit aja. Tau kan kondisi seperti itu? Malas bergerak banyak, mood juga ga stabil (cenderung menurun), linu sendi (hihihi.. dah kaya iklan suatu supplement aja), yah... gitu deh..
Masalah hidup pastilah ada, manusia hidup kan membawa permasalahannya masing-masing. Bagaimana setiap manusia menyikapi hidup atau menyikapi setiap permasalahannya itu lah yang unik. Gw punya masalah, kamu pasti punya masalah juga. Tapi, balik lagi ke cara pandang kita semua dalam menyikapinya yang membuat kita berbeda.
Balik lagi ke masalah sehat. Gw tuh tau banget, kekurangan gw adalah TIDAK DISIPLIN dalam berolahraga. Padahal seandainya gw cukup disiplin, - jalan kaki - aja tiap hari, Insyaa Allah badan gw jadi lebih bugar. Gampang kan? Jalan kaki. Masa gw harus selalu menggunakan alasan "menyusui" terus kalo orang-orang komen soal berat badan yang tidak kunjung berkurang, padahal anak udah 8 bulan.
Nasta aja sampai bolak balik bilang, "ibu gendut" stiap kali dia liat perut gw yang memang aduhai ini, hehehehe....
Puasa bisa bikin badan sehat? Percaya, tapi bisa bikin bugar ga? Bisa sih, asal tetep olahraga selama di bulan puasa ini. Nah.. itu lagi satu masalah. Kalo weekend, sebelum buka, bisa aja ngajak Nara jalan-jalan, tapi itupun cuma 1 blok aja.
Nah.. niat nya sih, sekarang ini, kalo gw lagi bete ma' kerjaan or ma' boss yg emang nyebelin itu, gw akan keliling kantor, naik turun tangga. biar energi terkuras di situ. Hehehehe.... kira-kira bakal terlaksana ga yah?
Apalah mel, usaha dong usaha... umur baru 33, upsss... dah tua juga yah? Kan niat gw, Nasta dan Nara dah ABG, gw masih bisa nemenin mreka. Nemenin shopping, jogging, clubbing, apapun yang mreka kerjakan, Insyaa Allah gw bisa ngikutin.
Yaa... diusahakan deh, lebih sehat dan lebih bugar. Amiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn...
Tuesday, September 26, 2006
Memaknai Sabar
Gw suka sekali baca kolom hikmah di koran Republika, bacaan ringan yang sarat makna. Beberapa hari lalu gw baca kolom ini, dan seperti nya PAS banget. Gw emang lagi belajar lebih sabar.
Karena artikel bagus, sayang banget kalo ga gw share ke temen-temen, smoga temen² yang baca, dapat mengambil hikmahnya. Amin.
Memaknai Sabar
Oleh : Pardan Syafrudin
Dalam firman ini, ada suatu sikap dan perilaku yang istimewa dalam pandangan Allah SWT. Sifat tersebut adalah sabar.
Jaminan Allah SWT terhadap orang yang bersabar adalah akan dicukupkan pahala mereka dalam jumlah yang tak terbilang, sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar [39]:10).
Syekh Salim Al-Hilali, pensyarah kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Nawawi, memaknai sabar dengan suatu sikap yang mampu mengendalikan diri dalam berbuat taat kepada Allah. Dari sini, akan sempurnalah kesabaran seseorang ketika memenuhi tiga unsur. Pertama adalah sabar dalam ketaatan. Dalam menjalani perintah-Nya, diperlukan pengabdian dan perjuangan yang luar biasa. Tuntutan dari sana sini mengharuskan kita istiqamah dan sabar untuk menjalaninya.
Unsur kedua adalah kesabaran dalam menghadapi kemaksiatan. Pendeknya, seorang Muslim dituntut menjauhi dan meninggalkan larangan dan kemaksiatan. Oleh karenanya Allah berfirman, "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan mengujimu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian." (QS Muhamad [47]:31).
Ketiga adalah kesabaran dalam mendapati musibah. Ketetapan dan takdir Allah kepada hambanya tentu berbeda. Termasuk di dalamnya ujian dari Allah dalam kesengsaraan ataupun sesuatu yang ditakutkan serta tidak di inginkan. Ketika kita menghadapi hal tersebut, kita bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT tanpa keluh kesah, karena berprinsip semuanya datang dari Allah, dan Allah akan memberikan kepada hambanya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui.
Karena artikel bagus, sayang banget kalo ga gw share ke temen-temen, smoga temen² yang baca, dapat mengambil hikmahnya. Amin.
Memaknai Sabar
Oleh : Pardan Syafrudin
Dalam firman ini, ada suatu sikap dan perilaku yang istimewa dalam pandangan Allah SWT. Sifat tersebut adalah sabar.
Jaminan Allah SWT terhadap orang yang bersabar adalah akan dicukupkan pahala mereka dalam jumlah yang tak terbilang, sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar [39]:10).
Syekh Salim Al-Hilali, pensyarah kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Nawawi, memaknai sabar dengan suatu sikap yang mampu mengendalikan diri dalam berbuat taat kepada Allah. Dari sini, akan sempurnalah kesabaran seseorang ketika memenuhi tiga unsur. Pertama adalah sabar dalam ketaatan. Dalam menjalani perintah-Nya, diperlukan pengabdian dan perjuangan yang luar biasa. Tuntutan dari sana sini mengharuskan kita istiqamah dan sabar untuk menjalaninya.
Unsur kedua adalah kesabaran dalam menghadapi kemaksiatan. Pendeknya, seorang Muslim dituntut menjauhi dan meninggalkan larangan dan kemaksiatan. Oleh karenanya Allah berfirman, "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan mengujimu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian." (QS Muhamad [47]:31).
Ketiga adalah kesabaran dalam mendapati musibah. Ketetapan dan takdir Allah kepada hambanya tentu berbeda. Termasuk di dalamnya ujian dari Allah dalam kesengsaraan ataupun sesuatu yang ditakutkan serta tidak di inginkan. Ketika kita menghadapi hal tersebut, kita bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT tanpa keluh kesah, karena berprinsip semuanya datang dari Allah, dan Allah akan memberikan kepada hambanya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui.
Wednesday, September 20, 2006
Lesson for Today
Disaster could be everywhere and anytime
Dua bulan lalu boss gw bilang, akan ada G2 conference. Dan Jakarta jadi salah satu pilihan tempat penyelenggara, "Are U ready for that?" Trus gw jawab, "Siapa takut." Conference kecil gitu, udah biasa lah. Cuma pesen tempat dan arrange ini itu aja kok. Maka mulailah kesibukan kecil, telpon beberapa hotel yang sudah direkomendasikan oleh group perusahaan. Beres, tinggal nunggu feedback dari mreka. Antusias sedikit berkurang, karena ternyata, conference akan diadakan di bulan puasa. OMIGOD. Nongkrong di hotel, tapi lagi puasa. Males banget kan? Ternyata, ada pilihan kota lain, yaitu Bangkok. Dan sambil berdoa juga, smoga mreka memilih Bangkok aja. Hehehehe...
Alhamdulillah, doa gw terkabul. Conference jadi di Bangkok. Pfuih...
