Setiap hari punya cerita
Setiap hari punya masalah
Yang pasti dari setiap masalah, setiap cerita, setiap kejadian .. baik yg gw hadapi sendiri maupun orang lain, pastinya membawa hikmah tersendiri.
Berita duka datang dari seorang teman. Mantan media buyer manager, mba' Vera meninggal dunia, Kamis 18 Mei 2006 pukul 10. Sosok Ibu yg funky, dengan logat Surabaya yang medok, sambil memegang sebatang rokok, kita bisa ngobrol dengan asik. Karena blio tidak pernah merasa, "senior" untuk sekedar ngobrol dengan kami yg muda-muda. Walaupun gw akui, tidak terlalu mengenal sosok blio dgn baik. Tapi ada beberapa hal yang bisa gw ambil pelajaran dari setiap ucapannya. Dan kami cukup terkejut juga, karena blio bisa "menyembunyikan" status single parent dari kami semua. FYI, blio meninggal karena kanker darah. Dan tidak seorangpun hingga yang bersangkutan pun tidak mengetahui penyakit yang di derita nya sampai akhir hayat nya. Terakhir sebelum masuk rumah sakit blio mengeluh mual, pusing dan lemas.
Gw coba ambil hikmah dari kejadian ini, Allah Maha Pemurah, Allah Maha Penyayang. Seandainya alm. M' Vera mengetahui penyakit nya dan harus terapi (tau sendiri kalo udah kena kanker, treatment apa-apa saja yg dilakukan), akan memberatkan M' Vera dan anak-anaknya. Betul ga sih?
Cita-cita gw banget tuh, meninggal tanpa merepotkan keluarga, khusnul khatimah.
Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un. Smoga arwah m' Vera di terima Allah SWT, diterima semua amal dan ibadahnya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.
Berita duka datang juga dari Yogyakarta dan sekitarnya. Sebuah gempa 5,9 skala richter terjadi dari arah Bantul - Jawa Tengah. Terakhir gw baca, sudah lebih dari 4000 korban yang meninggal. Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un.
Musibah memang terjadi saat manusia lengah. Bayangkan saja, kejadian itu terjadi pagi hari, dimana orang-orang mungkin masih pada tertidur. Jika Allah punya kehendak, Kun Fayakun, terjadilah. Padahal, saat ini perhatian kita semua tertuju pada aktifitas Gunung Merapi. Kok ya ndilalah, gempa yang terjadi. Tak terhitung kerugian materi yg mereka alami. Smoga mereka semua mendapatkan kesabaran dan ketabahan dari Allah SWT. Amin.
Berita duka datang dari Padang. Adik nya (alm) Opa gw meninggal. Ibu telpon sambil nangis, memberitahu kabar duka ini. Tapi jujur aja, pada saat itu gw ngerasa "biasa" aja. Pertama, gw tidak terlalu mengenal sosok Opa Bur ini. (Almarhum tinggal di Padang), sedangkan gw dari kecil sampe sekarang di Jakarta. Ga ada ikatan batin antara gw pribadi dengan blio. Kalopun ketemu di jalan, gw yakin almarhum tidak akan mengenali gw sebagai cucu dari kakaknya. Gw sih pasti tau lah, karena paras blio kan mirip almarhum Opa gw. :D
Saat itu gw merasa seperti mantan boss gw (waktu kerja di majalah berita). Kami menganggap blio tidak punya perasaan, karena menolak memberikan ijin kepada staf nya untuk pulang kampung karena ayah teman gw itu meninggal. Gw lupa alasan persisnya, tapi kurang lebih adalah setiap orang (akan) meninggal. Waks??? (note: saat itu memang sedang deadline).
Dan gw baru mengerti, mungkin karena mantan boss gw itu tidak punya ikatan batin dengan ayah teman gw itu, jd blio bisa bilang seperti itu. Pengen tau kalo anak or istrinya meninggal, dia seperti apa yah? Hehehehe....
A mother of two beloved daughters, Nasta and Nara. A lovely wife for my lovely hubby.
Tuesday, May 30, 2006
Wednesday, May 10, 2006
Anak sakit bikin stres
Bener loh, anak sakit itu bikin stres. Apalagi kalo harus pergi kerja, trus melihat anak lemah tak berdaya.. itu tambah stress. Ata udah dari Sabtu kemaren sakit, waktu selametan di cibubur aja dia sama sekali ga mau makan. Tapi masih mau minum. Sabtu sore dah mulai hangat. Belum demam tinggi (menurut gw). Belajar dari pengalaman, she's strong enough to handle her sickness. Apalagi cuma flu. Bukan.. bukan gw meng-underestimate-kan penyakit flu. GW hanya ga mau gw, suami dan anak-anak gw ketergantungan dengan obat. Apalagi setelah gw tahu bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus, tidak bisa disembuhkan oleh antibiotik. Tolong di catat yah. :D
Agak panik sebenarnya melihat Nasta yg lemah tak berdaya, sambil terus mengingat-ingat panduan anak sakit. Dan so far belum ada yg perlu dikhawatirkan. Jadi gw sedikit lebih tenang. Memang Nasta lemas, karena dia tidak makan. Yang mengkhawatirkan dia tidak mau minum. Walaupun segala jenis permintaan minuman tersedia di meja, dari mulai air putih, jus, susu dan teh. Semua nya hanya di minum 1 teguk :(
Senin sore atas desakan ibu mertua, gw membawa Nasta ke dokter. Sebenarnya Senin itu Nasta udah mulai mau makan dan minum, jadi menurut gw sebenarnya sudah ga masalah. Tapi daripada kesalahan, pun suami bilang, konsultasi aja dulu, kan ga harus di kasih obat nantinya.
Jadilah gw dan Nasta antri di sebuah rumah sakit di kawasan Depok. Dalam hati sudah membatin, hari Senin, dokter anak pasti ngantri. Dan dugaan gw benar adanya, dapat nomer 50 pas gw dateng baru nomer 6. Huahahahahaha.... bisa bulukan deh gw ma' Nasta. Atas persetujuan suami, gw dan Nasta pulang ke rumah. Jika memungkinkan balik lagi jam 9 malam, jika tidak, ya besok pagi ke rumah pak dokter nya deh. Malam itu, Nasta sudah ber-aktifitas. Walaupun belum lincah seperti biasanya, tapi udah ga lemes lagi. Batuk sih masih.
Selasa pagi, ke dokter. Memang banyak lendir, kurangi coklat, makananan ringan. Emang lagi musimnya juga. Di kasih resep, racikan, polypharmacy :( Banyak banget jumlah obat di satu resep itu. Yang pasti ada antibiotik dan pengencer dahak. Ya sudah lah, toh gw udah ke dokter. Jadi obat nya nanti aja gw tebus. Brangkat lah gw ke kantor. Dan gw menasehati Nasta untuk banyak minum air putih. Pulang kantor, suami nyuruh tebus obat. Tebus aja dulu, minum atau tidak nya liat nanti Memang dasarnya sudah dilindungi Allah untuk tidak perlu mengkonsumsi obat kali yah? Karena dari 9 jenis obat yang terdapat di resep tersebut, 2 jenis tidak tersedia di apotik tersebut. Pfuih.. lega sekali rasanya.
Telpon rumah, si mbak laporan, Ata makannya banyak banget Bu. Alhamdulillah Udah mulai kelaperan kali yah?
Sampai rumah, senang nya melihat Nasta sudah lincah kembali.
Tapi tadi pagi, lagi-lagi dia susah di suruh minum air putih. Padahal batuk nya cukup sering. Ya Allah, semoga keputusan ku untuk menyuruh Nasta minum air putih yang banyak, makan yang banyak dan istirahat cukup benar adanya. Smoga Nasta cukup kuat untuk menahan sakit nya ini. Amin.
Bener loh, anak sakit itu bikin stres. Apalagi kalo harus pergi kerja, trus melihat anak lemah tak berdaya.. itu tambah stress. Ata udah dari Sabtu kemaren sakit, waktu selametan di cibubur aja dia sama sekali ga mau makan. Tapi masih mau minum. Sabtu sore dah mulai hangat. Belum demam tinggi (menurut gw). Belajar dari pengalaman, she's strong enough to handle her sickness. Apalagi cuma flu. Bukan.. bukan gw meng-underestimate-kan penyakit flu. GW hanya ga mau gw, suami dan anak-anak gw ketergantungan dengan obat. Apalagi setelah gw tahu bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus, tidak bisa disembuhkan oleh antibiotik. Tolong di catat yah. :D
Agak panik sebenarnya melihat Nasta yg lemah tak berdaya, sambil terus mengingat-ingat panduan anak sakit. Dan so far belum ada yg perlu dikhawatirkan. Jadi gw sedikit lebih tenang. Memang Nasta lemas, karena dia tidak makan. Yang mengkhawatirkan dia tidak mau minum. Walaupun segala jenis permintaan minuman tersedia di meja, dari mulai air putih, jus, susu dan teh. Semua nya hanya di minum 1 teguk :(
Senin sore atas desakan ibu mertua, gw membawa Nasta ke dokter. Sebenarnya Senin itu Nasta udah mulai mau makan dan minum, jadi menurut gw sebenarnya sudah ga masalah. Tapi daripada kesalahan, pun suami bilang, konsultasi aja dulu, kan ga harus di kasih obat nantinya.
Jadilah gw dan Nasta antri di sebuah rumah sakit di kawasan Depok. Dalam hati sudah membatin, hari Senin, dokter anak pasti ngantri. Dan dugaan gw benar adanya, dapat nomer 50 pas gw dateng baru nomer 6. Huahahahahaha.... bisa bulukan deh gw ma' Nasta. Atas persetujuan suami, gw dan Nasta pulang ke rumah. Jika memungkinkan balik lagi jam 9 malam, jika tidak, ya besok pagi ke rumah pak dokter nya deh. Malam itu, Nasta sudah ber-aktifitas. Walaupun belum lincah seperti biasanya, tapi udah ga lemes lagi. Batuk sih masih.
Selasa pagi, ke dokter. Memang banyak lendir, kurangi coklat, makananan ringan. Emang lagi musimnya juga. Di kasih resep, racikan, polypharmacy :( Banyak banget jumlah obat di satu resep itu. Yang pasti ada antibiotik dan pengencer dahak. Ya sudah lah, toh gw udah ke dokter. Jadi obat nya nanti aja gw tebus. Brangkat lah gw ke kantor. Dan gw menasehati Nasta untuk banyak minum air putih. Pulang kantor, suami nyuruh tebus obat. Tebus aja dulu, minum atau tidak nya liat nanti Memang dasarnya sudah dilindungi Allah untuk tidak perlu mengkonsumsi obat kali yah? Karena dari 9 jenis obat yang terdapat di resep tersebut, 2 jenis tidak tersedia di apotik tersebut. Pfuih.. lega sekali rasanya.
Telpon rumah, si mbak laporan, Ata makannya banyak banget Bu. Alhamdulillah Udah mulai kelaperan kali yah?
Sampai rumah, senang nya melihat Nasta sudah lincah kembali.
Tapi tadi pagi, lagi-lagi dia susah di suruh minum air putih. Padahal batuk nya cukup sering. Ya Allah, semoga keputusan ku untuk menyuruh Nasta minum air putih yang banyak, makan yang banyak dan istirahat cukup benar adanya. Smoga Nasta cukup kuat untuk menahan sakit nya ini. Amin.
