photo dirumah-nurina-merah-468.gif

Friday, October 06, 2006

Makanan Sehat

Udah beberapa hari ini suami saya lagi "galak banget". Ntah kenapa dia jadi ga suka kalo saya makan makanan "ENAK". Dengan alasan, "jaga kesehatan dong." Padahal, sampai saat ini, Alhamdulillah saya tidak ketauan punya penyakit yang membahayakan. Seperti asam urat, kolesterol tinggi, darah tinggi, atau apapun. Alhamdulillah. Jadi ga ada alasan kan saya TIDAK MAKAN makanan "ENAK" (versi saya).

Photobucket - Video and Image Hosting Tiga hari lalu saya kepengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnn sekali makan kerang rebus. Eh, sebenarnya udah dari awal puasa tuh, tapi suami saya ga mau. Makan di Menteng aja. Yah.. ngebayangin kerang rebus, di ganti ma' bakso. Jauh banget kan? Nah, 3 hari lalu itu, saya kepengen kerang rebus itu. Dan keukeuh sumekeuh pengen kerang rebus."Jangan sering-sering kenapa sih makan makanan kaya gitu," itu kata dia. Langsung proteslah saya, "De ile.. emang kapan sih terakhir gw makan kerang rebus? Dah lama banget kan??" Dan.. memang sudah lamaaaaaa sekali. "Trus nanti gw makan apa dong?" itu alasan suami (karena memang dia menghindari banget makan seafood, dengan alasan bikin kolesterol tinggi. Saya bilang, "nanti kan bisa makan ikan bakar." Dan, alhamdulillah, jadilah kami transit di warung kaki lima yang menyediakan seafood. Ngabayangin kerang dara rebus (saya langsung pesen 2 porsi), tapi ternyata habis, ihiks... ya sudah lah, kerang ijo pun ga apa. (padahal saya sebenernya menghindari kerang ijo ini, karena konon kabarnya, kadar mercuri di kerang ijo lebih tinggi dibanding kerang dara). Tapi, demi keinginan makan kerang rebus, ya sudah lah. Satu porsi saja kok. Tambahan, udang goreng mentega. Porsi kecil kok. Suami? Konsisten makan ikan bawal bakar. Baiklah.
Photobucket - Video and Image Hosting

Nah, semalam, suami pengen makan di Bumen - Penjompongan. OK lah, dah lama juga saya ga makan mie rebus Bumen. Dan saya menyesal sekali membiarkan suami yang menulis orderan, sungguh menyesal. Karena sewaktu saya bilang, "sate kambing dong Bang, 5 tusuk aja." Kamu tahu jawabannya, "TIDAK". Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... padahal kan sate kambing Bumen juga enak. Dan saya benar-benar menyesal, kenapa ga saya aja yang nulis? Photobucket - Video and Image Hosting

Jadi jangan salahkan saya, kalo mencari teman untuk menikmati sop sumsum Agus di Barito, atau Seafood 1001 di Kelapa Gading, atau gule otak di Sederhana .. kan ga tiap hari juga lah makan makanan ini. Oh iya, satu lagi makanan favorit saya yang di benci suami, benar-benar di BENCI. hiks... durian, apa kabar mu??
Photobucket - Video and Image Hosting

Thursday, October 05, 2006

THR

Saya yakin, smua orang sudah tau arti THR dan saat ini sedang menunggu THR. Bukan hanya karena saya pribadi lho yang menunggu-nunggu. Sampai kemaren, masih juga beberapa orang menanyakan ke saya, "mba, THR kira-kira kapan masuknya yah?" dan saya akan bilang, "kalo ngikutin peraturan depnaker, THR diterima 2 minggu sebelum hari H. Jadi asumsi gw, kita akan terima sekitar tanggal 9 atau 10." Dan mreka akan senang, "berarti sebelum tanggal 13 kan yah mba?" "Insyaa Allah," sahut saya.

Kemaren saya dapat bocoran dari orang yang bisa dipercaya, "Mel, masa THR dah mo dijalanin hari ini? Kecepatan ga sih? Nanti keburu abis sebelum waktu gajian tiba dong." Hehehehe… serba salah memang, di kasih kecepatan takut cepat habis, di kasih telat, ribut juga. Padahal nih, saya yakin, tuh uang THR ga sampa sehari, maksimal dua hari transit di rekening pribadi. Dan saya yakin juga, sekarang ini, stiap orang sudah punya daftar belanja atau daftar sedekah atau daftar pengeluaran lainnya. Jadi, mau THR cepat maupun tepat waktu, tidak akan jauh berbeda.

Bayar zakat, THR pembantu, baby sitter, kasih orang tua, siapin uang kecil untuk "salam tempel" – note, uang kecil sekarang ga bisa seribu dua ribu lho. Pfuih, anak kecil sekarang dah tau duit banget sih. Minimal mreka mau 5ribu perak. Itu pun kalo yang ga terlalu dekat, kalo keponakan sendiri? Ga mungkin kan ngasih segitu? Belum lagi baju untuk anak-anak dan keponakan. Kalo untuk saya? Well, udah niat ga akan beli baju lebaran, tapi beli Be-Ha boleh kan? Untuk suami? Baju koko abang dah banyak kan? Masih bagus pula, di pake lagi aja yah sayang. Hihihihi…

Untuk Nasta sendiri, sebenarnya dia masih punya beberapa baju yang cukup bagus, jarang di pakai pula. Tapi apa iya, saya bisa setega itu tidak membelikan sekedar 1 buah baju. Bagaimana dengan Nara, well, Nara termasuk jarang sekali saya beli kan baju. Hampir 90% baju pergi dia sekarang ini adalah hadiah waktu kelahiran dia. Hihihi… irit banget kan, eh, kecuali baju rumah lho. Itupun sudah lama sekali saya tidak membelikannya. Kasihan juga sih, liat celana nya dah pada sempit. Sabar yah sayang, nanti ibu beliin lagi.

Trus apalagi yah yang bisa saya pergunakan untuk –menghabiskan- uang THR itu, pastinya untuk hal yang berguna. Ada beberapa hal yang menjadi ritual kami sebenernya dalam menghadapi lebaran, tapi kali ini harus di pending dulu, maaf yah, THR kali ini dari satu sumber soalnya. Insyaa Allah, tahun depan, Allah memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk lebih banyak memberi.

Buat yang mendapat THR, smoga bisa dipergunakan dengan baik. Sekedar usul, kalo mau kasih zakat maal, mendingan kasih ke sumber yang benar-benar membutuhkan. Saudara jauh mungkin? Atau tetangga yang kesusahan, bisa tetangga supir kamu, maupun tetangga office boy kantor mungkin? Berapapun jumlahnya, Insyaa Allah sangat berguna buat mreka yang membutuhkan.

Monday, October 02, 2006

Am Healthy but NOT Fit

Statement di atas itu memang menggambarkan kondisi fisik (dan mungkin jiwa) gw beberapa hari terakhir.

Gw Alhamdulillah ga sakit, sehat kok. Tapi ga fit aja. Tau kan kondisi seperti itu? Malas bergerak banyak, mood juga ga stabil (cenderung menurun), linu sendi (hihihi.. dah kaya iklan suatu supplement aja), yah... gitu deh..

