photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Friday, May 27, 2005

Pecandu kafein???

Apakah saya pecandu kafein??
Apakah bisa disebut pecandu jika hanya sekedar menyukai kopi? Walaupun memang hampir setiap hari ada secangkir (minimal) kopi di meja kerja saya? Lalu jika kondisi keuangan memungkinkan, dilanjutkan dengan segelas Ice Mocca - Starbuck. Atau jika tidak tahan.. kembali secangkir kopi di siang hari. Setelah makan siang. Di salah satu sumber, yang saya lupa, disebutkan.. disebut pecandu kopi jika sudah minum lebih dari 3 cangkir kopi sehari. Wah... berarti saya kan belum pecandu.... hanya penikmat... hehehe...

Entahlah.. kenapa saya belum juga berhasil mengurangi salah satu jenis minuman yang mengandung kafein ini. Upsss.. hampir lupa, kecuali saat bulan puasa kemaren. karena selama sebulan berpuasa, saya berhasil tidak minum kopi secangkir pun!! Bravo.

Tapi sepertinya saya tidak perlu terlalu khawatir, karena tanda-tanda pecandu kafein tidak ada pada diri saya.. sumber saya dapatkan dari salah satu majalah remaja (ehem.. bacaaannya majalah remaja loh). Saya kutipkan tulisannya yah..

Apakah kamu pecandu kafein???

HOW TO KNOW:
Kalo sehari tanpa minum kopi, soft drink, atau minuman energi bikin kamu:
- ngga semangat
- sakit kepala
- bete dan mengomel terus

Untuk point pertama dan kedua, saya kurang yakin jika kafein penyebabnya.. hehehe... maklum.. bawaan ... jutek sih...

Jadi.. apakah saya pecandu kafein?? Saya hanya minum kopi kok.....

Ganti Nama

Kemaren sore seorang teman melontarkan ide gila. Mengganti nama! Jadilah sekumpulan orang yang gila juga menyetujui ide gila tersebut. Kebetulan temen ku itu, Nobon aka Sri Wati, suka mengaku bernama Claudia. :D

Singkat cerita, jadilah kami saling merubah nama, sesuai keinginan masing-masing. Penasaran?

Nobon = Claudia, Meli = Michele, Iwuq = Charlotte dan akhirnya minta di ubah lagi menjadi Chloe, Gede = Stephanie, Inka = Monica, Yana = Jessica, Irma =Josephine, Vici = Naomi, dll,dsb.

Yang beruntung yang memang punya nama "barat" seperti Audrey dan Belinda, karena mereka tidak perlu ganti nama lagi.

Yah.. begitu lah kalo lagi pada iseng....

Jurong Bird Park

Sampai juga kami disini. Walaupun ini bukan tujuan utama, tapi karena saya ingin mencoba MRT, daerah terjauh lah jadi pilihan. Dan saya masih tetap mengagumi negara kecil ini. Banyak apartment kecil, tapi sangat rapih. Semuanya serba rapih, teratur dan tertib. Niat awal kan mo coba MRT aja, tapi mumpung sudah di Jurong, kenapa ga sekalian aja sih ke taman burung nya? Ternyata dari station Jurong itu, kami harus naik MRT lagi ke Boon Lay, dari situ naik bis no. 194 menuju Bird Park nya. Dan bertambahlah kekaguman saya, karena terminal bis ini begitu bersih, rapi dan tertib. Tidak ada pedagang kaki lima, tidak ada asap knalpot, orang-orang tertib teratur menunggu giliran naik bis. Sungguh menyenangkan. Yang mengherankan, kenapa banyak orang India yah??

Nasta.. yah.. seneng lah.. tapi mungkin karena dia tidur terus selama di perjalanan, jd blm ‘on’ lagi. :D


Nice to visit you Jurong Bird Park, we’ll see you here next time (Aminnnnnnnnnnnnnnnnnn)

Thursday, May 26, 2005

Perjalanan ku

Beberapa teman sudah tidak sabar menunggu cerita perjalanan saya dan Nasta. Dan seperti mereka, saya pun sebenernya tidak sabar untuk bercerita. Atau mungkin ingin merasakan ‘perasaan’ saya waktu membawa Nasta naik pesawat untuk pertama kali nya? Intinya, saya berusaha untuk tenang dan tidak terlihat panik. Tulisan dibagi jadi beberapa session yah… takut bosen kalo kepanjangan. Lets start the real adventure………

Beberapa hari sebelum berangkat saya sudah beli botol khusus baby traveller, yaitu botol yang dalamnya ada plastiknya. Jadi kita tidak perlu merebus atau mensterilkan botol. Tinggal ganti plastik didalamnya saja, praktis bukan? Maklum, karena Nasta belum bisa minum susu pake gelas. Mungkin didalam pikirannya, susu identik dengan botol. Pun beberapa hari sebelum berangkat saya coba menggunakan botol traveller itu, rencana tidak berlangsung dengan sukses. Karena Nasta menolak untuk minum susu. Baru setelah susu dipindahkan ke botol “busuk” nya, dia mau minum susu. Yah… percuma deh beli botol baru ini. Alhasil, saya memilih untuk membawa botol lamanya Nasta, daripada dia tidak minum susu nanti, itu pikiran saya. Karena Nasta belum terlalu suka susu UHT atau susu dingin. Lagi-lagi karena saya kurang gigih membiasakannya. Ya sutra lah..