Minggu lalu, boss gw bilang, "dari Bangkok gw akan langsung ke Bali, ada management meeting." OK deh boss. Awal minggu ini langsung di ralat lagi, "Ga jadi di Bali, mreka takut BOMB." Sambil di kasih email dari regional mengenai artikel Bomb di Bali. Ya ampunnn.... dalam hati, kalo dah musibah mah dimana aja bisa kejadian bukan? Kok tragedi dijadikan musim sih, headline artikelnya bertulis "Bomb Season". Marah juga gw, heeeeiii... mister, siapa juga yang pengen ada bomb? Kasian juga kan saudara-saudara gw di Bali, mreka hidup dari tourism, kalo ga ada turis mreka susah juga.
Ternyata meeting management nya diadakan di Phuket, tapi boss gw dah bilang, ga ikut. Kan bisa sambil "ngobrol" nanti pas di Bangkok. Alhamdulillah, 'mayan save uang kantor. (walaupun tetep ga jadi naik gaji juga, hiks).
Pagi tadi gw liat berita, kudeta militer sudah turun ke jalan di kota Bangkok. Dalam hati, jadi conference ga nih? Sampai kantor, boss langsung menghampiri cubicle gw dan mengatakan, "conference kemungkinan besar di undur atau bisa jadi di cancel. Karena ada kudeta. Begitu juga dengan management meeting yg di Phuket." Gw bilang aja, tuh kan, mreka ga mau datang ke Indonesia karena takut bencana. Padahal bencana mah bisa dimana aja dan kapan saja.
Kenapa juga mreka pada ga mikir itu? Ada Allah yang mengatur semua Bung. (Eh, mreka pada punya Tuhan ga yah?)
Selalu Bersyukur
Menjelang terima gaji, perasaan gw antara senang dan bingung. Senang lah dapat uang kan, walaupun belum juga di tangan tuh uang, tapi tagihan-tagihan sudah menumpuk. Bingung campur pusing. Alhamdulillah masih punya gaji, Alhamdulillah masih bisa bayar hutang dan tagihan. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, atas semua rejeki yang telah Engkau berikan kepada kami.
Lagi bingung karena ukuran perut ga berubah, dan sudah coba untuk mengurangi -sedikit- iya cuma sedikit, porsi makan. Tapi perasaan masih belum juga berubah. Tiba-tiba kemaren, Yuli dari bagian accounting bilang, "Duh.. enak banget sih mba. Makan banyak tapi tetap ga gendut." Haaaaaaaaaaaaa!!!!! Waduh! Alhamdulillah, masih ada yg bilang gw ga gendut. Well, emang sih kalo dibanding dengan Yuli ini, gw masih lebih kecil. Walaupun sama-sana sudah punya dua orang anak. Alhamdulillah. Hehehe, dan gw jadi punya alasan, untuk makan indomie lagi sore hari. Gw masih dibilang kurus kok.
Lagi liat majalah yang isinya UP CLASS LEVEL, socialite gitu deh. Asal berkomentar, gw bilang, "enak kali yah jadi mreka. Baju nya ber merk terus, pesta tiap hari, kayanya ga kenal kata "kesulitan uang." Lalu AE gw bilang, "ga enak mba. Hidup kaya mreka itu ga enak. Jangan mau. Enakan kaya kita gini, biasa aja. Mreka itu hidup penuh kemunafikan, bla, bla, bla"
Waduh! Dasar manusia, sudah diciptakan sesuai kodratnya, masih juga mikirin kehidupan manusia lain. Plak plak.. back to real life.
Alhamdulillah, gw hidup seperti sekarang ini.
Alhamdulillah, masih bisa berhutang dan bayar hutang, jangan sampe di kejar-kejar debt collector dan di teror kaya orang yang berhutang milyaran rupiah. (Kenapa yah orang yang hutang nya trilyunan itu malah ga di kejar-kejar debt collector?)
Alhamdulillah, sudah menikah dan punya dua orang putri yang membahagiakan dan menyenangkan hati.
Alhamdulillah, masih punya orang tua - lengkap dan mertua yang lengkap pula.
Alhamdulillah, sudah punya rumah sendiri, walaupun masih kredit. Dan sekarang bunga bank nya seperti mencekik leher.
Alhamdulillah, punya mobil sendiri, jadi tidak perlu naik bus atau angkutan umum kalo ke kantor atau jalan-jalan ma' anak-anak.
Alhamdulillah, masih sanggup bayar baby sitter dan PRT untuk membantu mengurus anak-anak dan urusan rumah yang lain.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup. Smoga hidup gw bisa bermanfaat buat orang lain.
Alhamdulillah, masih diingatkan untuk selalu bersyukur kehadirat Allah SWT.
Alhamdulillah
(ga akan cukup waktu gw untuk selalu mengucapkan semua nikmat dan karunia yang telah dan akan Allah berikan. Smoga gw selalu ingat untuk bersyukur). Amin.
Dua bulan lalu boss gw bilang, akan ada G2 conference. Dan Jakarta jadi salah satu pilihan tempat penyelenggara, "Are U ready for that?" Trus gw jawab, "Siapa takut." Conference kecil gitu, udah biasa lah. Cuma pesen tempat dan arrange ini itu aja kok. Maka mulailah kesibukan kecil, telpon beberapa hotel yang sudah direkomendasikan oleh group perusahaan. Beres, tinggal nunggu feedback dari mreka. Antusias sedikit berkurang, karena ternyata, conference akan diadakan di bulan puasa. OMIGOD. Nongkrong di hotel, tapi lagi puasa. Males banget kan? Ternyata, ada pilihan kota lain, yaitu Bangkok. Dan sambil berdoa juga, smoga mreka memilih Bangkok aja. Hehehehe...
Alhamdulillah, doa gw terkabul. Conference jadi di Bangkok. Pfuih...
Minggu lalu, boss gw bilang, "dari Bangkok gw akan langsung ke Bali, ada management meeting." OK deh boss. Awal minggu ini langsung di ralat lagi, "Ga jadi di Bali, mreka takut BOMB." Sambil di kasih email dari regional mengenai artikel Bomb di Bali. Ya ampunnn.... dalam hati, kalo dah musibah mah dimana aja bisa kejadian bukan? Kok tragedi dijadikan musim sih, headline artikelnya bertulis "Bomb Season". Marah juga gw, heeeeiii... mister, siapa juga yang pengen ada bomb? Kasian juga kan saudara-saudara gw di Bali, mreka hidup dari tourism, kalo ga ada turis mreka susah juga.
Ternyata meeting management nya diadakan di Phuket, tapi boss gw dah bilang, ga ikut. Kan bisa sambil "ngobrol" nanti pas di Bangkok. Alhamdulillah, 'mayan save uang kantor. (walaupun tetep ga jadi naik gaji juga, hiks).
Pagi tadi gw liat berita, kudeta militer sudah turun ke jalan di kota Bangkok. Dalam hati, jadi conference ga nih? Sampai kantor, boss langsung menghampiri cubicle gw dan mengatakan, "conference kemungkinan besar di undur atau bisa jadi di cancel. Karena ada kudeta. Begitu juga dengan management meeting yg di Phuket." Gw bilang aja, tuh kan, mreka ga mau datang ke Indonesia karena takut bencana. Padahal bencana mah bisa dimana aja dan kapan saja.
Kenapa juga mreka pada ga mikir itu? Ada Allah yang mengatur semua Bung. (Eh, mreka pada punya Tuhan ga yah?)