Masalah hidup pastilah ada, manusia hidup kan membawa permasalahannya masing-masing. Bagaimana setiap manusia menyikapi hidup atau menyikapi setiap permasalahannya itu lah yang unik. Gw punya masalah, kamu pasti punya masalah juga. Tapi, balik lagi ke cara pandang kita semua dalam menyikapinya yang membuat kita berbeda.

Balik lagi ke masalah sehat. Gw tuh tau banget, kekurangan gw adalah TIDAK DISIPLIN dalam berolahraga. Padahal seandainya gw cukup disiplin, - jalan kaki - aja tiap hari, Insyaa Allah badan gw jadi lebih bugar. Gampang kan? Jalan kaki. Masa gw harus selalu menggunakan alasan "menyusui" terus kalo orang-orang komen soal berat badan yang tidak kunjung berkurang, padahal anak udah 8 bulan.

Nasta aja sampai bolak balik bilang, "ibu gendut" stiap kali dia liat perut gw yang memang aduhai ini, hehehehe....

Puasa bisa bikin badan sehat? Percaya, tapi bisa bikin bugar ga? Bisa sih, asal tetep olahraga selama di bulan puasa ini. Nah.. itu lagi satu masalah. Kalo weekend, sebelum buka, bisa aja ngajak Nara jalan-jalan, tapi itupun cuma 1 blok aja.

Nah.. niat nya sih, sekarang ini, kalo gw lagi bete ma' kerjaan or ma' boss yg emang nyebelin itu, gw akan keliling kantor, naik turun tangga. biar energi terkuras di situ. Hehehehe.... kira-kira bakal terlaksana ga yah?

Apalah mel, usaha dong usaha... umur baru 33, upsss... dah tua juga yah? Kan niat gw, Nasta dan Nara dah ABG, gw masih bisa nemenin mreka. Nemenin shopping, jogging, clubbing, apapun yang mreka kerjakan, Insyaa Allah gw bisa ngikutin.

Yaa... diusahakan deh, lebih sehat dan lebih bugar. Amiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn...

Tuesday, September 26, 2006

Memaknai Sabar

Gw suka sekali baca kolom hikmah di koran Republika, bacaan ringan yang sarat makna. Beberapa hari lalu gw baca kolom ini, dan seperti nya PAS banget. Gw emang lagi belajar lebih sabar.

Karena artikel bagus, sayang banget kalo ga gw share ke temen-temen, smoga temen² yang baca, dapat mengambil hikmahnya. Amin.


Memaknai Sabar
Oleh : Pardan Syafrudin

Dalam firman ini, ada suatu sikap dan perilaku yang istimewa dalam pandangan Allah SWT. Sifat tersebut adalah sabar.

Jaminan Allah SWT terhadap orang yang bersabar adalah akan dicukupkan pahala mereka dalam jumlah yang tak terbilang, sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar [39]:10).

Syekh Salim Al-Hilali, pensyarah kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Nawawi, memaknai sabar dengan suatu sikap yang mampu mengendalikan diri dalam berbuat taat kepada Allah. Dari sini, akan sempurnalah kesabaran seseorang ketika memenuhi tiga unsur. Pertama adalah sabar dalam ketaatan. Dalam menjalani perintah-Nya, diperlukan pengabdian dan perjuangan yang luar biasa. Tuntutan dari sana sini mengharuskan kita istiqamah dan sabar untuk menjalaninya.

Unsur kedua adalah kesabaran dalam menghadapi kemaksiatan. Pendeknya, seorang Muslim dituntut menjauhi dan meninggalkan larangan dan kemaksiatan. Oleh karenanya Allah berfirman, "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan mengujimu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian." (QS Muhamad [47]:31).

Ketiga adalah kesabaran dalam mendapati musibah. Ketetapan dan takdir Allah kepada hambanya tentu berbeda. Termasuk di dalamnya ujian dari Allah dalam kesengsaraan ataupun sesuatu yang ditakutkan serta tidak di inginkan. Ketika kita menghadapi hal tersebut, kita bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT tanpa keluh kesah, karena berprinsip semuanya datang dari Allah, dan Allah akan memberikan kepada hambanya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Wednesday, September 20, 2006

Lesson for Today

Disaster could be everywhere and anytime

Dua bulan lalu boss gw bilang, akan ada G2 conference. Dan Jakarta jadi salah satu pilihan tempat penyelenggara, "Are U ready for that?" Trus gw jawab, "Siapa takut." Conference kecil gitu, udah biasa lah. Cuma pesen tempat dan arrange ini itu aja kok. Maka mulailah kesibukan kecil, telpon beberapa hotel yang sudah direkomendasikan oleh group perusahaan. Beres, tinggal nunggu feedback dari mreka. Antusias sedikit berkurang, karena ternyata, conference akan diadakan di bulan puasa. OMIGOD. Nongkrong di hotel, tapi lagi puasa. Males banget kan? Ternyata, ada pilihan kota lain, yaitu Bangkok. Dan sambil berdoa juga, smoga mreka memilih Bangkok aja. Hehehehe...
Alhamdulillah, doa gw terkabul. Conference jadi di Bangkok. Pfuih...

Minggu lalu, boss gw bilang, "dari Bangkok gw akan langsung ke Bali, ada management meeting." OK deh boss. Awal minggu ini langsung di ralat lagi, "Ga jadi di Bali, mreka takut BOMB." Sambil di kasih email dari regional mengenai artikel Bomb di Bali. Ya ampunnn.... dalam hati, kalo dah musibah mah dimana aja bisa kejadian bukan? Kok tragedi dijadikan musim sih, headline artikelnya bertulis "Bomb Season". Marah juga gw, heeeeiii... mister, siapa juga yang pengen ada bomb? Kasian juga kan saudara-saudara gw di Bali, mreka hidup dari tourism, kalo ga ada turis mreka susah juga.

Ternyata meeting management nya diadakan di Phuket, tapi boss gw dah bilang, ga ikut. Kan bisa sambil "ngobrol" nanti pas di Bangkok. Alhamdulillah, 'mayan save uang kantor. (walaupun tetep ga jadi naik gaji juga, hiks).

Pagi tadi gw liat berita, kudeta militer sudah turun ke jalan di kota Bangkok. Dalam hati, jadi conference ga nih? Sampai kantor, boss langsung menghampiri cubicle gw dan mengatakan, "conference kemungkinan besar di undur atau bisa jadi di cancel. Karena ada kudeta. Begitu juga dengan management meeting yg di Phuket." Gw bilang aja, tuh kan, mreka ga mau datang ke Indonesia karena takut bencana. Padahal bencana mah bisa dimana aja dan kapan saja.

Kenapa juga mreka pada ga mikir itu? Ada Allah yang mengatur semua Bung. (Eh, mreka pada punya Tuhan ga yah?)


Selalu Bersyukur

Menjelang terima gaji, perasaan gw antara senang dan bingung. Senang lah dapat uang kan, walaupun belum juga di tangan tuh uang, tapi tagihan-tagihan sudah menumpuk. Bingung campur pusing. Alhamdulillah masih punya gaji, Alhamdulillah masih bisa bayar hutang dan tagihan. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, atas semua rejeki yang telah Engkau berikan kepada kami.