Friday, May 05, 2006
Getting Old
Getting Old
Bulan ini genap 33 tahun umur ku. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah sudah memberikan kenikmatan, rezeki dan berkah sehingga aku bisa menikmati semua hal-hal baik dan buruk yang terjadi selama 33 tahun kehidupan ku. Punya suami, punya 2 putri yang cerdas, cantik dan bikin senang hati.
What’s next? Hhm... make a wish.
Gw berharap semoga kehidupan gw dan keluarga diberkahi Allah SWT, dihindarkan dari perbuatan sia-sia, smoga hidup nya menjadi lebih bermanfaat – baik untuk diri sendiri maupun orang banyak. Selalu bersyukur atas semua rezeki, kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT. Sabar dan tabah dalam menghadapi semua musibah yang telah dan akan di dapat. Smoga menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Smoga anak-anak gw terhindar dari hal-hal buruk, dan selalu dilindungi Allah SWT. Smoga gw bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anak gw. Smoga gw menjadi anak yang berbakti dan bisa membahagiakan orang tua. Amin
Alhamdulillah banget, kalo gw suka kilas balik di kehidupan lalu gw, alhamdulillah Allah selalu melindungi gw dari perbuatan2 yang merugikan diri sendiri. Kalo di pikir-pikir gw jaman dulu bukannya orang rumahan juga. Apalagi setelah kerja. Gw suka traveling, sesekali dugem, dan Alhamdulillah gw tidak terjerumus ke hal-hal negative. Merokok tidak (karena memang gw ga suka asap rokok), alcohol tidak (pernah nyoba sekali dan ternyata gw alergi. Hihihih norak banget ga sih?), free sex tidak (yah.. nakal-nakal dikit wajar lah.. LOL). Dan gw inget banget, mungkin alas an gw bisa tidak sampe keluar jalur adalah nasehat ibu tercinta. Simple banget kok. Blio Cuma ingin anak-anaknya tidak sampe bikin malu orang tua. That’s it! Makanya gw berusaha untuk tidak bikin repot orang tua gw. Walaupun belum bisa dikatakan berhasil dan membahagiakan orang tua, paling tidak gw cukup bangga karena tidak merepotkan orang tua sekarang ini. Eh.. sesekali direpotin ngurus cucu ga apa-apa dong. Terutama kalo pas mo lebaran. :D
Ke depan, tentunya gw punya banyak harapan. Namanya juga manusia. Gw pengen kaya raya. Gw pengen menjadi orang kaya yang bermanfaat buat orang sekitar. Bisa membantu sesama, bisa membahagiakan orang lain. Gw pengen dengan kekayaan gw itu, bisa lebih mendekatkan gw ke Allah SWT. (note: naik haji perlu uang banyak kan?) Ya Allah, jika permohonan/harapan ini memberikan kebaikan / manfaat baik buat kami sekeluarga, maka kabulkanlah. Amin
Bulan ini genap 33 tahun umur ku. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah sudah memberikan kenikmatan, rezeki dan berkah sehingga aku bisa menikmati semua hal-hal baik dan buruk yang terjadi selama 33 tahun kehidupan ku. Punya suami, punya 2 putri yang cerdas, cantik dan bikin senang hati.
What’s next? Hhm... make a wish.
Gw berharap semoga kehidupan gw dan keluarga diberkahi Allah SWT, dihindarkan dari perbuatan sia-sia, smoga hidup nya menjadi lebih bermanfaat – baik untuk diri sendiri maupun orang banyak. Selalu bersyukur atas semua rezeki, kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT. Sabar dan tabah dalam menghadapi semua musibah yang telah dan akan di dapat. Smoga menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Smoga anak-anak gw terhindar dari hal-hal buruk, dan selalu dilindungi Allah SWT. Smoga gw bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anak gw. Smoga gw menjadi anak yang berbakti dan bisa membahagiakan orang tua. Amin
Alhamdulillah banget, kalo gw suka kilas balik di kehidupan lalu gw, alhamdulillah Allah selalu melindungi gw dari perbuatan2 yang merugikan diri sendiri. Kalo di pikir-pikir gw jaman dulu bukannya orang rumahan juga. Apalagi setelah kerja. Gw suka traveling, sesekali dugem, dan Alhamdulillah gw tidak terjerumus ke hal-hal negative. Merokok tidak (karena memang gw ga suka asap rokok), alcohol tidak (pernah nyoba sekali dan ternyata gw alergi. Hihihih norak banget ga sih?), free sex tidak (yah.. nakal-nakal dikit wajar lah.. LOL). Dan gw inget banget, mungkin alas an gw bisa tidak sampe keluar jalur adalah nasehat ibu tercinta. Simple banget kok. Blio Cuma ingin anak-anaknya tidak sampe bikin malu orang tua. That’s it! Makanya gw berusaha untuk tidak bikin repot orang tua gw. Walaupun belum bisa dikatakan berhasil dan membahagiakan orang tua, paling tidak gw cukup bangga karena tidak merepotkan orang tua sekarang ini. Eh.. sesekali direpotin ngurus cucu ga apa-apa dong. Terutama kalo pas mo lebaran. :D
Ke depan, tentunya gw punya banyak harapan. Namanya juga manusia. Gw pengen kaya raya. Gw pengen menjadi orang kaya yang bermanfaat buat orang sekitar. Bisa membantu sesama, bisa membahagiakan orang lain. Gw pengen dengan kekayaan gw itu, bisa lebih mendekatkan gw ke Allah SWT. (note: naik haji perlu uang banyak kan?) Ya Allah, jika permohonan/harapan ini memberikan kebaikan / manfaat baik buat kami sekeluarga, maka kabulkanlah. Amin
Back to Work
Back to work
Tiga bulan full di rumah setelah melahirkan putri cantik yang kami nama kan Puti Nara Marteeza tidak membuat gw rajin menulis blog. Alasan klasik, disibukkan oleh dua orang anak, menjadikan gw bener2 harus mencuri waktu untuk sekedar membuka computer.
Back to work. Apakah berarti gw akan punya waktu atau bisa mencuri-curi waktu untuk selalu meng-ap-det blog gw dan Nasta? Kita lihat saja nanti.
Hari pertama kerja, ditandai dengan demo buruh. Hmm.. jujur aja, gw kurang terlalu paham mengenai UU tersebut, tapi gw pernah baca pasal-pasal yang merugikan karyawan. Walaupun tidak terjun ke jalan untuk demo, sebagai buruh – gw dukung!
Situasi kantor ga jauh beda waktu gw tinggal. Hanya beda nya waktu gw tinggal, masih di basement, sekarang balik ke lt. 5. Trus beberapa teman resign, ada juga teman baru. Selebihnya, masih orang yang sama. :D
Tugas kantor, masih sama. Hanya ditambah tanggung jawab untuk setiap urusan yang berhubungan dengan keuangan di departemen ini. Naik gaji? I wish!
Menempati cubicle pojok, sendiri, ditemani kertas-kertas, dus-dus, box files yang menumpuk. Karena cubicle gw dekat dengan gudang. Tapi lumayan strategis lah. Kalo gw dateng terlambat, ga ada yg notice. :D
Yah.. welcome back to the real world. Perusahaan yang sudah menafkahi gw selama (hampir) 10 tahun. GILA.. 10 TAHUN GW KERJA DI GREY. Kira-kira berapa tahun lagi gw di kantor ini yah? (Tetap berharap bisa pindah kantor).
Tiga bulan full di rumah setelah melahirkan putri cantik yang kami nama kan Puti Nara Marteeza tidak membuat gw rajin menulis blog. Alasan klasik, disibukkan oleh dua orang anak, menjadikan gw bener2 harus mencuri waktu untuk sekedar membuka computer.
Back to work. Apakah berarti gw akan punya waktu atau bisa mencuri-curi waktu untuk selalu meng-ap-det blog gw dan Nasta? Kita lihat saja nanti.
Hari pertama kerja, ditandai dengan demo buruh. Hmm.. jujur aja, gw kurang terlalu paham mengenai UU tersebut, tapi gw pernah baca pasal-pasal yang merugikan karyawan. Walaupun tidak terjun ke jalan untuk demo, sebagai buruh – gw dukung!
Situasi kantor ga jauh beda waktu gw tinggal. Hanya beda nya waktu gw tinggal, masih di basement, sekarang balik ke lt. 5. Trus beberapa teman resign, ada juga teman baru. Selebihnya, masih orang yang sama. :D
Tugas kantor, masih sama. Hanya ditambah tanggung jawab untuk setiap urusan yang berhubungan dengan keuangan di departemen ini. Naik gaji? I wish!
Menempati cubicle pojok, sendiri, ditemani kertas-kertas, dus-dus, box files yang menumpuk. Karena cubicle gw dekat dengan gudang. Tapi lumayan strategis lah. Kalo gw dateng terlambat, ga ada yg notice. :D
Yah.. welcome back to the real world. Perusahaan yang sudah menafkahi gw selama (hampir) 10 tahun. GILA.. 10 TAHUN GW KERJA DI GREY. Kira-kira berapa tahun lagi gw di kantor ini yah? (Tetap berharap bisa pindah kantor).
Friday, April 28, 2006
Ibu Gendut
Ibu Gendut
Ga salah emang kalo Ata suka ngomong Ibu Gendut. I am. Hehehehe…. Senin dah ngantor, kekurangan baju dong untuk ngantor. Kayanya gw emang udah over size deh. Kacau neh. Menyusui malah bikin gendut (cie.. cari alas an).
Kemaren ke Matahari, ambil kemeja ukuran M dan L. Pede ga sih gw ambil ukuran M? Tapi siapa tahu kan? Gw mulai mencoba dari ukuran L dulu, OMIGOD!!! Ga cukup! Mampus deh gw, dgn malu gw ambil lagi ukuran XL. And it’s fit! Mampus ga sih??
Mba’ SPG nya bilang, abis melahirkan yah Bu? Lah kok tau mba? Jadilah gw cuma berani beli satu kemeja dulu. Ga mau ah stok baju gede banyak, nanti kan gw mengecil (hahahaha… pede.com judulnya).
Di tambah Ata suka bener bilang Ibu Gendut. Beberapa hari lalu, gw tidur emang sengaja mepet ke dia. Dengan santainya dia bilang, sanaan dong Bu, sempit nih. Ibu kan gendut! OMIGOD lagi. Trus tadi pagi, gw Tanya ke suami, Yah, ibu ma’ Ulfa gendutan siapa? Si Ayah menjawab, Ulfa deh… (hahahaha… biar bini nya seneng tuh).
Kayanya gendutan sekarang di banding hamil deh. Tapi jgn suruh gw pake baju hamil yah.. hehehe…
Yah.. pasrah dulu deh.. biarin deh di bilang gendut ma’ Ata. Ga bisa diet juga… laperan. Ditambah niat banget ngasih ASI Exclusive ke Nara. Insyaa Allah bisa. Amin. Bantuin doa dan support gw yah.
Biar gendut yg penting sehat, walaupun kurang fit (ga olahraga sih). Itu dia yg kurang!! OLAHRAGA.
Ga salah emang kalo Ata suka ngomong Ibu Gendut. I am. Hehehehe…. Senin dah ngantor, kekurangan baju dong untuk ngantor. Kayanya gw emang udah over size deh. Kacau neh. Menyusui malah bikin gendut (cie.. cari alas an).