Selalu Bersyukur
Menjelang terima gaji, perasaan gw antara senang dan bingung. Senang lah dapat uang kan, walaupun belum juga di tangan tuh uang, tapi tagihan-tagihan sudah menumpuk. Bingung campur pusing. Alhamdulillah masih punya gaji, Alhamdulillah masih bisa bayar hutang dan tagihan. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, atas semua rejeki yang telah Engkau berikan kepada kami.
Lagi bingung karena ukuran perut ga berubah, dan sudah coba untuk mengurangi -sedikit- iya cuma sedikit, porsi makan. Tapi perasaan masih belum juga berubah. Tiba-tiba kemaren, Yuli dari bagian accounting bilang, "Duh.. enak banget sih mba. Makan banyak tapi tetap ga gendut." Haaaaaaaaaaaaa!!!!! Waduh! Alhamdulillah, masih ada yg bilang gw ga gendut. Well, emang sih kalo dibanding dengan Yuli ini, gw masih lebih kecil. Walaupun sama-sana sudah punya dua orang anak. Alhamdulillah. Hehehe, dan gw jadi punya alasan, untuk makan indomie lagi sore hari. Gw masih dibilang kurus kok.
Lagi liat majalah yang isinya UP CLASS LEVEL, socialite gitu deh. Asal berkomentar, gw bilang, "enak kali yah jadi mreka. Baju nya ber merk terus, pesta tiap hari, kayanya ga kenal kata "kesulitan uang." Lalu AE gw bilang, "ga enak mba. Hidup kaya mreka itu ga enak. Jangan mau. Enakan kaya kita gini, biasa aja. Mreka itu hidup penuh kemunafikan, bla, bla, bla"
Waduh! Dasar manusia, sudah diciptakan sesuai kodratnya, masih juga mikirin kehidupan manusia lain. Plak plak.. back to real life.
Alhamdulillah, gw hidup seperti sekarang ini.
Alhamdulillah, masih bisa berhutang dan bayar hutang, jangan sampe di kejar-kejar debt collector dan di teror kaya orang yang berhutang milyaran rupiah. (Kenapa yah orang yang hutang nya trilyunan itu malah ga di kejar-kejar debt collector?)
Alhamdulillah, sudah menikah dan punya dua orang putri yang membahagiakan dan menyenangkan hati.
Alhamdulillah, masih punya orang tua - lengkap dan mertua yang lengkap pula.
Alhamdulillah, sudah punya rumah sendiri, walaupun masih kredit. Dan sekarang bunga bank nya seperti mencekik leher.
Alhamdulillah, punya mobil sendiri, jadi tidak perlu naik bus atau angkutan umum kalo ke kantor atau jalan-jalan ma' anak-anak.
Alhamdulillah, masih sanggup bayar baby sitter dan PRT untuk membantu mengurus anak-anak dan urusan rumah yang lain.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup. Smoga hidup gw bisa bermanfaat buat orang lain.
Alhamdulillah, masih diingatkan untuk selalu bersyukur kehadirat Allah SWT.
Alhamdulillah
(ga akan cukup waktu gw untuk selalu mengucapkan semua nikmat dan karunia yang telah dan akan Allah berikan. Smoga gw selalu ingat untuk bersyukur). Amin.
Tuesday, September 12, 2006
Lunasi Hutang
Sebelum gw cerita lebih lanjut, janji yah ga nangis.. hihihii... tapi gw ga yakin gw tidak akan menangis selama menulis cerita ini.
Mama brangkat ke Singapore Senin pagi kemaren. Gw tetep pesen dendeng balado untuk Inong, ngerasa berhutang aja kalo ga dikasihin. Paling tidak, gw akan kasih ke keluarga nya di Jakarta. Sms Neng, ngasih tau mau kasih dendeng balado "pesenan Inong", biar buat Zidan & Syifa aja. Ternyata, Neng sedang di airport, mengantar mas Haris, Zidan & Syifa (plus Ummi dan Nenek Priuk) ke Singapore. Yaaaa... ga sempet ketemu ma' Abang dan Kakak deh. Tapi dah janjian ma' Neng, mau antar ke Buaran.
Pas bedug Maghrib, sampai di depan rumah orang tua Inong. Ketemu Neng yang baru sekali ini ketemu. Sekalian numpang shalat. Saat shalat, gw tak kuasa menahan tangis. "Inong, ini dah gw bawain dendeng balado pesanan lo." (tuh kan.. gw nangis lagi). Sepanjang shalat menangis. Hiks... ntah kenapa, ngerasa diliatin Inong aja. Ahh.. itu cuma perasaan lo aja Mel.
Ngobrol ma' Neng. Seru juga, kami tertawa mengingat hal-hal lucu, tapi dipastikan langsung menangis kalo cerita beralih ke dua permata hati Bunda Inong itu. Menurut Indah, siang hari sebelum Inong koma, mreka (Neng dan Inong) masih asyik ber-sms ria. Kata Neng, Bunda itu bisa tiap 5 menit sms. Hal apapun yang Bunda liat, pasti di sms, "Duh Neng, Bunda ngeliat orang aneh banget deh." "Neng, Bunda barusan ngeliat orang pake cincin di 10 jari nya!" dan lain-lain, hehehe...
Lalu beberapa hari sebelum Inong meninggal, Inong "mewariskan" beberapa resep andalan ke Neng (Jadi buat yg mo pesen-pesen makanan, jangan khawatir, Neng tetep bisa membantu).
Gw juga menyampaikan keinginan para blogger, supaya blog nya ZidanSyifa tetap di apdet, begitu juga blog Dapur Bunda. Kata Neng, "ga sekarang kali yah mba. Nanti kalo udah agak berkurang kesedihannya." Iya Neng, kami ngerti kok.
Hal-hal yang bikin nih mata ga bisa berkompromi (baca: nangis terus) adalah ;
Suatu hari, Zidan tiba-tiba ngomong ke Ummi dan Neng, "Abang mau balik ke jaman dulu, dulu banget. Abang ga mau jaman sekarang. Pokoknya jaman dulu. Jaman masih ada Bunda." Dan dia keukeuh banget dengan keinginan nya itu. Sampai Ummi dan Neng kebingungan mengatasinya. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Atau saat Zidan minta ayahnya untuk mutar film mreka, Zidan berkata, "Abang kangen ma' suara Bunda nih." lalu Syifa berkata, "Kakak kangen mo di cium Bunda." Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lagi.
Masih banyak yang diceritakan Neng, tapi gw dah ga sanggup lagi. Maaf. (mungkin lupa - kata tepat nya), karena lebih banyak nangisnya daripada denger cerita Neng.
Selebihnya, ngobrolin soal masakan. Well, smoga gw bisa dengan cepat belajar bikin Pavlova. Kue andalan. Atau, "Neng, pesen aja ma' Neng yah?" Hehehehe...
Mama brangkat ke Singapore Senin pagi kemaren. Gw tetep pesen dendeng balado untuk Inong, ngerasa berhutang aja kalo ga dikasihin. Paling tidak, gw akan kasih ke keluarga nya di Jakarta. Sms Neng, ngasih tau mau kasih dendeng balado "pesenan Inong", biar buat Zidan & Syifa aja. Ternyata, Neng sedang di airport, mengantar mas Haris, Zidan & Syifa (plus Ummi dan Nenek Priuk) ke Singapore. Yaaaa... ga sempet ketemu ma' Abang dan Kakak deh. Tapi dah janjian ma' Neng, mau antar ke Buaran.