Obrolan dengan Nasta mengenai keberangkatannya.
Penanya (bisa siapapun) : Nasta mau kemana sih?
Nasta : ayah, awat (pesawat red.)

Hihihi.. jadi, setiap di tanya Nasta mau kemana dia akan bilang “ketemu ayah, naik pesawat.” (ayah nya Nasta udah brangkat duluan)

Singkat cerita, sampailah kami di Bandara Soekarno – Hatta. Ditemenin adik (ipar) check in duluan, maklum, ibu nya Nasta ini sudah 8 tahun lebih tidak travelling ke luar negeri. Setelah check in, bayar fiscal, kami keluar lagi. Nasta makan siang dulu, saya pun begitu. Isi-isi perut lah.. 1 jam lebih sebelum jam keberangkatan saya memutuskan untuk masuk ke dalam airport. Cek-cek lokasi lah… sampai di dalam, karena Nasta minta gendong terus, saya ajak dia untuk “lari” dan dia pun menyambut ajakan saya dengan senang hati. “ayi bu.. ayi..” sampai di gate pemeriksaan fiscal, ternyata saya harus mengisi form untuk biaya bebas fiscal nya Nasta.. oala…. Jadi, balik lagi deh ke counter fiscal. Beres urusan isi form, kena lagi di immigration gate, form imigrasi nya ada yg kurang. Duh.. bikin panik aja nih.. tapi.. ter-kamuflase dengan mengajak Nasta lari-lari. Kesannya.. duh.. ini ibu dan anak kok bahagia banget sih? Hahahaha… beres urusan per-imigrasian.. Nasta saya lepas, bebas, berlari di antara lorong-lorong bandara yang sepi…
Karena masih lama dari jam boarding kami pun membuang waktu dengan duduk-duduk di koridor, sambil sesekali Nasta teriak, “awat… awat.. bu.. awat..” (awat = pesawat). Sesekali juga Nasta bilang, “awan…..” tapi dengan nada menggantung, karena setiap dia bilang “awan” saya harus melanjutkan dengan…. Bernyanyi.. à kulihat awan, seputih kapas, arak berarak di langit luas, sambil sesekali bibir mungil nasta mengikuti kata terakhirnya.

Sesampainya di dalam pesawat, Alhamdulillah kami mendapat kursi di baris pertama, jadi sedikit lega lah. Walaupun kursi nya super duper sempit. Mana saya harus mangku Nasta pula L tambah lagi begitu datang makanan. Wah.. saya tidak bisa bergerak!! Ohh.. Garuda ku… Nasta tertidur setelah dia berhasil mengubrak-abrik makanan.

Sampailah kami di Bandara Changi – Singapore. Yang 8 tahun lalu, saya hanya bisa jalan-jalan di dalam bandara nya tanpa keluar Singapore (transit bow). Suami tercinta sudah menunggu di depan, sambil nunggu tas, Nasta sudah lari ke ayah nya. Akhirnya… (maaf yah, jadi kampungan gini.. abis emang blm pernah ke Singapore sih.)

Di dalam taxi menuju apartemen sewaan, saya terus menerus mengagumi negara ini. Betapa tertib dan bersih nya negara ini. Pengaturan taxi di bandara pun amat sangat tertib. Iri nya.. seandainya negara ku tercinta bisa seperti ini… Dan yang bikin saya tambah takjub dan kagum… tidak terdengar suara klakson mobil!!! Betapa nikmat nya hidup. Sampai di apartemen lantai 24, kami menaruh barang, nasta ganti baju dan langsung menuju Singapore General Hospital. Kan emang kesitu tujuan utamanya.. :D bezoek mama yang baru operasi.

Friday, May 20, 2005

Too Exciting

Besok adalah hari yg saya tunggu-tunggu.. karena besok adalah perjalanan pertama saya berdua nasta.. perjalanan jauh... jauh-jauh hari saya sudah merasakan aliran darah seorang petualang... cie.. hahahahahahaha...... pergi berdua dengan nasta? Dapat ijin dari suami? Ini yang luar biasa...

Ga mau bawa barang terlalu banyak, karena hanya 3 hari. Dan bukan camping di hutan pula.. jadi.. cukup modal uang segala kekurangan bisa di beli. :D

Belum bisa banyak komentar... I'm too exciting... travelling with Nasta. Hopefully she'll be a nice little girl on the plane. amin.

Friday, May 13, 2005

Ular

Apa yang kamu pikirkan tentang binatang melata ini? Kesan mistis nya? Seram? Atau... seksi? :D hihihi... ular kok seksi... eh.. iya dong, waktu meliuk-liukan badannya... kan seksi... terserah deh Mel...