Kemaren ke Matahari, ambil kemeja ukuran M dan L. Pede ga sih gw ambil ukuran M? Tapi siapa tahu kan? Gw mulai mencoba dari ukuran L dulu, OMIGOD!!! Ga cukup! Mampus deh gw, dgn malu gw ambil lagi ukuran XL. And it’s fit! Mampus ga sih??
Mba’ SPG nya bilang, abis melahirkan yah Bu? Lah kok tau mba? Jadilah gw cuma berani beli satu kemeja dulu. Ga mau ah stok baju gede banyak, nanti kan gw mengecil (hahahaha… pede.com judulnya).
Di tambah Ata suka bener bilang Ibu Gendut. Beberapa hari lalu, gw tidur emang sengaja mepet ke dia. Dengan santainya dia bilang, sanaan dong Bu, sempit nih. Ibu kan gendut! OMIGOD lagi. Trus tadi pagi, gw Tanya ke suami, Yah, ibu ma’ Ulfa gendutan siapa? Si Ayah menjawab, Ulfa deh… (hahahaha… biar bini nya seneng tuh).
Kayanya gendutan sekarang di banding hamil deh. Tapi jgn suruh gw pake baju hamil yah.. hehehe…
Yah.. pasrah dulu deh.. biarin deh di bilang gendut ma’ Ata. Ga bisa diet juga… laperan. Ditambah niat banget ngasih ASI Exclusive ke Nara. Insyaa Allah bisa. Amin. Bantuin doa dan support gw yah.
Biar gendut yg penting sehat, walaupun kurang fit (ga olahraga sih). Itu dia yg kurang!! OLAHRAGA.
Thursday, April 06, 2006
The Pacifier
Oh My God!! Begitulah kiranya yang gw dan laki gw ucapkan ketika melihat kebiasaan baru Nara. Kenapa harus mengikuti sang kakak sih??? Dan lucunya, Nara akan menangis jika si jempol ajaib itu di tarik dari mulut nya.
Beda nya Ata menggunakan jempol kiri, sedangkan Nara menggunakan jempol kanan. Pas kan? Anak ayah ibu memang kompak!!

Oh My God!! Begitulah kiranya yang gw dan laki gw ucapkan ketika melihat kebiasaan baru Nara. Kenapa harus mengikuti sang kakak sih??? Dan lucunya, Nara akan menangis jika si jempol ajaib itu di tarik dari mulut nya.
Beda nya Ata menggunakan jempol kiri, sedangkan Nara menggunakan jempol kanan. Pas kan? Anak ayah ibu memang kompak!!

Monday, April 03, 2006
Satu bulan lagi
Iya, satu bulan lagi gw masuk kerja... duh.. syndrom ibu-ibu yg mau ngantor setelah melahirkan.. males dan ga tega ninggalin anak. Yeah.. that's me.
Tapi 2 bulan di rumah aja pun, membosankan. Gw udah belajar ninggalin Nara dgn baby sitter, tentunya dah gw siapin stok susu di kulkas. Alhamdulillah Nara ga ada kesulitan nyusu dari botol. Weitss... plis.. gw tau, seharusnya dia tidak menggunakan dot, menghindari bingung puting. Tapi apa daya, daripada Nara nangis ngejer karena kalo pake sendok kelamaan. Dan alhamdulillah, nara masih tetep mau nyusu di puting gw.
Dan tugas gw sekarang ini, menyediakan stok ASI sebanyak-banyaknya.. supaya Nara ga akan kekurangan ASI selama gw kerja nanti. Pfuih... tugas berat.. kenapa gw bilang berat? karena sejak menggunakan pil KB, nafsu makan gw agak berkurang. Dan pastinya berpengaruh ke produksi susu dong.. ntah kenapa, gw jd ga nafsu makan gitu. Payah deh. Pdhal dsog nya bilang, ini pil khusus ibu menyusui.
Bantuin doa aja yah, smoga produksi susu gw banyak, dan gw bisa nabung ASI buat anak gw. So keinginan memberikan ASI Exclusive ke Nara tercapai. Amin.
Siapa sih yg tega ninggalin bayi montok seperti ini???
Iya, satu bulan lagi gw masuk kerja... duh.. syndrom ibu-ibu yg mau ngantor setelah melahirkan.. males dan ga tega ninggalin anak. Yeah.. that's me.
Tapi 2 bulan di rumah aja pun, membosankan. Gw udah belajar ninggalin Nara dgn baby sitter, tentunya dah gw siapin stok susu di kulkas. Alhamdulillah Nara ga ada kesulitan nyusu dari botol. Weitss... plis.. gw tau, seharusnya dia tidak menggunakan dot, menghindari bingung puting. Tapi apa daya, daripada Nara nangis ngejer karena kalo pake sendok kelamaan. Dan alhamdulillah, nara masih tetep mau nyusu di puting gw.
Dan tugas gw sekarang ini, menyediakan stok ASI sebanyak-banyaknya.. supaya Nara ga akan kekurangan ASI selama gw kerja nanti. Pfuih... tugas berat.. kenapa gw bilang berat? karena sejak menggunakan pil KB, nafsu makan gw agak berkurang. Dan pastinya berpengaruh ke produksi susu dong.. ntah kenapa, gw jd ga nafsu makan gitu. Payah deh. Pdhal dsog nya bilang, ini pil khusus ibu menyusui.
Bantuin doa aja yah, smoga produksi susu gw banyak, dan gw bisa nabung ASI buat anak gw. So keinginan memberikan ASI Exclusive ke Nara tercapai. Amin.
Siapa sih yg tega ninggalin bayi montok seperti ini???
Tuesday, February 07, 2006
Puti Nara Marteeza
Puti Nara Marteeza
Senin, 30 Januari 2006
Dari hari Sabtu sebenernya gw udah ga tahan banget ma' berat nya nih perut, di tambah si adek yg selalu bergerak dan sering kontraksi. Pesta kawinan sepupu pula. Hari Minggu, arisan di Bekasi. Kalo bukan di rumah ibu mungkin gw milih ga dateng. M' Indri ngajak nginep, ya sudah lah.. gw pikir, kalo toh nanti udah melahirkan ga bisa nginep dalam waktu dekat.
Hari Minggu, banyak orang.. dan gw bener2 ga bisa bantu apa2. Biasanya kan masih bisa lah dikit2.. lah ini, gerak dikit, perut langsung mengencang. Duh.. besok kudu ke rumah sakit nih.
Senin pagi, menuju RS Asih. dr. Krisna memang lagi praktek, tp gw langsung menuju ruang bersalin seperti yg blio sarankan jika gw merasa kontraksi terus menerus. Jam 10.30 sampe, bersamaan dgn sang dokter.. tp blio kan mau praktek di atas. Jam 11 kurang gw masuk ke ruang bersalin, cek punya cek... memang kontraksi terus..
15 menit berlalu... tiba-tiba si perawat mengatakan, "Bu, Pak, dokternya bilang langsung operasi aja jam 12 siang ini yah. Karena si ibu udah kontraksi terus nih." Wow..wow.... gilingan... cepet bener.. perkiraan gw kan jam 2an keatas.. atau bsk pagi kali... ternyata oh ternyata... ya sudah lah, biar cepat selesai.
Langsung aja para perawat itu memasang infus, ambil darah, cukur bulu.. (u knew bulu apa kan?), jam 12 lewat dikit, langsung di bawa ke ruang "pembantaian". Dokter anestesi sudah siap. Ga perlu proses lama, dokter anastesi langsung suntik, in a few minutes, gw udah kebas. Dokter Krisna dan Dokter Amru sudah siap. Waduh.. kok mata ini berat banget yah? Padahal dokter Bambang (anastesi) bilang, bius lokal loh. Duh... ngantuk... banget...
Bener-bener proses cepat, tiba-tiba dokter Krisna bilang, "Bu, ini bayi gendut nya. Perempuan, sehat." Saya hanya mampu memicingkan mata.. melihat bayi putih, dan memang 'ndut.. setelah itu rasanya gw tertidur. :D
Ga lama tersadar, sudah proses pembersihan badan aja. Dokter anastesi bilang, tadi sempet cium anaknya kan bu?
Lah.. mana gw sadar... :D
Alhamdulillah, telah lahir putri kedua kami, Puti Nara Marteeza, berat badan 3300gr, panjang 46cm.
Dan sekarang gw sedang menikmati sisa-sisa rasa sakit akibat operasi. Sambil berusaha memberikan ASI Exlusive. Insyaa Allah berhasil. Amin.
Senin, 30 Januari 2006
Dari hari Sabtu sebenernya gw udah ga tahan banget ma' berat nya nih perut, di tambah si adek yg selalu bergerak dan sering kontraksi. Pesta kawinan sepupu pula. Hari Minggu, arisan di Bekasi. Kalo bukan di rumah ibu mungkin gw milih ga dateng. M' Indri ngajak nginep, ya sudah lah.. gw pikir, kalo toh nanti udah melahirkan ga bisa nginep dalam waktu dekat.
Hari Minggu, banyak orang.. dan gw bener2 ga bisa bantu apa2. Biasanya kan masih bisa lah dikit2.. lah ini, gerak dikit, perut langsung mengencang. Duh.. besok kudu ke rumah sakit nih.
Senin pagi, menuju RS Asih. dr. Krisna memang lagi praktek, tp gw langsung menuju ruang bersalin seperti yg blio sarankan jika gw merasa kontraksi terus menerus. Jam 10.30 sampe, bersamaan dgn sang dokter.. tp blio kan mau praktek di atas. Jam 11 kurang gw masuk ke ruang bersalin, cek punya cek... memang kontraksi terus..
15 menit berlalu... tiba-tiba si perawat mengatakan, "Bu, Pak, dokternya bilang langsung operasi aja jam 12 siang ini yah. Karena si ibu udah kontraksi terus nih." Wow..wow.... gilingan... cepet bener.. perkiraan gw kan jam 2an keatas.. atau bsk pagi kali... ternyata oh ternyata... ya sudah lah, biar cepat selesai.
Langsung aja para perawat itu memasang infus, ambil darah, cukur bulu.. (u knew bulu apa kan?), jam 12 lewat dikit, langsung di bawa ke ruang "pembantaian". Dokter anestesi sudah siap. Ga perlu proses lama, dokter anastesi langsung suntik, in a few minutes, gw udah kebas. Dokter Krisna dan Dokter Amru sudah siap. Waduh.. kok mata ini berat banget yah? Padahal dokter Bambang (anastesi) bilang, bius lokal loh. Duh... ngantuk... banget...
Bener-bener proses cepat, tiba-tiba dokter Krisna bilang, "Bu, ini bayi gendut nya. Perempuan, sehat." Saya hanya mampu memicingkan mata.. melihat bayi putih, dan memang 'ndut.. setelah itu rasanya gw tertidur. :D
Ga lama tersadar, sudah proses pembersihan badan aja. Dokter anastesi bilang, tadi sempet cium anaknya kan bu?
Lah.. mana gw sadar... :D
Alhamdulillah, telah lahir putri kedua kami, Puti Nara Marteeza, berat badan 3300gr, panjang 46cm.
Dan sekarang gw sedang menikmati sisa-sisa rasa sakit akibat operasi. Sambil berusaha memberikan ASI Exlusive. Insyaa Allah berhasil. Amin.
Wednesday, January 25, 2006
My baby influence me
My baby influence me
Mungkin sudah pd baca tulisan gw ttg "rasa itu". Iya di tulisan itu gw menggambarkan kekhawatiran gw akan hal-hal yg seharusnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, jika kita benar-benar meyakini bahwa Allah yang akan menjaga kita semua.