Pas bedug Maghrib, sampai di depan rumah orang tua Inong. Ketemu Neng yang baru sekali ini ketemu. Sekalian numpang shalat. Saat shalat, gw tak kuasa menahan tangis. "Inong, ini dah gw bawain dendeng balado pesanan lo." (tuh kan.. gw nangis lagi). Sepanjang shalat menangis. Hiks... ntah kenapa, ngerasa diliatin Inong aja. Ahh.. itu cuma perasaan lo aja Mel.
Ngobrol ma' Neng. Seru juga, kami tertawa mengingat hal-hal lucu, tapi dipastikan langsung menangis kalo cerita beralih ke dua permata hati Bunda Inong itu. Menurut Indah, siang hari sebelum Inong koma, mreka (Neng dan Inong) masih asyik ber-sms ria. Kata Neng, Bunda itu bisa tiap 5 menit sms. Hal apapun yang Bunda liat, pasti di sms, "Duh Neng, Bunda ngeliat orang aneh banget deh." "Neng, Bunda barusan ngeliat orang pake cincin di 10 jari nya!" dan lain-lain, hehehe...
Lalu beberapa hari sebelum Inong meninggal, Inong "mewariskan" beberapa resep andalan ke Neng (Jadi buat yg mo pesen-pesen makanan, jangan khawatir, Neng tetep bisa membantu).
Gw juga menyampaikan keinginan para blogger, supaya blog nya ZidanSyifa tetap di apdet, begitu juga blog Dapur Bunda. Kata Neng, "ga sekarang kali yah mba. Nanti kalo udah agak berkurang kesedihannya." Iya Neng, kami ngerti kok.
Hal-hal yang bikin nih mata ga bisa berkompromi (baca: nangis terus) adalah ;
Suatu hari, Zidan tiba-tiba ngomong ke Ummi dan Neng, "Abang mau balik ke jaman dulu, dulu banget. Abang ga mau jaman sekarang. Pokoknya jaman dulu. Jaman masih ada Bunda." Dan dia keukeuh banget dengan keinginan nya itu. Sampai Ummi dan Neng kebingungan mengatasinya. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Atau saat Zidan minta ayahnya untuk mutar film mreka, Zidan berkata, "Abang kangen ma' suara Bunda nih." lalu Syifa berkata, "Kakak kangen mo di cium Bunda." Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lagi.
Masih banyak yang diceritakan Neng, tapi gw dah ga sanggup lagi. Maaf. (mungkin lupa - kata tepat nya), karena lebih banyak nangisnya daripada denger cerita Neng.
Selebihnya, ngobrolin soal masakan. Well, smoga gw bisa dengan cepat belajar bikin Pavlova. Kue andalan. Atau, "Neng, pesen aja ma' Neng yah?" Hehehehe...
Friday, September 08, 2006
Yoga
Sejak lama keinginan untuk aktif berolahraga tertunda, dan karena gw sudah jatuh cinta dengan Yoga, yang menurut gw, cocok buat gw yang tidak menyukai olahraga High Impact. Selasa kemaren, akhirnya... iya AKHIRNYA ... kesampaian juga ikut kelas Yoga lagi. 
Dan wah... benar2 relaks. Smoga akan tetap rutin ber-Yoga-ria.
Monday, September 04, 2006
September 1996 - September 2006
September 1996 - September 2006
Ntah lah apa gw harus merasa bangga atau sedih, hehehehe... yang pasti udah 10 tahun di PT. Rama Perwira aka Grey, iya... iya ... 10 tahun. Alhamdulillah gw masih kerja, masih punya penghasilan dari Grey. :D
Kerja pertama kali di Grey, masih muda banget, baru 23 tahun saat itu. Hehehehe... dah langsung megang bigboss, dan ga pindah-pindah sampai tahun lalu pindah bagian. Tapi bukan berarti gw lepas urusan dengan bigboss ini. Buktinya, sampe hari ini, blio masih "ganggu" gw. Dengan kerjaan printilan nya itu. Ambil hikmah nya, dia masih percaya ma' gw. Hahahahaha...
10 Tahun kerja, dah banyak hal yang gw dapatkan di Grey ini. Yang pasti, gw dapat suami. Hahahahaha... iya suami. Dapetnya di kantor juga. Subhanallah.
Duh.. bingung mo nulis apalagi. Gw berharap smoga Grey menjadi lebih baik. Bigboss nya menjadi lebih pengertian ke karyawan, bisa menghargai karyawan, bisa mengerti karyawan, tidak sombong, menyadari bahwa tanpa karyawan dia bukan lah seorang boss.
(banyak kekurangannya gini, gw kok bisa sampe 10 tahun yaks?) Hehehehehe... bingung juga.
Ntah lah apa gw harus merasa bangga atau sedih, hehehehe... yang pasti udah 10 tahun di PT. Rama Perwira aka Grey, iya... iya ... 10 tahun. Alhamdulillah gw masih kerja, masih punya penghasilan dari Grey. :DKerja pertama kali di Grey, masih muda banget, baru 23 tahun saat itu. Hehehehe... dah langsung megang bigboss, dan ga pindah-pindah sampai tahun lalu pindah bagian. Tapi bukan berarti gw lepas urusan dengan bigboss ini. Buktinya, sampe hari ini, blio masih "ganggu" gw. Dengan kerjaan printilan nya itu. Ambil hikmah nya, dia masih percaya ma' gw. Hahahahaha...
10 Tahun kerja, dah banyak hal yang gw dapatkan di Grey ini. Yang pasti, gw dapat suami. Hahahahaha... iya suami. Dapetnya di kantor juga. Subhanallah.
Duh.. bingung mo nulis apalagi. Gw berharap smoga Grey menjadi lebih baik. Bigboss nya menjadi lebih pengertian ke karyawan, bisa menghargai karyawan, bisa mengerti karyawan, tidak sombong, menyadari bahwa tanpa karyawan dia bukan lah seorang boss.
(banyak kekurangannya gini, gw kok bisa sampe 10 tahun yaks?) Hehehehehe... bingung juga.
Allah sayang Inong
Allah Sayang Inong
Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un. Jum'at pagi (1 September), perjalanan ke kantor gw dapat sms dari Rina, "Inong udah ga ada Mel." katanya. Ga percaya, karena semalam baca blog nya Hany, belum ada berita yang baru. Dibalasnya, tadi pagi Mel, jam 7 waktu Singapore. Gw langsung sms Luluk, menanyakan kepastian. Dan ternyata memang, Inong sudah tidak ada. Speechless. Air mata sudah menggantung di pelupuk mata.
Sampai kantor, ga ada keinginan lain, selain membuka blog nya Hany. Dan, ya Allah, Engkau Maha Mengetahui yang Terbaik untuk ummatMu. Tak ayal, air mata membanjiri pelupuk mata tanpa bisa dihentikan. Sesenggukan. Menatap layar monitor. Inong meninggal karena serangan jantung. Kenangan tentang Inong pun bermain-main di ingatan. Inong yang baik hati, ceria, yang tak henti menyuruh gw datang ke Singapore, "pokoknya kalo elo dateng ke singapore, lo nginep di tempat gw aja." Inong yang amat sangat menyayangi dan mengagumi kedua anaknya, Zidan & Syifa.