Lagi bingung karena ukuran perut ga berubah, dan sudah coba untuk mengurangi -sedikit- iya cuma sedikit, porsi makan. Tapi perasaan masih belum juga berubah. Tiba-tiba kemaren, Yuli dari bagian accounting bilang, "Duh.. enak banget sih mba. Makan banyak tapi tetap ga gendut." Haaaaaaaaaaaaa!!!!! Waduh! Alhamdulillah, masih ada yg bilang gw ga gendut. Well, emang sih kalo dibanding dengan Yuli ini, gw masih lebih kecil. Walaupun sama-sana sudah punya dua orang anak. Alhamdulillah. Hehehe, dan gw jadi punya alasan, untuk makan indomie lagi sore hari. Gw masih dibilang kurus kok.

Lagi liat majalah yang isinya UP CLASS LEVEL, socialite gitu deh. Asal berkomentar, gw bilang, "enak kali yah jadi mreka. Baju nya ber merk terus, pesta tiap hari, kayanya ga kenal kata "kesulitan uang." Lalu AE gw bilang, "ga enak mba. Hidup kaya mreka itu ga enak. Jangan mau. Enakan kaya kita gini, biasa aja. Mreka itu hidup penuh kemunafikan, bla, bla, bla"
Waduh! Dasar manusia, sudah diciptakan sesuai kodratnya, masih juga mikirin kehidupan manusia lain. Plak plak.. back to real life.
Alhamdulillah, gw hidup seperti sekarang ini.

Alhamdulillah, masih bisa berhutang dan bayar hutang, jangan sampe di kejar-kejar debt collector dan di teror kaya orang yang berhutang milyaran rupiah. (Kenapa yah orang yang hutang nya trilyunan itu malah ga di kejar-kejar debt collector?)

Alhamdulillah, sudah menikah dan punya dua orang putri yang membahagiakan dan menyenangkan hati.

Alhamdulillah, masih punya orang tua - lengkap dan mertua yang lengkap pula.
Alhamdulillah, sudah punya rumah sendiri, walaupun masih kredit. Dan sekarang bunga bank nya seperti mencekik leher.
Alhamdulillah, punya mobil sendiri, jadi tidak perlu naik bus atau angkutan umum kalo ke kantor atau jalan-jalan ma' anak-anak.
Alhamdulillah, masih sanggup bayar baby sitter dan PRT untuk membantu mengurus anak-anak dan urusan rumah yang lain.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup. Smoga hidup gw bisa bermanfaat buat orang lain.
Alhamdulillah, masih diingatkan untuk selalu bersyukur kehadirat Allah SWT.
Alhamdulillah

(ga akan cukup waktu gw untuk selalu mengucapkan semua nikmat dan karunia yang telah dan akan Allah berikan. Smoga gw selalu ingat untuk bersyukur). Amin.

Tuesday, September 12, 2006

Lunasi Hutang

Sebelum gw cerita lebih lanjut, janji yah ga nangis.. hihihii... tapi gw ga yakin gw tidak akan menangis selama menulis cerita ini.

Mama brangkat ke Singapore Senin pagi kemaren. Gw tetep pesen dendeng balado untuk Inong, ngerasa berhutang aja kalo ga dikasihin. Paling tidak, gw akan kasih ke keluarga nya di Jakarta. Sms Neng, ngasih tau mau kasih dendeng balado "pesenan Inong", biar buat Zidan & Syifa aja. Ternyata, Neng sedang di airport, mengantar mas Haris, Zidan & Syifa (plus Ummi dan Nenek Priuk) ke Singapore. Yaaaa... ga sempet ketemu ma' Abang dan Kakak deh. Tapi dah janjian ma' Neng, mau antar ke Buaran.

Pas bedug Maghrib, sampai di depan rumah orang tua Inong. Ketemu Neng yang baru sekali ini ketemu. Sekalian numpang shalat. Saat shalat, gw tak kuasa menahan tangis. "Inong, ini dah gw bawain dendeng balado pesanan lo." (tuh kan.. gw nangis lagi). Sepanjang shalat menangis. Hiks... ntah kenapa, ngerasa diliatin Inong aja. Ahh.. itu cuma perasaan lo aja Mel.

Ngobrol ma' Neng. Seru juga, kami tertawa mengingat hal-hal lucu, tapi dipastikan langsung menangis kalo cerita beralih ke dua permata hati Bunda Inong itu. Menurut Indah, siang hari sebelum Inong koma, mreka (Neng dan Inong) masih asyik ber-sms ria. Kata Neng, Bunda itu bisa tiap 5 menit sms. Hal apapun yang Bunda liat, pasti di sms, "Duh Neng, Bunda ngeliat orang aneh banget deh." "Neng, Bunda barusan ngeliat orang pake cincin di 10 jari nya!" dan lain-lain, hehehe...
Lalu beberapa hari sebelum Inong meninggal, Inong "mewariskan" beberapa resep andalan ke Neng (Jadi buat yg mo pesen-pesen makanan, jangan khawatir, Neng tetep bisa membantu).

Gw juga menyampaikan keinginan para blogger, supaya blog nya ZidanSyifa tetap di apdet, begitu juga blog Dapur Bunda. Kata Neng, "ga sekarang kali yah mba. Nanti kalo udah agak berkurang kesedihannya." Iya Neng, kami ngerti kok.

Hal-hal yang bikin nih mata ga bisa berkompromi (baca: nangis terus) adalah ;
Suatu hari, Zidan tiba-tiba ngomong ke Ummi dan Neng, "Abang mau balik ke jaman dulu, dulu banget. Abang ga mau jaman sekarang. Pokoknya jaman dulu. Jaman masih ada Bunda." Dan dia keukeuh banget dengan keinginan nya itu. Sampai Ummi dan Neng kebingungan mengatasinya. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Atau saat Zidan minta ayahnya untuk mutar film mreka, Zidan berkata, "Abang kangen ma' suara Bunda nih." lalu Syifa berkata, "Kakak kangen mo di cium Bunda." Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lagi.

Masih banyak yang diceritakan Neng, tapi gw dah ga sanggup lagi. Maaf. (mungkin lupa - kata tepat nya), karena lebih banyak nangisnya daripada denger cerita Neng.

Selebihnya, ngobrolin soal masakan. Well, smoga gw bisa dengan cepat belajar bikin Pavlova. Kue andalan. Atau, "Neng, pesen aja ma' Neng yah?" Hehehehe...

Friday, September 08, 2006

Yoga

Sejak lama keinginan untuk aktif berolahraga tertunda, dan karena gw sudah jatuh cinta dengan Yoga, yang menurut gw, cocok buat gw yang tidak menyukai olahraga High Impact. Selasa kemaren, akhirnya... iya AKHIRNYA ... kesampaian juga ikut kelas Yoga lagi.



Dan wah... benar2 relaks. Smoga akan tetap rutin ber-Yoga-ria.

Monday, September 04, 2006

September 1996 - September 2006

September 1996 - September 2006

Ntah lah apa gw harus merasa bangga atau sedih, hehehehe... yang pasti udah 10 tahun di PT. Rama Perwira aka Grey, iya... iya ... 10 tahun. Alhamdulillah gw masih kerja, masih punya penghasilan dari Grey. :D

Kerja pertama kali di Grey, masih muda banget, baru 23 tahun saat itu. Hehehehe... dah langsung megang bigboss, dan ga pindah-pindah sampai tahun lalu pindah bagian. Tapi bukan berarti gw lepas urusan dengan bigboss ini. Buktinya, sampe hari ini, blio masih "ganggu" gw. Dengan kerjaan printilan nya itu. Ambil hikmah nya, dia masih percaya ma' gw. Hahahahaha...