Singkat cerita, kemaren gw janjian ma' seseorang dimana bbrp bulan silam gw belajar untuk menghandle sifat jutek dan jg belajar meditasi. (note: doski jg bisa meramal :D) Saat itu gw hanya ingin ngobrol dan berharap blio bisa membantu. Maksudnya, dgn kelebihannya itu, gw berharap blio bisa "melihat" apakah kekhawatiran gw ini masih wajar, atau ada hal lain. Sebenernya ga terlalu berat kan masalahnya? Hihihihi.... hanya perlu "diyakinkan" saja.
Pada awalnya blio menanyakan pandangan gw ttg "keinginan-keinginan" ibu hamil itu apakah purely keinginan si ibu, atau percaya bahwa memang si bayi yg menginginkannya i.e. ngidam. Dan gw dgn pikiran logic nya mengatakan, bhw itu hanya keinginan sang ibu. Toh kl si ibu bisa mengatur "otak" nya, keinginan itu akan teredam dgn sendirinya. Mungkin gw bukan tipikal orang yg percaya dgn reinkarnasi kali yah..
Akhirnya blio menjelaskan, sebenarnya proses reinkarnasi itu ada, dan blio mencontohkan bahwa di Al-Qur'an pun ada penjelasannya. Tapi maaf, gw ga berani mengutip omongan blio ini, krn gw kurang yakin persis nya omongan blio. Daripada salah.
Oh iya, sambil ngobrol blio ini memainkan pendulum nya (seperti Professor Calculus) dan blio menyimpulkan bhw, semua kekhawatiran gw ini berasal dari si jabang bayi. Believe it or not. Tapi begitulah yang terjadi. Dan blio bilang, krn gw udah pernah belajar meditasi, so blio menyarankan untuk mengejar ketinggalan (istilahnya) dlm 2 minggu ini tiap hari, terus menerus utk "talk to my baby". Intinya, memberi tahu bahwa tidak perlu khawatir akan apa yg akan terjadi kelak. Good side, my baby has strong instict, bad side nya, at this time dikuasai oleh "kekhawatiran" yg berlebihan. Jika tidak di kasih tau dari sekarang, ditakutkan si baby akan tumbuh menjadi anak yg penuh rasa khawatir. :(
Gw heran aja, masa sih si bayi bisa mempengaruhi sang ibu? Bukannya ibu yg mempengaruhi bayi? But that's what had happened. Trus gw jg cerita ttg keinginan gw ke Bali bbrp bulan silam, yg pd awalnya si abang keukeuh seumekeh ga mau pergi. Sambil pegang pendulumnya, blio bilang, "ya itu keinginan si bayi memang." Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... anak ibu mau jadi anak pantai yah??
Baiklah, gw akan coba utk "ngajak ngobrol" anak gw ini. Karena semua hal di dunia ini sudah di atur oleh Allah SWT. Nothing to worry about.
Mungkin sudah pd baca tulisan gw ttg "rasa itu". Iya di tulisan itu gw menggambarkan kekhawatiran gw akan hal-hal yg seharusnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, jika kita benar-benar meyakini bahwa Allah yang akan menjaga kita semua.
Singkat cerita, kemaren gw janjian ma' seseorang dimana bbrp bulan silam gw belajar untuk menghandle sifat jutek dan jg belajar meditasi. (note: doski jg bisa meramal :D) Saat itu gw hanya ingin ngobrol dan berharap blio bisa membantu. Maksudnya, dgn kelebihannya itu, gw berharap blio bisa "melihat" apakah kekhawatiran gw ini masih wajar, atau ada hal lain. Sebenernya ga terlalu berat kan masalahnya? Hihihihi.... hanya perlu "diyakinkan" saja.
Pada awalnya blio menanyakan pandangan gw ttg "keinginan-keinginan" ibu hamil itu apakah purely keinginan si ibu, atau percaya bahwa memang si bayi yg menginginkannya i.e. ngidam. Dan gw dgn pikiran logic nya mengatakan, bhw itu hanya keinginan sang ibu. Toh kl si ibu bisa mengatur "otak" nya, keinginan itu akan teredam dgn sendirinya. Mungkin gw bukan tipikal orang yg percaya dgn reinkarnasi kali yah..
Akhirnya blio menjelaskan, sebenarnya proses reinkarnasi itu ada, dan blio mencontohkan bahwa di Al-Qur'an pun ada penjelasannya. Tapi maaf, gw ga berani mengutip omongan blio ini, krn gw kurang yakin persis nya omongan blio. Daripada salah.
Oh iya, sambil ngobrol blio ini memainkan pendulum nya (seperti Professor Calculus) dan blio menyimpulkan bhw, semua kekhawatiran gw ini berasal dari si jabang bayi. Believe it or not. Tapi begitulah yang terjadi. Dan blio bilang, krn gw udah pernah belajar meditasi, so blio menyarankan untuk mengejar ketinggalan (istilahnya) dlm 2 minggu ini tiap hari, terus menerus utk "talk to my baby". Intinya, memberi tahu bahwa tidak perlu khawatir akan apa yg akan terjadi kelak. Good side, my baby has strong instict, bad side nya, at this time dikuasai oleh "kekhawatiran" yg berlebihan. Jika tidak di kasih tau dari sekarang, ditakutkan si baby akan tumbuh menjadi anak yg penuh rasa khawatir. :(
Gw heran aja, masa sih si bayi bisa mempengaruhi sang ibu? Bukannya ibu yg mempengaruhi bayi? But that's what had happened. Trus gw jg cerita ttg keinginan gw ke Bali bbrp bulan silam, yg pd awalnya si abang keukeuh seumekeh ga mau pergi. Sambil pegang pendulumnya, blio bilang, "ya itu keinginan si bayi memang." Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... anak ibu mau jadi anak pantai yah??
Baiklah, gw akan coba utk "ngajak ngobrol" anak gw ini. Karena semua hal di dunia ini sudah di atur oleh Allah SWT. Nothing to worry about.
Friday, January 20, 2006
Rasa Itu
Rasa Itu...
Ntah karena kondisi sedang hamil, atau memang pada dasar nya gw orang yg sensitive. Mudah tersentuh bahkan menangis untuk hal-hal kecil sekalipun. Jangan suruh liat TV yang penuh adegan penyiksaan, apalagi sekarang lagi maraknya orang tua yang menyiksa anak(anaknya). Plis, kalo pun gw punya kekuatan untuk membalas sakit hati atau sakit badan anak-anak tersebut, pasti akan gw kerjakan.
Rasa takut kehilangan.. kadang seringkali muncul. Cukup sering jika malam datang, dan gw memandang Nasta yang pulas tertidur, mengelus pipi nya.. sambil berpikir (tepatnya berhalusinasi kali yah).. apa yg terjadi jika gw meninggal dunia? Siapa yg akan mengurus dan merawat Nasta? Dan sudah bisa di tebak, air mata gw pasti langsung keluar. Atau.. bagaimana jika Nasta -- ntah bagaimana ceritanya -- terdampar di Jakarta yang kejam ini, tanpa perlindungan orang tua dan keluarga? Huwaaaaaaaaaaaaa.......... ya Allah.. aku titipkan anak ku ini pada Mu. Jagalah dia ya Allah, hanya kepadaMu lah hamba memohon.
Lain cerita, secara gw lagi hamil gede gini.. tiba-tiba terlintas pikiran.. bagaimana kalo gw tidak bisa menjalankan tugas sebagai ibu alias meninggal sesaat setelah melahirkan. Bayi gw ga dapet ASI Exclusive, siapa yg bisa jaga anak-anak gw? Apa abang akan cari istri yg bisa menyayangi anak-anak gw dgn setulus hati? Huwaaaaaaaaaaa.... nangis lagi...
(sstt... sambil nulis pun gw nangis.. ihiks...)
Beberapa hari yg lalu, abang mengeluh, sering nyeri di dada kiri. Gw berusaha tenang.. ya udah general check up aja deh kalo ada uang lebih. Itu saran gw. Tapi bbrp menit kemudian, gw langsung membayangkan.. seandainya abang meninggal.. meninggalkan gw dan anak-anak.. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... ga tahan bow... apalagi ngebayangin Nasta nangis di jasad ayah nya.. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......
Ya Allah, lindungi kami sekeluarga. Berikan kami kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kehidupan ini. apapun yang Engkau berikan. Amin.
Duh.. smoga ini hanya karena gw lagi hamil, kalo tidak, bisa gila gw.
Emang sih, kalo kata orang-orang bijak, semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan Allah SWT. Jadi sewaktu-waktu mau di ambil ma' Allah, kita musti pasrah dan terima. Tapi tetep aja .... huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Ntah karena kondisi sedang hamil, atau memang pada dasar nya gw orang yg sensitive. Mudah tersentuh bahkan menangis untuk hal-hal kecil sekalipun. Jangan suruh liat TV yang penuh adegan penyiksaan, apalagi sekarang lagi maraknya orang tua yang menyiksa anak(anaknya). Plis, kalo pun gw punya kekuatan untuk membalas sakit hati atau sakit badan anak-anak tersebut, pasti akan gw kerjakan.
Rasa takut kehilangan.. kadang seringkali muncul. Cukup sering jika malam datang, dan gw memandang Nasta yang pulas tertidur, mengelus pipi nya.. sambil berpikir (tepatnya berhalusinasi kali yah).. apa yg terjadi jika gw meninggal dunia? Siapa yg akan mengurus dan merawat Nasta? Dan sudah bisa di tebak, air mata gw pasti langsung keluar. Atau.. bagaimana jika Nasta -- ntah bagaimana ceritanya -- terdampar di Jakarta yang kejam ini, tanpa perlindungan orang tua dan keluarga? Huwaaaaaaaaaaaaa.......... ya Allah.. aku titipkan anak ku ini pada Mu. Jagalah dia ya Allah, hanya kepadaMu lah hamba memohon.
Lain cerita, secara gw lagi hamil gede gini.. tiba-tiba terlintas pikiran.. bagaimana kalo gw tidak bisa menjalankan tugas sebagai ibu alias meninggal sesaat setelah melahirkan. Bayi gw ga dapet ASI Exclusive, siapa yg bisa jaga anak-anak gw? Apa abang akan cari istri yg bisa menyayangi anak-anak gw dgn setulus hati? Huwaaaaaaaaaaa.... nangis lagi...
(sstt... sambil nulis pun gw nangis.. ihiks...)
Beberapa hari yg lalu, abang mengeluh, sering nyeri di dada kiri. Gw berusaha tenang.. ya udah general check up aja deh kalo ada uang lebih. Itu saran gw. Tapi bbrp menit kemudian, gw langsung membayangkan.. seandainya abang meninggal.. meninggalkan gw dan anak-anak.. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... ga tahan bow... apalagi ngebayangin Nasta nangis di jasad ayah nya.. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......
Ya Allah, lindungi kami sekeluarga. Berikan kami kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kehidupan ini. apapun yang Engkau berikan. Amin.
Duh.. smoga ini hanya karena gw lagi hamil, kalo tidak, bisa gila gw.
Emang sih, kalo kata orang-orang bijak, semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan Allah SWT. Jadi sewaktu-waktu mau di ambil ma' Allah, kita musti pasrah dan terima. Tapi tetep aja .... huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Monday, January 16, 2006
SMS
11 Jan, 0816 185 xxxx
Bang, jadi ambil green tea 500ml ga?