Ga akan ada lagi laporan mengenai polah Zidan dan Syifa yang menggemaskan, tidak ada lagi teman ngobrol (walaupun di Y!M), Nong masih banyak yang ingin gw tanyakan dan omongin ke elo. Masih banyak Nong.
Smoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan untuk mas Haris, Zidan & Syifa. Smoga mereka dilindungi Allah SWT.
Dan meninggalnya Inong ini memberikan hikmah buat gw, dan mungkin buat temen2 lain yang mengenal dan manyayangi Inong. Dan juga -TERNYATA- Inong mungkin sudah memiliki firasat, dari postingan di blog nya berjudul Terima kasih.
Terima kasih Inong sudah menjadi teman dekat, sahabat & saudara.
Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un. Jum'at pagi (1 September), perjalanan ke kantor gw dapat sms dari Rina, "Inong udah ga ada Mel." katanya. Ga percaya, karena semalam baca blog nya Hany, belum ada berita yang baru. Dibalasnya, tadi pagi Mel, jam 7 waktu Singapore. Gw langsung sms Luluk, menanyakan kepastian. Dan ternyata memang, Inong sudah tidak ada. Speechless. Air mata sudah menggantung di pelupuk mata.
Sampai kantor, ga ada keinginan lain, selain membuka blog nya Hany. Dan, ya Allah, Engkau Maha Mengetahui yang Terbaik untuk ummatMu. Tak ayal, air mata membanjiri pelupuk mata tanpa bisa dihentikan. Sesenggukan. Menatap layar monitor. Inong meninggal karena serangan jantung. Kenangan tentang Inong pun bermain-main di ingatan. Inong yang baik hati, ceria, yang tak henti menyuruh gw datang ke Singapore, "pokoknya kalo elo dateng ke singapore, lo nginep di tempat gw aja." Inong yang amat sangat menyayangi dan mengagumi kedua anaknya, Zidan & Syifa.
Ga akan ada lagi laporan mengenai polah Zidan dan Syifa yang menggemaskan, tidak ada lagi teman ngobrol (walaupun di Y!M), Nong masih banyak yang ingin gw tanyakan dan omongin ke elo. Masih banyak Nong.
Smoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan untuk mas Haris, Zidan & Syifa. Smoga mereka dilindungi Allah SWT.
Dan meninggalnya Inong ini memberikan hikmah buat gw, dan mungkin buat temen2 lain yang mengenal dan manyayangi Inong. Dan juga -TERNYATA- Inong mungkin sudah memiliki firasat, dari postingan di blog nya berjudul Terima kasih.
Terima kasih Inong sudah menjadi teman dekat, sahabat & saudara.
Thursday, August 31, 2006
Inong
Inong
Iya, Inong. Gw mo cerita dikit tentang Inong. Iya Inong Haris. Bunda nya Zidan dan Syifa yang hari ini berulang tahun.
Kemaren dpt kabar awalnya dari Wulan :
wulan_martani (4:58:27 PM): Kawan2, Inong sekarang ada di ER NUH Buona Vista. Aku nnulisnya sambil gemeter n pengen nangis nih. Mohon doanya supaya segera sadar n sehat kembali. Tadi kira2 45 mnit lalu pingsan di rumah n dibawa pake ambulan. Alhamdulillah ibundanya sedang ada di sini. Cindy di rumah Inong jaga anak2nya.
Masyaa Allah. Gw sibuk cari informasi. sms ke HP inong, ga ada balasan. (berharap mas Haris akan balas). Panik. Berdoa, ya Allah sembuhkanlah Inong.
Tadi pagi, masih dari Wulan:
wulan_martani (10:20:00 AM): Ini kabar terbaru dari Hany di milis Indosing-mums : Kabar dari Haris: dokter pesimis kalo Inong bisa sadar kembali. Sekarang sedang nunggu 2 dokter spesialis otak untuk meriksa Inong. Haris mohon doa kawan2 semua, semoga ada mukjizat untuk Inong. Masyaallah. Wassalaam, sera
Gw lama ninggalin computer tadi, begitu buka... Masyaa Allah! ada berita dari Wulan:
wulan_martani (3:57:27 PM): Inong dah nggak ada Mel
Trus muncul pula YM dari Rina:
ibunda_jasmine (4:59:03 PM): Betul, Haris confirmed kalau Inong MASIH ADA! Walaupun memang sekarang tergantung life supportingnya itu. Dr kasih decision di tangan Haris, apakah mau tunggu 72 jam, atau mau dicabut sekarang. Dan Haris mau tunggu 72 jam, serta mau cari 2nd opinion ke dr lain. Mari kita berdoa untuk yang terbaik bagi Inong dan keluarganya. cheers, Susan
Gw nelpon Luluk. Dan memang benar seperti yang dikatakan Rina.
Ya Allah, Engkau yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkau yang Menghidupkan, Engkau jua lah yang Mematikan. Jika hamba boleh memohon, berikan kesempatan kepada Inong. Tapi kukembalikan semuanya kepadaMu ya Allah. Berikan yang Terbaik dariMu untuk Inong dan keluarganya. AMIN.
Nong, sadar Nong. Nyokap gw mo ke Singapore bawa dendeng balado pesanan lo. Nong, masih mau kan?
Iya, Inong. Gw mo cerita dikit tentang Inong. Iya Inong Haris. Bunda nya Zidan dan Syifa yang hari ini berulang tahun.
Kemaren dpt kabar awalnya dari Wulan :
wulan_martani (4:58:27 PM): Kawan2, Inong sekarang ada di ER NUH Buona Vista. Aku nnulisnya sambil gemeter n pengen nangis nih. Mohon doanya supaya segera sadar n sehat kembali. Tadi kira2 45 mnit lalu pingsan di rumah n dibawa pake ambulan. Alhamdulillah ibundanya sedang ada di sini. Cindy di rumah Inong jaga anak2nya.
Masyaa Allah. Gw sibuk cari informasi. sms ke HP inong, ga ada balasan. (berharap mas Haris akan balas). Panik. Berdoa, ya Allah sembuhkanlah Inong.
Tadi pagi, masih dari Wulan:
wulan_martani (10:20:00 AM): Ini kabar terbaru dari Hany di milis Indosing-mums : Kabar dari Haris: dokter pesimis kalo Inong bisa sadar kembali. Sekarang sedang nunggu 2 dokter spesialis otak untuk meriksa Inong. Haris mohon doa kawan2 semua, semoga ada mukjizat untuk Inong. Masyaallah. Wassalaam, sera
Gw lama ninggalin computer tadi, begitu buka... Masyaa Allah! ada berita dari Wulan:
wulan_martani (3:57:27 PM): Inong dah nggak ada Mel
Trus muncul pula YM dari Rina:
ibunda_jasmine (4:59:03 PM): Betul, Haris confirmed kalau Inong MASIH ADA! Walaupun memang sekarang tergantung life supportingnya itu. Dr kasih decision di tangan Haris, apakah mau tunggu 72 jam, atau mau dicabut sekarang. Dan Haris mau tunggu 72 jam, serta mau cari 2nd opinion ke dr lain. Mari kita berdoa untuk yang terbaik bagi Inong dan keluarganya. cheers, Susan
Gw nelpon Luluk. Dan memang benar seperti yang dikatakan Rina.