10 Tahun kerja, dah banyak hal yang gw dapatkan di Grey ini. Yang pasti, gw dapat suami. Hahahahaha... iya suami. Dapetnya di kantor juga. Subhanallah.

Duh.. bingung mo nulis apalagi. Gw berharap smoga Grey menjadi lebih baik. Bigboss nya menjadi lebih pengertian ke karyawan, bisa menghargai karyawan, bisa mengerti karyawan, tidak sombong, menyadari bahwa tanpa karyawan dia bukan lah seorang boss.
(banyak kekurangannya gini, gw kok bisa sampe 10 tahun yaks?) Hehehehehe... bingung juga.

Allah sayang Inong

Allah Sayang Inong

Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un. Jum'at pagi (1 September), perjalanan ke kantor gw dapat sms dari Rina, "Inong udah ga ada Mel." katanya. Ga percaya, karena semalam baca blog nya Hany, belum ada berita yang baru. Dibalasnya, tadi pagi Mel, jam 7 waktu Singapore. Gw langsung sms Luluk, menanyakan kepastian. Dan ternyata memang, Inong sudah tidak ada. Speechless. Air mata sudah menggantung di pelupuk mata.

Sampai kantor, ga ada keinginan lain, selain membuka blog nya Hany. Dan, ya Allah, Engkau Maha Mengetahui yang Terbaik untuk ummatMu. Tak ayal, air mata membanjiri pelupuk mata tanpa bisa dihentikan. Sesenggukan. Menatap layar monitor. Inong meninggal karena serangan jantung. Kenangan tentang Inong pun bermain-main di ingatan. Inong yang baik hati, ceria, yang tak henti menyuruh gw datang ke Singapore, "pokoknya kalo elo dateng ke singapore, lo nginep di tempat gw aja." Inong yang amat sangat menyayangi dan mengagumi kedua anaknya, Zidan & Syifa.

Ga akan ada lagi laporan mengenai polah Zidan dan Syifa yang menggemaskan, tidak ada lagi teman ngobrol (walaupun di Y!M), Nong masih banyak yang ingin gw tanyakan dan omongin ke elo. Masih banyak Nong.

Smoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan untuk mas Haris, Zidan & Syifa. Smoga mereka dilindungi Allah SWT.

Dan meninggalnya Inong ini memberikan hikmah buat gw, dan mungkin buat temen2 lain yang mengenal dan manyayangi Inong. Dan juga -TERNYATA- Inong mungkin sudah memiliki firasat, dari postingan di blog nya berjudul Terima kasih.

Terima kasih Inong sudah menjadi teman dekat, sahabat & saudara.

Thursday, August 31, 2006

Inong

Inong

Iya, Inong. Gw mo cerita dikit tentang Inong. Iya Inong Haris. Bunda nya Zidan dan Syifa yang hari ini berulang tahun.

Kemaren dpt kabar awalnya dari Wulan :
wulan_martani (4:58:27 PM): Kawan2, Inong sekarang ada di ER NUH Buona Vista. Aku nnulisnya sambil gemeter n pengen nangis nih. Mohon doanya supaya segera sadar n sehat kembali. Tadi kira2 45 mnit lalu pingsan di rumah n dibawa pake ambulan. Alhamdulillah ibundanya sedang ada di sini. Cindy di rumah Inong jaga anak2nya.

Masyaa Allah. Gw sibuk cari informasi. sms ke HP inong, ga ada balasan. (berharap mas Haris akan balas). Panik. Berdoa, ya Allah sembuhkanlah Inong.

Tadi pagi, masih dari Wulan:
wulan_martani (10:20:00 AM): Ini kabar terbaru dari Hany di milis Indosing-mums : Kabar dari Haris: dokter pesimis kalo Inong bisa sadar kembali. Sekarang sedang nunggu 2 dokter spesialis otak untuk meriksa Inong. Haris mohon doa kawan2 semua, semoga ada mukjizat untuk Inong. Masyaallah. Wassalaam, sera

Gw lama ninggalin computer tadi, begitu buka... Masyaa Allah! ada berita dari Wulan:
wulan_martani (3:57:27 PM): Inong dah nggak ada Mel

Trus muncul pula YM dari Rina:
ibunda_jasmine (4:59:03 PM): Betul, Haris confirmed kalau Inong MASIH ADA! Walaupun memang sekarang tergantung life supportingnya itu. Dr kasih decision di tangan Haris, apakah mau tunggu 72 jam, atau mau dicabut sekarang. Dan Haris mau tunggu 72 jam, serta mau cari 2nd opinion ke dr lain. Mari kita berdoa untuk yang terbaik bagi Inong dan keluarganya. cheers, Susan

Gw nelpon Luluk. Dan memang benar seperti yang dikatakan Rina.

Ya Allah, Engkau yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkau yang Menghidupkan, Engkau jua lah yang Mematikan. Jika hamba boleh memohon, berikan kesempatan kepada Inong. Tapi kukembalikan semuanya kepadaMu ya Allah. Berikan yang Terbaik dariMu untuk Inong dan keluarganya. AMIN.


Nong, sadar Nong. Nyokap gw mo ke Singapore bawa dendeng balado pesanan lo. Nong, masih mau kan?

Monday, August 28, 2006

Jadi orang jujur itu susah ga sih?

Jadi orang jujur? Susah ga sih?

Kalimat di atas merasuki pikiran gw bbrp hari terakhir ini. Jujur disini lebih tepat nya jujur kepada diri sendiri. Terinspirasi oleh seorang kawan baik yang baru berkunjung. Sudah 10 tahun gw kenal ma teman baik ini. Dulu sekantor, she's smart. She's younger than me, and smarter. Nyebelin ga sih? Hehehehhee

Dari dulu gw tau dia orang nya straight too the point. Ntah lah, mungkin juga ciri khas orang pintar, yang memang tau the reason why she or he did that, jadi selalu ada alasan untuk berkelit atau -membantah-. Tapi mungkin dia ga tau aja kalo gw 'agak' iri dgn kelebihannya itu.

Anyway, yang gw mo ceritain disini, dia sudah lebih dulu menjadi orang yang selalu kritis. Teman gw itu datang dengan suami dan kedua anaknya, anak terakhir berumur kurang dari 2 bulan. Berani banget bawa anak bayi dari England ke Jakarta. Eits.. jangan salah. 6 tahun yg lalu dia bawa anak pertamanya ke Jakarta sendirian, dan si anak berumur kurang dari 1 bulan!! Fantastis. Kalo gw yg pergi bawa bayi gw, pada heboh tuh pasti. Gw aja bawa Nasta dan Nara keluar rumah setelah mreka berusia 40 hari (kecuali utk urusan ke dokter). Waktu Nasta sih karena menurut orang tua, dilarang bawa anak keluar rumah seblum 40 hari, anak kedua lebih rasionalis, banyak virus beterbangan di luar sana. Ga mau nanggung resiko, mending gw tahan diri aja. Make sense kan?