Ceritanya... beberapa teman kantor saya memiliki foto dengan ular!! Kok bisa? Iya bisa lah.. (gaya Nobon). Mas Roy Genggam (photographer) punya koleksi ular. Dan jika ada session photo di sana, kita bisa minta photoin.. bergaya dengan ular. Tergantung keberanian kamu aja. Temen ku pengen punya foto dengan ular, tapi ga berani pegang ular. Alhasil dia cuma duduk di belakang ular! hihihihihi.... atau... duduk.. dan ekor ular hanya menyentuh sedikit kaki nya. Hahahahaha.......

Saya pengennn sekali punya photo seperti itu... singkat cerita, sampai juga lah kesempatan itu. Ada photosession di tempatnya mas Roy Genggam, di jl. Karyawan - Pondok Pinang. Saya berangkat bareng Iwuk dan Pipit. Jujur saja, saya sebenernya tidak berani dengan ular. Ngeliat Pipit yang sudah langsung akrab dengan ular albino nya mas Roy, bikin iri juga. Tapi tetep.. ga berani. Tuh ular.. panjang dan berat...
Kesan pertama saya tentang ular yang menyeramkan langsung hilang.. karena ular albino ini benar-benar cantik. Saya hanya berani mengelus-elus.. dengan tangan dingin... (saking takut nya). Ga lama kemudian, Mas Roy menunjukan hasil photo seseorang dengan ular berwarna hijau.. cantik sekali... kebetulan yang punya ular itu staf nya mas Roy. Dan bersedia diambilkan. Perlu waktu ± 1 jam buat saya untuk memberanikan diri menyentuh, memegang dan akhirnya membelitkan badan si ular hijau ke badan saya. Dan hasilnya? Lihat saja sendiri...


Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

Monday, May 09, 2005

Jum'at seru, haru dan biru...

Jum'at kemaren seru banget... bukan semata karena bertepatan dengan hari kelahiran saya lho.. karena sudah lama tidak ber dress code kita sepakat untuk ber dress code ria. Kali ini judulnya.. BACK TO SCHOOL... awalnya karena tidak punya seragam sekolah, saya pinjem kaos bola suami, dengan alasan : pake seragam pelatih olahraga. Ternyata Pipit punya seragam SMA lebih, dan jadilah saya ANAK STM PENERBANGAN, hihiihi... karena saya tetap memakai celana jeans sebagai bawahannya.

Image hosted by Photobucket.com

Siang nya kami ramai-ramai makan di KFC Kemang.. dan hihihi... anak sekolah kok tampang nya pada boros banget yah?? Untung nya rame-rame... coba kalo sendirian.. mana berani...

Malem nya dinner with family.. agak pusing atur jadwal sebenernya.. karena ternyata Nobon telah mengatur acara karaoke bersama... atas sponsor dari SquareBox. Dan itu khusus buat ulang tahun saya.. terharu.. ihik.. Apa daya.. saya tidak bisa mengikuti acara dari awal...
Image hosted by Photobucket.com

Makan malam selesai jam 9, tapi saya harus mengantar orang tua ke Bekasi. Pikiran saya, smoga tidak macet, jadi saya bisa sampe di fatmawati jam 10.30 paling telat. Tapi ternyata oh ternyata... kita tidak melihat cabang jalan menuju Cawang... dan jadilah kita bablas menuju toll dalam kota. Dan saya sangat panik melihat jalan toll menuju arah bekasi.... macet total.. begitupun jalan biasa... tidak bergerak... oh My God!!
Tidak perlu saya bicarakan lebih lanjut mengenai betapa MACET nya jalanan ini... karena muka saya sudah berlipat TUJUH!!! Ditambah Nobon sudah berkali-kali meng-sms saya...
Tapi melihat jalanan yang macet, ditambah hujan pula.. tentunya saya tidak tega membiarkan orang tua saya pulang naik taxi...

Sampai di rumah orang tua jam 11 malam!! Oh My God. Jam berapa sampai di Fatmawati... layaknya seorang pembalap profesional, suami saya mencoba untuk mengebuttttttttttt.... dan.. sampailah kami di Picnic Karaoke jam 12 kurang sedikit... itupun beberapa teman sudah menunggu di pintu.. siap-siap pulang... MAAFKAN SAYA...
Dan betapa terharu nya saya... karena sempet-sempetnya ada kue ulang tahun dan saya tiup lilin.. tidak lama terdengar lagu nya.. Zamrud.... hari ini hari yang kau tunggu bertambah satu tahun usia mu bahagialah selalu.......

Terima kasih teman.... terima kasih.... terima kasih...

Friday, May 06, 2005

Mijn Jarig 6 Mei

Today is my very special day.

Pagi-pagi setelah minta minum air putih, Nasta mau tiduran dan nempelll terus ma; meli. Sambil ngeliat muka Nasta, mel berucap syukur, Alhamdulillah, di usia meli sekarang ini, mel udah punya Nasta. Ngeliat muka Nasta... yang lucu dan menggemaskan.