Ya Allah, Engkau yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkau yang Menghidupkan, Engkau jua lah yang Mematikan. Jika hamba boleh memohon, berikan kesempatan kepada Inong. Tapi kukembalikan semuanya kepadaMu ya Allah. Berikan yang Terbaik dariMu untuk Inong dan keluarganya. AMIN.
Nong, sadar Nong. Nyokap gw mo ke Singapore bawa dendeng balado pesanan lo. Nong, masih mau kan?
Monday, August 28, 2006
Jadi orang jujur itu susah ga sih?
Jadi orang jujur? Susah ga sih?
Kalimat di atas merasuki pikiran gw bbrp hari terakhir ini. Jujur disini lebih tepat nya jujur kepada diri sendiri. Terinspirasi oleh seorang kawan baik yang baru berkunjung. Sudah 10 tahun gw kenal ma teman baik ini. Dulu sekantor, she's smart. She's younger than me, and smarter. Nyebelin ga sih? Hehehehhee
Dari dulu gw tau dia orang nya straight too the point. Ntah lah, mungkin juga ciri khas orang pintar, yang memang tau the reason why she or he did that, jadi selalu ada alasan untuk berkelit atau -membantah-. Tapi mungkin dia ga tau aja kalo gw 'agak' iri dgn kelebihannya itu.
Anyway, yang gw mo ceritain disini, dia sudah lebih dulu menjadi orang yang selalu kritis. Teman gw itu datang dengan suami dan kedua anaknya, anak terakhir berumur kurang dari 2 bulan. Berani banget bawa anak bayi dari England ke Jakarta. Eits.. jangan salah. 6 tahun yg lalu dia bawa anak pertamanya ke Jakarta sendirian, dan si anak berumur kurang dari 1 bulan!! Fantastis. Kalo gw yg pergi bawa bayi gw, pada heboh tuh pasti. Gw aja bawa Nasta dan Nara keluar rumah setelah mreka berusia 40 hari (kecuali utk urusan ke dokter). Waktu Nasta sih karena menurut orang tua, dilarang bawa anak keluar rumah seblum 40 hari, anak kedua lebih rasionalis, banyak virus beterbangan di luar sana. Ga mau nanggung resiko, mending gw tahan diri aja. Make sense kan?
Si teman mengekahkan anak kedua nya, gw datang pas syukuran. 3 tahun tidak ketemu, walaupun Alhamdulillah teman gw ini cukup rajin nelpon. Bikin gw kangen juga dengan celotehannya. Yang blak-blak-an. Apa adanya. Ceritanya, adik teman gw ini iri, melihat suami teman gw sangat gape mengganti diapers, menyusui bayi mreka (botol lho). Dan juga bercerita, di mall tanpa menunggu 'perintah' istrinya, ketika sang anak buang hajat, suaminya yang bule itu, langsung membawa sang anak ke toilet dan mengganti diaper nya. 'bikin iri deh. Laki gw mana mau,' kata adiknya. Ada nada iri, kagum dan apa yah? Sebenernya hari gini sih, para ayah menggantikan diaper bayi sudah tidak heran, tapi memang masih banyak juga kok para ayah yang tidak terlalu ikut campur mengurus anak saat mreka masih berusia bulanan. Contoh: laki gw kurang gape ganti diaper Nara, tapi udah jago mandiin dan suapinin Nasta. Lumayan juga kan? Dulu sih bikin susu Nasta ga mau, takut salah takar. Gitu alasannya, padahal kan gampang banget. Tapi sekarang? Dah jago banget. Tapi emang belum bisa nyusuin Nara, ya iya lah.. wong Nara masih nyusu ma' gw, hehehe.
Tapi yang bikin gw kagum atau takjub atau apa yah .. mengelus dada mungkin? Alasan teman gw yang amat sangat masuk di akal, tapi gw yakin tidak semua orang kepikiran. Mau tau? Alasan dia adalah, "gw kan udah hamil sembilan bulan, udah ngelahirin, nyusuin (ASI). Sedangkan laki gw ga ngapa-ngapain. Masa dia ga mau bantuin? Enak banget." Masuk akal kan? Emang dasar teman gw agak geblek, dia bilang lagi, "gw bilang ke laki gw, kan gara-gara elo gw tinggal di England. Kalo gw tinggal di Jakarta, gw akan punya pembantu, punya baby sitter punya banyak orang yang akan bantu gw." Hehehehe… sengaja juga dia pake alasan itu, biar laki nya ngerasa bersalah. Dan siap membantu. Ah . . teman, emang suami lo aja yang baik banget. Dia cerita, di sana dia terkenal dengan Mrs complain. Ke restoran bawa keluarga besar, anaknya menangis otomatis dia nyusuin anaknya di meja makan. Petugas restoran dengan tidak enak hati menyampaikan rasa keberatan atas nama pelanggan lain. Tanpa sungkan dan ragu, dia berdebat panjang dan akhirnya, SEMUA MAKANAN GRATIS.
Mungkin kalo orang yang tidak terlalu mengenal dia, akan mengatakan dia itu orang nekat atau sedikitnya akan bilang, she's cracy. Well, she is. Tapi menurut gw, dia orang yang amat sangat jujur. Mungkin untuk sebagian orang, kejujuran seperti itu akan dibilang kurang ajar, tidak sopan, dll.
Tapi akhirnya gw jadi berpikir, apa iya mengatakan hal-hal yang tidak kita senangi, tidak kita kehendaki itu salah? Gw termasuk orang yang menghindari konflik. Yang ada jd suka memendam masalah, dan berharap masalah akan hilang dengan sendirinya. Contoh: pembantu atau baby sitter melakukan hal kecil yang sebenarnya tidak pantas, instead of menegur mreka langsung gw akan menunggu saat yang pas. Tapi biasanya 'saat pas' itu tidak terjadi. Bisa karena gw sudah 'melupakannya' atau ya itu, malas. Atau contoh lain, kesel ma’ suami. Bukannya langsung diselesaikan, biasanya gw nunggu timing yang pas. Tapi ya itu, suka udah lupa ma' kasus nya atau udah malas, malas ribut atau paling tidak malas bikin keributan. Padahal kalo dipikir-pikir, kalo pada saat kesal, saat masalah nya timbul, langsung diomongin pun ga ada salahnya kan? Tinggal kita nya aja kudu pintar-pintar ngatur emosi. Jangan sampai masalah yang sebenarnya kecil, karena ga pintar ngatur emosi, malah kacau balau. Susahnya lagi, gw termasuk orang yang ga mau bikin ribut. Dan mungkin juga orang yang ga mau punya musuh. Padahal ga ada salahnya juga kali yah punya musuh, kalo emang harus dimusuhi? Hehehe.. bener ga sih?
Kenapa susah banget buat gw untuk mengatakan apa yang gw mau, langsung pada tujuan. Gw cenderung untuk mencari-cari kalimat panjang, dan akhirnya udah ga terasa gereget permasalahannya.
Gw cuma pengen belajar jujur, jujur kepada diri sendiri terutama. Susah ga sih?