Si teman mengekahkan anak kedua nya, gw datang pas syukuran. 3 tahun tidak ketemu, walaupun Alhamdulillah teman gw ini cukup rajin nelpon. Bikin gw kangen juga dengan celotehannya. Yang blak-blak-an. Apa adanya. Ceritanya, adik teman gw ini iri, melihat suami teman gw sangat gape mengganti diapers, menyusui bayi mreka (botol lho). Dan juga bercerita, di mall tanpa menunggu 'perintah' istrinya, ketika sang anak buang hajat, suaminya yang bule itu, langsung membawa sang anak ke toilet dan mengganti diaper nya. 'bikin iri deh. Laki gw mana mau,' kata adiknya. Ada nada iri, kagum dan apa yah? Sebenernya hari gini sih, para ayah menggantikan diaper bayi sudah tidak heran, tapi memang masih banyak juga kok para ayah yang tidak terlalu ikut campur mengurus anak saat mreka masih berusia bulanan. Contoh: laki gw kurang gape ganti diaper Nara, tapi udah jago mandiin dan suapinin Nasta. Lumayan juga kan? Dulu sih bikin susu Nasta ga mau, takut salah takar. Gitu alasannya, padahal kan gampang banget. Tapi sekarang? Dah jago banget. Tapi emang belum bisa nyusuin Nara, ya iya lah.. wong Nara masih nyusu ma' gw, hehehe.
Tapi yang bikin gw kagum atau takjub atau apa yah .. mengelus dada mungkin? Alasan teman gw yang amat sangat masuk di akal, tapi gw yakin tidak semua orang kepikiran. Mau tau? Alasan dia adalah, "gw kan udah hamil sembilan bulan, udah ngelahirin, nyusuin (ASI). Sedangkan laki gw ga ngapa-ngapain. Masa dia ga mau bantuin? Enak banget." Masuk akal kan? Emang dasar teman gw agak geblek, dia bilang lagi, "gw bilang ke laki gw, kan gara-gara elo gw tinggal di England. Kalo gw tinggal di Jakarta, gw akan punya pembantu, punya baby sitter punya banyak orang yang akan bantu gw." Hehehehe… sengaja juga dia pake alasan itu, biar laki nya ngerasa bersalah. Dan siap membantu. Ah . . teman, emang suami lo aja yang baik banget. Dia cerita, di sana dia terkenal dengan Mrs complain. Ke restoran bawa keluarga besar, anaknya menangis otomatis dia nyusuin anaknya di meja makan. Petugas restoran dengan tidak enak hati menyampaikan rasa keberatan atas nama pelanggan lain. Tanpa sungkan dan ragu, dia berdebat panjang dan akhirnya, SEMUA MAKANAN GRATIS.

Mungkin kalo orang yang tidak terlalu mengenal dia, akan mengatakan dia itu orang nekat atau sedikitnya akan bilang, she's cracy. Well, she is. Tapi menurut gw, dia orang yang amat sangat jujur. Mungkin untuk sebagian orang, kejujuran seperti itu akan dibilang kurang ajar, tidak sopan, dll.

Tapi akhirnya gw jadi berpikir, apa iya mengatakan hal-hal yang tidak kita senangi, tidak kita kehendaki itu salah? Gw termasuk orang yang menghindari konflik. Yang ada jd suka memendam masalah, dan berharap masalah akan hilang dengan sendirinya. Contoh: pembantu atau baby sitter melakukan hal kecil yang sebenarnya tidak pantas, instead of menegur mreka langsung gw akan menunggu saat yang pas. Tapi biasanya 'saat pas' itu tidak terjadi. Bisa karena gw sudah 'melupakannya' atau ya itu, malas. Atau contoh lain, kesel ma’ suami. Bukannya langsung diselesaikan, biasanya gw nunggu timing yang pas. Tapi ya itu, suka udah lupa ma' kasus nya atau udah malas, malas ribut atau paling tidak malas bikin keributan. Padahal kalo dipikir-pikir, kalo pada saat kesal, saat masalah nya timbul, langsung diomongin pun ga ada salahnya kan? Tinggal kita nya aja kudu pintar-pintar ngatur emosi. Jangan sampai masalah yang sebenarnya kecil, karena ga pintar ngatur emosi, malah kacau balau. Susahnya lagi, gw termasuk orang yang ga mau bikin ribut. Dan mungkin juga orang yang ga mau punya musuh. Padahal ga ada salahnya juga kali yah punya musuh, kalo emang harus dimusuhi? Hehehe.. bener ga sih?

Kenapa susah banget buat gw untuk mengatakan apa yang gw mau, langsung pada tujuan. Gw cenderung untuk mencari-cari kalimat panjang, dan akhirnya udah ga terasa gereget permasalahannya.

Gw cuma pengen belajar jujur, jujur kepada diri sendiri terutama. Susah ga sih?

Iseng-iseng

Iseng-iseng

Dari Inong nih, yah.. buat iseng-iseng aja.

Favourites

Colour: hijau, biru, kuning.
Food: apa yah? Suka makan ga suka masak, itu yg pasti.
Song: The Sound of Music.
Movie: The Sound of Music.
Sport: Renang, Jogging, Yoga (next aiming)
Day of the Week:
Ice Cream: Chocolate for sure!

Currents
Mood : Just normal.
Taste : yang manis-manis.
Clothes : blouse agak longgar, tadinya, tapi sekarang dah agak ketat. Coz am getting fat.
Desktop: Tulip.
Toenail Colour: Ya biasa aja, ga pake kutek
Time: 1.21 pm
Annoyance: lots of things to do.
Thoughts: facial, luluran, manicure + pedicure, gagal terus bou!.

First

First Best Friend: Yayuk. Temen SD. Tapi sekarang ga tau dia dimana, hiks
First Crush: ga inget
First Movie: Si Unyil.
First Lie: ga inget lah.
First Music: smua lagu yg dipelajari di Bina Vokalia.

Last
Last Cigarette: WITT (wanita Indonesia tanpa tembakau) – tapi handling client rokok
Last Drink: Es teh manis.
Last Car Ride: Si putih yang mulai banyak masalah. (suami juga sih yang nyetir)
Last Crush: Penghindar konflik.
Last Phone Call: Nasta, trus client
Last CD played:

Have you ever
Have you ever dated one of your best friends: Nope.
Have you ever broken the law: Nope.
Have you ever been arrested: Nope.
Have you ever skinny dipped: No comment.
Have you ever kissed someone you don't know: hhhee… (mikir), ga pernah deh kayanya.

OK, korban berikutnya kutimpukkan pada:
Diki Satya
Farika
Rina
Wulan

Friday, August 11, 2006

Panco

Panco






Dari kemaren ada gairah baru di lantai paling atas gedung Tetra Pak. Gairah menyambut 17 Agustus. Hehehe.... Ntah siapa yang punya ide, tiba-tiba ada poster di tempel di beberapa tempat. Adu Panco untuk perempuan di lantai 5 ini, dan adu bilyard untuk para lelaki.

Seru? Pasti! Sudah di mulai kemaren sore, pada saat pembagian lawan tanding. Badan kecil ketemu badan kecil, fine. Badan besar ketemu badan besar, fine. Yang apes badan kecil ketemu badan besar, kami hanya bisa bantu doa.

Lawan gw adalah Novi, copy writer berbadan besar. Takut? Ga lah! Males aja kalo musti tanding dia. Hehehe.... gede banget badannya. Kalah aja kali yah? Pertandingannya seru banget.. ada yang dengan mudah dikalahkan, ada yang harus di ulang sampai 3 kali, karena seri. Bahkan sampai ganti tangan!!
Gw???? Ah.. ga sampe itungan menit... langsung kalah. Huahahahahah...... awalnya Novi udah ngunci tangan gw duluan, agak susah untuk mengembalikan ke posisi semula. Ah.. sutra lah., pasrah aja. Hihihi... (males banget usaha).

Can't wait till Wednesday nih, dress code nya seru banget.