11 Jan, 0811115xxxx
Jadi Mel, anter ke cikajang aja yah.
11 Jan, 0816 185 xxxx
OK, thanks
13 Jan, 0816 185 3346
Bang, nomer berapa rumah nya? Nanti ketemu siapa?
13 Jan, 0811115xxxx
Jl. Cikajang No. 8, sama siapa aja Mel. Botol kosong ma' uang udah gw titipin.
13 Jan, 0816 185 xxxx
OK, tks
13 Jan, 0811115xxxx
Barang sdh diterima. Tapi kurir nya ngga nunggu. Jd uang dan botol msh di ckj.
13 Jan, 0816 185 xxxx
Bang, uang transfer aja ke BCA Meli yah. A/c 0701196111.
13 Jan, 0811115xxxx
OK
14 Jan, 081317666xxxx
Innalilahi wa ina illaihi rojiun. Achyar Abbas Ibrahim meninggal tadi pagi pkl 06.000 di rumahnya karena sakit jantung. Jenasah skrg ada di rmh ibu nya Jl. Cikajang no. 8
.................................................
.................................................
.................................................
.................................................
Innalillahi wa inna illaihi roji'un.
Smoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.
Bang, jadi ambil green tea 500ml ga?
11 Jan, 0811115xxxx
Jadi Mel, anter ke cikajang aja yah.
11 Jan, 0816 185 xxxx
OK, thanks
13 Jan, 0816 185 3346
Bang, nomer berapa rumah nya? Nanti ketemu siapa?
13 Jan, 0811115xxxx
Jl. Cikajang No. 8, sama siapa aja Mel. Botol kosong ma' uang udah gw titipin.
13 Jan, 0816 185 xxxx
OK, tks
13 Jan, 0811115xxxx
Barang sdh diterima. Tapi kurir nya ngga nunggu. Jd uang dan botol msh di ckj.
13 Jan, 0816 185 xxxx
Bang, uang transfer aja ke BCA Meli yah. A/c 0701196111.
13 Jan, 0811115xxxx
OK
14 Jan, 081317666xxxx
Innalilahi wa ina illaihi rojiun. Achyar Abbas Ibrahim meninggal tadi pagi pkl 06.000 di rumahnya karena sakit jantung. Jenasah skrg ada di rmh ibu nya Jl. Cikajang no. 8
.................................................
.................................................
.................................................
.................................................
Innalillahi wa inna illaihi roji'un.
Smoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.
Monday, January 09, 2006
Rumah Pertama
Rumah Pertama
Alhamdulillah, akhirnya rumah pertama kami jadi juga. Well, maksudnya sih udah serah terima kunci, tapi masih jauh dari ideal untuk ditempati.
Dari developer kami dapat jatah 90 hari untuk complaint kondisi rumah, untuk semua hal. Hhmm... kalo yang basic dan kasat mata sih bisa langsung keliatan, tapi kalo kebocoran pipa, dll,dsb bagaimana? Karena kami kan tidak langsung menempati rumah ini.
Hari pertama setelah serah terima kunci, saya dan abang sudah menemukan beberapa hal untuk diperbaiki. Tapi tunggu deh sampai minggu depan, waktu kami pun lebih santai. Dan Minggu kemaren kami kesana lagi pas saat hujan mengguyur Cibubur dan sekitarnya. hasilnya? Ini dia beberapa "keluhan" kami yang siap ditujukan ke developer.
- Plafon dan dinding dapur rembes karena hujan
- keramik kamar belakang ada yang cacat (bocel)
- Cat dekat stop kontak belum rapi
- Plafon dapur bergelombang
- Air mengalir dari salah satu keran di kamar mandi (ntah itu air hujan atau apa)
- List jendela ruang tamu tidak rapi (baik cat maupun kayu nya)
- Dinding ruang tamu (pojokan) ada yg retak
- Kayu jendela ruang tamu ada yg keropos
- Genteng depan rumah pecah
- Kaca semua jendela masih belepotan cat
- tembok-tembok dekat pintu (hampir semua pintu) terlihat tidak padat. Baca : seperti keropos.
Lalu hal-hal lain seperti :
- handle pintu, keran air dan lampu (bohlam) kapan mulai di pasang?
- tanah belakang masih berantakan
Jadi bingung kan? Apakah memang kondisi nya seperti ini atau seharusnya serah terima saat benar-benar rapih kan?
Sempet sih dikasih tau temen, jangan terima dulu kunci rumah nya, sampe kondisi rumah benar2 terlihat "rapi". Well, terlanjur juga kan?
Lagipula kami pun blm bisa "membangun" rumah mungil itu sebelum masa 90 hari dari developer terlewati. Lah kapan kami bisa mbangun kamar asisten dong?
Sebenernya dilema juga bagi kami sekeluarga.. pengen nya sih langsung menempati rumah pertama kami, apapun kondisi nya. Sempat juga terlintas, "kita tempati rumah paling tidak, isi kamar sudah cukup lengkap dan sudah mbangun kamar tidur asisten." Tapi lagi-lagi seorang teman memberi nasehat, "kalo nunggu komplit, lo ga akan pindah-pindah!!" Intinya, seadanya aja. Kalo emang blm bisa bangun kamar PRT, mreka kan bisa tidur di kamar yg buat Nasta. Sedangkan Nasta tetap sekamar dgn kami. Hhmm... betul juga sih. Abang sempet "goyah" juga.. goyah dalam arti, setuju dgn usul teman saya itu. Karena memang kalo harus nunggu mbangun kamar PRT, akan membutuhkan waktu yg lebih lama lagi.
Di satu sisi, sy mengerti sekali kekhawatiran abang untuk nekat pindah.. pertama, sy kan baru punya bayi.. kondisi rumah blm terlalu nyaman, jauh dari orang tua.. kekhawatiran yang wajar. Kalau saya punya pikiran yg lain lagi, niat nya pengen buru2 pindah bukan karena ada masalah atau apa, tapi lebih ke .. mumpung masih cuti melahirkan nih, jadi sy punya banyak waktu di rumah dan memperhatikan keadaan sekitar. Insyaa Allah lebih tau bagaimana tetangga-tetangga kami nanti nya. Intinya, Bismillah aja.
Tapi sekali lagi kami punya sedikit hambatan, abang berhenti dari kerjaannya. Dan pastinya akan mengganggu cash flow kami. Tadi pagi abang menyampaikan pesan dari mama, "disarankan pindah rumah nya nunggu kalo abang sudah ada penghasilan yang pasti."
Akhirnya saya memilih untuk lebih realistis dalam menghadapi hidup ini. Segala sesuatu itu kan sudah di atur Allah SWT. Dia lah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk ummat Nya. Jadi kalo emang sudah waktu nya sy pindah dlm waktu dekat, Insyaa Allah dimudahkan olehNya. Jika tidak pun, berarti memang kami harus lebih lama tinggal di Pondok Mertua Indah. Tapi dengan harapan, "Smoga tidak lama-lama." Karena sy pengen juga secepatnya menempati rumah pertama kami.
Well, mungkin byk yg heran yah kenapa sy menyebutkan rumah pertama, daripada rumah baru kami? Hehehe... ini disebabkan, sy punya keyakinan bahwa suatu hari nanti sy akan punya "rumah-rumah" lain. Amiiinnnn...
Alhamdulillah, akhirnya rumah pertama kami jadi juga. Well, maksudnya sih udah serah terima kunci, tapi masih jauh dari ideal untuk ditempati.
Dari developer kami dapat jatah 90 hari untuk complaint kondisi rumah, untuk semua hal. Hhmm... kalo yang basic dan kasat mata sih bisa langsung keliatan, tapi kalo kebocoran pipa, dll,dsb bagaimana? Karena kami kan tidak langsung menempati rumah ini.
Hari pertama setelah serah terima kunci, saya dan abang sudah menemukan beberapa hal untuk diperbaiki. Tapi tunggu deh sampai minggu depan, waktu kami pun lebih santai. Dan Minggu kemaren kami kesana lagi pas saat hujan mengguyur Cibubur dan sekitarnya. hasilnya? Ini dia beberapa "keluhan" kami yang siap ditujukan ke developer.
- Plafon dan dinding dapur rembes karena hujan
- keramik kamar belakang ada yang cacat (bocel)
- Cat dekat stop kontak belum rapi
- Plafon dapur bergelombang
- Air mengalir dari salah satu keran di kamar mandi (ntah itu air hujan atau apa)
- List jendela ruang tamu tidak rapi (baik cat maupun kayu nya)
- Dinding ruang tamu (pojokan) ada yg retak
- Kayu jendela ruang tamu ada yg keropos
- Genteng depan rumah pecah
- Kaca semua jendela masih belepotan cat
- tembok-tembok dekat pintu (hampir semua pintu) terlihat tidak padat. Baca : seperti keropos.
Lalu hal-hal lain seperti :
- handle pintu, keran air dan lampu (bohlam) kapan mulai di pasang?
- tanah belakang masih berantakan
Jadi bingung kan? Apakah memang kondisi nya seperti ini atau seharusnya serah terima saat benar-benar rapih kan?
Sempet sih dikasih tau temen, jangan terima dulu kunci rumah nya, sampe kondisi rumah benar2 terlihat "rapi". Well, terlanjur juga kan?
Lagipula kami pun blm bisa "membangun" rumah mungil itu sebelum masa 90 hari dari developer terlewati. Lah kapan kami bisa mbangun kamar asisten dong?
Sebenernya dilema juga bagi kami sekeluarga.. pengen nya sih langsung menempati rumah pertama kami, apapun kondisi nya. Sempat juga terlintas, "kita tempati rumah paling tidak, isi kamar sudah cukup lengkap dan sudah mbangun kamar tidur asisten." Tapi lagi-lagi seorang teman memberi nasehat, "kalo nunggu komplit, lo ga akan pindah-pindah!!" Intinya, seadanya aja. Kalo emang blm bisa bangun kamar PRT, mreka kan bisa tidur di kamar yg buat Nasta. Sedangkan Nasta tetap sekamar dgn kami. Hhmm... betul juga sih. Abang sempet "goyah" juga.. goyah dalam arti, setuju dgn usul teman saya itu. Karena memang kalo harus nunggu mbangun kamar PRT, akan membutuhkan waktu yg lebih lama lagi.
Di satu sisi, sy mengerti sekali kekhawatiran abang untuk nekat pindah.. pertama, sy kan baru punya bayi.. kondisi rumah blm terlalu nyaman, jauh dari orang tua.. kekhawatiran yang wajar. Kalau saya punya pikiran yg lain lagi, niat nya pengen buru2 pindah bukan karena ada masalah atau apa, tapi lebih ke .. mumpung masih cuti melahirkan nih, jadi sy punya banyak waktu di rumah dan memperhatikan keadaan sekitar. Insyaa Allah lebih tau bagaimana tetangga-tetangga kami nanti nya. Intinya, Bismillah aja.
Tapi sekali lagi kami punya sedikit hambatan, abang berhenti dari kerjaannya. Dan pastinya akan mengganggu cash flow kami. Tadi pagi abang menyampaikan pesan dari mama, "disarankan pindah rumah nya nunggu kalo abang sudah ada penghasilan yang pasti."