Kalimat di atas merasuki pikiran gw bbrp hari terakhir ini. Jujur disini lebih tepat nya jujur kepada diri sendiri. Terinspirasi oleh seorang kawan baik yang baru berkunjung. Sudah 10 tahun gw kenal ma teman baik ini. Dulu sekantor, she's smart. She's younger than me, and smarter. Nyebelin ga sih? Hehehehhee
Dari dulu gw tau dia orang nya straight too the point. Ntah lah, mungkin juga ciri khas orang pintar, yang memang tau the reason why she or he did that, jadi selalu ada alasan untuk berkelit atau -membantah-. Tapi mungkin dia ga tau aja kalo gw 'agak' iri dgn kelebihannya itu.
Anyway, yang gw mo ceritain disini, dia sudah lebih dulu menjadi orang yang selalu kritis. Teman gw itu datang dengan suami dan kedua anaknya, anak terakhir berumur kurang dari 2 bulan. Berani banget bawa anak bayi dari England ke Jakarta. Eits.. jangan salah. 6 tahun yg lalu dia bawa anak pertamanya ke Jakarta sendirian, dan si anak berumur kurang dari 1 bulan!! Fantastis. Kalo gw yg pergi bawa bayi gw, pada heboh tuh pasti. Gw aja bawa Nasta dan Nara keluar rumah setelah mreka berusia 40 hari (kecuali utk urusan ke dokter). Waktu Nasta sih karena menurut orang tua, dilarang bawa anak keluar rumah seblum 40 hari, anak kedua lebih rasionalis, banyak virus beterbangan di luar sana. Ga mau nanggung resiko, mending gw tahan diri aja. Make sense kan?
Si teman mengekahkan anak kedua nya, gw datang pas syukuran. 3 tahun tidak ketemu, walaupun Alhamdulillah teman gw ini cukup rajin nelpon. Bikin gw kangen juga dengan celotehannya. Yang blak-blak-an. Apa adanya. Ceritanya, adik teman gw ini iri, melihat suami teman gw sangat gape mengganti diapers, menyusui bayi mreka (botol lho). Dan juga bercerita, di mall tanpa menunggu 'perintah' istrinya, ketika sang anak buang hajat, suaminya yang bule itu, langsung membawa sang anak ke toilet dan mengganti diaper nya. 'bikin iri deh. Laki gw mana mau,' kata adiknya. Ada nada iri, kagum dan apa yah? Sebenernya hari gini sih, para ayah menggantikan diaper bayi sudah tidak heran, tapi memang masih banyak juga kok para ayah yang tidak terlalu ikut campur mengurus anak saat mreka masih berusia bulanan. Contoh: laki gw kurang gape ganti diaper Nara, tapi udah jago mandiin dan suapinin Nasta. Lumayan juga kan? Dulu sih bikin susu Nasta ga mau, takut salah takar. Gitu alasannya, padahal kan gampang banget. Tapi sekarang? Dah jago banget. Tapi emang belum bisa nyusuin Nara, ya iya lah.. wong Nara masih nyusu ma' gw, hehehe.
Tapi yang bikin gw kagum atau takjub atau apa yah .. mengelus dada mungkin? Alasan teman gw yang amat sangat masuk di akal, tapi gw yakin tidak semua orang kepikiran. Mau tau? Alasan dia adalah, "gw kan udah hamil sembilan bulan, udah ngelahirin, nyusuin (ASI). Sedangkan laki gw ga ngapa-ngapain. Masa dia ga mau bantuin? Enak banget." Masuk akal kan? Emang dasar teman gw agak geblek, dia bilang lagi, "gw bilang ke laki gw, kan gara-gara elo gw tinggal di England. Kalo gw tinggal di Jakarta, gw akan punya pembantu, punya baby sitter punya banyak orang yang akan bantu gw." Hehehehe… sengaja juga dia pake alasan itu, biar laki nya ngerasa bersalah. Dan siap membantu. Ah . . teman, emang suami lo aja yang baik banget. Dia cerita, di sana dia terkenal dengan Mrs complain. Ke restoran bawa keluarga besar, anaknya menangis otomatis dia nyusuin anaknya di meja makan. Petugas restoran dengan tidak enak hati menyampaikan rasa keberatan atas nama pelanggan lain. Tanpa sungkan dan ragu, dia berdebat panjang dan akhirnya, SEMUA MAKANAN GRATIS.
Mungkin kalo orang yang tidak terlalu mengenal dia, akan mengatakan dia itu orang nekat atau sedikitnya akan bilang, she's cracy. Well, she is. Tapi menurut gw, dia orang yang amat sangat jujur. Mungkin untuk sebagian orang, kejujuran seperti itu akan dibilang kurang ajar, tidak sopan, dll.
Tapi akhirnya gw jadi berpikir, apa iya mengatakan hal-hal yang tidak kita senangi, tidak kita kehendaki itu salah? Gw termasuk orang yang menghindari konflik. Yang ada jd suka memendam masalah, dan berharap masalah akan hilang dengan sendirinya. Contoh: pembantu atau baby sitter melakukan hal kecil yang sebenarnya tidak pantas, instead of menegur mreka langsung gw akan menunggu saat yang pas. Tapi biasanya 'saat pas' itu tidak terjadi. Bisa karena gw sudah 'melupakannya' atau ya itu, malas. Atau contoh lain, kesel ma’ suami. Bukannya langsung diselesaikan, biasanya gw nunggu timing yang pas. Tapi ya itu, suka udah lupa ma' kasus nya atau udah malas, malas ribut atau paling tidak malas bikin keributan. Padahal kalo dipikir-pikir, kalo pada saat kesal, saat masalah nya timbul, langsung diomongin pun ga ada salahnya kan? Tinggal kita nya aja kudu pintar-pintar ngatur emosi. Jangan sampai masalah yang sebenarnya kecil, karena ga pintar ngatur emosi, malah kacau balau. Susahnya lagi, gw termasuk orang yang ga mau bikin ribut. Dan mungkin juga orang yang ga mau punya musuh. Padahal ga ada salahnya juga kali yah punya musuh, kalo emang harus dimusuhi? Hehehe.. bener ga sih?
Kenapa susah banget buat gw untuk mengatakan apa yang gw mau, langsung pada tujuan. Gw cenderung untuk mencari-cari kalimat panjang, dan akhirnya udah ga terasa gereget permasalahannya.
Gw cuma pengen belajar jujur, jujur kepada diri sendiri terutama. Susah ga sih?
Iseng-iseng
Iseng-iseng
Dari Inong nih, yah.. buat iseng-iseng aja.
Favourites
Colour: hijau, biru, kuning.
Food: apa yah? Suka makan ga suka masak, itu yg pasti.
Song: The Sound of Music.
Movie: The Sound of Music.
Sport: Renang, Jogging, Yoga (next aiming)
Day of the Week:
Ice Cream: Chocolate for sure!
Currents
Mood : Just normal.
Taste : yang manis-manis.
Clothes : blouse agak longgar, tadinya, tapi sekarang dah agak ketat. Coz am getting fat.
Desktop: Tulip.
Toenail Colour: Ya biasa aja, ga pake kutek
Time: 1.21 pm
Annoyance: lots of things to do.
Thoughts: facial, luluran, manicure + pedicure, gagal terus bou!.
First
First Best Friend: Yayuk. Temen SD. Tapi sekarang ga tau dia dimana, hiks
First Crush: ga inget
First Movie: Si Unyil.
First Lie: ga inget lah.
First Music: smua lagu yg dipelajari di Bina Vokalia.