Wednesday, August 09, 2006

Jangan kerja terus dong

"Jangan kerja terus dong"

Iya kalimat ini keluar dari mulut mungil putri tertua gw, Puti Nasheeta. Antara rasa geli campur haru. Hiks..

Melihat gw mo brangkat kerja, Nasta buru-buru minta disuapin ma' ibu nya. Padahal tuh sarapan udah setengah piring di makan. Kalo ga diturutin, jerit deh dia. Ya udah, gw suapin dia bentar. Tapi karena jam dinding sudah menunjukan pukul 8 lewat 15 menit, gw dah resah sendiri. Ayo dong Ta, makan nya di kunyah. Nasta menggerakan mulutnya, iya, gerak. Tapi tidak mengunyah. Ayo dong Nak.. di kunyah. Ibu dah telat nih. 3 suap berjalan pelan. 8 lewat 20 menit. Ayo dong Nak.. ibu dah telat nih, nanti dimarahin boss ibu, "kamu dateng telat terus sih!"
Tanpa ekspresi dan sambil mengunyah, Nasta berkata, "Jangan kerja terus dong"

gedubrak.

Tuesday, August 08, 2006

Dokter Anak

Dokter Anak

Pergi ke dokter anak adalah hal yang tidak menyenangkan buat gw. Sejak Nasta berusia 9 bulan, boleh dibilang, Nasta sangat jarang ke dokter kecuali untuk imunisasi. Sebelumnya? Jangan tanya.. :( Bisa tiap minggu atau minimal sebulan sekali. Duh.. jaman kegelapan banget deh. Hiks.. dan saat itu, tidak terbilang berapa kali Nasta mengkonsumsi antibiotik untuk penyakit yang notabene disebabkan oleh virus. (note: Antibiotik untuk membunuh bakteri, bukan virus). Nasta berbakat asma, itu gw tau, karena ada turunan asma di keluarga suami. Setelah rajin ikut seminar dan ikut milis Sehat, Alhamdulillah gw jadi lebih mengerti dan rasional dalam menghadapi situasi di waktu anak sakit.

Pada saat itu gw berpikir, smakin jarang minum obat, Insyaa Allah Nasta bisa lebih tahan banting. Memang sih sempat juga, Nasta jarang sakit. Duh.. senang banget. Kalaupun Nasta sakit, mostly memang common cold dan flu. Biasanya kalo batuknya sudah parah, baru oma nya ribut. Ibu nya? Masih tenang aja.

Bingung juga dan kasihan melihat Nasta hampir tiap awal bulan sakit, walaupun secara logika gw ngerti kenapa. Mau tau kenapa?
1. Nasta lahir prematur (34 minggu) dengan berat 2200 gram saja.
2. Nasta tidak mendapatkan ASI Exclusive (hiks)
3. Nasta sudah bersekolah (Anak sekolahan kan cepet tertular virus)
4. Udara di Jakarta sudah sangat-sangat parah, polusi nya.. Astaghfirulllah..
5. Nasta punya bakat alergi dan asma
6. Di rumah yang sakit flu ganti-gantian terus
7. Dll, dsb.

Jadi ga usah heran kan kalo Nasta tiap bulan (kami bilang penyakit awal bulan nya Nasta) bisa sakit flu. Daya tahan tubuh nya Nasta kurang baik.

Tadinya gw ga terlalu vitamin/supplement minded, gw pikir, Insyaa Allah dengan asupan makanan yang Nasta makan, udah cukup. Tapi apa boleh buat, gw harus nambah supplement juga ke Nasta.

Nah, ceritanya, Senin kemaren gw nganter Nasta ke dokter nya. Dari hari Jum'at malam hangat, on off gitu. Dah pilek, belum batuk. (sekarang dah batuk, ihiks). Minggu malam menjelang pagi pun, Nasta masih hangat (suhu tidak tahu, termometer gw rusak). Ayah ngajak ke dokter, ya sudah. Ambil nomer deh. Waduh.. dapet nomer 15. Bisa-bisa jam 11 baru masuk tuh, gimana urusan kantor neh? Itu sih yang pertama terlintas. Tapi.. mau gimana lagi? Anak sakit.

Sambil nyuapinin Nara, nunggu jam 10 gitu baru brangkat ke dokter nya. Tapi kondisi Nasta sudah lebih baik. Akhirnya gw dan abang memutuskan, Nasta tidak jadi ke dokter. Alhamdulillah. Hehehehe... jujur aja, gw males banget bawa anak ke dokter. Melihat ibu dan ayah nya mau brangkat kerja, Nasta tiba-tiba bilang, "Ata mau ke dokter bu. Ata ganti baju dulu." Hmm... what can we say? Dia mau ke dokter, takut juga ada apa-apa.. hehehe... ya udah, kami brangkat ke dokter. Dan benar saja, 2 jam lebih kami menunggu di ruang tunggu dokter anak itu, ehem.. ruang tunggu? Nope, ini garasi yang difungsikan untuk ruang tunggu. Tidak ada kursi, pasien dan orang tua duduk di lantai. Beberapa kali sempat mendengar ibu / ayah pasien yang ngomel ke petugas pemanggil pasien, karena mreka lama menunggu tapi tidak di panggil-panggil. Pfuih.. itu selalu terjadi setiap gw ke dokter ini. "Tiga nomer lalu tiga yang kontrol, begitu peraturannya" Tapi bapak itu tidak berdaya ketika seorang ibu menyerobot masuk tanpa nomer maupun kartu kontrol, "kerabat pak dokter." Pfuih.. gw tidak menyalahkan Bapak ini, tapi tindakan ibu itu yang gw sesalkan. Kalo mau main masuk ruang dokter, liat jam juga dong.

Dari sekian pasien anak yang berobat ke dokter ini, 70% sakit flu, demam & batuk. 20% imunisasi dan sisanya penyakit lain. Dan kesan yang gw dapat dari para orang tua pasien ini, mreka masih mendewakan obat (baca: antibiotik). Seorang ibu dengan bayi berusia kurang dari 1 bulan, si anak sakit batuk. Duh.. masih merah betul anak itu. Dan gw lihat, ibu nya tidak menyusui dengan ASI. Hiks.. hiks.. Ibu yang lain dengan bayi berusia sekitar 2 bulan, sama saja. Anak nya batuk. Susu nya formula. Hiks.. hiks.. Bukan maksud hati menyombongkan diri karena alhamdulillah, gw berhasil memberikan Nara ASI Exclusive. Tapi, apakah mreka kurang paham atau tidak mengetahui, bahwa ASI adalah sumber dari segala sumber makanan bermutu dan bergizi tinggi buat buah hati mreka? Seorang ibu dengan anak nya berusia kurang lebih 10 bulan, anak nya batuk. Sudah ke dokter dua hari lalu, sudah di beri obat, tapi si anak malah diare dan batuknya tidak sembuh. Tanpa bermaksud menggurui, gw bilang, "mungkin diare nya karena obat nya." Itu pun tanpa ekspresi. Karena sebenernya gw pengen bilang, "Emang lo kira sulap berobat ke dokter bisa langsung sembuh?"
Duh.. dr. Purnamawati emang hebat banget deh, blio sangat sabar memberi tahu kepada para orang tua di milis sehat ini. God Bless you Dok.