Akhirnya saya memilih untuk lebih realistis dalam menghadapi hidup ini. Segala sesuatu itu kan sudah di atur Allah SWT. Dia lah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk ummat Nya. Jadi kalo emang sudah waktu nya sy pindah dlm waktu dekat, Insyaa Allah dimudahkan olehNya. Jika tidak pun, berarti memang kami harus lebih lama tinggal di Pondok Mertua Indah. Tapi dengan harapan, "Smoga tidak lama-lama." Karena sy pengen juga secepatnya menempati rumah pertama kami.
Well, mungkin byk yg heran yah kenapa sy menyebutkan rumah pertama, daripada rumah baru kami? Hehehe... ini disebabkan, sy punya keyakinan bahwa suatu hari nanti sy akan punya "rumah-rumah" lain. Amiiinnnn...
Tuesday, January 03, 2006
Tikus oh tikus
Tikus oh Tikus....
Tulisan ini di buat bukan karena kasus bakso tikus yg menghebohkan itu.. tapi karena ada tikus di kamar ku.... huwaaaaaaaaaaaaaa.....
Begini ceritanya:
Tadi pagi sekitar pukul 3 dinihari, sy merasa ada sesuatu melewati badan saya... hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..... dan sy lihat seeokor TIKUS!! Alamak... tikus melintas tempat tidur sy yg memang tidak pake rangka.
Liat suami, ga ada.. ooo.. lagi nonton bola.. langsung sy bilang suami, dengan tidak percaya dia malah bertanya, "yakin itu tikus? bukan kecoa?" Lah.. berat nya kan beda antara tikus dan kecoa. Si abang langsung gendong Nasta, dan sy pun sibuk menggeser2 lemari.. alhasil... benar kan... tikus itu mencoba keluar tapi terhalang... hiiiii... dan tikus itu berhasil ngumpet di belakang lemari pakaian.
Dan sy dan suami pun tidak bisa tidur lagi.. sambil membayangkan.. tikus nya dah keluar atau belum yah?
Eits.. secara kami berdua sama-sama takut tikus, jd tidak seorang pun dari kami berusaha untuk menggeser2 si lemari pakaian... tunggu aja deh sampe para asisten bangun.. hihihihihihihihihi.......
so sy cek email, suami sih bisa ikut tiduran di kasur kecil yg diletakkan di depan TV bersama Nasta. Tp sy ga mungkin dong? Apalagi jam 5 kurang, mama papa udah keluar kamar dan nongkrong di depan TV juga. :D
Jam 6 kurang, baru para assisten di suruh cek kamar. Dan menurut suster nya Nasta, tikus nya terjepit. Hiiiiiiiiiiiiiiii.... (lagi). Dia pun terkaget2... "sy diliatin tikus nya Bu." hehehehe.... Dan tetep ga ada yg berani juga. Akhirnya, memang harus menunggu supir kami dateng.. dan blio lah yang berani menggetok si tikus dan membuang bangkai nya.. hiiiiiiiiiiiiiiiiiiii (lagi).
Duh... tikus kok di kamar tidur sih??? Dan sempet melewati badan sy pulak. Ampun... hiiiiiiiiiii..... (lagi).
Jadi.. jangan salahkan sy setelah jam makan siang, mata langsung memerah dan tak kuasa menahan kantuk.
Dasar Tikus ga tau aturan!!!!!
Tulisan ini di buat bukan karena kasus bakso tikus yg menghebohkan itu.. tapi karena ada tikus di kamar ku.... huwaaaaaaaaaaaaaa.....
Begini ceritanya:
Tadi pagi sekitar pukul 3 dinihari, sy merasa ada sesuatu melewati badan saya... hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..... dan sy lihat seeokor TIKUS!! Alamak... tikus melintas tempat tidur sy yg memang tidak pake rangka.
Liat suami, ga ada.. ooo.. lagi nonton bola.. langsung sy bilang suami, dengan tidak percaya dia malah bertanya, "yakin itu tikus? bukan kecoa?" Lah.. berat nya kan beda antara tikus dan kecoa. Si abang langsung gendong Nasta, dan sy pun sibuk menggeser2 lemari.. alhasil... benar kan... tikus itu mencoba keluar tapi terhalang... hiiiii... dan tikus itu berhasil ngumpet di belakang lemari pakaian.
Dan sy dan suami pun tidak bisa tidur lagi.. sambil membayangkan.. tikus nya dah keluar atau belum yah?
Eits.. secara kami berdua sama-sama takut tikus, jd tidak seorang pun dari kami berusaha untuk menggeser2 si lemari pakaian... tunggu aja deh sampe para asisten bangun.. hihihihihihihihihi.......
so sy cek email, suami sih bisa ikut tiduran di kasur kecil yg diletakkan di depan TV bersama Nasta. Tp sy ga mungkin dong? Apalagi jam 5 kurang, mama papa udah keluar kamar dan nongkrong di depan TV juga. :D
Jam 6 kurang, baru para assisten di suruh cek kamar. Dan menurut suster nya Nasta, tikus nya terjepit. Hiiiiiiiiiiiiiiii.... (lagi). Dia pun terkaget2... "sy diliatin tikus nya Bu." hehehehe.... Dan tetep ga ada yg berani juga. Akhirnya, memang harus menunggu supir kami dateng.. dan blio lah yang berani menggetok si tikus dan membuang bangkai nya.. hiiiiiiiiiiiiiiiiiiii (lagi).
Duh... tikus kok di kamar tidur sih??? Dan sempet melewati badan sy pulak. Ampun... hiiiiiiiiiii..... (lagi).
Jadi.. jangan salahkan sy setelah jam makan siang, mata langsung memerah dan tak kuasa menahan kantuk.
Dasar Tikus ga tau aturan!!!!!
Saturday, December 31, 2005
Tahun Baru 2006
Tahun Baru 2006
Apa resolusi saya di tahun 2006? Please.. jangan tanyakan itu kepada saya.. karena saya suka bingung sendiri..
Tiap akhir tahun.. saya jarang sekali menargetkan apapun untuk tahun berikutnya.. saya hanya menginginkan kehidupan lebih baik di tahun mendatang. Sama juga dengan tahun ini. Tidak berambisi?? Ahh… apalah saya ini?? Kadang keinginan yang terlalu menguasai hati dan pikiran malah bikin kacau segalanya. Jadi mungkin lebih baik jika saya membiarkan hidup saya mengalir seperti air. Tapi tetap berharap yang terbaiklah yang diberikan Allah SWT untuk saya dan keluarga. Amin.
Mungkin di akhir tahun ini saya malah harus banyak bersyukur kepada Allah SWT, atas segala rahmat, berkah dan nikmat yang telah Dia berikan. Dibalik setiap kendala yang saya dan suami hadapi, Insyaa Allah selalu ada hikmah dibalik semua nya. Dan dengan ijin Allah, kami bisa menghadapinya. Amin. Nasheeta menjadi anak yang menyenangkan dan sehat, itu karunia terbesar Allah SWT. Bapak dan Ibu sehat, Mama dan Papa sehat.. semua keluarga terdekat sehat.. itu karunia terbesar Allah SWT. Hamil besar tanpa masalah berarti, dan dengan harapan (benar-benar harapan dan dipanjatkan tiap hari secara khusus) anak kedua kami sehat jasmani dan rohani. Ammmiiiiinnnn….
Menjelang akhir tahun 2005, kami sudah berhak memiliki sebuah rumah kecil dan nyaman.. Alhamdulillah, dengan harapan, smoga rumah itu diberkahi Allah SWT, dan kami semua dapat berlindung atas ijin Nya. Amin.
Para ahli meramalkan tahun 2006 ini tahun penuh kesulitan. Sempat ada rasa pesimis di hati saya. Tapi saya yakin, Allah punya rencana lain di setiap kehidupan ummat Nya. Dan lagi-lagi saya berharap yang terbaik dari Allah untuk kami sekeluarga. Amin.
Jadi dengan hati pasrah Lillahi ta'ala, mengharap yang terbaik dari Nya, ijinkan saya berucap:
Selamat Tahun Baru 2006, smoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat ummatNya. Amin.
meli, luthfi & nasta + calon adik
Apa resolusi saya di tahun 2006? Please.. jangan tanyakan itu kepada saya.. karena saya suka bingung sendiri..
Tiap akhir tahun.. saya jarang sekali menargetkan apapun untuk tahun berikutnya.. saya hanya menginginkan kehidupan lebih baik di tahun mendatang. Sama juga dengan tahun ini. Tidak berambisi?? Ahh… apalah saya ini?? Kadang keinginan yang terlalu menguasai hati dan pikiran malah bikin kacau segalanya. Jadi mungkin lebih baik jika saya membiarkan hidup saya mengalir seperti air. Tapi tetap berharap yang terbaiklah yang diberikan Allah SWT untuk saya dan keluarga. Amin.
Mungkin di akhir tahun ini saya malah harus banyak bersyukur kepada Allah SWT, atas segala rahmat, berkah dan nikmat yang telah Dia berikan. Dibalik setiap kendala yang saya dan suami hadapi, Insyaa Allah selalu ada hikmah dibalik semua nya. Dan dengan ijin Allah, kami bisa menghadapinya. Amin. Nasheeta menjadi anak yang menyenangkan dan sehat, itu karunia terbesar Allah SWT. Bapak dan Ibu sehat, Mama dan Papa sehat.. semua keluarga terdekat sehat.. itu karunia terbesar Allah SWT. Hamil besar tanpa masalah berarti, dan dengan harapan (benar-benar harapan dan dipanjatkan tiap hari secara khusus) anak kedua kami sehat jasmani dan rohani. Ammmiiiiinnnn….
Menjelang akhir tahun 2005, kami sudah berhak memiliki sebuah rumah kecil dan nyaman.. Alhamdulillah, dengan harapan, smoga rumah itu diberkahi Allah SWT, dan kami semua dapat berlindung atas ijin Nya. Amin.
Para ahli meramalkan tahun 2006 ini tahun penuh kesulitan. Sempat ada rasa pesimis di hati saya. Tapi saya yakin, Allah punya rencana lain di setiap kehidupan ummat Nya. Dan lagi-lagi saya berharap yang terbaik dari Allah untuk kami sekeluarga. Amin.
Jadi dengan hati pasrah Lillahi ta'ala, mengharap yang terbaik dari Nya, ijinkan saya berucap:
Selamat Tahun Baru 2006, smoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat ummatNya. Amin.
meli, luthfi & nasta + calon adik
Wednesday, December 14, 2005
Menjadi manusia yg tumbuh dewasa adalah suatu proses alami. Tetapi menjadi manusia dewasa yang bijak adalah proses belajar.
Benar ga sih opini saya tersebut?
Semua orang kan pasti akan jadi dewasa toh? Tapi yg saya jumpai dalam keseharian hidup ini, tidak semua orang dewasa itu mampu menjadi manusia bijak. Entahlah mengapa. Lalu bagaimana menentukan seseorang itu manusia bijaksana atau tidak?
Maaf saya sendiri masih bingung untuk mencari contoh manusia bijak dalam kehidupan nyata. Tapi saya janji, jika saya sudah menemukannya, saya akan cerita.
Benar ga sih opini saya tersebut?
Semua orang kan pasti akan jadi dewasa toh? Tapi yg saya jumpai dalam keseharian hidup ini, tidak semua orang dewasa itu mampu menjadi manusia bijak. Entahlah mengapa. Lalu bagaimana menentukan seseorang itu manusia bijaksana atau tidak?