Last
Last Cigarette: WITT (wanita Indonesia tanpa tembakau) – tapi handling client rokok
Last Drink: Es teh manis.
Last Car Ride: Si putih yang mulai banyak masalah. (suami juga sih yang nyetir)
Last Crush: Penghindar konflik.
Last Phone Call: Nasta, trus client
Last CD played:
Have you ever
Have you ever dated one of your best friends: Nope.
Have you ever broken the law: Nope.
Have you ever been arrested: Nope.
Have you ever skinny dipped: No comment.
Have you ever kissed someone you don't know: hhhee… (mikir), ga pernah deh kayanya.
OK, korban berikutnya kutimpukkan pada:
Diki Satya
Farika
Rina
Wulan
Dari Inong nih, yah.. buat iseng-iseng aja.
Favourites
Colour: hijau, biru, kuning.
Food: apa yah? Suka makan ga suka masak, itu yg pasti.
Song: The Sound of Music.
Movie: The Sound of Music.
Sport: Renang, Jogging, Yoga (next aiming)
Day of the Week:
Ice Cream: Chocolate for sure!
Currents
Mood : Just normal.
Taste : yang manis-manis.
Clothes : blouse agak longgar, tadinya, tapi sekarang dah agak ketat. Coz am getting fat.
Desktop: Tulip.
Toenail Colour: Ya biasa aja, ga pake kutek
Time: 1.21 pm
Annoyance: lots of things to do.
Thoughts: facial, luluran, manicure + pedicure, gagal terus bou!.
First
First Best Friend: Yayuk. Temen SD. Tapi sekarang ga tau dia dimana, hiks
First Crush: ga inget
First Movie: Si Unyil.
First Lie: ga inget lah.
First Music: smua lagu yg dipelajari di Bina Vokalia.
Last
Last Cigarette: WITT (wanita Indonesia tanpa tembakau) – tapi handling client rokok
Last Drink: Es teh manis.
Last Car Ride: Si putih yang mulai banyak masalah. (suami juga sih yang nyetir)
Last Crush: Penghindar konflik.
Last Phone Call: Nasta, trus client
Last CD played:
Have you ever
Have you ever dated one of your best friends: Nope.
Have you ever broken the law: Nope.
Have you ever been arrested: Nope.
Have you ever skinny dipped: No comment.
Have you ever kissed someone you don't know: hhhee… (mikir), ga pernah deh kayanya.
OK, korban berikutnya kutimpukkan pada:
Diki Satya
Farika
Rina
Wulan
Friday, August 11, 2006
Panco
Panco

Dari kemaren ada gairah baru di lantai paling atas gedung Tetra Pak. Gairah menyambut 17 Agustus. Hehehe.... Ntah siapa yang punya ide, tiba-tiba ada poster di tempel di beberapa tempat. Adu Panco untuk perempuan di lantai 5 ini, dan adu bilyard untuk para lelaki.
Seru? Pasti! Sudah di mulai kemaren sore, pada saat pembagian lawan tanding. Badan kecil ketemu badan kecil, fine. Badan besar ketemu badan besar, fine. Yang apes badan kecil ketemu badan besar, kami hanya bisa bantu doa.
Lawan gw adalah Novi, copy writer berbadan besar. Takut? Ga lah! Males aja kalo musti tanding dia. Hehehe.... gede banget badannya. Kalah aja kali yah? Pertandingannya seru banget.. ada yang dengan mudah dikalahkan, ada yang harus di ulang sampai 3 kali, karena seri. Bahkan sampai ganti tangan!!
Gw???? Ah.. ga sampe itungan menit... langsung kalah. Huahahahahah...... awalnya Novi udah ngunci tangan gw duluan, agak susah untuk mengembalikan ke posisi semula. Ah.. sutra lah., pasrah aja. Hihihi... (males banget usaha).
Can't wait till Wednesday nih, dress code nya seru banget.

Dari kemaren ada gairah baru di lantai paling atas gedung Tetra Pak. Gairah menyambut 17 Agustus. Hehehe.... Ntah siapa yang punya ide, tiba-tiba ada poster di tempel di beberapa tempat. Adu Panco untuk perempuan di lantai 5 ini, dan adu bilyard untuk para lelaki.
Seru? Pasti! Sudah di mulai kemaren sore, pada saat pembagian lawan tanding. Badan kecil ketemu badan kecil, fine. Badan besar ketemu badan besar, fine. Yang apes badan kecil ketemu badan besar, kami hanya bisa bantu doa.
Lawan gw adalah Novi, copy writer berbadan besar. Takut? Ga lah! Males aja kalo musti tanding dia. Hehehe.... gede banget badannya. Kalah aja kali yah? Pertandingannya seru banget.. ada yang dengan mudah dikalahkan, ada yang harus di ulang sampai 3 kali, karena seri. Bahkan sampai ganti tangan!!
Gw???? Ah.. ga sampe itungan menit... langsung kalah. Huahahahahah...... awalnya Novi udah ngunci tangan gw duluan, agak susah untuk mengembalikan ke posisi semula. Ah.. sutra lah., pasrah aja. Hihihi... (males banget usaha).
Can't wait till Wednesday nih, dress code nya seru banget.
Wednesday, August 09, 2006
Jangan kerja terus dong
"Jangan kerja terus dong"
Iya kalimat ini keluar dari mulut mungil putri tertua gw, Puti Nasheeta. Antara rasa geli campur haru. Hiks..
Melihat gw mo brangkat kerja, Nasta buru-buru minta disuapin ma' ibu nya. Padahal tuh sarapan udah setengah piring di makan. Kalo ga diturutin, jerit deh dia. Ya udah, gw suapin dia bentar. Tapi karena jam dinding sudah menunjukan pukul 8 lewat 15 menit, gw dah resah sendiri. Ayo dong Ta, makan nya di kunyah. Nasta menggerakan mulutnya, iya, gerak. Tapi tidak mengunyah. Ayo dong Nak.. di kunyah. Ibu dah telat nih. 3 suap berjalan pelan. 8 lewat 20 menit. Ayo dong Nak.. ibu dah telat nih, nanti dimarahin boss ibu, "kamu dateng telat terus sih!"
Tanpa ekspresi dan sambil mengunyah, Nasta berkata, "Jangan kerja terus dong"
gedubrak.
Iya kalimat ini keluar dari mulut mungil putri tertua gw, Puti Nasheeta. Antara rasa geli campur haru. Hiks..
Melihat gw mo brangkat kerja, Nasta buru-buru minta disuapin ma' ibu nya. Padahal tuh sarapan udah setengah piring di makan. Kalo ga diturutin, jerit deh dia. Ya udah, gw suapin dia bentar. Tapi karena jam dinding sudah menunjukan pukul 8 lewat 15 menit, gw dah resah sendiri. Ayo dong Ta, makan nya di kunyah. Nasta menggerakan mulutnya, iya, gerak. Tapi tidak mengunyah. Ayo dong Nak.. di kunyah. Ibu dah telat nih. 3 suap berjalan pelan. 8 lewat 20 menit. Ayo dong Nak.. ibu dah telat nih, nanti dimarahin boss ibu, "kamu dateng telat terus sih!"
Tanpa ekspresi dan sambil mengunyah, Nasta berkata, "Jangan kerja terus dong"
gedubrak.
Subscribe to:
Posts (Atom)