Tiba giliran kami masuk ke ruang dokter nya. Point positive di dokter ini adalah, ruang prakteknya tidak di buat seperti ruang praktek dokter sesungguhnya. Tidak ada dipan untuk periksa anak, yang ada hanya sofa. Jadi Nasta sejak kenal dengan dokter ini, tidak takut ke dokter. Sebenarnya dokter ini pun mau di ajak ngobrol. Dan menjelaskan kondisi anak dengan lojik (hehehe.. bahasa gw, ancur banget). Sambil periksa Nasta, blio ngomong, "Jangan makan coklat dulu, jgn minum es dulu, ciki-cikian juga jgn, mo makan jelly boleh, bla bla bla bla." Gitu deh. Dan gw cuma dengerin aja. Blio nulis resep. Tanpa perlu gw tanya-tanya, karena gw dah tau lah isinya. Pasti ada antibiotik nya. Bayar dokter, keluar. Makasih Dok. Duh.. kenapa sih gw belum juga bisa ngobrol dengan baik dan benar? Belum bisa menari tango dengan dokter Nasta dan Nara ini.

Tadi pagi gw mendengar siaran radio dengan narasumber dokter anak yang ketua IDAI. Dan senang nya gw mendengar bahwa blio tidak pernah memberikan obat untuk pasien nya yang HANYA sakit flu. Menurut blio, demam, batuk, pilek dan diare adalah penyakit biasa untuk anak/dewasa. Yang biasanya disebabkan oleh virus. Demam lebih 3 hari, baru cek dokter untuk dugaan penyakit lain. Malah menurut dr. Wati di email milis Sehat, demam kalo ada pilek/batuk nya, ga usah khawatir. Ditambahkan juga, jika dokter anak tersebut bilang, "tenggorokannya merah (radang)" Minta lah dokter nya untuk buka mulut juga, sambil bertanya (dgn manis), "yang merah itu kaya apa sih dokt?" :D Nice try. Menurut info yang pernah gw dapatkan, tenggorokan itu memang merah. Yang berbahaya itu justru kalo ada putih-putih nya (maaf gw lupa istilahnya).

Ah.. dokter anak.. dokter anak... udah lah ngantri, waktu yang disediakan sedikit, jarang sekali yang bisa ber-tango dengan orang tua pasien. Padahal mereka kan juga punya anak / cucu. Kenapa sih seneng nya membodohi pasien terus?
(Well, harus gw akui, banyak juga sih pasien yang seneng dibodohi. Di bilang tidak perlu obat, malah cari dokter lain. Batuk anak ga sembuh dalam 2 hari, pindah dokter, dengan alasan, dokter nya kurang jago. Waks.... batuk itu makan waktu bu. 14 hari maksimal. Kurang dari 14 hari, dinikmati aja kali yah.)

Ya Allah, smoga Nasta sehat-sehat aja. Nara juga. Amin.

Wednesday, August 02, 2006

Sebenernya dah lama banget gw mo nulis tentang hal ini, tapi suka lupa, kalaupun inget pas kerjaan numpuk kalaupun lagi senggang, internetnya lagi ngadat, kalaupun semua nya baik-baik saja, gw nya yang males. Hehehehe...

Waktu awal gw bikin blog ini, gw menceritakan tentang "Friendship", maaf karena gw gaptek jadi kurang pinter bikin link nya. Kalo mau baca silahkan ke archive aja yah. nah, ceritanya gw mau ngobrolin soal teman lagi. Bukan.. bukan gosip kok.. cuma mo curhat tentang "teman" aja.

Pernah ga sih, kalian semua dekat dengan seseorang di masa tertentu, dekat sekali. Sampai-sampai kalian bertukar rahasia, crita seru atau apalah, tapi sekarang ini kalian tidak pernah berhubungan sama sekali. Mohon di catat : Tidak ada masalah dalam hubungan pertemanan ini (baca: tidak ada kata putus hubungan). Tapi tiba-tiba kalian merasa, eh.. kok dah lama sekali yah saya tidak ngobrol dengan si A atau si B? Apa kabar nya yah dia sekarang? Kalian ingat dan bahkan memikirkan orang tersebut. Tapi kalian tidak berusaha untuk menelpon, kirim email, kirim sms atau sekedar nge-Buzz di kolom Y!Messenger.

Gw pernah. Dan sampai sekarang pun masih. Setiap orang pastilah punya kesibukan masing-masing, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Hari ini kita cocok banget ngobrol ma' si A. Tapi bulan depan kita merasa, kok udah ga asik lagi yah ngobrol ma' dia? Atau mungkin, si A udah ga pernah ngajak ngobrol kita lagi. Dengan segudang alasan. Kalaupun gw atau dia mencoba untuk break the ice, biasanya jadi hambar. Ntah kenapa. Tapi kalo ditanya apakah gw punya masalah dengan si A? Gw akan jawab, "Tidak". Eh, tapi ga tau juga kalo si A punya masalah dengan gw yah? hehehehe... Bisa juga mungkin si A sudah menemukan teman obrolan yang lebih mengasyikan, yang cocok dengan dia, dan mulai melupakan gw. Ihiks...
Terkadang ada keinginan untuk bertanya, "Do you have any problem with me?" Tapi.. buat apa yah? Kadang gw hanya mendoakan, smoga dia atau mreka baik-baik saja.

Lucu nya kalo gw liat Y!Messenger di friend list dan melihat nama teman-teman gw yang sudah lama sekali ga ngobrol, pastinya gw akan teringat mreka. Apa kabar nya yah? Atau liat phone book di cellphone. Atau liat email address. Halo teman-teman, apa kabar nya? Gw ingat kalian semua kok. Kalian inget gw kan??

terinspirasi oleh seorang kawan

Akhir Penantian

Akhir Penantian

Hehehehe... iya judulnya Akhir Penantian.. akhir penantian Nara dan gw sebagai ibu. Setelah 6 bulan hanya mengkonsumsi air susu ibu, tiba saat nya Nara memasuki dunia lain. Hehehe.. kok dunia lain yah? Tepat hari Senin, 31 Juli 2006, Nara mencicipi makanan pendamping ASI. Gw pikir tidak akan sulit, karena selama ini Nara sudah menampakan minat nya terhadap makanan, :D Anak ibu yang montok dan menggemaskan ini selalu antusias jika melihat orang makan atau minum.

Tibalah saat mengesankan itu.. hehehe, norak yah gw? Pdhal udah anak kedua gitu. Sarapan pagi pukul 7.00, satu keping biskuit Farley di campur ASI. Ekspresi nya... menggemaskan. Belum terbiasa ada makanan di mulut, jadi seringkali makanan dikeluarkan lagi.

Snack buah pisang pukul 10.00 masih belum terbiasa ada makanan, tapi setengah buah pisang habis juga.
Makan siang pukul 12.00 tepung beras merah instant (maaf kan ibu, belum sempat buat sendiri). Insyaa Allah ibu buatkan weekend besok.
Snack buah pir (juice) pukul 15.30 hasilnya, dia senang. mungkin karena air aja.. hehehe...
Makan malam pukul 18.00 tepung beras merah lagi.

Hasilnya? Nara pup dua kali dalam waktu berdekatan. Hahahahahaha.... kepenuhan kali tuh perut yah? Belum lagi kalo mau tidur masih nyusu juga.

Alhamdulillah, hari pertama berlalu tanpa kesulitan berarti. Dan gw jadi lebih exciting untuk mencari menu alternative lain tanpa membingungkan indra perasa Nara. Hari kedua, tepung beras merah nya di kasih sayur bayam. Kata pengasuh nya, Nara suka kok bu. Alhamdulillah.