Banyak banget nikmat yang sudah Allah berikan ke Meli. Nikmat sehat, nikmat iman, nikmat rejeki, dan masih banyak lagi... kebayang kan.. perumpaan nikmat yang Allah berikan ke ummat Nya di dunia ini, nikmat di dunia hanyalah setetes air di lautan. Lupa sih kalimat persis nya, tapi.. kurang lebih begitu deh..

Dan semoga dengan bertambahnya usia meli ini, meli smakin lebih mendekatkan diri ke Allah SWT, bisa menjadi ibu dan istri yang baik, anak yang patuh dan berbakti pada orang tua.

Pagi-pagi udah ada surprise kue dari Wulan R. Martani, strawberry field made in Bunda Inong. Looks yummy.. slurp.. Makasih wulan, thanks Nong.

Well, pertama-tama gw mo ngucapin terima kasih buat Allah SWT, yang sudah memberikan kesempatan hidup dan kesempatan menjalani kehidupan itu sendiri. Lalu buat Ibu ku :D, I love you, Bu. Hihihihi.... mungkin agak kagok mengucapkan secara langsung... tapi smoga Ibu tau, meli sayang Ibu.
Buat suami ku tercinta, thanks for all your support and love. Dan buat anak ku Puti Nasheeta.

Teman-teman baik saya, dimanapun kalian berada.... hidup gw tiada artinya tanpa pertemanan dari kalian... (cieee.... but it's true)

Harapan ke depan, smoga meli bisa menjadi lebih baik lagi. Lebih sabar, lebih rajin shalat, lebih perhatian ke saudara, teman dan handai taulan. Amiiinnnn....

Love you all

Wednesday, May 04, 2005

Menikah itu.....

Menikah itu..... (silahkan isi sendiri)

Sekilas saya pernah baca di sebuah majalah perempuan (kenapa saya lebih senang menyebut perempuan yah dibanding wanita????) bahwa menikah itu ibarat tinggal di dalam benteng. Yang di dalam (baca: yang sudah menikah) berebut ingin keluar. Yang di luar (baca: yang belum menikah) berebut ingin masuk ke dalam.

Benarkah demikian?????? Tanyakan pada diri sendiri.. :D

Banyak teman saya yang lajang, ingin sekali menikah. Walaupun mereka belum menemukan pasangan, tapi tidak terbersit dalam hati mereka untuk tetap melajang. Mereka selalu bilang, "gw pengen nikah."

Masalah dalam kehidupan rumah tangga pasti lah ada. Seberapapun besar dan kecil nya... Tergantung sikap kita dalam menghadapinya... ciiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeeee belagu banget si Meli ini... hahahahahaha.....

Saya mah belum berani berkomentar terlalu jauh mengenai pernikahan ini.. karena 3 tahun pun belum saya lewati. Masih jauhhhhhhhh perjalanan saya untuk lebih mengerti tentang pernikahan itu sendiri dan bagaimana menghadapi lika liku nya. Ga berani juga saya untuk memberi tips pernikahan... hahahahahah..... duh... masih jauh.... saya masih harus banyak belajar... doakan saya, smoga saya bisa menjalaninya dengan baik. Amin.

Tuesday, April 26, 2005

Nasta ku (MASIH) Pilek

Semalam pulang kerja.. Alhamdulillah masih ketemu Nasta. Kasian.. hidung nya masih bampet.. dan mulai ada batuk. Tapi Nasta tetap Nasta, walaupun sedikit kesulitan untuk bernafas dikarenakan hidung nya bampet ditambah dengan batuk yang mulai bereak, tapi dia tetap lincah.

"Nasta mau temenin ayah dan ibu makan?" kata saya. "Mau," kata nya. Dan memang, sudah beberapa hari ini setiap melihat orang makan, Nasta ingin ikutan makan.

Tidak lama, saya pun menyiapkan Bel Air andalan, kali ini menggunakan Thyme Flower. Sambil nunggu CB (Catalytic Burner) basah, saya menidurkan Nasta. Kasihan.. hidung nya bampet dan batuk pula... Awalnya saya balurin Transpulmin, tapi sepertinya tidak terlalu membantu..

Dan saya sedikit dilema.. kasih pure menthe atau tidak yah? Takutnya Nasta akan kepanasan.. tapi karena tidak tahan melihat dia masih grabak grubuk akibat hidung bampet nya itu... Bismillah, 2 tetes taruh di telapak tangan, balurin di telapak kaki, pasang kaus kaki. 2 tetes lagi dibalurkan di punggung, dada, dan leher. Sisa wangi yang masih menempel kuat di tangan saya, saya dekatkan ke hidung nya Nasta. Tidak lama.. Nasta sendawa. Pasang Thyme Flower... wanginya segar dan lembut sekali.. Alhamdulillah, Nasta bisa tidur dengan pulas.