Maaf saya sendiri masih bingung untuk mencari contoh manusia bijak dalam kehidupan nyata. Tapi saya janji, jika saya sudah menemukannya, saya akan cerita.
Thursday, December 08, 2005
Begini Rasanya....
Begini Rasanya....
Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan bekerja kepada saya. Mengingat banyak sekali orang-orang di sekitar yang kehilangan pekerjaan.
Alhamdulillah, memang banyak hikmah yang bisa saya ambil dari hasil mutasi kerja ini. Selain jenis pekerjaannya yg lebih "ramai" juga kawan-kawan yang .... ampun deh.. cerewet semua... Banyak yg heran melihat saya bisa "betah" duduk di G2. Pertama, karena saya terbiasa dengan ruang kaca, sendirian pula, jauh dari bising.. Lalu saya duduk satu ruangan dengan para perempuan cantik (tapi cerewet) yang kalo sudah ngomong, BERISIIIIIIIIKKKK.. BANGET!
Lalu "ilmu pengetahuan" yang tidak akan saya dapatkan jika saya masih duduk manis di ruang kaca.
Seperti beberapa hari terakhir ini.. client akan tutup buku pertengahan bulan, mau tak mau saya membantu para perempuan di ruangan ini untuk yang berurusan dengan keuangan. Ah... ribet ternyata.. dan herannya, kok banyak orang yg betah dengan kerjaan accounting yah? :D
Apapun jenis pekerjaannya, jika bisa membuat saya tambah pengetahuan, ternyata menyenangkan sekali. Dan Alhamdulillah, saya bisa. (hehehe.. itu sih pendapat pribadi loh).
Ini sekedar curahan hati dikala sibuk dengan tugas lain... daripada terus-menerus melihat angka-angka, kolom-kolom di program Microsoft Excel, ijinkan saya sejenak "mengurus" blog tercinta ini.
Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan bekerja kepada saya. Mengingat banyak sekali orang-orang di sekitar yang kehilangan pekerjaan.
Alhamdulillah, memang banyak hikmah yang bisa saya ambil dari hasil mutasi kerja ini. Selain jenis pekerjaannya yg lebih "ramai" juga kawan-kawan yang .... ampun deh.. cerewet semua... Banyak yg heran melihat saya bisa "betah" duduk di G2. Pertama, karena saya terbiasa dengan ruang kaca, sendirian pula, jauh dari bising.. Lalu saya duduk satu ruangan dengan para perempuan cantik (tapi cerewet) yang kalo sudah ngomong, BERISIIIIIIIIKKKK.. BANGET!
Lalu "ilmu pengetahuan" yang tidak akan saya dapatkan jika saya masih duduk manis di ruang kaca.
Seperti beberapa hari terakhir ini.. client akan tutup buku pertengahan bulan, mau tak mau saya membantu para perempuan di ruangan ini untuk yang berurusan dengan keuangan. Ah... ribet ternyata.. dan herannya, kok banyak orang yg betah dengan kerjaan accounting yah? :D
Apapun jenis pekerjaannya, jika bisa membuat saya tambah pengetahuan, ternyata menyenangkan sekali. Dan Alhamdulillah, saya bisa. (hehehe.. itu sih pendapat pribadi loh).
Ini sekedar curahan hati dikala sibuk dengan tugas lain... daripada terus-menerus melihat angka-angka, kolom-kolom di program Microsoft Excel, ijinkan saya sejenak "mengurus" blog tercinta ini.
Friday, October 28, 2005
Mandiri
Mandiri
Ini sudah hari kedua sejak PRT dan BS pulang kampung. Alhamdulillah, masih ada PRT mertua yg bisa bantu masak (sementara). Besok nih.. baru deh.. pusing mikirin makanan. Seandainya gw bisa masak, ga perlu sejago Inong deh.. cukup sekedar bisa aja, biar ga pusing :D
Baru dua hari.. sudah lumayan melelahkan.. kebayang dong.. kalo harus gendong nasta yg beratnya sudah lebih dari 15 kg. Ditambah perut buncit berusia lebih dari 22 minggu. Alhamdulillah, kehamilan kali ini Insyaa Allah tidak terlalu bermasalah. Smoga sampai kelahirannya kelak. Aminn...
Satu hal yang pasti, kenapa saya sulit sekali marah ke Nasta.. ?? Well, tetep sih marah.. tapi abis itu selalu timbul penyesalan.. walaupun dia memang pantas untuk dimarahi. Mendengar dia menangis.. ah.. ga tega deh..
Oh iya, Alhamdulillah juga, Nasta ga ribut cari Ute nya. kalo ditanya, Ute kemana, dengan tenang dia akan menjawab : pulang kampung.
Baru hari ini Mama Mertua saya menyampaikan keluhannya tentang si Ute. :(
Menurut blio, Ute ini kasar. Ga ada lemah lembut nya. Well, bukannya gw tidak menyadari hal itu. Dari awal pun gw udah tau.. bahwa Ute ini seperti itu, kalo ngomong pun.. kaya orang ngajak berantem. Tapi orang kan tidak selamanya sempurna. Kalo gw asal dia bisa mengurus Nasta dengan baik, tidak membawa pengaruh buruk ke Nasta, hal-hal negatif lainnya asal tidak prinsipil, harus diikhlaskan. Well, gw bukan orang yg takut tidak punya pembantu. insyaa Allah, kalo emang si Ute ga mau balik atau karena satu dan lain hal gw harus mengeluarkan dia, Insyaa Allah gw bisa mendapatkan pengganti. Atau.. brenti kerja.
Allah Maha Mengetahui yang Terbaik buat UmmatNya. Gw percaya itu.
Yang pasti, selama dua minggu ke depan, ini saat yg baik buat gw untuk bisa "mengurus anak" sendiri. Bisa kok. tahun-tahun sebelumnya aja bisa. ;)
Ini sudah hari kedua sejak PRT dan BS pulang kampung. Alhamdulillah, masih ada PRT mertua yg bisa bantu masak (sementara). Besok nih.. baru deh.. pusing mikirin makanan. Seandainya gw bisa masak, ga perlu sejago Inong deh.. cukup sekedar bisa aja, biar ga pusing :D
Baru dua hari.. sudah lumayan melelahkan.. kebayang dong.. kalo harus gendong nasta yg beratnya sudah lebih dari 15 kg. Ditambah perut buncit berusia lebih dari 22 minggu. Alhamdulillah, kehamilan kali ini Insyaa Allah tidak terlalu bermasalah. Smoga sampai kelahirannya kelak. Aminn...
Satu hal yang pasti, kenapa saya sulit sekali marah ke Nasta.. ?? Well, tetep sih marah.. tapi abis itu selalu timbul penyesalan.. walaupun dia memang pantas untuk dimarahi. Mendengar dia menangis.. ah.. ga tega deh..
Oh iya, Alhamdulillah juga, Nasta ga ribut cari Ute nya. kalo ditanya, Ute kemana, dengan tenang dia akan menjawab : pulang kampung.
Baru hari ini Mama Mertua saya menyampaikan keluhannya tentang si Ute. :(
Menurut blio, Ute ini kasar. Ga ada lemah lembut nya. Well, bukannya gw tidak menyadari hal itu. Dari awal pun gw udah tau.. bahwa Ute ini seperti itu, kalo ngomong pun.. kaya orang ngajak berantem. Tapi orang kan tidak selamanya sempurna. Kalo gw asal dia bisa mengurus Nasta dengan baik, tidak membawa pengaruh buruk ke Nasta, hal-hal negatif lainnya asal tidak prinsipil, harus diikhlaskan. Well, gw bukan orang yg takut tidak punya pembantu. insyaa Allah, kalo emang si Ute ga mau balik atau karena satu dan lain hal gw harus mengeluarkan dia, Insyaa Allah gw bisa mendapatkan pengganti. Atau.. brenti kerja.
Allah Maha Mengetahui yang Terbaik buat UmmatNya. Gw percaya itu.
Yang pasti, selama dua minggu ke depan, ini saat yg baik buat gw untuk bisa "mengurus anak" sendiri. Bisa kok. tahun-tahun sebelumnya aja bisa. ;)
Thursday, October 13, 2005
Menjadi KAYA, suatu KEHARUSAN!!
Menjadi KAYA, suatu KEHARUSAN!!!
Sudah beberapa hari ini kalimat itu menjadi acuan saya. Sebenernya sudah cukup sering sy mendengar hal itu, dengan konteks yg berbeda-beda. Dengan maksud yg berbeda-beda pula.
Tapi nasehat ibu dari seorang kawan, "Menjadi kaya itu WAJIB. Karena dengan menjadi kaya kita bisa menolong sesama." Duh.. basic banget kan? Tapi kenapa baru "kena" sampe ke "dalem" sekarang ini yah?
Salah satu tujuan utama saya terus bekerja pun sebenarnya ingin membantu orang tua, baik orang tua saya maupun suami (apa beda nya yah?? hehehe).. Dan saya memang sudah niat, sy harus kaya.. bahkan sampai saat saya tua nanti.. biar tidak memberatkan anak-anak saya nantinya. Bukan.. bukan.. maksudnya bukan saat ini saya merasa diberatkan loh.. hanya saja, mereka menjadi "pelajaran" bagi saya pribadi. Punya tabungan di hari tua, AMAT SANGAT PENTING.
Selayaknya manusia normal, keinginan duniawi memang masih menjadi keinginan utama. Paling tidak sandang, pangan dan papan tercukupi dengan baik. Alhamdulillah. Bisa punya mobil bagus (tidak harus baru). Liburan tiap tahun. Anak-anak bisa bersekolah dengan baik, buat bekal mereka nantinya. Itu harapan saya.
Tapi sekedar mengandalkan gaji bulanan, dengan posisi yang sama, tidak lah bisa menjadi patokan. Oleh karena itu, saya pun mencoba bisnis kecil-kecilan, dgn modal yg tidak terlalu memberatkan sebenernya. Dulu, untuk membayangkan saya menjual sesuatu.. itu amatlah mustahil. Padang kafir, itu lah saya. Karena biasanya kan orang berdarah Minang jago dagang :D.
Sejak saya bergabung di bisnis Bel Air ini, semua titipan teman saya bantu jual. Baik yang tanpa untung maupun dengan untung kecil. Intinya, bantu teman. Jadi teman mulai nitip : Abon, kue, mukena, tas, baju, dll,dsb. Saya terima. Pada heran yah kenapa kok mau terima yang tanpa untung? Karena ya itu, niat saya bantu. Dan mereka pun menaruh barang dagangan dan mengambil sendiri. Saya kan ga keluar uang sama sekali. :D
Mengenai bisnis Bel Air ini pun, awalnya saya hanya pemakai setia. Tanpa niat sama sekali menjalankan bisnis nya. Setelah mengumpulkan poin sehingga cukup menjadi member, saya daftar.. ikutan training soal bisnis nya.. dateng aja.. Nothing to loose lah. Cuma keluar uang transport aja.. Lama-lama saya berpikir, kenapa ga di coba aja.. saya ga akan coba hard selling, krn memang bukan bakat saya di situ. Jadi pelan-pelan.. tapi pasti.. akhirnya.. Alhamdulillah.. bisa juga saya menduduki posisi aman pertama di Bel Air. Dulu hanya memikirkan bagaimana menjual produk. Tapi sekarang, saya sedang mencari orang yang mau punya usaha sendiri. Investor, gitu.
Kamu berminat?
Menjadi KAYA ITU KEHARUSAN LOH...