Smoga aja sampai besar nanti Nara tumbuh menjadi anak yang lebih sehat, mau makan makanan sehat. Amin. Dan smoga gw bisa tetap ngasih ASI ke Nara sampai dia 2 tahun. Irit banget bou!!

Tuesday, July 25, 2006

6 bulan kurang 5 hari

6 bulan kurang 5 hari

Sebenernya gw udah nunggu tanggal 31 juli untuk nulis di blog plus udah niat status YM saya adalah : SUKSES ASI EXCLUSIVE!!

Tapi hari ini gw harus menelan pil pahit. Bagaimana tidak? Tinggal 5 hari lagi menuju tanggal 30 Juli, dengan berat hati Nara terpaksa minum susu formula. Entah lah karena beban kerja yang lagi hectic atau karena faktor hormonal (biasa.. mo mens) jadi produksi ASI menurun. Dari mulai Kamis minggu lalu, gw selalu pulang cepat, bahkan Jum;at nya gw terpaksa nyuruh anak-anak ikutan jemput, karena stok susu kurang. Sabtu - Minggu ga bisa stok ASI, karena Nara tiap 2 jam nyusu. Itu pun mungkin tidak dengan hasil yang maksimal. Dan sedih nya, gw ga bisa stok banyak.

Senin pagi, brangkat kantor dengan hati ketar ketir. Persediaan susu di kulkas minim sekali. Perahan pertama bisa dititipkan supir, itu pun dengan hasil perahan kurang maksimal. Pfuih...

Jam 2an, telpon dari rumah, bu. susu terakhir udah di minum Nara. ga ada stok lagi. Waduh!! Tambah stress aja deh. Padahal kalo kita stress, produksi ASI malah terganggu. Jam 3 kabur dari kantor. Untung nya, Alhamdulillah, saat ini gw lagi ga ada boss langsung, jadi ijin pulang cukup dengan HRD :D

Selasa pagi, iya hari ini, tanggal 25 Juli. Stok susu di kulkas hanya 1 botol. Masuk kantor atau tidak yah? Malam sebelumnya pun gw sempet dilema gitu. Apa Nara gw kasih makan aja sekalian? Atau beliin susu formula, dan tetap mulai makan umur 6 bulan. Tanya suami, dan jawabannya - terserah ibu aja. Sialnya, gw beneran ga bisa bolos. Kerjaan lagi numpuk (kerja apa sih Mel??)

Dan akhirnya, dengan berat hati - gw beli susu formula. Dan brangkat kerja siang. Huwaaaaaaaaaaaaaaa, mo nangis rasanya. Perasaan gw dah gagal memberi yang terbaik buat Nara. Tinggal 5 hari lagi!! Itu masalahnya.

Padahal Nara udah terlihat siap menerima makanan pendamping ASI, karena setiap melihat orang makan, dia seakan-akan minta jatah. Dan gw selalu bilang, sabar yah nak. Tunggu waktunya. Bahkan jika gw minum air putih pun, dia ikutan megang gelas nya. Kasian kan?

Padahal, gw udah niat, tanggal 31 Juli gw mo cuti. Gw mau, gw yang pertama kali ngasih makan Nara. Eh.. tapi niat gw ini masih bisa terlaksana dong. Nara kan hanya minum susu formula, itu pun jika stok asi di kulkas dah abis. Insyaa Allah, gw bisa nyusuin Nara sampe dia 2 tahun. Amin.

Well, gw udah harus siap-siap hunting resep makanan bayi nih. Gemezz liat muka anak ndiri :D

Monday, July 03, 2006

Seorang teman bercerita ...

Gw bingung deh Mel, bagaimana harus bersikap. Boss gw punya affair, dan sepertinya istri nya dah tau. Boss gw itu emang genit, tapi baru kali ini yg serius menjalin affair. Biasanya Cuma nakal-nakal dikit. Karena takut ketauan bini nya. Gw sih dah lama juga tau, hubungan boss gw ma’ bini nya ga harmonis. Dulu bini nya ribut minta cerai, tapi boss gw ga mau. Nah sekarang, boss gw sepertinya udah cape juga kali berantem terus, dan udah masa bodo aja.

Mungkin karena gw dah lama juga kerja ma' boss gw ini, jadi gw emang agak-agak bisa ngebaca juga, kapan si boss lagi genit dan kapan lagi biasa aja. Hehehe ... makanya gw suka bilang ke temen temen gw, instink perempuan, apalagi seorang istri, itu ga bisa dibohongin. Lucunya, misalkan gw lagi nge-batin, "duh.. boss gw genit amat sih ?" dipastikan ga lama kemudian bu boss akan telpon gw. Cek and ricek. Hehehehe ... tapi Mel, masa sih gw bilang, "iya bu, pa' boss lagi genit nih." ga mungkin lah yaw...

Tau ga Mel? Dah lama banget bu boss ga pernah telpon gw, tiba-tiba blio telpon dan menanyakan aktifitas pa’ boss. Seperti biasa, emang feeling gw juga lagi mengatakan pa' boss lagi genit. Tapi lagi-lagi gw ga mungkin kan Mel, bilang ke bu boss. Kata bu boss, seharusnya pa boss nyusul dia ke Singapore untuk liburan. Tapi pa' boss membatalkan secara sepihak. Padahal tiket udah di pesen! dan gw di suruh melacak keberadaan pa' boss. Waduh !!! Pusing lah gw. Gw ga pernah nanya hal-hal pribadi seperti, lagi di mana pa' boss ? di luar jam kantor lho. Kalo jam kantor kan emang masih tugas gw sebagai personal assistance nya.

Gw sebagai wanita, perasaan gw juga ikutan hancur Mel. Apalagi begitu tau, emang si pa' boss punya WIL (wanita idaman lain). Tapi bu boss tetep minta tolong gw untuk jadi spy. Aduh... mel, gw di posisi yg sulit. Di satu sisi, as a woman, gw mendukung bu boss. Gw juga akan marah kalo pacar gw berselingkuh. Tapi di sisi lain, pa' boss itu boss gw. Yang mana gw udah commit, seluruh rahasia dia akan gw pegang. Makanya gw di percaya jadi Personal Assistance.

Yang biking gw tambah sedih ya Mel. Pa' boss nyuruh gw atur perjalanan ke Singapore dengan WIL nya itu! Alamak!! Hati gw ikutan hancur Mel. Bener-bener hancur. I have no more respect to him. Tapi apa daya? Dia masih boss gw kan? Di tambah bu boss, tiba-tiba nelpon dan bilang, "you're the one that I could trust. So don't hide anything from me. Please."

Aduh Mel!!! Gw musti gimana dong…


Jakarta, 2 Juli 2006

Tuesday, June 27, 2006

Amarah


Jangan kau umbar kemarahanmu
Hanya karena kau merasa tersinggung
Hanya karena ego mu tersulut
Hanya karena orang lain menganggap remeh dirimu
Hanya karena kau merasa tidak berdaya
Hanya karena merasa terhina

Jangan kau umbar kemarahanmu
Untuk hal yang sia-sia
Untuk hal yang sebenarnya tidak perlu dimarahi

Tolong redam emosi
Pikir masak-masak sebelum kalimat terucap
Agar tidak ada pihak yang merasa tersakiti
Oleh ucapanmu


Buncit, 26 Juni 2006