Monday, April 25, 2005

Manfaat Sujud

Sujud dalam gerakan shalat tidak hanya mengandung pengertian wujud pengakuan rendahnya diri seorang hamba di hadapan sang Maha Pencipta. Tidak hanya sekedar pengikis sifat sombong, riya, takabur dan sebagainya. Secara kesehatan, ia banyak pula mengandung kebaikan. Kebaikan tersebut antara lain adalah:
- Mengurangi risiko pendarahan otak, bila terjadi pemompaan darah ke otak secara kuat dan tiba-tiba, gerakan sujud akan mengurangi risiko penyakit saluran daran dan pendarahan di otak.
- Menyalurkan darah dan oksigen ke otak.
- Membetulkan kedudukan buah pinggang yang seringkali keluar sedikit dari letaknya akibat berbagai gerakan.
- Membetulkan letak peranakan bagi wanita.
- Mengurangi sakit saat haid
- Mengurangi kegemukan
- Bagi wanita, gerakan sujud juga memperbaiki payudara. Memudahkan fungsi payudara untuk menyusui.
- Pergerakan otot saat sujud memudahkan wanita melaksanakan persalinan, mengembalikan organ perakanan setelah melahirkan.
- Memberikan dorongan untuk mudah tidur bagi penderita insomnia.
- Melegakan sakit hernia.
- Mengurangi sakit bagi penderita apendiks atau limpa.
- Menggerakan oto bahu, dada, leher serta punggung. Pergerakan ini akan membuat otot lebih kuat dan elastis serta memperlancar peredarah darah.


Sumber: Majalah Paras No. 18/Tahun II Maret 2005

Nasta ku Pilek

Oleh-oleh dari Bekasi setelah menginap 3 hari 2 malam adalah Nasta pilek. Banyak faktor memang, yang pertama memang saat itu Rafli lagi pilek juga. Udara panas yang menyengat. angin kering yang kencang menambah kemungkinan untuk terkena virus flu. Alhasil, Nasta ku Pilek juga.

Diawali dengan hidung meler pada Minggu siang. Dilanjutkan dengan sedikit bampet di malam hari. Dan smakin parah. Jam 10 malam Nasta terbangun sambil menangis kencang.. karena kesulitan bernafas. Tidak mempan di bujuk sang ayah, saya mencoba gendong dia. Kasian sekali. Ternyata selain hidung nya bampet, Nasta juga mau pipis. Tidak sempat angkat Nasta, saya biarkan dia pipis di kasur. Setelah ganti celana dan menutupi bekas pipis dengan sehelai kain, saya pindahkan dia ke bagian lain yang tidak terkena pipis. Tapi lagi-lagi Nasta menangis, karena dia tidak bernafas, ditambah keinginanya untuk terus menghisap ibu jari kirinya. Walaupun saya mencoba untuk menjelaskan dengan bahasa seadanya, jika dia menghisap ibu jarinya, dia smakin tidak bisa bernafas. Tapi.. manalah anak sekecil itu mengerti. Yang dia tau, keinginannya untuk menghisap ibu jari tidak tercapai. Menangislah dia.
Suasana tambah seru, karena tiba-tiba lampu padam. Untungnya di kamar kami sudah tersedia emergency lamp. Karena semua orang akhirnya terbangun, dan mendengar tangisan Nasta mereka semua khawatir dan sedikit panik. Bagaimana dengan saya? Berusaha untuk tenang, dan memang sebenernya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kemana yah obat tetes hidung yang terbuat dari larutan NaCL itu? Bagaimana bisa saat diperlukan seperti ini dia menghilang? Kakak saya berinisiatif untuk mencari di apotek terdekat. Entah bagaimana jadinya, malah kami berangkat semua, terdiri dari suami, kakak, adik, saya, suster dan Nasta. Di mobil .. belum juga meninggalkan komplek, Nasta sudah tertidur dalam gendongan suster.

Di klinik 24 jam di jalan raya margonda, tidak ada obat tetes hidung yang saya cari. Kami coba ke.. klinik di Buncit... iya .. Buncit... tapi tetap tidak ada. Apotik di Mampang, tidak ada juga. Akhirnya sampailah kami di Apotik Jaya Panglima Polim, Alhamdulillah menemukan obat tetes hidung itu. Sebenarnya dalam perjalanan pun saya sudah mencari alternatif lain, jika tidak menemukan obat yang saya cari, saya akan menggunakan cara yang benar-benar alami. Taruh air panas di baskom dan ditetesi dengan minyak kayu putih atau pure oil menthe dari Bel Air.

Akhirnya sampai di rumah, lampu sudah menyala, Nasta tetap tertidur walaupun sesekali terbangun dan mengompol lagi untuk kedua kalinya. Ah.. biar lah..
Semoga Nasta kuat menghadapi sakit pilek nya ini, Insyaa Allah.

Dan sepertinya saya tidak perlu khawatir terlalu lama, karena tadi pagi, Nasta sudah minta jalan-jalan dengan sepeda barunya.

Cepet sembuh ya Sayang ...

Wednesday, April 20, 2005

Wanita

Sempat tadi pagi (atau semalam?) kakak saya bercerita tentang seorang wanita baik hati yang bersedia "menampung" mama, kakak, tante dan anak-anaknya yang sudah dewasa di apartment nya yang mewah di Singapore. Seorang wanita paruh baya yang cantik, baik hati, tidak sombong dan tentu saja : kaya.