Sudah beberapa hari ini kalimat itu menjadi acuan saya. Sebenernya sudah cukup sering sy mendengar hal itu, dengan konteks yg berbeda-beda. Dengan maksud yg berbeda-beda pula.
Tapi nasehat ibu dari seorang kawan, "Menjadi kaya itu WAJIB. Karena dengan menjadi kaya kita bisa menolong sesama." Duh.. basic banget kan? Tapi kenapa baru "kena" sampe ke "dalem" sekarang ini yah?
Salah satu tujuan utama saya terus bekerja pun sebenarnya ingin membantu orang tua, baik orang tua saya maupun suami (apa beda nya yah?? hehehe).. Dan saya memang sudah niat, sy harus kaya.. bahkan sampai saat saya tua nanti.. biar tidak memberatkan anak-anak saya nantinya. Bukan.. bukan.. maksudnya bukan saat ini saya merasa diberatkan loh.. hanya saja, mereka menjadi "pelajaran" bagi saya pribadi. Punya tabungan di hari tua, AMAT SANGAT PENTING.
Selayaknya manusia normal, keinginan duniawi memang masih menjadi keinginan utama. Paling tidak sandang, pangan dan papan tercukupi dengan baik. Alhamdulillah. Bisa punya mobil bagus (tidak harus baru). Liburan tiap tahun. Anak-anak bisa bersekolah dengan baik, buat bekal mereka nantinya. Itu harapan saya.
Tapi sekedar mengandalkan gaji bulanan, dengan posisi yang sama, tidak lah bisa menjadi patokan. Oleh karena itu, saya pun mencoba bisnis kecil-kecilan, dgn modal yg tidak terlalu memberatkan sebenernya. Dulu, untuk membayangkan saya menjual sesuatu.. itu amatlah mustahil. Padang kafir, itu lah saya. Karena biasanya kan orang berdarah Minang jago dagang :D.
Sejak saya bergabung di bisnis Bel Air ini, semua titipan teman saya bantu jual. Baik yang tanpa untung maupun dengan untung kecil. Intinya, bantu teman. Jadi teman mulai nitip : Abon, kue, mukena, tas, baju, dll,dsb. Saya terima. Pada heran yah kenapa kok mau terima yang tanpa untung? Karena ya itu, niat saya bantu. Dan mereka pun menaruh barang dagangan dan mengambil sendiri. Saya kan ga keluar uang sama sekali. :D
Mengenai bisnis Bel Air ini pun, awalnya saya hanya pemakai setia. Tanpa niat sama sekali menjalankan bisnis nya. Setelah mengumpulkan poin sehingga cukup menjadi member, saya daftar.. ikutan training soal bisnis nya.. dateng aja.. Nothing to loose lah. Cuma keluar uang transport aja.. Lama-lama saya berpikir, kenapa ga di coba aja.. saya ga akan coba hard selling, krn memang bukan bakat saya di situ. Jadi pelan-pelan.. tapi pasti.. akhirnya.. Alhamdulillah.. bisa juga saya menduduki posisi aman pertama di Bel Air. Dulu hanya memikirkan bagaimana menjual produk. Tapi sekarang, saya sedang mencari orang yang mau punya usaha sendiri. Investor, gitu.
Kamu berminat?
Menjadi KAYA ITU KEHARUSAN LOH...
Sunday, October 02, 2005
Bom Bali
Baru seminggu yg lalu kami sekeluarga liburan ke Bali, belum lupa dalam ingatan proses demi proses menuju liburan yg menyenangkan itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh berita TV. Bali di guncang BOM!! Astaghfirullah.. Ada apa sih???
Bom kali ini menimpa sebuah café / restaurant daerah Kuta Square tidak terlalu jauh juga dari tempat kami menginap. Dan juga di restaurant di daerah Jimbaran. Kilas balik.. Sabtu minggu lalu pada saat bersamaan, kami sedang di daerah Jimbaran, tepat nya DREAMLAND. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau telah melindungi kami dari bahaya ini. Apa jadi nya kalo pada saat kejadian kami sedang berada di Bali? Pasti nya seluruh keluarga akan ikutan panik.. Dan kami juga pasti bingung..
Kenapa masih ada orang yg tega melakukan hal ini semua? Disaat kita semua sedang merasa prihatin atas semua peristiwa di Indonesia ini.
Baru seminggu yg lalu kami sekeluarga liburan ke Bali, belum lupa dalam ingatan proses demi proses menuju liburan yg menyenangkan itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh berita TV. Bali di guncang BOM!! Astaghfirullah.. Ada apa sih???
Bom kali ini menimpa sebuah café / restaurant daerah Kuta Square tidak terlalu jauh juga dari tempat kami menginap. Dan juga di restaurant di daerah Jimbaran. Kilas balik.. Sabtu minggu lalu pada saat bersamaan, kami sedang di daerah Jimbaran, tepat nya DREAMLAND. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau telah melindungi kami dari bahaya ini. Apa jadi nya kalo pada saat kejadian kami sedang berada di Bali? Pasti nya seluruh keluarga akan ikutan panik.. Dan kami juga pasti bingung..
Kenapa masih ada orang yg tega melakukan hal ini semua? Disaat kita semua sedang merasa prihatin atas semua peristiwa di Indonesia ini.
Friday, September 30, 2005
Finally
Finally
Alhamdulillah... dengan ijin Allah SWT, suami ku akhirnya mau juga di ajak liburan ke Bali.. keputusannya satu hari sebelum hari keberangkatan!!!
Jum;at malam brangkat.. sedikit surprise untuk kakak saya.. karena saya blm bilang ke dia, bahwa kami sekeluarga akhirnya bisa pergi. Kakak saya itu sudah menunggu di kantor karena dia akan pergi dengan beberapa teman kantor. Tapi.. surprise... kaget juga dia melihat Nasta datang ke kantor dan siap pergi ke BALI!!
Sampai di Bali tengah malam.. ternyata.. jum'at malam di Bali itu macet total!! Hampir 1 jam dari airport menuju hotel kami di daerah Legian - Kuta. Padahal jarak normal, tidak sampai 15 menit. Wah.. akhirnya.. sampai di Bali juga. Alhamdulillah. Hotel kami terletak tidak jauh dari Ground Zero, yaitu lokasi peledakan Bom Bali. Dengan harga relatif murah, cukuplah untuk sekedar numpang tidur.. walaupun punya voucher Hard Rock dari Devi. Thanks Dev.
Sabtu pagi, rencana hari ini, ke Ubud.. karena Sheila mau makan di Bebek Bengil.. Tapi yg kepengen malah sakit. Kasian.. dia demam. Tapi ga mungkin kan tinggal di hotel sendirian? Nasta seneng banget.. terlihat dia semangat banget.. :D
Setelah makan, sempet lah belanja2 bentar di Pasar Ubud. Hanya saja saya bingung.. mo belanja apa? Karena dari Jakarta saya tidak berniat untuk belanja. Beli sendal aja buat Nasta.
Selesai urusan belanja, kami menuju Garuda Wisnu Kencana di kawasan Jimbaran. Dan tujuan akhir Dreamland. Mau liat sunset. Akhirnya.. nasta ke pantai juga. Tapi awalnya dia takut.. takut kaki nya kotor kena pasir, takut dengan ombak. Dan hasil akhir? Dia malah sangat menikmati acara lempar-lemparan pasir.
Tapi nasta blm terlalu menikmati pantai dan air laut, karena paginya di ajak ke Pantai Kuta utk brenang, dia dengan tegas mengatakan, "Tidak. Ata brenang di kolam aja." Dan jadilah dia brenang di kolam hotel. :D
Setelah packing dan check out, serombongan sempet mampir ke Pantai Kuta, "biar sah". Dan Nasta konsisten dengan ucapannya, dia sama sekali tidak mau mendekati pantai. Malah minta main ayunan. Ya ampun... di Jakarta juga ada ayunan Nak.. :D
Dijalan, bingung juga.. duh.. gw ga belanja apa2 nih... untung Gede emang niat belanja oleh2.. di antar oleh Pak Made (supir) kami blanja di Pasar Denpasar. Dan guess what? Harganya lebih murah dibanding Pasar Ubud. Dan pastinya lagi, lebih murah daripada toko-toko di Kuta. Oke deh.. next time, kalo mau belanja oleh-oleh, ke Pasar Denpasar aja deh.. hehehehe...
Alhamdulillah... dengan ijin Allah SWT, suami ku akhirnya mau juga di ajak liburan ke Bali.. keputusannya satu hari sebelum hari keberangkatan!!!
Jum;at malam brangkat.. sedikit surprise untuk kakak saya.. karena saya blm bilang ke dia, bahwa kami sekeluarga akhirnya bisa pergi. Kakak saya itu sudah menunggu di kantor karena dia akan pergi dengan beberapa teman kantor. Tapi.. surprise... kaget juga dia melihat Nasta datang ke kantor dan siap pergi ke BALI!!
Sampai di Bali tengah malam.. ternyata.. jum'at malam di Bali itu macet total!! Hampir 1 jam dari airport menuju hotel kami di daerah Legian - Kuta. Padahal jarak normal, tidak sampai 15 menit. Wah.. akhirnya.. sampai di Bali juga. Alhamdulillah. Hotel kami terletak tidak jauh dari Ground Zero, yaitu lokasi peledakan Bom Bali. Dengan harga relatif murah, cukuplah untuk sekedar numpang tidur.. walaupun punya voucher Hard Rock dari Devi. Thanks Dev.
Sabtu pagi, rencana hari ini, ke Ubud.. karena Sheila mau makan di Bebek Bengil.. Tapi yg kepengen malah sakit. Kasian.. dia demam. Tapi ga mungkin kan tinggal di hotel sendirian? Nasta seneng banget.. terlihat dia semangat banget.. :D
Setelah makan, sempet lah belanja2 bentar di Pasar Ubud. Hanya saja saya bingung.. mo belanja apa? Karena dari Jakarta saya tidak berniat untuk belanja. Beli sendal aja buat Nasta.
Selesai urusan belanja, kami menuju Garuda Wisnu Kencana di kawasan Jimbaran. Dan tujuan akhir Dreamland. Mau liat sunset. Akhirnya.. nasta ke pantai juga. Tapi awalnya dia takut.. takut kaki nya kotor kena pasir, takut dengan ombak. Dan hasil akhir? Dia malah sangat menikmati acara lempar-lemparan pasir.
Tapi nasta blm terlalu menikmati pantai dan air laut, karena paginya di ajak ke Pantai Kuta utk brenang, dia dengan tegas mengatakan, "Tidak. Ata brenang di kolam aja." Dan jadilah dia brenang di kolam hotel. :D
Setelah packing dan check out, serombongan sempet mampir ke Pantai Kuta, "biar sah". Dan Nasta konsisten dengan ucapannya, dia sama sekali tidak mau mendekati pantai. Malah minta main ayunan. Ya ampun... di Jakarta juga ada ayunan Nak.. :D
Dijalan, bingung juga.. duh.. gw ga belanja apa2 nih... untung Gede emang niat belanja oleh2.. di antar oleh Pak Made (supir) kami blanja di Pasar Denpasar. Dan guess what? Harganya lebih murah dibanding Pasar Ubud. Dan pastinya lagi, lebih murah daripada toko-toko di Kuta. Oke deh.. next time, kalo mau belanja oleh-oleh, ke Pasar Denpasar aja deh.. hehehehe...
Subscribe to:
Posts (Atom)