Tiga puluh tahun dia menikah, dan sampai sekarang masih tetap "mesra" dengan suaminya. Menurut kakak saya, dalam sehari dia menerima kurang lebih 10 kali telpon dari suami yang bertugas ke luar negeri. Dan setiap menerima telpon dari sang suami, bisa dipastikan matanya akan berbinar-binar sambil berkata, "Halo papa." Tentunya dengan kata-kata lain yang sesuai dengan kondisi si wanita saat itu. Pada malam hari, sewaktu terima telpon lagi, dan mungkin sang suami mengatakan hendak pergi dinner dengan rekan kerja, si wanita berkata, "Selamat malam papa, have a nice dinner." Dan dalam sehari itu, sepuluh kali telpon itu, nada bicara nya tidak pernah berubah. Tetap mesra. Lalu kakak saya bertanya, "Bisa ga Mel seperti itu?" Dan reaksi saya cuma tersenyum, malah mungkin sedikit tertawa.

Belum lagi tiga tahun usia pernikahan saya, fragmen seperti di atas sepertinya jauh sekali dari kehidupan saya. Apakah karena saya maupun suami saya bukan orang yang romantis? Malah belum lama kakak saya menceritakan hal ini, saya memanggil suami saya yang tertidur untuk makan malam bersama, tidak ada manis-manis nya. "Bang... abang... bangun. Makan dulu dong. Buruan. Laper nih." hahahahahahhahahahah.......

Bisa ga yah saya seperti si wanita itu?

Terkadang, saya pun masih terlalu malas untuk sekedar memotong semangka buat suami. "Yun (nama asisten kami), tolong potongin semangka buat bapak. Tolong di jus buat saya yah." Itu adalah kalimat yang pasti keluar dari mulut saya. Kalaupun saya yang melakukannya, bisa dipastikan karena : 1. pembantu saya sudah tidur, atau 2. saya memang lagi rajin.

Hihihihihihihihi....

Sepertinya saya harus banyak belajar dari wanita itu. Belajar untuk lebih melayani.

Tapi..... ah.. nanti keenakan suami saya dong... dia aja kalo buka lemari suka lupa nutup lagi. Kalo dari kamar mandi suka lupa matiin lampu nya lagi.

Yang enak sih, sama-sama belajar untuk lebih mengerti satu sama lain.

Ah... saya masih harus banyak belajar.

Milis Dunia Ibu

Hari ini, 20 April 2005, milis Dunia Ibu merayakan HARI JADI nya yang ke-EMPAT. Niat dalam hati untuk sepagi mungkin mengucapkan HAPPY ANNIVERSARY, tidak dpt dilaksanakan. Email problem. Menyedihkan. 60 menit menjelang makan siang, saya berhasil cek email di Yahoo! dan sudah banyak teman-teman yang mengucapkannya. Sedih euy.. bukan orang pertama..

Intinya saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mengenalkan saya pada milis Dunia Ibu ini, special thanks to Dini, yang ternyata adalah Founder dan Moderator milis tercinta ini.

Melalui milis Dunia Ibu ini, saya punya banyak sekali sahabat. Yang walaupun belum pernah bertemu muka, pertolongan macam apapun, tersedia. Pernah saya cari CD lagu anak-anak bahasa non inggris. Rie Purnama dengan senang hati meminta bantuan sang suami yang kebetulan sedang bertugas ke Belanda, mencarikan lagu/CD anak bahasa Belanda. Bedank.
Perlu teman curhat? Tinggal nge-buzz Wulan R. Martani, Tuti, Aning, atau teman-teman yang lain.

Dapat tambahan uang saku dari Bel Air. Itu lagi-lagi karena Dini Rahma Shanti, founder, moderator, sekaligus upline tersayang... (ehem..) yang siap membantu kapan pun diperlukan. Thanks a million!

Banyak sekali hal-hal yang menguntungkan buat saya, dan juga buat member milis ini. Kapasitas memory di otak saya tidak sanggup mengingatnya.. mau gosip terhangat? perlu informasi tour and travel? tips and trick menghadapi pembantu rumah tangga/baby sitter? sampai..... bagaimana membahagiakan suami?? Disinilah tempatnya...

Dunia Ibu.

Iya.. dimana lagi kita sebagai ibu berkumpul dan beraktualisasi, selain di DUNIA IBU?

Happy Anniversary. I'm so lucky to have you in my life.

Tuesday, April 19, 2005

Demi anak

Apa memang sudah kodrat setiap ibu atau mungkin ayah nya untuk mengalahkan keinginan pribadinya, demi sang anak?

Sudah banyak cerita tentang pengorbanan seorang Ibu / Ayah untuk anak(anak) nya. Dan sepertinya cerita ini tidak akan berhenti, tapi akan terus ada .. demi anak apapun dilakukan orang tua. Terkadang, sang orang tua rela berbuat yang kurang baik sekalipun, demi memuaskan keinginan sang anak. Itu buruknya.
Banyak juga cerita, demi bisa menyekolahkan sang anak di sekolah bagus / luar negeri, orang tua rela hidup susah. Apes nya kalo sang anak tidak menghargai usaha orang tua nya... Malin Kundang deh judulnya.

Wah.. saya bukan bermaksud menceritakan hal-hal yang menghebohkan... anak saya baru 21 bulan.. pengorbanan yang saya maksud disini pun bukanlah hal (yang menurut saya) besar :D

Sudah beberapa kali saya niat beli baju untuk diri sendiri, mengingat baju kerja saya sudah semakin membosankan. Dengan menetapkan hati belanja untuk diri sendiri, apa daya saya malah melihat dan akhirnya membeli kaos untuk anak saya tercinta. Habis lah uang yang pada saat itu saya bawa secukupnya untuk beli 1 atasan. Kali kedua, sewaktu menunggu Nasta sekolah di Gymboree (Matahari - Citos), masih dengan ketetapan hati untuk mencari baju untuk diri sendiri. Tapi entah kenapa, saya berpikir, "Saya tidak boleh belanja dengan kartu kredit. Saya harus menunggu saat gajian." Maka sudah bisa ditebak, saya tidak jadi beli baju. Tapi begitu saya melewati bagian anak ... saya langsung berpikir, "Oh iya, Nasta perlu kaos kaki, oh iya, kaos dalam nya Nasta sudah pada jelek. Aduh... baju tidur The Pooh... Nasta pasti suka." Dan bisa ditebak, belanja lagi buat Nasta.

Duh... kenapa saya tidak bisa menetapkan hati untuk tidak belanja yah???

Mau tanya dong.. apa kalian sebagai orang tua juga begitu???

Monday, April 18, 2005

Ternyata ................

Uang saya belum ketemu.. menyedihkan...
Dan yang bikin saya tambah sedih... ternyata bukan hanya saya saja yang pernah kehilangan uang di kantor... dan saya baru tahu menjelang pulang kantor kemaren.

Dan saya jadi berpikir-pikir lagi... apa mungkin uang saya di ambil orang? Mengingat :
1. Uang masih di dalam amplop dan ada tulisan "Mercantile Rp. 1.500.000"
2. Amplop saya taruh di laci paling atas, dan eye catching.
3. Kunci laci saya taruh di atas laci, walaupun saya tutup "seadanya"
4. Mengingat saya sempat "kerja" di tempat Sri, dan meninggalkan ruangan kosong cukup lama

Tapi siapa yang tega ambil uang itu??

Friday, April 15, 2005

I wanna cry..............

Subject di atas adalah status YM saya hari ini...
Dan memang saya mau menangis... menangis dan menangis..

Ini kisah saya ....
Hari ini saya mau bayar tagihan Mercantile boss saya. Sekelebat dalam ingatan saya sudah terima amplop berisi uang dari sang Nyonya. Tapi kok di laci saya ga ada yah?? Saya coba cari.. bongkar-bongkar dikit... tetep ga ada.. ya udah. .saya sms blio, kali-kali aja emang belum kasih uang nya.. ga lama sms terkirim, blio telpon, "sudah saya kasih Mel. Kalo ga sama Bob atau Pa' Daryono" Baiklah.. saya coba cari lagi.. Dan tetep bentuk amplop nya pun tidak keliatan.
Saya tanyakan ke boss saya, apakah sudah pernah kasih uang ke saya untuk bayar Mercantile. Dan jawaban nya, "Sudah. Saya kasih amplop putih dengan uang Rp. 1.500.000,-" Tuing.. tuing.. kembali saya teringat dengan sebuah amplop yang bertulis tangan Mrs. Smith menuliskan jumlah uang di dalam amplop tersebut.

Saya langsung lemas.. kenapa bisa kehilangan lagi?? Duh.. betapa teledor nya saya ini.. ga lama boss saya kembali bertanya, "have you found yet?" Saya menggeleng. "and how about the $ 100? have you found yet?" kembali saya menggeleng.. Dan dia langsung bilang, "somebody stole it" Ya ampun.. gw ga kepikiran itu..

Dengan sedih saya coba me-rekonstruksi, kapan terakhir saya melihat amplop itu. Kapan saya terima dan bagaimana saya menyimpannya. Pelan tapi pasti saya bisa berpikir, bahwa.. iya saya melihat amplop itu.. iya saya menaruh di tray bawah.. siang nya baru saya simpan di laci. Dan ga pernah di pegang-pegang.

Pelan-pelan saya coba mengingat-ingat lagi... dan tetap gambaran bahwa memang saya pernah melihat amplop itu, benar pada mulanya saya taruh di tray bawah ditumpukan kertas (dan saya sudah cari pula di tumpukan kertas yang sudah saya taruh di lemari), dan kemudian saya taruh di laci.. memang posisi nya paling atas.

Semua orang bertanya, laci nya di kunci ga sih? Kunci kok. Tapi kunci nya saya taruh di atas laci plus ditutup buku atau kertas. No wonder (kata mereka)

Siang tadi saya minta bantuan seorang office boy kantor, yang punya sedikit "kemampuan". Dan dibantu kembali pelan-pelan melihat ditumpukan kertas-kertas di lemari, di laci, di stiap sudut ruangan. Feeling nya... uang tersebut masih ada di sekitar ruangan saya.. pelan-pelan dicari lagi..

Pelajaran buat saya... untuk lebih hati-hati lagi.. (bertahun-tahun saya selalu simpan uang di laci, kenapa baru 2 bulan terakhir ini jadi sering ketelingsut?) --> ga mau mengatakan kehilangan.

Musibah... musibah.... semoga tetap ada hikmah yang bisa diambil dari musibah ini. Amin.

PE-HA-KA

Kemaren sore saya dengar kabar yang mengejutkan... benar-benar mengejutkan.. karena memang tidak ada 'bocoran' sedikitpun mengenai hal ini. Sore kemaren, tiba-tiba Tarti (cashier) duduk di kursi depan meja saya dan mengatakan, "Inar di PHK?" Dan saya pun terbengong-bengong... HAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH????????
Masih dalam keadaan bengong, teman saya yang lain pun berdatangan... dengan kalimat yang sama, "Inar di PHK????" Dan mereka kurang percaya, mengetahui saya memang BENAR-BENAR tidak mengetahui hal ini. Alasan yang mereka dengar, "perampingan"... wah.. BULLSHIT banget kalo itu yang jadi alasannya... karena semua orang sekantor tahu, kalo Grey terus menerus tambah orang.

Sampai akhirnya Nobon datang dan mencoba menjelaskan versi dia. Yang mana hal ini lebih masuk akal. Teman-teman masih penasaran, minta saya cari informasi dari "atasan".. saya langsung sms Managing Director saya. Dan dengan hasil... tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan Nobon.

Satu kata profesionalisme.

Dari dulu saya tahu, Inar ini boleh dibilang orang tanpa ambisi. Tapi herannya.. dia bisa maju di bisnis MLM.

Yah.. smoga bisa di ambil hikmahnya saja.. bagi dia pribadi maupun karyawan Grey yang masih bekerja di sini. Selama masih diberi kesempatan bekerja, bekerja lah dengan baik .

Thursday, April 14, 2005

Nasta ku sensitive...

Pagi tadi saya sudah buat Nasta menangis.. tangis yang memilukan.... ihik.. ihik....

Mata masih terlalu berat untuk dibuka.. abang sudah siap-siap mau shalat shubuh, ngelirik jam.. 5.30... tiba-tiba Nasta terbangun.. dan langsung bilang, "uwa.. uwa..." (keluar red.) Mau ga mau saya harus buka mata .. dan tujuan utama adalah kamar mandi. Sudah beberapa hari ini Nasta tidur tanpa menggunakan diaper, bagus kan? Tapi diwajibkan, begitu dia buka mata.. toilet lah tujuan utama.

Nah.. tadi Nasta pengen bawa handuk, guling Pooh, guling Dora dan boneka Dora nya.. ya terang lah ga bisa semuanya dia bawa... jadi saya bantu bawain guling Pooh dan guling Dora nya.. sambil nyuruh dia berdiri sendiri. Tanpa disangka dan diduga... Nasta menangis keras... memilukan... Lalu saya angkat dan tetap bawa ke kamar mandi, saya dudukan di toilet. Saya peluk dan dia balas memeluk kencang... sambil tetap menangis... menyedihkan...
Selesai menangis, saya bawa lagi masuk kamar untuk minum susu. Saya.. lagi-lagi.. tutup mata.. karena masih ngantuk.. Selesai dengan susu nya, Nasta minta keluar.. "bu.. bu.. uwa.." Tidak mau dengan ayah, tidak mau dengan Ira.. "bu.. bu... uwa" ya sudah.. saya berdiri dan keluar... menyusul Nasta dibelakang saya. Tidak lama.. terdengar lagi suara tangis....

Ternyata oh ternyata... Nasta mau saya menggendong dia, memeluk dia.. mendekap dia.. saat dia menangis, saya peluk dengan erat.. dan dia pun kembali memeluk saya dengan keras.. seakan-akan tidak ingin ditinggal saya lagi.. maafkan ibu Nak... Ibu ga tau....

Kasian Nasta, dia kangen ibu nya...

Met ulang tahun Sayang....

Suami ku ulang tahun... ga ada yang special sih.. karena pagi-pagi udah sibuk mau nganterin mama ke airport. Light kiss aja sih udah :D
Pesen tiramisu dan pavlova ke Bunda Inong, ga nyobain :( ... gimana juga.. kantor nya jauh gitu..

Siang nya sengaja creambath dan blow rambut, dengan harapan diajak dinner. Ternyata oh ternyata... harapan tinggalah harapan... Ga terlalu malam juga sih pulang nya... tapi udah keburu males keluar rumah lagi..

And guess what?? Birthday man nya tidur dengan pulas nya ... menyusul Nasta.. lelap sampai pagi...

Well, selamat ulang tahun sayang.. smoga diberkahi Allah SWT, dimudahkan rejeki nya, diberi kesabaran dan semua yang Insyaa Allah bagus dari Allah SWT. Aminnnnnn... Jangan galak-galak lagi yah...